This Author published in this journals
All Journal Master Bahasa
Safrizal, Andi
Master Bahasa

Published : 1 Documents
Articles

Found 1 Documents
Search

Bahasa Makian dalam Masyarakat Pesisir Kabupaten Pidie

Master Bahasa Vol 6, No 2 (2018)
Publisher : Master Bahasa

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan yang akan dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mendiskripsikan (1) bentukbentuk bahasa makian dalam masyarakat pesisir kabupaten Pidie, (2) referensi yang terdapat pada bahasa makian dalam masyarakat pesisir kabupaten Pidie, (3) makna yang terdapat pada bahasa makian dalam masyarakat pesisir kabupaten Pidie, dan (4) tujuan bahasa makian dalam masyarakat pesisir kabupaten Pidie. Makian adalah sebuah ungkapan yang biasanya berkonotasi negatif, diucapkan sebagai bentuk ekspresi keadaan psikologis yang dirasakan seseorang. Penelitian ini dilakukan menggunakan pendekatan kualitatif, dan data yang dikumpulkan adalah data lisan. Data penelitian ini adalah percakapan yang terjadi di kecamatan Muara Tiga dan kecamatan Batee. Pengolahan data dilakukan dengan beberapa tahap, pertama data diseleksi sesuai dengan daerah dan kebutuhan penelitian, kemudian ditraskripsi, dan terakhir analisis data. Analisis data dilakukan dalam beberapa tahap, pertama adalah tahap interpreasi bentuk-bentuk makian, kemudian interpretasi referensi dan makna makian, serta interpretasi tujuan penggunaan bahasa makian. Hasil penelitian mengungkapkan bahasa makian sebagai berikut: (1) bentuk-bentuk bahasa makian dalam masyarakat pesisir kabupaten Pidie terdiri atas bentuk monomorfemik, polimorfemik, frase, klausa dan kalimat, (2) referen bahasa makian dalam masyarakat pesisir kabupaten Pidie terdiri atas binatang, makhluk halus, benda-benda, istilah agama, bagian tubuh manusia, kekerabatan, manusia, sifat, aktivitas, sumpah, profesi, penyakit, dan seru, (3) Makna yang terdapat dalam bahasa makian masyarakat pesisir kabupaten adalah makna denotatif dan makna konotatif (4) tujuan bahasa makian dalam masyarakat pesisir kabupaten Pidie adalah untuk mengungkapkan kemarahan, mengungkapkan kekesalan, mengintimidasi lawan bicara, mengekspresikan keheranan, menghina, sebagai gurauan dan mengakrabkan suasana.