Kartinaty, Tietyk
Faculty of Agriculture University of Brawijaya in collaboration with PERAGI

Published : 2 Documents
Articles

Found 2 Documents
Search

PENAMPILAN PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI LIMA VARIETAS BAWANG MERAH ( Allium ascalonicum ) DI KALIMANTAN BARAT Kartinaty, Tietyk; Hartono, Hartono; Serom, Serom
BUANA SAINS Vol 18, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/bs.v18i2.1183

Abstract

Introduction of high yielding varieties of red onion (Allium ascalonicum) is an effort that can be done to increase red onion production in West Kalimantan. This research aims to introduce new varieties that can adaptive for the conditions of the land in West Kalimantan in order to obtain location-specific varieties as well as to accelerate the deployment of red onion Agency for Agricultural Research and Development. The research was conducted from May to July 2014 at the Visitor BPTP Plots of West Kalimantan. Research using randomized block design with four replications. The varieties used are Katumi, Bima, Mentes, Pikatan and Manjung. Variables observed included: height of plant (cm), number of tillers (clumps), number of leaves (strands), bulbs diameter (mm), weight bulbs (g), production (tons / ha). The results showed that of the five varieties of onion were tested superior results achieved ranged from 6.11 to 9.37 tons / ha. The Varieties Bima and Katumi to give the highest production of 9.37 tons / ha and 9.09 tons / ha. Both of these varieties are recommended for development in West Kalimantan.
KARAKTERISTIK MUTU BERAS DI BERBAGAI PENGGILINGAN PADA SENTRA PADI DI KALIMANTAN BARAT David, Jhon H; Kartinaty, Tietyk
Journal TABARO Agriculture Science Vol 3, No 1: MEI 2019
Publisher : Journal TABARO Agriculture Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (746.837 KB)

Abstract

Mutu beras secara umum dipengaruhi oleh faktor genetik dan lingkungan. Sesuai dengan Standar Nasional Indonesia (SNI) 6128:2015, mutu beras giling  meliputi kriteria rendemen beras kepala, rendemen beras giling, persentase beras pecah, dan derajat sosoh. Tujuan penelitian  adalah untuk mengidentifikasi mutu beras di berbagai pengilingan padi dan hubungannya dengan standar mutu beras konsumsi di Kalimantan Barat. Penelitian dilakukan pada tahun 2018 dengan objek penelitian unit penggilingan padi, kemudian dilanjutkan analisa karakteristik mutu beras di laboratorium. Lokasi penelitian merupakan sentra utama penghasil beras yaitu Kabupaten Sambas dan Kubu Raya. Komponen mutu yang di amati meliputi meliputi, ukuran dan bentuk beras, kadar air, derajat sosoh/derajat putih, persentase beras kepala, butir pecah, butir menir, butir kuning-rusak, dan butir mengapur). Hasil penelitian di dua Kabupaten menunjukkan mutu yang relatif sama,  kadar air <14%, bentuk butiran ramping (rasio p/l:3,0-3,4), berukuran panjang (6.6-6,8 mm), persentase beras kepala (>65%), berwarna putih (derajat sosoh >90%), butir patah <28%, menir <2%, butir mengapur <4%, butir kuning-rusak <5%, tingkat kepulenan nasi sedang (kadar amilosa 21-23%) dengan tekstur nasi sedang (konsistensi gel 56~60 mm), dan kadar protein 7%. Pemahaman akan pentingnya tentang mutu beras di tingkat penggilingan masih relatif  rendah. Diperlukan sosialisasi standar dan labeling komponen mutu beras secara intensif sehingga pemilik penggilingan padi termotivasi meningkatkan mutu beras.