sujati, budi
Pascasarjana UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Published : 6 Documents
Articles

Found 6 Documents
Search

GAMBARAN AHMAD DAHLAN DAN WAHAB HASBULLAH DALAM PENDIDIKAN ISLAM TERHADAP NASIONALISME INDONESIA Setiawan, Satria; Sujati, Budi
Al-Fikri: Jurnal Studi dan Penelitian Pendidikan Islam Vol 2, No 1 (2019): Februari
Publisher : Universitas Islam Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/jspi.v2i1.4013

Abstract

ABSTRACTThis paper will describe a problem concerning Islamic education in Indonesia which is still underestimated. This is very much related to the history of the Indonesian nation which had been colonized for centuries by the Dutch. Therefore, the Islamic community is disadvantaged by the rampant terrorist terrorism, and the severity of this terrorist is associated with Islam, because in practice it always carries Islamic symbols. This has an impact on the assessment of some people who say that Islamic society (santri, kiai, pesantren) do not have a spirit of nationalism. Whereas if we look at history, that Islamic society has a very big contribution to Indonesian independence, we know with the resistance made by Prince Diponegoro which ended with the Diponegoro war, as well as with other resistance carried out by Islamic communities throughout Indonesia. This illustrates how deep the sense of nationalism is owned by the Islamic community. Efforts to counter the notion that the Islamic community does not have a spirit of nationalism is to study the characters, although briefly. With Ahmad Dahlan and Abdul Wahab Khasbullah taken as a presentation of this paper. Keywords : Influence, Islam, Nationalism.
KEWAHYUAN NABI MUHAMMAD DALAM PANDANGAN ORIENTALIS sujati, budi
JURNAL TAMADDUN Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (391.539 KB)

Abstract

AbstrakTulisan ini berangkat dari permasalahan kewahyuan nabi Muhammad yang mendapat pandangan beraneka ragam dari kalangan orientalis dalam menyikapi kewahyuan nabi Muhammmad. Sikap para orientalis baik yang pro dan kontra masih menjadi polemik yang sampai saat ini tidak selesai titik permasalahannya. Oleh karenanya, dari kalangan yang menerima kewahyuan Muhammad beranggapan bahwa wahyu yang diterima oleh nabi Muhammad adalah wahyu yang benar-benar datang dari ajaran Tuhan bukan dari hasil karangan nabi Muhammad dan ajarannya bersumber dari Tuhan yang satu. Sedangkan mereka yang memberikan komentar sinis mengenai wahyu yang diberikan kepada Muhammad adalah hasil karangan Muhammad sendiri, sehingga memunculkan banyak polemik khususnya dari kalangan umat Islam sendiri yang sampai saat ini belum dapat diselesaikan dan menjadi perdebatan. Tulisan ini berusaha membuktikan bahwa dengan pendekatan Ilmu sosial dan Ilmu humaniora akan ditemukan suatu fakta bahwa kewahyuan nabi Muhammad dalam pandangan orientalis harus sesuai dengan dari sebuah peristiwa dengan penuh objektif.                                                          Kata Kunci : Wahyu, Orientalis, Muhammad, Islam.
Review Book The Voice of The Past: Oral History Karya Paul Thompson Sujati, Budi; Gumilar, Setia
JUSPI (Jurnal Sejarah Peradaban Islam) Vol 2, No 2 (2018)
Publisher : UIN Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (372.631 KB) | DOI: 10.30829/j.v2i2.1623

Abstract

Ingatan manusia terkandung sebuah peristiwa sejarah yang tidak akan dilupakan begitu saja oleh orang yang mengalaminya. Namun tidak semua ingatan yang ada dalam pikiran manusia bisa menjadi sebuah sejarah, karenanya berkaitan dengan ingatan/suara-suara dari masa silam jika tidak ada yang menuliskannya maka suara-suara tersebut akan hilang ditelan masa. Berkaitan dengan tersebut, Thompson menuliskan tentang teori dan praktek sejarah lisan. Dalam tulisannya menjelaskan bagaimana sejarawan menggunakan sumber berkaitan dengan bukti lisan yang bisa diandalkan. Dalam tulisannya ia membagi kedalam 8 sub tema: sejarah dan komunitas, sejarawan dan sejarah lisan, pencapaian sejarah lisan, bukti, proyek lisan, wawancara, interpretasi dalam menciptakan sejarah. Dengan  pembagian kedalam beberapa tema tersebut memudahkan proses transformasi dan transmisi dalam memudahkan sejarawan menjelaskan historiografi. Sehingga cakupan penulisan sejarah pun diperluas dan diperkaya, dan pada saat yang bersamaan, pesan sosialnya berubah. Penelitian ini menggunakan metode review buku dimana bab per bab, sehingga akan memunculkan sebuah ringkasan dalam menggunakan buku tersebut.  
Peran Ayatullah Khomeini dalam Revolusi Islam di Iran 1979 Sujati, Budi
RIHLAH Vol 7, No 1 (2019): HISTORY AND CULTURE
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/rihlah.v7i1.7756

Abstract

Khomeini was a great scholar and leader of the Iranian Islamic Revolution. Khomeini's role in the Revolution was a struggle that never ceased to overthrow Shah Reza Pahlevi. The fall of the monarchy to the Islamic Republic of Iran system made Khomeini the most influential actor in the eruption of the Islamic revolution in Iran. This certainly has an impact on Iran's development until now. This paper outlines the role of ulama in the occurrence of a revolution. His role was to invite the public to oppose Shah's policies through political lectures both on the pulpit and on tapes. His influence in mobilizing the community to make opposition to the Shah Pahlevi supported by intellectuals and ulama made Khomeini's influence on the revolution so great. The research uses the library research approach (Library Resereach) with historical study methods.Khomeini merupakan seorang ulama dan pemimpin besar Revolusi Islam Iran. Peran Khomeini dalam Revolusi adalah perjuangan yang tidak pernah berhenti untuk menumbangkan Shah Reza Pahlevi. Jatuhnya sistem monarki ke sistem Republik Islam Iran menjadikan Khomeini menjadi aktor yang paling berpengaruh terhadap meletusnya revolusi Islam Iran. Hal ini tentunya memberi dampak bagi pekembangan Iran hingga sekarang. Tulisan ini menguraikan peran ulama dalam terjadinya sebuah revolusi. Perannya adalah mengajak masyarakat untuk menentang kebijakan Shah melalui ceramah politik baik itu di mimbar maupun di kaset. Pengaruhnya dalam menggerakan masyarakat untuk melakukan oposisi terhadap Shah Pahlevi dengan ditopang kaum intelektual dan ulama menjadikan pengaruh Khomeini terhadap revolusi sangat begitu besar. Adapun penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kepustakaan (Library Resereach) dengan metode studi historis.
KONSEPSI PEMIKIRAN FILSAFAT SEJARAH DAN SEJARAH MENURUT IBNU KHALDUN Sujati, Budi
Jurnal Tamaddun : Jurnal Sejarah dan Kebudayaan Islam Vol 6, No 2 (2018)
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (560.32 KB) | DOI: 10.24235/tamaddun.v6i2.3521

Abstract

Dalam dunia Islam, Ibnu Khaldun adalah sosok cendekiawan sekaligus ilmuwan Muslim yang mampu membuat dunia Islam menjadi besar berkat karya-karyanya. Bagi sarjana Muslim maupun Barat karena karyanya, dia dianggap sebagai properti dunia yang pemikirannya harus dilestarikan dan direproduksi. Salah satunya adalah mengenai konsepsi sejarah yang dijadikan referensi bagi seluruh ahli sejarah dan ahli sosiologi di dunia. Dalam memahami konsepsi sejarah yang ditulis oleh Ibnu Khaldun kita akan mengetahui mengenai kontruksi sejarah dari sisi bangunan sejarah bahwa sejarah tidak lebih dari rekaman siklus periode masa lampau yang bisa dijadikan pelajaran bagi generasi sekarang atau masa mendatang bahwa pola dan alur sejarah akan mengikuti perubahan-perubahan sosial yang akan mengikuti siklus kehidupan. Penelitian ini menggunakan pendekatan (approach) filsafat sejarah dalam menjawab fenomena-fenomena sejarah yang terjadi di masa lampau sehingga filsafat menawarkan kekuatan logis dalam sejarah yang bisa menjelaskan bahwa sejarawan bisa mampu menganalisis peristiwa sekarang agar kita bisa terhindar dari kehancuran sebuah peradaban dan bisa menjadikan peristiwa sebelumnya menjadi pelajaran bagi umat manusia agar umat manusia bisa tetap menjaga solidaritas dalam kehidupan di dunia.
Resistensi Hegemoni Penguasa Mesir dalam Novel Mudzakarati Fii Sijni Al Nisa (Kajian Hegemoni Gramsci) Fauziyah, Isma; Sujati, Budi
Diwan : Jurnal Bahasa dan Sastra Arab Vol 5, No 1 (2019): KAJIAN BAHASA DAN SASTRA ARAB
Publisher : Jurusan Bahasa dan Sastra Arab Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/diwan.v5i1.7956

Abstract

Mudzakarati Fii Sijni Al Nisa's novel by Nawal El Sadawi tells the story of people's lives during Anwar Sadat's time in dominating Egypt. In the novel, Nawal as a writer tells of himself as the main character. The story of Nawal during her suffering was in prison without clear legal procedures. He was forcibly kidnapped from his home and taken to Barrages prison because of his honest writing about the situation during Anwar Sadat's reign. As a political prisoner, he is no more respected than a prisoner of murder, prostitutes, drugs, and so on to become an attraction in this explanation. The purpose of this study is to find out the resistance of the forming elements of hegemony and ideological formation in the novel and want to know how the ideological negotiations took place in the figures of Mudzakarati Fii novel Sijni Al-Nisa. The method used in this study is descriptive analytical method, the method is done by describing the facts first, then followed by analysis. This research is qualitative by using library data. The sampling technique used in this study was purposive sampling which is a deliberate sampling technique.ABSTRAKNovel Mudzakarati Fii Sijni Al Nisa karya Nawal El Sadawi mengkisahkan kehidupan masyarakat pada masa pemerintahan Anwar Sadat di Mesir. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Resistensi elemen-elemen pembentuk hegemoni dan formasi ideologis dalam novel serta ingin mengetahui bagaimana negosiasi ideologis itu terjadi pada tokoh-tokoh novel Mudzakarati Fii Sijni Al-Nisa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif analitik. Metode tersebut dilakukan dengan cara mendeskripsikan fakta-fakta terlebih dahulu, kemudian disusul dengan analisis. Penelitian ini bersifat kualitatif dengan menggunakan data-data kepustakaan. Teknik pengambilan sampel yang digunakan pada penelitian ini adalah purposive sampling yaitu teknik pengambilan sampel secara sengaja. Dalam novel Mudzakarati Fii Sijni Al Nisa diceritakan bahwa terjadi negosiasi ideologi anatara Anwar Sadat atau yang menghegemoni (Dominan) dan Nawal  (Sublatern) sebagai tokoh utama yang tertindas. Akhirnya tokoh Nawal memilih bernegosiasi ideologi dengan tokoh yang lain di dalam sel tahanan politik yang melahirkan ideologi yang baru melalui elemen solidaritas identitas yaitu demokrasi sosialis feminis. Oleh karena itu, peneliti selanjutnya lebih banyak memperhatikan hal-hal yang belum maksimal diungkapkan di dalam penelitian ini. Penelitian ini hanya memotret secara umum peperangan ideologi dalam novel Mudzakarati Fii Sijni Al Nisa.