Articles

Found 5 Documents
Search

ANALISA PERBANDINGAN KOEFISIEN UPAH KERJA DAN BAHAN DENGAN METODE ANALISA STANDAR NASIONAL INDONESIA PADA PEKERJAAN BETON STRUKTUR STUDI KASUS PROYEK PEMBANGUNAN MALL DINOYO CITY MALANG DEUS, CAETANO MADEIRA DE; Yurnalisdel, Yurnalisdel
eUREKA : Jurnal Penelitian Mahasiswa Teknik Sipil dan Teknik Kimia Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose of Project Management is a management function to manage or oversee the implementation of development in such a way as to obtain optimum results in accordance with the requirements ( spesification ) for the purpose of achieving this goal , it needs to be noted also about building quality ,cost and time of execution used in order to achieve this result is always attempted execution pengwasan quality , cost control and supervision of the execution time . The specific project management better known as coefficients , wages and materials . Dinoyo City Mall is a large - capacity building with 4 floors portal structure . Coefficient which is primarily used as a reference coefficient of ISO 2008 that have been defined , while there are coefficients on the location of the project or projects coefficient is the coefficient obtained from the results of the actual calculations , based on considerations of efficiency and economic costs . It would require a comparative analysis between the Indonesian National Standard Analysis coefficients and coefficients obtained from Project. Analysis of the coefficient of Indonesian National Standard for the wages of workers with value - average coefficient of 0.038 , while the coefficient OH Project analysis for the wages of workers with value - average coefficient of 0.009 OH . It can be concluded that the ratio coefficient eligible and economic efficiency considerations is the coefficient of the Project. Keywords : coefficient , project management , efficiency, economical. ABSTRAK Tujuan Manajemen Proyek adalah mengelola fungsi manajemen atau mengatur pelaksanaan pembangunan sedemikian rupa sehingga diperoleh hasil optimal sesuai dengan persyaratan (spesification) untuk keperluan pencapaian tujuan ini, perlu diperhatikan pula mengenai mutu bangunan, biaya yang digunakan dan waktu pelaksanaan dalam rangka pencapaian hasil ini selalu diusahakan pelaksanaan pengwasan mutu, pengawasan biaya dan pengawasan waktu pelaksanaan. Manajemen proyek yang lebih specifik dikenal dengan koefisien, upah dan bahan. Mall Dinoyo City merupakan suatu gedung yang berkapasitas besar dengan struktur portal 4 lantai. Koefisen yang diguanakan yaitu koefisien SNI 2008 sebagai acuan yang sudah ditetapkan, sedangkan koefisien yang ada pada lokasi proyek atau koefisien proyek adalah koefisien yang diperoleh dari hasil perhitungan yang sebenarnya, berdasarkan pada pertimbangan efisiensi dan ekonomis biaya. Maka diperlukan analisa perbandingan antara koefisien Analisa Standar Nasional Indonesia dan koefisien yang diperoleh dari Proyek. Dari koefisien Analisa Standar Nasional Indonesia untuk upah pekerja dengan nilai rata – rata koefisien 0,038 OH sedangkan koefisien analisa Proyek untuk upah pekerja dengan nilai rata – rata koefisien 0,009 OH. Maka dapat disimpulkan bahwa perbandingan nilai koefisien yang memenuhi syarat pertimbangan efisiensi dan ekonomis adalah nilai koefisien Proyek. Kata kunci : koefisien, manajemen proyek, efisiensi , ekonomis
PENGARUH UPAH KERJA DAN PERILAKU PEKERJA TERHA PRODUKTIVITAS PEMASANGAN BATU BATA (Studi kasus pada pembangunan gedung Ruko Gajayana) Mengun, Emanuel; Yurnalisdel, Yurnalisdel
eUREKA : Jurnal Penelitian Mahasiswa Teknik Sipil dan Teknik Kimia Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research aim to to know influence which is significant between labourage and behavior of worker to productivity installation of stone in execution of project development of Ruko Gajayana. Data result of research analysed by using SPSS software which is application constructively computer of Windows Office 2007. research of influence of labourage and behavior of worker to productivity installation of brick which in test with analysis of regresi doubled in knowing that Variable of X1 have coefficient of regresi equal to 0.455 and obtained by statisitic test t equal to 1.066 with equal to 0.305. Statistical value of test | thitung| the smaller than ttabel ( 1.066 < 2.145) as well as bigger than = 0.05. This examination indicate that H0 accepted. X1 (labourage) dont have an effect on signifikan to Y ( work productivity). Variable of X2 have coefficient of regresi equal to 0.955 and obtained by statisitik test t equal to 1.920 with signifikansi equal to 0.075. Statistical value of test | thitung| the smaller than ttabel ( 1.920 < 2.145) as well as bigger than = 0.05. This examination indicate that H0 accepted. X2 (behavioral of worker) do not have an effect on signifikan to Y ( work productivity). All free variable [do] not have an effect on signifikan by parsial to Y but having an effect on at a time. Variable of X2 ( behavioral [of] worker) representing variable owning coefficient of terstandarisasi biggest Beta that is 0.459. This matter show variable of Y ( work productivity) more influenced by variable of X2 ( behavioral [of] worker) compared to variable of X1 ( worker fee) which only having coefficient equal to 0.255. Coefficient had by each variable have positive sign [to], with the meaning if value [at] variable of X1 mount, value [at] variable of Y also mount. Conversely if value [at] variable of X1 downhill, hence value [at] downhill Y also, by simultan / at a time, variable of X1 and of X2 have an effect on signifikan to variable Y. So that can be concluded that X1 ( labourage) and X2 ( behavioral [of] worker) having an effect on signifikan to Y ( work productivity). Keyword : Labourage, Behavioral of Worker, Productivity Worker ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh yang signifikan antara upah kerja dan perilaku pekerja terhadap produktivitas pemasangan batu dalam pelaksanaan proyek pembangunan Ruko Gajayana di Jln. Gajayana, kecamatan lowokwaru Malang. Data hasil penelitian dianalisis dengan menggunakan software SPSS yang diaplikasikan dengan bantuan komputer Windows Offic 2007. Berdasarkan hasil penelitian pengaruh upah kerja dan perilaku pekerja terhadap produktivitas pemasangan batu bata yang di uji dengan analisis regresi berganda di ketahui bahwa Variabel X1 memiliki koefisien regresi sebesar 0.455 dan diperoleh statisitik uji t sebesar 1.066 dengan signifikansi sebesar 0.305. Nilai statistik uji |thitung| tersebut lebih kecil daripada ttabel (1.066 < 2.145) dan juga signifikan lebih besar daripada α = 0.05. Pengujian ini menunjukkan bahwa H0 diterima. X1 (upah kerja) tidak berpengaruh signifikan terhadap Y (produktivitas kerja). Variabel X2 memiliki koefisien regresi sebesar 0.955 dan diperoleh statisitik uji t sebesar 1.920 dengan signifikansi sebesar 0.075. Nilai statistik uji |thitung| tersebut lebih kecil daripada ttabel (1.920 < 2.145) dan juga signifikan lebih besar daripada α= 0.05. Pengujian ini menunjukkan bahwa H0 diterima. X2 (perilaku pekerja) tidak berpengaruh signifikan terhadap Y (produktivitas kerja). Semua variabel bebas tidak berpengaruh signifikan secara parsial terhadap Y tetapi berpengaruh secara serentak. Variabel X2 (perilaku pekerja) merupakan variabel yang memiliki koefisien terstandarisasi Beta paling besar yaitu 0.459. Hal ini menunjukkan variabel Y (produktivitas kerja) lebih banyak dipengaruhi oleh variabel X2 (perilaku pekerja) dibandingkan variabel X1 (upah pekerja) yang hanya mempunyai koefisien sebesar 0.255. Koefisien yang dimiliki oleh masing-masing variabel bertanda positif, yang artinya jika nilai pada variabel X1 meningkat, nilai pada variabel Y juga meningkat. Dan sebaliknya jika nilai pada variabel X1 menurun, maka nilai pada Y juga menurun, secara simultan/serentak, variabel X1 dan X2 berpengaruh signifikan terhadap variabel Y. Sehingga dapat disimpulkan bahwa X1 (upah kerja) dan X2 (perilaku pekerja) berpengaruh signifikan terhadap Y (produktivitas kerja). Kata kunci :Upah Kerja, Perilaku Pekerja, Produktivitas Pekerja
ANALISIS PENGGUNAAN BEKISTING SECARA BERULANG-ULANG PADA PEKERJAAN LANTAI DAN BALOK PADA GEDUNG BERLANTAI EMPAT (4) DITINJAU DARI SEGI WAKTU DAN BIAYA Deus, Joao Mendonca De; Yurnalisdel, Yurnalisdel; Rasidi, Nawir
eUREKA : Jurnal Penelitian Mahasiswa Teknik Sipil dan Teknik Kimia Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam pekerjaan konstruksi beton, ada tiga komponen utama yang harus direncanakan dengan matang karena akan mempengaruhi keberhasilan suatu pekerjaan struktur Ketiga komponen tersebut adalah campuran beton, penulangan beton dan bekisting. Komponen bekisting pada pelaksanaannya juga membutuhkan biaya yang besar. Oleh karena itu perencanaannya harus dipertimbangkan faktor ekonomisnya. Nilai penyusutan pemakaian bekisting pada setiap lantai yaitu : (a) pada lantai pekerjaan pelat lantai 3 dimana penyusutannya adalah sebesar 97,11%, (b) pada pekerjaan bekisting balok penyusutan terjadi pada pekerjaan bekisiting lantai 2 dan lantai 4, dimana penyusutannya masing-masing sebesar 97,45% dan 97,11%. Efisiensi penggunaan bekisting secara berulang-ulang adalah pada pekerjaan pelat lantai sebesar 29,91% dan pada pekerjaan balok sebesar 45,16%.
PERAN MANDOR DALAM MEMPENGARUHI KUALITAS HASIL PELAKSANAAN PROYEK KONSTRUKSI (Studi kasus pada pembangunan gedung kuliah Universitas Islam Malang) BAHRUN, MUHALIM; Rasidi, Nawir; Yurnalisdel, Yurnalisdel
eUREKA : Jurnal Penelitian Mahasiswa Teknik Sipil dan Teknik Kimia Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to determine the ratio between the three roles of iron foremen, supervisors and foremen wood stone in the implementation of construction projects in Malang Unisma building in Jln. MT Haryono No. 139. Implementation research for one month starting from June to July 2012. The results of the data analysis in this study using SPSS method is applied with the help of Windows computers Offic 2007. The results showed that the role of the foreman in affecting the quality of the construction project according to the F test (Simultaneous), note that F value 12.415 count on the quality and results of the F test for the role of earned value 9.399>2.250 F table, so that the quality and influential roles simultaneously the foreman stone, iron and wood foreman. While the test results for quality based on the value of T count foreman stone 6.754 >2.200, T count foreman iron 8.250 >2.200 and 4.223 log T foreman count >2.200, it is known that the role of the foreman greatly affect the quality of the implementation of the construction project, and the results for the role based on the value of T count foreman stone 7.227 >2.200, T count foreman iron 8.828 >2.200 and 4.519 log T foreman count >2.200, so it affects the role. With reference to the above calculation it is seen that there are several levels of the major things that need to get back to the third assessment supervisor in the completion of the construction project. Keywords: Role Foreman, Quality, Project, Construction ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan antara ketiga peran mandor besi, mandor kayu dan mandor batu dalam pelaksanaan proyek kontruksi pada pembangunan gedung Unisma Malang di Jln. MT Haryono No 139. Pelaksanaan penelitian selama satu bulan yang di mulai dari bulan Juni sampai bulan Juli 2012. Hasil analisis data pada penelitian ini menggunakan metode SPSS yang diaplikasikan dengan bantuan komputer Windows Offic 2007.Hasil penelitian menunjukan bahwa peran mandor dalam mempengaruhi kualitas hasil proyek konstruksi menurut hasil uji F (Simultan), diketahui bahwa nilai F hitung terhadap kualitas 12,415 dan hasil uji F untuk peran didapatkan nilai 9,399 > F tabel 2,250, sehingga pada kualitas dan peran berpengaruh secara simultan terhadap mandor batu, mandor besi dan kayu. Sedangkan pada hasil uji untuk kualitas berdasarkan nilai T hitung mandor batu 6,754 > 2,200 , T hitung mandor besi 8,250 > 2,200 dan T hitung mandor kayu 4,223 > 2,200, maka diketahui bahwa peran mandor sangat berpengaruh terhadap kualitas pada pelaksanaan proyek kontruksi, dan hasil untuk peran berdasarkan nilai T hitung mandor batu 7,227 > 2,200, T hitung mandor besi 8,828 > 2,200 dan T hitung mandor kayu 4,519 > 2,200, sehingga hal tersebut berpengaruh terhadap peran. Berdasarkan hasil uji pada tabel diketahui bahwa kualitas dan peran nilai T hitung mandor besi nilai paling tinggi. Dengan mengacu pada hasil perhitungan di atas maka terlihat bahwa terdapat beberapa tingkatan tertentu yang menjadi hal yang perlu mendapat pengkajian kembali pada ketiga mandor dalam penyelesaian proyek konstruksi tersebut. Kata kunci : Peran Mandor, Kualitas, Proyek, Konstruksi
EFEKTIFITAS PENGGUNAAN BEKISTING MULTIPLEX PADA PEKERJAAN LANTAI DAN BALOK BANGUNAN ALEXANDRIA DI TINJAU DARI SEGI BIAYA DAN WAKTU PELAKSANAAN Araujo Fernandes, Joãozinho Dos Santos; Yurnalisdel, Yurnalisdel; Pandulu, Galih Damar
eUREKA : Jurnal Penelitian Mahasiswa Teknik Sipil dan Teknik Kimia Vol 1, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bekisting merupakan struktur-struktur sementara yang berfungsi sebagai alat penghubung antara desain dan pelaksanaan konstruksi, Struktur-struktur permanen tidak bisa dibangun tanpa struktur - struktur sementara tersebut. Komponen bekisting pada pelaksanaan juga membutuhkan biaya yang besar, oleh karena itu perencanaannya harus dipertimbangkan faktor ekonomisnya. Pemilihan jenis bahan bekisting sering menjadi masalah bagi pelaksanaan pekerjaan, yaitu bagaimana memilih bahan yang tepat dan ekonomis misalnya bahan dapat digunakan secara berulang – ulang, pembongkarannya mudah dan cepat, dapat menahan beban selama pengecoran, harga relatif murah dan hasilnya sesuai dengan yang diharapkan. Tujuan dari penelitian ini adalah : 1. mengetahui seberapa besar nilai penyusutan setelah pemakaian bekisting pada setiap lantai dan balok di bangunan Gedung Alexanria secara berulang. 2. Mengetahui efektifitas penggunaan bekisting secara berulang pada pekerjaan lantai dan balok, pada gedung lantai I sampai lantai IV 3. Mengetahui Berapa waktu pelaksanaan yang efektif dan biaya yang di butuhkan untuk perkerjaan bekisting pada tiap lantai dan balok Gedung Alexanria. Jenis penelitian (metode penelitian) yang di gunakan adalah metode penelitian deskriptif Hasil penelitian terhadap pekerjaan bekisting konvensional Gedung Alexandria menunjukkan bahwa dari segi biaya Rp. 169.213.806 perlantai dan waktu yang efektif untuk pekerjaan bekisting adalah dua (2) minggu. Kata Kunci : Bekisting Multiplex, Efesiensi Biaya, Efektifitas Waktu