Iskandar, Heru Taufiq Nur
Fakultas Geografi, Universitas Gadjah Mada

Published : 2 Documents
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Potensi dan Strategi Pengembangan Pariwisata Berkelanjutan Berbasis Komunitas di Desa Sembungan, Wonosobo, Jawa Tengah Budiani, Sri Rahayu; Wahdaningrum, Windarti; Yosky, Dellamanda; Kensari, Eline; Pratama, Hendra S; Mulandari, Henny; Iskandar, Heru Taufiq Nur; Alphabettika, Mica; Maharani, Novela; Febriani, Rizka Fitria; Kusmiati, Yanti
Majalah Geografi Indonesia Vol 32, No 2 (2018): September 2018
Publisher : Fakultas Geografi, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (805.55 KB) | DOI: 10.22146/mgi.32330

Abstract

Pembangunan pariwisata saat ini diarahkan kepada pembangunan pariwisata yang berkelanjutan dengan pengembangan yang didasarkan atas prinsip pemberdayaan berbasis masyarakat. Salah satu desa yang potensial dikembangkan dengan prinsip-prinsip tersebut adalah Desa Sembungan. Metode penelitian kualitatif digunakan untuk melihat potensi pengembangan wisata Desa Sembungan. Berdasarkan hasil penelitian diketahui Desa Sembungan memiliki sumberdaya alam yang potensial, namun saat ini hanya dua objek wisata alam yang dikembangkan, yaitu Bukit Sikunir dan Telaga Cebong sehingga masih sangat mungkin untuk ditemukan objek wisata yang memiliki daya tarik. Desa Sembungan pada prinsipnya belum memenuhi prinsip pembangunan pariwisata berkelanjutan, sehingga perlu adanya pembenahan diberbagai aspek. Dilihat dari tujuh prinsip pembangunan pariwisata berbasis komunitas, maka Desa Sembungan masih belum memenuhi tujuh prinsip tersebut, sehingga diperlukan arahan strategi yang tepat untuk mendorong pengembangan pariwisata berkelanjutan berbasis masyarakat di Desa Sembungan. ABSTRACT Tourism development today is directed to achieve sustainable tourism development following the community-based empowerment principles. Sembungan village is one of the potential village to be developed with those principles. Qualitative research method is used for this research. The result shows that Sembungan village has potential natural resources, but unfortunately only two attractions are developed, they are sikunir hill and telaga cebong. There are more alluring tourism objects in Sembungan village that haven’t been explored. Sembunga village has not yet manage tourism activities based on sustainable tourism principles. Accordingly, there are many aspects that need to be fixed. Tourism management also has not achieved the seven community-based tourism developments principles. Sembungan village still needs more precise strategies and plans to force sustainable community-based tourism development.
Kajian Perubahan Lahan Pertanian Menjadi Lahan Pertambangan Batukapur Terhadap Kesejahteraan Rumahtangga Petani Kecamatan Ponjong Iskandar, Heru Taufiq Nur; Harini, Rika
Jurnal Bumi Indonesia Volume 8, Nomor 2, Tahun 2019
Publisher : Fakultas Geografi UGM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Aktivitas pertambangan batukapur yang berlangsung terus-menerus menyebabkan berubahnya penggunaan lahan di Kecamatan Ponjong. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui (1) luas lahan pertanian yang berubah menjadi lahan pertambangan batu kapur, dan (2) kondisi kesejahteraan rumahtangga petani terdampak perubahan lahan pertanian menjadi lahan pertambangan batu kapur. Data dalam penelitian diperoleh dengan metode observasi lapangan untuk data primer, yakni wawancara terstruktur (kuesioner) terhadap sampel responden yang dipilih secara purposive random sampling, validasi dan plotting koordinat penggunaanlahan, dan untuk data sekunder diperoleh dengan mengumpulkan data dari instansi terkait. Data yang disajikan dalam bentuk tabel frekuensi dan tabel silang (crosstab) dianalisis dengan metode deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan (1) aktivitas pertambangan batu kapur di Desa Bedoyo dan Desa Karangasem dalam periode tahun 2012-2017 menyebabkan peningkatan luas lahan pertambangan sebesar 60.378,5m2 dengan mengurangi luas lahan pertanian sebesar 18.512,77m2 di Desa Bedoyo, dan 60.321,93m2 dengan mengurangi luas lahan pertanian sebesar 15.216,3m2 di Desa Karangasem. (2) Perubahan lahan pertanian menjadi lahan pertambangan batu kapur di Kecamatan Ponjong berpengaruh positif terhadap kesejahteraan rumahtangga petani, diketahui dari pendapatannya yang mengalami peningkatan dengan semakin luasnya lahan pertambangan