Ali, Nurdin
Chemical Engineering Department, Syiah Kuala University, Banda Aceh, Indonesia

Published : 3 Documents
Articles

Found 3 Documents
Search

DETEKSI IMUNOGLOBULIN MIU (IgM) DAN IMUNOGLOBULIN GAMMA (IgG) PADA PENDERITA DEMAM TIFOID ALI, NURDIN; julianti, andi tendry
Jurnal Media Analis Kesehatan Vol 9, No 2 (2018): JURNAL MEDIA ANALIS KESEHATAN
Publisher : poltekkes kemenkes makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (73.598 KB) | DOI: 10.32382/mak.v9i2.688

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi dimana demam tifoid merupakan penyakit infeksius yang disebabkan oleh bakteri Salmonella typhi. Penegakkan diagnosis demam tifoid adalah hal yang penting terutama agar diagnosis ditegakkan lebih tepat dan pengobatan dapat diberikan lebih cepat. Seiring perkembangan teknologi dalam ilmu kesehatan diagnosis demam tifoid dapat dilakukan untuk mendeteksi infeksi antibodi IgM dan IgG, dimana antibodi ini mempunyai makna dalam diagnosa yaitu agar mengetahui fase infeksi pada penderita demam tifoid dengan menggunakan tes imunokromatografi. Selain memiliki spesifitas dan sensitivitas yang tinggi tes imunokromatografi juga mudah dilakukan dan tidak memerlukan peralatan khusus untuk interpretasi hasil. Jenis penelitian ini adalah deskriptif yang bertujuan untuk mengetahui gambaran antibodi IgM dan IgG pada penderita demam tifoid. Teknik pengambilan sampel adalah purposive sampling dengan jumlah 30 sampel. Analisa data dilakukan dengan mengumpulkan hasil pemeriksaan antibodi IgM dan IgG pada sampel penderita demam. Setelah dilakukan analisa data, didapatkan hasil pemeriksaan positif IgM sebanyak 2 sampel (6,7%) menunjukkan fase awal infeksi, positif IgG sebanyak 2 sampel (6,7%) menunjukkan infeksi ulang sebelumnya, positif IgM dan IgG sebanyak 14 sampel (44,6%) menunjukkan fase tengah infeksi dan 12 sampel (40%) menunjukkan tidak adanya infeksi Salmonella typhi. Tenaga klinisi disarankan sebaiknya melakukan pemeriksaan antibodi IgM dan IgG meskipun telah melakukan pemeriksaan uji widal, agar dapat mengetahui fase infeksi sehingga diagnosis dapat ditegakkan dengan tepat dan pengobatan diberikan dengan cepat.Kata Kunci : Demam Tifoid, Antibodi IgM, Antibodi IgG
Perilaku Reduksi Briket Bijih Besi dan Batubara Peringkat Rendah Aceh Ali, Nurdin; Khairil, Khairil; Saputra, Mahendra
Jurnal Rekayasa Kimia & Lingkungan Vol 13, No 1 (2018): Jurnal Rekayasa Kimia & Lingkungan
Publisher : Chemical Engineering Department, Syiah Kuala University, Banda Aceh, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (454.078 KB) | DOI: 10.23955/rkl.v13i1.10185

Abstract

Peneltian ini adalah bertujuan untuk mengkaji tentang pengolahan bijih besi menggunakan metode reduksi langsung berbasis pada batubara peringkat rendah dari Nagan Raya, Aceh. Proses reduksi langsung menggunakan reaktor pemanas listrik untuk mengsimulasikan temperatur reduksi. Temperatur reduksi yang digunakan adalah 550o, 650o, dan 750oC, kemudian dinjeksikan gas CO2 dan N2  sebanyak 10 dan 1 liter/menit sebagai media pereduksi. Rasio persen komposisi batubara, bijih besi dan ter yang digunakan adalah 80:10:10, 70:20:10, dan 60:30:10. Model shrinking core diaplikasikan untuk mempelajari prilaku reduksi briket bijih besi dan batubara. Hasil penelitian menunjukkan, bahwa laju reduksi meningkat dengan meningkatnya persen batubara briket, temperatur dan interval waktu reduksi. Laju penurunan massa dan reduksi briket maksimum terjadi pada temperatur 750oC dengan variasi campuran 60:30:10 adalah 0,237 dan 23,66%. Energi aktivasi untuk variasi batubara 10, 20 dan 30% berturut-turut adalah 10,14, 3,73 dan 2,82 kJ/mol.
PEMETAAN POTENSI KOROSI PADA JALUR PIPA BAWAH TANAH MENGGUNAKAN INTERPOLASI KRIGING Putra, Reza; Muhammad, Muhammad; Huzni, Syifaul; Ali, Nurdin
Prosiding Semnastek PROSIDING SEMNASTEK 2017
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah dilakukan penelitian untuk memetakan potensi korosi pada jalur pipa bawah tanah menggunakan metoda interpolasi Kriging. Lokasi penelitian terletak di Aceh Utara hingga Bireun, dengan garis lintang 5°11' N dan 5°15' N, dan bujur 96°48' E dan 97°03' E. Pengukuran resistivitas tanah menggunakan metoda Wenner, dengan variasi jarak 150cm, 300cm dan 450cm. Hasil pengukuran ini diinterpolasi dengan metoda Kriging untuk memperoleh pemetaan. Hasil penelitian menunjukkan distribusi nilai resistivitas beragam dengan kontur yang bervariasi berdasarkan kedalaman pengukuran. Secara keseluruhan lokasi penelitian berpotensi korosi ringan, korosi menengah  dan korosi berat.