Suradi, Endang
Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Published : 6 Documents
Articles

Found 6 Documents
Search

PARADIGMA NARASI (BERFUNGSI UNTUK MENGETAHUI PRINSIP – PRINSIP NARASI KOHERENS DANNARASI KEBENARAN DALAM HUMAN COMMUNICATIONS NARATIONS)

WACANA, Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Vol 5, No 20 (2007)
Publisher : Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PARADIGMA NARASI (BERFUNGSI UNTUK MENGETAHUI PRINSIP – PRINSIP NARASI KOHERENS DANNARASI KEBENARAN DALAM HUMAN COMMUNICATIONS NARATIONS)

APA ARTI HUBUNGAN MASYARAKAT

WACANA, Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Vol 1, No 4 (2003)
Publisher : Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perbedaan ini diilustrasikan dengan menggambarkan setiap dasar yang  rnebedakan para pengajar ahli dan praktisi humas dan pembangunan pemasaran selarna seminar di Universitas San Diego. Setelah debat pandang rnereka barn mendefinisikan arti darih urnas.PR adalah suatu proses manajemen untuk mencapai tujuan dan memeliara keserasian dan priiaku positif diantaranya kelompok social yang   mana suatu perusahaan bergantung pada permintaan yang terdapat dalam misi tersebut. Didasari untuk tanggung jawab untuk memelihara keramahan lingkugan untuk suatu perusahaan.

APA ARTI HUBUNGAN MASYARAKAT?

WACANA, Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Vol 1, No 3 (2003)
Publisher : Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

APA ARTI HUBUNGAN MASYARAKAT?

KOMUNIKASI ANTAR PRIBADI Berfungsi mengadakan Hubungan Timbal – balik yang saling menguntungkan

WACANA, Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Vol 5, No 18 (2006)
Publisher : Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Selama pembahasan ini kita telah mempelajari tentang system komunikasi di dalam suatu hubungan, mengenai komunikasi antar pribadi dan komunikasi non antar pribadi, kita membahas mengenai konsep dri norma, bahwa komunikasi antar pribadi dibentuk melalui normo-norma tersebut dibuat dan dibentuk melalui norma-norma tersebut dibuat dan dibentuk didalam hubungan tertentu dan oleh orang-orang tertentu. Norma yang berbentuk itu dibentuk oleh orang-orang didalam situasi tertentu untuk tujuan bertentu pula. Orang-orang yang berpartisipasi didalam komunikasi antar pribadi biasanya amat sedikit.Tingkah laku dari seorang individu biasanya dapat dilihat dari hubungan yang sedang berlangsung, sehingga dapat disimpulkan bahwa tingkah laku atau konsep pribadi seseorang dapat bergantung kepada kemampuan dia dalam melakukan komunikasi antar pribadi.Norma biasanya terdapat pada kelompok social yang lebih besar, norma ini tidak bersifat pribadi sehingga libh enjadi norma yang rational. Observasi ini memiliki 3 (tiga) poin:Dapat disimpulkah bahwa konsep diri kita tidak terantung pada komunikai- non-interpersonal. Konsep diri kita tergantung pada komunikasi antar pribadi karena pada jenis komunikasi ini kita melakukan komunikasi secara langsung dan disana kita berhadapan langsung dengan diri kita sebagai individu dan karakter yang kita miliki.Disarankan untuk menggunakan komunikasi antar pribadi untuk dapat menghindari konflik dan kesalahpahaman karena sifatnya yang sangat pribadi sehingga kita mengetahui dan memiliki persamaan persepsi dengan orang, yang kita ajak berkomunikasi sehingga komunikasi tersebut dapat berjalan efektif.Karena amat terlebat didalam sistim komunikasi antar pribadi maka akan sangat sulit untuk dirubah. Sehingga kita seharusnya lebih berhati-hati dalam bertingkah laku lebih baik mempertahankan komunikasi yang telah terjalin selama ini daripada merubahnyaAmatlah penting untuk melihat komunikasi antar pribadi sebagai suatu system. Didalam komunikasi antar dua orang (dyad) jelas disebutkan bahwa apabila terdapat dua orang yang sedang berkomunikasi maka keduanya sama-sama memiliki kekuatan dan tanggung jawab yang kita sebut “hubungan”  (relationships), telah dicatat persepsi kita terhadap orang lain dapat menimbulkan kokpleks dan system interlocking. Seperti percakapan antara suami dan istri yang selalu mengungkapkan kalimat-kalimat yang menyebabkan pertengkaran tersebut sama-sama menyumbangkan konflik kepada hubungan mereka, walaupun pada akhirnya diantara mereka tidak ada yang tahu siapa penyebab pertengkaran itu. Kedua-duanya bertanggung jawab. Apabila kita melihat hubungan sebagai suatu system kadang-kadang juga dapat dilihat bahwa tingkat hubungan dapat memicu adanya perubahan dalam komunikasi antar pribadi. Banyak orang berpendapat bahwa apabila kita berterus terang kepada seseorang mengenai tingkat laku mereka yang tidak kita sukai berharap agar orang itu dapat merubah sikapnya sesuai dengan yang kita harapkan dengan harapan baha hal ini akan memperbaiki hubungan padahal hal itu merupakan kesalahan besar seperti di kutip oleh roger wiliam.“Suatu jenis bahan didalam masakan akan merubah akan mempengaruhi keseluruhan dari masakan itu”One Ingedient affects all other ingerediensts all the time”Biasanya apabila terjadi ketidakpuasaan oleh sebelah pihak biasanya merupakan bagian dari tingkah laku yang dilakukan oleh pihak lainnya. Setiap individu harap mau berubah, sehingga keda belah pihak dapat melakukan proses komunikasi dengan baik, dan apabila satu diantara kedua belah pihak berubah maka perubahan itu harus merupakan perubahan sebagai kesatuan didalam system, yang artinya kedua belah pihak harus sadar, mengerti dan menerima perubahan yang terjadi didalam komunikasi merupakan perubahan yang dilakukan secara seimbang oleh kedua belah dan diperlukan sebuah komitment.Akhirnya perlu diingat bahwa komunikasi antar pribadi dalapt terjadi di setiap suasana. Kebanyakan dari bahasan yang telah kita bahas adalah membahas tentang komunikasi antar dua orang dyad.Didalam bab berikutnya kita akan membahas mengenai komunikasi didalam kelompok kecil. Disini akan ditemukan kelompok yang lebih besar dan yang lebih berpatokan kepada system social dan norma-norma di dalam kelompok. Komunikasi anar pribadi akan terlihat pada kelompok-kelompok yang jumlah orangnya sedikit, tetapi apabila jumlah orang didalam kelompok atau organisasi itu besar maka kegiatan komunikasi antar pribadi, bahwa tingkah laku atau konsep pribadi seseorang dapat bergantung kepada kemampuan dia dalam melakukan komunikasi antar pribadi.

MERENCANAKAN KEGIATAN

WACANA, Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Vol 2, No 7 (2004)
Publisher : Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

MERENCANAKAN KEGIATAN

BERFIKIR SECARA TRANSPARAN DAN ARGUMENTASI (Berfungsi untuk menganalisis dan menjelaskan pentingnya berfikir secara Transparan dan logis terhadap berbagai aspek komunikasi Bisnis)

WACANA, Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Vol 9, No 29 (2010)
Publisher : Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

In  a  typical days  at  work or  college we are  likely to be confronted   with arguments coming in all shapes and sizes.                                                   - Reading the newspaper over brealifast or listening to the morning news. We will come under the influence of other persons or organisations trying to convince us of the correctness of their views on everything from the best value cereal to eat to who we should votefor in the next election.At college, we will be expected to criticallyjudge  the value of what we read in books and articles, and be able to produce essays and reports which are logical and well-organised.At work, we will have reports to read (and write) in which it will be extremely important dto judge  whether the conclusions and recommendations reached are correct or not.As we advance in our careers, this skill of clear thinking becomes ever more important as quick  and accurate judgments  have to be made on many other peoples  arguments  and submissions. So important  is it to  think  clearly in relation to our own and others ideas that it is difficult to imagine a successful person who does not have this ability.The purpose of this chapter is to introduce the main types of argument used in everyday life, with a view not only to being able to convincingly demonstrate- to ourselves and our  "opponents"» the reasonsfor such a judgment. Most people have a rough, instinctive idea of the value of argument, but lack the ability to put forward the exact the reasons why the argument is good or bad.