Kune, Simon Juan
Fakultas Pertanian, Universitas Timor

Published : 17 Documents
Articles

Found 17 Documents
Search

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Produksi Usaha Tani Sayur Sawi di Kelurahan Bensone Kecamatan Kota Kefamenanu Kabupaten Timor Tengah Utara Lama, Marselina; Kune, Simon Juan
AGRIMOR Vol 1 No 02 (2016): AGRIMOR - April 2016
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Timor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (550.001 KB) | DOI: 10.32938/ag.v1i02.102

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran umum usahatani sayur sawi dan juga faktor – faktor yang mempengaruhi produksi usahatani sayur sawi. Metode pengambilan sampel adalah simple random sampling, dengan jumlah petani sebanyak 50 sampel. Analisis yang digunakan adalah analisis regresi linier berganda dalam bentuk logaritma dengan fungsi produksi Cobb-Douglas. Hasil uji F menunjukkan bahwa secara keseluruhan variabel bebas secara bersama-sama dapat menunjukkan pengaruhnya terhadap faktor produksi sawi dengan nilai Fhitung sebesar (712.476) ˃ nilai Ftabel (2.32), sedangkan hasl uji T menunjukan bahwa faktor-faktor produksi yang berpengaruh secara nyata terhadap produksi sayur sawi di Kelurahan Bansone adalah faktor luas lahan dengan nilai thitung luas lahan (4.090) > ttabel (1,684), faktor benih dengan nilai thitung benih(1.974) ˃ ttabel (1.684), faktor modal dengan nilai thitung modal (2.479) ˃ ttabel (1.684), faktor tenaga kerja dengan nilai thitung tenaga kerja (2.785) > ttabel(1.684) berpengaruh secara nyata terhadap produksi usahatani sayur sawi sedangkan faktor pupuk dengan nilai thitung pupuk (0.164) ˂ ttabel (1.684), faktor pengalaman degan nilai thitung pengalaman (1.117) ˂ ttabel (1.684) dan faktor pendidikan formal dengan nilai thitung pendidikan (0.321) ˂ ttabel (1.684) tidak berpengaruh secara nyata terhadap produksi usahatani sayur sawi. 
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Usahatani Padi Sawah di Desa Haekto, Kecamatan Noemuti Timur Neonbota, Serafina Laka; Kune, Simon Juan
AGRIMOR Vol 1 No 03 (2016): AGRIMOR - July 2016
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Timor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (456.394 KB) | DOI: 10.32938/ag.v1i03.104

Abstract

Penenitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi produksi usahatani padi sawah yang dilakukan di desa Haekto Kecamatan Noemuti Timur, dengan pertimbangan lokasi ini memiliki produksi tertinggi di Kecamatan Noemuti Timur. Data yang diambil adalah data primer dan data sekunder, sampel yang diambil menggunakan metode Slovin sehingga diperoleh responden sebanyak 78 orang. Analisis yang digunakan adalah analisis fungsi Cobb-Douglass. Faktor-faktor Faktor luas lahan,benih, pupuk,tenaga kerja,pengalaman, pendidikan dan modal secara (simultan) berpengaruh nyata terhadap produksi usahatani padi sawah. Secara (parsial) faktor pupuk,tenaga kerja dan modal memiliki pengaruh yang positif dan signifikan terhadap usahatani padi sawah. Sedangkan faktor luas lahan,benih,pengalaman dan pendidikan berpengaruh tidak nyata terhadap produksi usahatani padi sawah. 
Analisis Pendapatan Usahatani Sayur Kangkung di Kelurahan Bansone, Kecamatan Kota Kefamenanu, Kabupaten Timor Tengah Utara Tanii, Oktovianus; Kune, Simon Juan
AGRIMOR Vol 1 No 04 (2016): AGRIMOR - October 2016
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Timor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (225.579 KB) | DOI: 10.32938/ag.v1i04.109

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana gambaran umum usahatani sayur kangkung, pendapatan petani dan keuntungan relatif petani kangkung di Kelurahan Bansone yang diperoleh petani dalam satu kali tanam.Metode pengambilan sampel dilakukan secara sensus sedangkan metode pengambilan data dilakukan secara survey. Data yang diambil adalah data primer dan data sekunder, data yang dikumpulkan selanjutnya dianalisis dengan menggunakan metode analisis deskripsi kualitatif, metode analisis pendapatan dan analisis keuntungan relatif. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa tahap kegiatan usahatani sayur kangkung dimulai dari persiapan lahan, pemupukan dasar, penanaman, penyulaman, pemeliharaan seperti (penyiangan, pengendalian hama dan penyakit), panen dan pasca panen. Total biaya yang dikeluarkan dalam berusahatani sayur kangkung sebesar Rp.24.522.250/musim tanam dengan rata- rata biaya sebesar Rp.613.056/musim tanam, total penerimaan dari usahatani sebesar Rp.93.750.000/musim tanam dengan rata-rata penerimaan sebesar Rp.2.343.750,/musim tanam. Total Pendapatan yang diterima sebesar Rp.69.227.750/musim tanam dengan rata-rata pendapatan yang diperoleh sebesar Rp.1.730.694/musim tanam.Sedangkan total RC/Ratio sebesar 152,760 dan rata-rata RC/Ratio sebesar 4,0 sehingga dapat dikatakan bahwa usahatani yang dilakukan dapat menguntungkan secara ekonomis karena nilai RC ratio lebih besar dari 1. 
Implementasi Marketing Mix Pada Pemasaran Abon Ikan di Kelurahan Humusu C, Kecamatan Insana Utara, Kabupaten Timor Tengah Utara Moensaku, Petrus Yanssen; Kune, Simon Juan
AGRIMOR Vol 1 No 04 (2016): AGRIMOR - October 2016
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Timor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (246.665 KB) | DOI: 10.32938/ag.v1i04.111

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran umum pemasaran abon ikan dan implementasi marketing mix pada pemasaran abon ikan. Metode pengambilan sampel yang digunakan yaitu metode secara sensus dan sampel sebanyak 5 orang, metode pengumpulan data dilakukan dengan metode survey, sedangkan metode analisis data yang digunakan metode ananlisis data deskripsi kualitatif. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa gambaran pemasaran abon ikan dispesifikan kedalam mananjemen pemasaran abon ikan yang dimulai dari perencanaan dengan mengamati suutuasi didasari permintaan dari konsumen, pelaksanaan yang dilakukan oleh anggota kelompok yang langsung menuju pada lokasi konsumen, pengendalian dlakukan untuk mengetahui bila terjadi penyimpangan dan penyebabnya, serta evaluasi mengenai pelaksanaan pemasaran abon ikan, sedangkan implementasi marketing mix, produk diimplementasi berdasarkan pelatihan dan instruksi dari Standar Industri Indonesia, harga diimplementasi dengan menerapkan metode penetapan harga berdasarkan pendekatan biaya dan harga yang ditetapkan Rp. 20.000,- dan $2,5 Centavos, sedangkan tempat diimplementasi pada 2 lokasi yaitu Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Timor Tengah Utara dan perbatasan RI-RDTL, promosi diimplementasikan berdasarkan pada frekuensi produksi yang dilakukan. 
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Produksi dan Strategi Pengembangan Usahatani Bawang Putih di Kecamatan Miomaffo Barat, Kabupaten Timor Tengah Utara Falo, Marsianus; Kune, Simon Juan; Hutapea, Adeline Norawati; Kapitan, Origenes Boy
AGRIMOR Vol 1 No 04 (2016): AGRIMOR - October 2016
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Timor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (302.801 KB) | DOI: 10.32938/ag.v1i04.113

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk 1) mendeskripsikan keragaan usahatani bawang putih; 2) menganalisis  kandungan unsur metabolid sekunder; 3) menganalisis faktor-faktor yang berpengaruh terhadap produksi usahatani bawang putih; 4) menganalisis pendapatan yang dipeoleh petani dari usahatani bawang putih, dan; 5) mengetahui startegi pengembangan usahatani bawang putih.  Metode yang dugunakan adalah survei dan eksperimen laboratorium. Analisa data menggunakan analisis FTIR dan GC-MS, Analisis Cobb Douglass, analisis pendapatan dan Analisis SWOT. Hasilnya keragaan usahatani meliputi pengolahan lahan, persiapan bibit, penanaman, pemeliharaan, panen, pasca panen dan pemasaran. Unsur metabolid sekunder yang terdapat dalam bawang putih adalah adsiri, faktor-faktor yang berpengaruh terhadap produksi antara lain lahan, benih, tenaga kerja, pengalaman, dan pendidikan. Pendapatan yang diperoleh sebesar 534.429.503/musim tanam. Strategi pengembangannya adalah 1) strategi SO : kekuatan yang dimiliki adalah letak   lahan  yang strategis, kerjasama dalam kelompok, iklim yang mendukung dan pengalaman dan   peluangnya dukungan dari PEMDA,   permintaan pasar yang selalu ada, eban merupakan sentral/pusat produksi bawang putih di wilayah TTU; 2) strategi WO : meningkatkan modal  berusahatani bawang putih, kurang promosi, sistim pemasaran dan penguasaan teknik budidaya yang masih rendah; 3) Strategi ST : kekuatan yang ada  adalah letak lahan memiliki  sendiri, kerja sama dalam kelompok, iklim yang mendukung dan pengalaman yang telah dimiliki; 4) Strategi WT : meningkatkan modal yang di miliki petani untuk dapat bersaing deengan usahatani bawang putih sejenis lainnya dari luar daerah Eban dan meningkatkan promosi untuk jangkauan pemasaran yang lebih luas lagi. 
Analisis Pendapatan Usahatani Jagung di Desa Bannae Kecamatan Insana Barat Kabupaten Timor Tengah Utara Nahak, Matilde Hoar; Kune, Simon Juan
AGRIMOR Vol 2 No 04 (2017): AGRIMOR - October 2017
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Timor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (214.739 KB) | DOI: 10.32938/ag.v2i04.174

Abstract

Desa Bannae merupakan salah satu desa yang berada di wilayah kecamatan Insana Barat dan memiliki produktivitas jagung yang tinggi karena masyarakat pada umumnya berprofesi sebagai petani dan menggantungkan hidup mereka pada hasil pertanian. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui 1) besarnya pendapatan yang diperoleh petani; dan 2) keuntungan relatif yang diperoleh para petani jagung di desa Bannae kecamatan Insana Barat, kabupaten TTU. Penelitian dilaksanakan di Desa Bannae, kecamatan Insana Barat, kabupaten TTU pada bulan Februari hingga Juni 2017. Populasi berjumlah 413 KK dengan sampel 40 responden. Untuk mengetahui pendapatan usahatani jagung dilakukan analisis pendapatan sedangkan untuk mengetahui keuntungan relatif dilakukan analisis R/C Rasio. Hasil penelitian menunjukkan biaya yang dikeluarkan selama berusahatani jagung selama satu musim tanam ada dua jenis biaya yaitu biaya variabel dan biaya tetap dengan total biaya sebesar Rp17.236.516,00 dengan rata-rata biaya sebesar Rp430.913,00 sedangkan total penerimaan yang diperoleh petani jagung Rp63.190.000,00 dengan rata-rata penerimaan sebesar Rp1.579.750,00 sehingga total pendapatan petani jagung sebesar Rp45.953.483,00 dengan rata-rata pendapatan sebesar Rp1.148.837,00. Keuntungan relatif yang diperoleh petani rata-rata 3,61 dan dapat dikatakan bahwa kegiatan usahatani jagung menguntungkan secara ekonomis dan setiap pengeluaran satu rupiah dapat memberikan rata-rata keuntungan sebesar 3,61. 
Analisis Pendapatan Usahatani Selada Air di Desa Popnam, Kecamatan Noemuti, Kabupaten Timor Tengah Utara Nana, Febronius; Kune, Simon Juan; Hutapea, Adeline Norawati
AGRIMOR Vol 3 No 1 (2018): AGRIMOR - January 2018
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Timor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (344.921 KB) | DOI: 10.32938/ag.v3i1.241

Abstract

Desa Popnam adalah salah satu desa di kecamatan Noemuti, kabupaten TTU yang masyarakatnya mengembangkan usahatani selada air yang berjalan secara turun temurun karena wilayah ini memiliki kondisi alam yang mempunyai potensi sumber air dan lahan pertanian yang cocok untuk membudidayakan selada air. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui 1) gambaran umum usahatani selada air; 2) pendapatan yang diperoleh dari usahatani selada air; dan 3) keuntungan relatif yang diperoleh dari usahatani selada air di desa Popnam, kecamatan Noemuti, Kabupaten TTU. Penelitian dilaksanakan di desa Popnam, kecamatan Noemuti, Kabupaten TTU, pada bulan April sampai November 2017. Populasi berjumlah 342 KK dengan sampel berjumlah 50 petani yang ditentukan menggunakan metode purposive sampling. Untuk mengetahui gambaran umum usahatani selada maka digunakan metode analisis deskriptif kualitatif, untuk mengetahui pendapatan usahatani maka dilakukan analisis pendapatan sedangkan untuk mengetahui keuntungan relatif dari usahatani selada digunakan analisis R/C Rasio. Hasil penelitian menunjukkan Lahan usahatani yang digarap oleh petani adalah lahan milik sendiri dengan kisaran luas lahan bervariasi antara 3-15 are. Tahapan kegiatan usahatani dimulai dari persiapan lahan, persiapan bibit, penanaman, pemeliharaan (penyiangan, pemupukan dan pengendalian hama penyakit), panen dan pasca panen. Pendapatan usahatani selada air di desa Popnam adalah sebesar Rp201.724.000,00 dengan rata-rata pendapatan usahatani selada air sebesar Rp4.034.480,00. Nilai R/C Ratio sebesar 7,103. Artinya kegiatan usahatani selada air di desa Popnam menguntungkan secara ekonomis dan layak untuk dilanjutkan karena setiap biaya yang dikeluarkan sebesar Rp1,00 akan memberikan penerimaan sebesar Rp7,103,00. 
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Produksi Usahatani Jeruk Keprok di Desa Suanae Kecamatan Miomaffo Barat Kabupaten Timor Tengah Utara Seran, Natalia D.; Kune, Simon Juan
AGRIMOR Vol 1 No 03 (2016): AGRIMOR - July 2016
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Timor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (247.366 KB) | DOI: 10.32938/ag.v1i03.266

Abstract

Desa Suanae merupakan salah satu desa yang memproduksi usahatani jeruk keprok. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran umum usahatani jeruk keprok dan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi usahatani jeruk keprok di Desa Suanae Kecamatan Miomaffo Barat Kabupaten Timor Tengah Utara. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer yang diperoleh dari 51 responden dengan menggunakan kuesioner yang telah disusun. Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode fungsi Cobb-Douglass dengan menggunakan alat bantuan Software SpSS versi 16.0 dan data sekunder yang diperoleh dari instansi terkait. Berdasarkan  hasil analisis nilai signifikan R2 sebesar 96,6% dan 3,4% adalah variabel yang tidak diteliti, uji F (simultan) menunjukkan bahwa Fhitung sebesar 258.021 > Ftabel 2.42 berpengaruh nyata pada taraf 5%, sehingga H1 diterima dan H0 ditolak sedangkan uji t (parsial) menunjukkan bahwa variabel luas lahan dan tingkat pendidikan berpengaruh nyata terhadap produksi jeruk keprok pada taraf 5% sedangkan variabel benih, modal dan tenaga kerja tidak berpengaruh secara nyata terhadap produksi jeruk keprok di desa Suanae. 
Analisis Pendapatan dan Keuntungan Relatif Usahatani Jagung di Desa Bitefa Kecamatan Miomaffo Timur Kabupaten TTU Kune, Simon Juan
AGRIMOR Vol 2 No 02 (2017): AGRIMOR - April 2017
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Timor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (185.078 KB) | DOI: 10.32938/ag.v2i02.271

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui 1) gambaran umum usahatani jagung; 2) besarnya pendapatan yang diperoleh dari petani; 3) keuntungan relatif yang diperoleh para petani jagung di Desa Bitefa Kecamatan Miomaffo Timur  Kabupaten Timor Tengah Utara. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Desember sampai bulan April 2014. Penentuan sampel dilakukan menggunakan rumus Slovin, sehingga dari 460 orang yang berusahatani jagung di Desa Bitefa akan di ambil 46 responden. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa total pendapatan usahatani jagung di Desa Bitefa adalah Rp 623.145.000 dengan rata-rata pendapatan sebesar Rp 13.546.630.43 / musim tanam. Dengan total luas lahan 3.513 are   dan rata-rata luas lahan 76,37 are. Sedangkan Rata-rata Keuntungan relatif dalam kegiatan usahatani jagung  yang diperoleh petani sebesar 25,83 artinya kegiatan usahatani jagung menguntungkan secara ekonomis karena hasil perhitungannya lebih besar dari 1 (25,83 ≥1). 
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Penawaran Pinang Kering pada Pedagang Pengecer di Pasar Baru Kefamenanu Nakamnanu, Ani Arsianti; Kune, Simon Juan
AGRIMOR Vol 2 No 02 (2017): AGRIMOR - April 2017
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Timor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (266.742 KB) | DOI: 10.32938/ag.v2i02.304

Abstract

Salah satu aspek yang memiliki peranan penting yakni aspek pemasaran. Posisi pedagang pinang sebagai produsen sekaligus sebagai penentu harga, maka pedagang dituntut untuk mengetahui informasi pasar dan memperhatikan faktor-faktor lain sehingga pedagang mampu meningkatkan volume penjualan pinangnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui 1) fungsi-fungsi pemasaran apa saja yang berlaku pada pedagang pinang kering; dan faktor-faktor yang dapat mempengaruhi penawaran pinang kering pada pedagang pengecer di pasar Baru Kefamenanu. Penelitian dilaksanakan di Pasar Baru, Kelurahan Benpasi Kecamatan Kota Kefamenanu, mulai dari bulan Juni 2016 sampai Agustus 2016. Hasil penelitian menunjukkan Fungsi-fungsi pemasaran yang dilakukan pedagang pengecer pinang kering adalah fungsi pertukaran dan fungsi distribusi fisik, sedangkan fungsi pertukaran terdiri dari fungsi pembelian dan fungsi penjualan sedangkan fungsi distribusi fisik terdiri dari fungsi penyimpanan serta pengangkutan. Secara bersama-sama faktor harga beli, harga jual, biaya penjualan, pendidikan, pengalaman dan pendapatan berpengaruh terhadap penawaran pinang kering. Hal ini terlihat dari nilai Fhitung 63,805 > nilai Ftabel 2,66 atau pada α = 0,05 > probabilitas 0,000. Sedangkan secara sendiri-sendiri atau parsial faktor yang berpengaruh nyata adalah faktor harga beli dengan nilai thitung sebesar 2,842 > nilai ttabel sebesar 1,734, faktor harga jual dengan nilai thitung sebesar 9,066 > nilai ttabel sebesar 1,734, faktor pendidikan dengan nilai thitung sebesar 1,893 > nilai ttabel sebesar 1,734, faktor pendapatan dengan nilai thitung sebesar 2,555 > nilai ttabel sebesar 1,734 sedangkan faktor yang tidak berpengaruh nyata terhadap penawaran pinang kering adalah faktor biaya penjualan dengan nilai thitung sebesar 1,245 < nilai ttabel sebesar 1,734, faktor yang berpengaruh namun pengaruh negatif adalah faktor pengalaman, dengan nilai thitung sebesar -3,406 < ttabel sebesar 1,734.