Articles

Found 7 Documents
Search

Perancangan dan Pengembangan Sistem Electrospinning sebagai Teknologi dalam Pembuatan Nanofiber

invotek Vol 18 No 2 (2018): INVOTEK: Jurnal Inovasi, Vokasional, dan Teknologi
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1164.496 KB)

Abstract

Telah dilakukan pembuatan sistem electrospinning untuk mensintesis nanofiber.  Tujuan dari penelitian ini adalah membuat electrospinning dengan memodifikasi syringe pump yang dapat bergerak kanan-kiri dan menggunakan collector silinder. Pengujian sistem electrospinning dilakukan dalam pembuatan nanofiber Polivinil Alkohol (PVA) 10%. Struktur dan morfologi nanofiber PVA dikarakterisasi menggunakan Scanning Electron Microscopy (SEM). Hasil SEM menunjukkan bahwa nanofiber PVA relatif seragam dengan ukuran diameter rata-rata (147,85 ± 24,73) nm. Hasil nanofiber pada penelitian ini diharapkan dapat digunakan diberbagai aplikasi.

Analisis Computational Fluid Dynamics Suhu Permukaan Panel Surya Akibat Pengaruh Intensitas Radiasi Matahari, Kecepatan Angin Dan Suhu Udara

DINAMIKA: Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Vol 10, No 1 (2018)
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (452.804 KB)

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang analisis pengaruh kecepatan angin, suhu udara dan intensitas radiasi matahari terhadap suhu permukaan panel surya, secara umum proses perhitungannya menggunakan software Computational Fluid Dynamics (CFD). Analisis dibagi dalam 3 tahap yaitu pre-processing (input), processing dan post-processing (output). Tahap pre-processing (input) mencakup pembuatan model 3D panel surya, penentuan model fisik, pembuatan mesh dan pengaturan mesh. Tahap Processing mencakup simulasi panel surya dan Uji validasi model berdasarkan parameter yang ditentukan pada tahap pre-processing. Tahap Post-processing (Output) mencakup analisis data dari hasil simulasi, divisualisasi dan dianalisa pengaruh berbagai parameter perbandingannya antara variable dan parameter yang diubah. Oleh karena itu, untuk mengurangi waktu yang panjang dalam melakukan eksperimen, proses tahapan pendekatan komputerisasi dilakukan agar waktu pengerjaan lebih pendek dan biaya yang di keluarkan relatif lebih murah. Dari hasil uji validasi model 3D panel surya sederhana menggunakan software CFD, pengaturan nilai mesh region 60 dengan jumlah elemen 166174 memakan waktu 4 menit 11 detik menghasilkan suhu maksimum sebesar 96.7563°C. Hasil analisa perubahan temperatur pada permukaan panel surya dipengaruhi kecepatan angin, suhu udara dan intensitas radiasi matahari yang mengenai permukaan panel surya ditunjukkan pada hasil grafik yang membuktikan bahwa perubahan suhu permukaan panel surya diakibatkan suhu udara dan intensitas radiasi matahari mengalami kenaikan maka suhu udara juga terjadi kenaikan suhu. Sedangakan, kenaikan suhu tidak hanya dipengaruhi oleh intensitas radiasi matahari yang mengenai permukaan panel surya saja, akan tetapi keceapatan angin juga sangat mempengaruhi perubahan temperature pada permukaan panel surya. Jika kecepatan angin mengalami kenaikan dan melewati panel surya maka panas pada permukaan panel surya diserap oleh angin tersebut dan membawa panas tersebut keluar munuju ke udara luar dengan bersamaan itu terjadi penurunan temperature pada permukaan panel surya tersebut. Kata kunci: Energi surya, panel surya, kondisi cuaca dan software CFD.

IDENTIFIKASI STRUKTUR KRISTAL DAN MORFOLOGI ENDAPAN KALSIUM KARBONAT (CaCO3) PADA PIPA TEMBAGA

Barometer Vol 2, No 2 (2017): Barometer
Publisher : Universitas Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang penumbuhan kerak kalsium karbonat (CaCO3) pada pipa uji tembaga menggunakan peralatan Closed Circuit Scale Simulator. Kerak CaCO3 dihasilkan dengan mereaksikan kristal CaCl2 dan NaNO3 yang dialirkan pada pipa uji dengan laju aliran tetap 35 ml/menit. Pada penelitian ini dilakukan penambahkan aditif berupa asam tartrat (C4H6O6) dengan konsentrasi 6 ppm. Karakterisasi sampel kerak menggunakan X-Ray Diffaction (XRD) dan Scanning Electron Microscopy (SEM) menunjukan bahwa endapan kerak yang dihasilkan merupakan kristal CaCO3 dengan fasa calcite berbentuk rhombohedral. Penambahan aditif asam tartrat 6 ppm mempengaruhi derajat kristalin CaCO3, terlihat jelas pada puncak intensitas yang menurun dan puncak-puncak bergeser ke arah sudut  yang lebih besar.  Morfologi kerak CaCO3 dengan penambahan aditif terlihat tidak homogen, menunjukkan bahwa penambahan aditif dapat menghambat proses kristalisasi. Dengan kata lain, penambahan aditif mampu menghambat laju pertumbuhan kristal, sehingga memungkinkan kerak yang terbentuk merupakan jenis softscale yang mudah untuk dibersihkan.

ANALISIS PERTUMBUHAN FASA KERAK KALSIUM KARBONAT (CaCO3) AKIBAT PENAMBAHAN ASAM TARTRAT (C4H6O6) SEBAGAI ADITIF

Barometer Vol 2, No 2 (2017): Barometer
Publisher : Universitas Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah dilakukan penelitian mengenai simulasi penumbuhan kerak kalsium karbonat (CaCO3) pada pipa tembaga dengan variasi konsentrasi penambahan zat aditif asam tartrat (C4H6O6) 4 ppm, 6 ppm dan 10 ppm. Kerak CaCO3 dihasilkan dengan cara mereaksikan larutan CaCl2 dan Na2CO3H2O dengan konsetrasi larutan 2000 ppm, yang kemudian dialirkan pada pipa uji dengan laju aliran tetap 45 ml/menit. Hasil pengukuran konduktivitas larutan berhubungan dengan waktu induksi, dimana terjadi peningkatan waktu induksi 4 sampai 20 menit, dengan meningkatnya konsentrasi aditif. Hasil karakterisasi struktur morfologi dan pertumbuhan fasa kerak menggunakan Scanning electron microscopy (SEM) dan X-Ray deffraction (XRD) menunjukkan bahwa tanpa penambahan aditif fasa yang terbentuk adalah fasa kalsit. Penambahan aditif 4 ppm terbentuk fasa baru yaitu fasa vaterit, sedangkan penambahan aditif 6 ppm dan 10 ppm terbentuk fasa aragonit. Hal ini dikarenakan zat aditif mampu menempel pada permukaan kristal CaCO3 selama proses pertumbuhan kristal sehingga berdampak pada variasi polimorf. Hasil penelitian dapat diaplikasikan dibidang industri, khususnya dalam masalah penanggulangan kerak pada pipa.

Pengembangan Sistem Kontrol Alat Penebar Pakan Ikan Otomatis Dengan Sumber Energi Matahari

Gorontalo Journal of Infrastructure and Science Engineering Vol 2, No 1 (2019): Gorontalo Journal Of Infrastructure And Science Engineering
Publisher : Universitas Gorontalo

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada penelitian ini menggunakan metode Research and Developement (R&D), menganalisa kekurangan yang ada pada alat penebar pakan ikan otomatis yang sudah ada kemudian mengembangkannya, tahapan pengembangan alat ini meliputi perencanaan, perangcangan, perakitan, penerapan dan pengaplikasian. Alat penebar pakan ikan sebelumnya hanya menggunakan baterai/aki isi ulang dengan cara charger, perlu ditambahkan solar panel supaya pengisian aki menjadi otomatis dan menambahkan sistem monitoring baterai sebagai pengontrol baterai jika terjadi drop tegangan, karena kelemahan panel surya adalah tergantungnya pada cuaca, jika hujan akan mengganggu pengecasan, sistem monitoring baterai akan bekerja pada tegangan 10 volt dan akan mengirim sms. Pemasangan solar panel pada alat penebar pakan ikan otomatis dengan output daya rata–rata   12,85 Watt dan Arus rata-rata  0,94 Ampere, pengujian sistem monitoring baterai mencari nilai drop tegangan, didapat nilai 10 volt sebagai nilai drop tegangan yang dijadikan set point pada program. Sistem  SMS akan aktif ketika tegangan baterai 10 volt. In this study using the Research and Developement (R & D) method, analyzing the deficiencies in the existing automatic fish feed spreader and then developing it, the stages of developing this tool include planning, handling, assembly, application and application. The previous fish feed spreader only used a battery / rechargeable battery by means of a charger, it needs to be added with solar panels so that the charging of the battery becomes automatic and adds a battery monitoring system as a battery controller if there is a voltage drop, because the weakness of the solar panel is dependent on the weather, if it rains interfere with charging, the battery monitoring system will work on a 10r output of 12.85 Watts and an average current of 0, 94 Ampere, testing the battery monitoring system looking for voltage drop values, obtained a value of 10 volts as the voltage drop value which is used as a set point in the program. The SMS system will be active when the battery voltage is 10 volts

Sifat Mekanik Komposit Aluminium ADC12-SiC-Mg Menggunakan Semi Solid Stir Casting dengan Variasi Penambahan SiC dan Mg

Gorontalo Journal of Infrastructure and Science Engineering Vol 2, No 1 (2019): Gorontalo Journal Of Infrastructure And Science Engineering
Publisher : Universitas Gorontalo

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang pengaruh penambahan SiC dan Mg terhadap sifat mekanik komposit Aluminium ADC12. Komposit ADC12-SiC-Mg dibuat menggunakan metode semi solid stir casting dengan memanfaatkan matrik aluminium ADC12 bekas sepatu rem. Karakterisasi sifat mekanik komposit Aluminium ADC12-SiC-Mg berupa kekerasan, kekuatan tarik dan elongation (%EL), serta kekuatan impak dengan 3 variasi sampel A0, A1 dan A2. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan SiC dan Mg meningkatkan kekerasan komposit ADC12-SiC-Mg dari 86,1 HRB, 95,8 HRB sampai 105,6 HRB. Kekuatan tarik rata-rata diperoleh nilai tertinggi pada penambahan SiC 10 wt% dan Mg 5 wt% sebesar 120,7 MPa, dan elongation (%EL) maksimum sebesar 2,03. Kekuatan impak juga meningkat seiring dengan penambahan persentase SiC dan Mg. Kekuatan impak rata-rata diperoleh harga tertinggi sebesar 1,26 Nm. Komposit Aluminium ADC12-SiC-Mg dari limbah aluminium sepatu rem ini diharapkan dapat diaplikasikan diberbagai bidang khususnya dibidang otomotif.

RANCANG BANGUN SISTEM ELECTROSPINNING UNTUK MENSINTESIS NANOFIBER POLIVINIL ALKOHOL DAN KARAKTERISASINYA

INFOMATEK Vol 19 No 2 (2017): Volume 19 No. 2 Desember 2017
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Pasundan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (512.731 KB)

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang rancang bangun sistem electrospinning untuk mensintesis nanofiber polivinil alkohol (PVA) dan karakterisasinya. Tujuan dari penelitian ini adalah membuat electrospinning dengan memodifikasi syringe pump yang dapat bergerak kanan-kiri. Mesin electrospinning dibuat dari komponen-komponen yang mudah diperoleh. Pengujian electrospinning dilakukan dengan mensintesis nanofiber dari polimer PVA. Karakterisasi nanofiber PVA menggunakan Scanning Electron Microscope (SEM), hasil karakterisasi menggunakan SEM menunjukan ukuran diameter rata-rata nanofiber sebesar (151,26  ± 27,47078) nm dan (152,89  ± 17,0341) nm masing-masing untuk jarak needle ke collector 15 cm dan 12 cm. Hasil menunjukan bahwa mesin electrospinning yang dibuat dapat menghasilkan serat (fiber) dengan ukuran nanometer.