nurkholisoh, nurkholisoh
Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Published : 12 Documents
Articles

Found 12 Documents
Search

KREDIBILITAS GUS DUR SEBAGAI KOMUNIKATOR POLITIK DALAM PROSES DEMOKRATISASI DI INDONESIA

WACANA, Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Vol 9, No 4 (2010)
Publisher : Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Nahdathul Ulama (NU), Gus Dur and Democratization in Indonesia summarized in this paper. How is the cred­ ibility of Gus Dur as a statesman of political communication to bring the values of democracy.  This qualitative research study will explore more deeply about who Gus Dur is packed with biographical research method, this research makes a reference that should be a reference.

PEMBENTUKAN DAN PENGEMBANGAN HUBUNGAN ANTAR ETNIS (ANALISIS PSIKOKULTURAL DALAM PROSES KOMUNIKASI ANTARA ETNIS BETAWI DENGAN ETNIS LAIN DI JAKARTA)

WACANA, Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Vol 9, No 30 (2010)
Publisher : Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PEMBENTUKAN DAN PENGEMBANGAN HUBUNGAN ANTAR ETNIS (ANALISIS PSIKOKULTURAL DALAM PROSES KOMUNIKASI ANTARA ETNISBETAWI DENGAN ETNIS LAIN DI JAKARTA)

HABERMAS & PARADIGMA KOMUNIKASI

WACANA, Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Vol 10, No 3 (2011)
Publisher : Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

HABERMAS & PARADIGMA KOMUNIKASI

PEMBENTUKAN DAN PENGEMBANGAN HUBUNGAN PERTEMANAN ANTAR ETNIS DI JAKARTA ( Suatu Studi Komunikasi Antarpribadi di Kalangan Etnis Betawi dan Non-Betawi di Jakarta )

WACANA, Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Vol 3, No 12 (2005)
Publisher : Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Studi  tentang  masyarakat   Betawi  yang  telah dilakukan  oleh  para ahli selama ini lebih menitik beratkan pada unsur budaya, demografi dan adat  istiadat  yang  terdapat  di dalam  komunitas  tersebut,  seperti Lance Castle  yang melihatn.ya dari sudut demografi  dalam bukunya" The Ethnic  Profile of  Djakarta" (1967). Masyarakat  Betawi  yang memiliki  garis sejarah dengan kerajaan Jayakarta dikenal memiliki  keyakinan agama yang kuat dan memegang teguh adat istiadat yang telah diwariskan oleh nenek moyangnya secara turun temurun. Hal inilah  yang meyebabkan masyarakat Betawi menjadi suatu komunitas yang memiliki ciri khas tersendiri dilihat dari kultur dan adat istiadatnya. Seiring dengan perkembangan sosiokultural yang  ada  saat  ini, masyarakat etnis Betawi  yang selama ini dikenal dengan fanatisme   kultur  dan religi yang kuat turut mengalami  perubahan. Namun  demikian, pada tempat-tempat tertentu di Jakarta yang memiliki mayoritas komunitas Betawi seperti Condet, Cawang, Kampung Pulo dan Kebon Kacang masih memiliki fanatisme kultur  dan  religi yang   masih  dipegang teguh. Nilai-nilai budaya yang masih dipegang  teguh  ini tentunya  turut mempengaruhi perilaku masyarakat Betawi, baik yang bersifat internal maupun eksternal termasuk cara-cara dalam bergaul dan menjalin hubungan dengan etnis lain yang ada di dalam komunitas tersebut. Dalam hal ini tentunya menarik untuk mengetahui proses pembentukan dan pengembangan hubungan antar etnis betawi dan non-Betawi yang ada di Jakarta serta faktor-faktor yang mempengaruhi hubungan tersebut sehingga hubungan pertemanan dapat berlanjut dari satu tahap ke tahap berikutnya.

KONSTRUKSI PERAN POLITIK PEREMPUAN DI MEDIA

WACANA, Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Vol 14, No 4 (2015)
Publisher : Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (309.944 KB)

Abstract

Media memiliki peran penting dalam membangun realitas sosial, salah satunya adalah realitas perempuan. Pa-triarki yang telah menjadi arus utama dalam kehidupan sosial dan budaya di masyarakat, sadar atau tidak, telah menciptakan infrastruktur peradaban manusia menjadi ‘berjenis kelamin’ laki-laki, termasuk dalam kehidupan politik. Politik sering diidentifikasi sebagai ‘dunia laki-laki’ yang kejam dan keras, dan dianggap tidak cocok un-tuk perempuan yang identik dengan kelembutan, sehingga kehadiran perempuan sering diremehkan dalam dunia politik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konstruksi peran politik perempuan di media. Dasar teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori konstruksi realitas sosial yang dikemukakan oleh Berger dan Luck-mann. Mereka mengatakan bahwa realitas sosial terdiri dari tiga jenis, yaitu realitas subjektif, realitas objektif dan realitas simbolik. Sementara itu, Shoemaker dan Reese menyebutkan dua konsep utama dalam melihat refleksi realitas di media, yaitu konsep media aktif dan konsep media pasif. Penelitian ini menggunakan paradigma kon-struktivisme dengan teknik analisis data menggunakan metode analisis framing dari Gamson dan Modigliani. Ada dua cara bagaimana ide sentral diterjemahkan ke dalam teks berita, yang pertama adalah framing perangkat dan kedua penalaran perangkat. Unit analisis dalam penelitian ini adalah teks berita tentang peran politik perem-puan di majalah FEMINA edisi Maret 2014 sampai Mei 2014. Hasil penelitian menunjukkan bahwa framingyang dilakukan oleh majalah FEMINA telah mengkonstruksi perempuan sebagai individu yang tidak hanya memiliki kecantikan fisik, tetapi juga intelektual dan mampu berperan aktif dalam politik. Selain itu, untuk memperkuat konstruksi yang dilakukan, majalah FEMINA juga melengkapi tulisan-tulisannya dengan penalaran perangkat yang sangat menarik serta menyoroti prestasi perempuan dalam politik tanpa melupakan kodrat mereka sebagai perempuan yang memiliki kewajiban terhadap keluarga, baik sebagai istri dan ibu dari anak-anak mereka

IDEOLOGI GENDER DALAM MEDIA ( Analisis Wacana Kritis Ideologi Gender dalam Majalah KARTINI )

WACANA, Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Vol 5, No 17 (2006)
Publisher : Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam  media  massa,  termasuk  majalah,  perempuan  seringkali  ditampilkan sebagai sosok yang pasif dan hanya layak berperan dalam ranah domestik. Hal ini tentunya  juga  tidak  terlepas  dari adanya  ideologi yang  ada di balik produksi  teks  dan  wacana   yang .   ada  dalam  majalah  itu  sendiri.  ldeologi gender  diduga  turut  mempengaruhi dan  bekerja  di balik  produksi  teks dan wacana yang ada di  dalam majalah, termasuk  majalah KARTINI.  lnilah yang kemudian dikaji dalam penelitian ini.Berdasarkan  hasil analisis  teks dan wacana  yang ada di  dalam  beberapa rubrik  majalah  KARTINI  edisi  2148  sampai  2153  terlihat  bahwa  majalah tersebut  masih menempatkan  wanita dalam  sektor domestik,  dimana wanita yang bisa dikatakan baik adalah wanita yang berhasil mengurus  keluarganya, dalam  hal  ini adalah  suami  dan anak-anaknya,  meskipun  ia  memiliki karir yang baik di ranah publik ataupun memiliki status sosial ekonomi  yang tinggi.

WACANA MEDIA TENTANG PEMBERITAAN BARACK OBAMA SEBAGAI CALON PRESIDEN AMERIKA SERIKAT (Studi Analisis Wacana di Harian KOMPAS)

WACANA, Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Vol 10, No 1 (2011)
Publisher : Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

WACANA MEDIA TENTANG PEMBERITAAN BARACK OBAMA SEBAGAI CALON PRESIDEN AMERIKA SERIKAT  (Studi Analisis Wacana di Harian KOMPAS)

PERSPEKTIF DISIPLIN ILMU TERHADAP KOMUNIKASI

WACANA, Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Vol 5, No 18 (2006)
Publisher : Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perspektif merupakan suatu cara memandang atau melihat suatu fenomena tertentu. Istilah perspektif di dalam teori komunikasi, diibaratkan adanya sebuah lensa dimana proses komunikasi dapat dipandang dan dihargai. Setidaknya ada 3 hal yang mendasari pembagian perspektif, yaitu: 1) berdasarkan disiplin ilmu. Hal ini sangat terkait dengan pokok dari ilmu tersebut dan juga tidak terlepas dari tujuan ilmu tersebut, yang dapat dibagi menjadi sub-displin; 2) Aliran pemikiran. Merupakan perspektif yang didasarkan pada perkembangan teori, yaitu positivis, interpretive, dan critis;  4) Zaman. Merupakan istilah yang berkaitan dengan periode, perkembangan teknologi, perubahan nilai dan sajarah. Fenomena komunikasi tidak hanya dapat dilihat dari satu perspektif, tetapi melalui berbagai perspektif, dimana para teoritisi melihat komunikasi dari ‘angel’ atau sudut pandang yang berbeda dan mengarah pada tipe-tipe teori yang berbeda serta cara memahami proses komunikasi yang berbeda pula.

KONTRUKSI REALITAS PEREMPUAN DI MEDIA (Analisis framing tentang Perempuan di Majalah KARTINI dan majalah COSMOPOLITAN

WACANA, Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Vol 8, No 28 (2009)
Publisher : Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

KONTRUKSI REALITAS PEREMPUAN DI MEDIA(Analisis framing tentang Perempuan di Majalah KARTINI dan majalah COSMOPOLITAN)

MEDIA BARU (NEW MEDIA) SEBAGAI SARANA KOMUNIKASI PEMASARAN YANG EFEKTIF

WACANA, Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Vol 14, No 2 (2015)
Publisher : Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Media massa merupakan sarana penyampaian informasi dalam komunikasi massa baik melalui media cetak maupun elektronik. Seiring dengan perkembangan teknologi saat ini, sarana penyampaian pesan dalam komunikasi massa tidak hanya terbatas pada kedua media yang sudah ada, namun kini muncul media baru (new media) dengan berbagai karakteristik yang dimilikinya serta keunggulan dan kelemahan yang menyertainya. Saat ini, media baru menjadi salah satu sarana komunikasi massa yang penting dan diperlukan dalam berbagai bentuk komunikasi, seperti pemasaran atau penjualan. Jika sebelumnya para pemasar melakukan strategi pemasaran melalui media konvensional yang bersifat satu arah dan terbatas, maka kini para pemasar mengkomunikasikannya secara interaktif melalui media onlineatau internet. Internet sebagai media baru (new media) dinilai sebagai media komunikasi yang lebih baik dibandingkan media yang ada sebelumnya, karena memiliki fleksibilitas dan keunggulan dalam memberikan pengertian dan menarik minat konsumen. Selain itu, internet juga merupakan sebuah elemen penting yang potensial dalam program Integrated Marketing Communication(IMC), seperti iklan, promosi penjualan, dan publisitas perilisan, acara-acara, yang disampaikan kepada pelanggan atau calon pelanggan.