p-Index From 2014 - 2019
0.702
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Preventif Journal
Harun, Hilda
Preventif Journal

Published : 4 Documents
Articles

Found 4 Documents
Search

GAMBARAN STATUS KESEHATAN KELUARGA DI RT 04 RW O2 KELURAHAN SAMBULI KECAMATAN NAMBO KOTA KENDARI

Preventif Journal Vol 3, No 1 (2018): PREVENTIF JOURNAL
Publisher : Preventif Journal

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (228.501 KB)

Abstract

Setiap orang berkewajiban berperilaku hidup sehat untuk mewujudkan, mempertahankan, dan memajukankesehatan yang setinggi-tingginya bagi individu, keluarga dan masyarakat. Program Indonesia sehat denganpendekatan keluarga yang telah diluncurkan oleh Pemerintah pada tahun 2016 dengan tujuan meningkatkanderajat kesehatan masyarakat melalui upaya kesehatan dan pemberdayaan masyarakat. Tujuan penelitian iniadalah untuk mengetahui gambaran status kesehatan keluarga dengan 12 indikator utama sebagai penanta statuskesehatan sebuah keluarga di RT 04 RW 02 Kelurahan Sambuli Kecamatan Nambo Kota Kendari. Jenis penelitianbersifat survey deskriptif dengan pendekatan cross sectional study. Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 26 Junis/d 26 Juli 2018 di Kelurahan Sambuli. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh KK di RT 04 RW 02 denganjumlah 60 KK ( 239 jiwa ). Hasil Penelitian menunjukkan bahwa status kesehatan keluarga di RT 04 RW 02 sebagianbesar dikategorikan sebagai Keluarga Pra Sehat dengan Nilai Indeks 0,500 – 0,800 sebanyak 81,66%. Diharapkankepada petugas kesehatan untuk selalu memberikan penyuluhan dan motivasi kepada masyarakat gunameningkatkan pengetahuan dan kemampuan keluarga untuk berperilaku hidup bersih dan sehat, serta perluditanamkan budaya hidup bersih dan sehat.Kata Kunci : 12 Indikator, Indeks, Keluarga Sehat

EVALUASI STANDAR KUALITAS HIGIENE DAN SANITASI DI INSTALASI BEDAH SENTRAL RUMAH SAKIT UMUM DAERAH (RSUD) WATES

Preventif Journal Vol 2, No 2 (2018): PREVENTIF JOURNAL
Publisher : Preventif Journal

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kondisi higiene sanitasi lingkungan rumah sakit yang tidak memenuhi syarat sangat berisikomenjadi faktor penyebab terjadinya infeksi nosokomial. Pengelolaan ruangan dan lingkungan rumah sakitharus dijaga kebersihan, kelembaban, penyinaran dan vent ilasinya, juga perlu monitoring angka kumanruangan secara per iodik, terutama ruang operasi, karena ruang operasi merupakan unit yang potensial terjadipenularan dan sangat ber isiko menimbulkan terjadinya infeksi nosokomial, beberapa diantaranya sepert it indakan invasif dan pembedahan yang disebabkan oleh mikroorganisme. Tujuan penelitian :Mengevaluasi masalah terkait tingginya angka kuman udara di ruang operasi yang tidak boleh lebih dari10 CFU/m3yaitu melakukan pengukuran dengan 2 pemeriksa (BBTKL dan BLK) serta melakukan penilaianterhadap higiene sanitasi di ruang bangunan IBS RSUD Wates. Metode penelitan : Studi kasus deskriptif,jenis studi kasus tunggal holistik. Kasus yang dipilih mampu menjadi bukti dari teori yang telah dibangundengan baik. Hasil dan pembahasan : Hasil penelitian menunjukkan pemeriksaan angka kuman udarayang dilakukan oleh BBTKL dan BLK secara keseluruhan menunjukkan angka kuman udara yang lebih tinggi daristandar. Penelitian ini memberikan bukti yang lebih mendalam tentang adanya masalah tingginya angka kumanudara di ruang operasi serta faktor-faktor atau aspek yang menjadi penyebab dari permasalahantersebut Penyebabnya adalah dari aspek interaksi kinerja petugas atau sumber daya manusia (brainware)dengan pedoman kerja (SOP) yang tidak sesuai (software) serta bangunan dan fasilitas yang kurangmendukung (hardware), sehingga menghasilkan suatu hasil kinerja yang tidak optimal. Kesimpulan dan saran: Perlu dilakukan revisi terhadap SOP dan renovasi terutama tata letak (sistem zonasi) ruang serta perbaikansarana dan fasilitas yang ada di ruang IBS agar dapat memenuhi standar sesuai apa yang disyaratkanoleh Kemenkes RI (2012), pedoman teknis bangunan ruang operasi rumah sakit dan KepmenkesNo.1204/Menkes/SK/X/2004, tentang persyaratan kesehatan lingkungan RS khususnya ruang operasi.Key words : Higiene, Sanitasi, Ruang Operasi, Angka Kuman Udara

EVALUASI STANDAR KUALITAS HIGIENE DAN SANITASI DI INSTALASI BEDAH SENTRAL RUMAH SAKIT UMUM DAERAH (RSUD) WATES

Preventif Journal Vol 2, No 2 (2018): PREVENTIF JOURNAL
Publisher : Preventif Journal

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (392.81 KB)

Abstract

ABSTRAKKondisi higiene sanitasi lingkungan rumah sakit yang tidak memenuhi syarat sangat berisikomenjadi faktor penyebab terjadinya infeksi nosokomial. Pengelolaan ruangan dan lingkungan rumah sakitharus dijaga kebersihan, kelembaban, penyinaran dan vent ilasinya, juga perlu monitoring angka kumanruangan secara per iodik, terutama ruang operasi, karena ruang operasi merupakan unit yang potensial terjadipenularan dan sangat ber isiko menimbulkan terjadinya infeksi nosokomial, beberapa diantaranya sepert it indakan invasif dan pembedahan yang disebabkan oleh mikroorganisme. Tujuan penelitian :Mengevaluasi masalah terkait tingginya angka kuman udara di ruang operasi yang tidak boleh lebih dari10 CFU/m3yaitu melakukan pengukuran dengan 2 pemeriksa (BBTKL dan BLK) serta melakukan penilaianterhadap higiene sanitasi di ruang bangunan IBS RSUD Wates. Metode penelitan : Studi kasus deskriptif,jenis studi kasus tunggal holistik. Kasus yang dipilih mampu menjadi bukti dari teori yang telah dibangundengan baik. Hasil dan pembahasan : Hasil penelitian menunjukkan pemeriksaan angka kuman udarayang dilakukan oleh BBTKL dan BLK secara keseluruhan menunjukkan angka kuman udara yang lebih tinggi daristandar. Penelitian ini memberikan bukti yang lebih mendalam tentang adanya masalah tingginya angka kumanudara di ruang operasi serta faktor-faktor atau aspek yang menjadi penyebab dari permasalahantersebut Penyebabnya adalah dari aspek interaksi kinerja petugas atau sumber daya manusia (brainware)dengan pedoman kerja (SOP) yang tidak sesuai (software) serta bangunan dan fasilitas yang kurangmendukung (hardware), sehingga menghasilkan suatu hasil kinerja yang tidak optimal. Kesimpulan dan saran: Perlu dilakukan revisi terhadap SOP dan renovasi terutama tata letak (sistem zonasi) ruang serta perbaikansarana dan fasilitas yang ada di ruang IBS agar dapat memenuhi standar sesuai apa yang disyaratkanoleh Kemenkes RI (2012), pedoman teknis bangunan ruang operasi rumah sakit dan KepmenkesNo.1204/Menkes/SK/X/2004, tentang persyaratan kesehatan lingkungan RS khususnya ruang operasKata Kunci Higiene, Sanitasi, Ruang Operasi, Angka Kuman Udara

GAMBARAN STATUS KESEHATAN KELUARGA DI RT 04 RW O2 KELURAHAN SAMBULI KECAMATAN NAMBO KOTA KENDARI Vol. 2/No.1/ Desember 2017; ISSN 2540-8283,

Preventif Journal Vol 3, No 1 (2018): PREVENTIF JOURNAL
Publisher : Preventif Journal

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (216.227 KB)

Abstract

Setiap orang berkewajiban berperilaku hidup sehat untuk mewujudkan, mempertahankan, dan memajukankesehatan yang setinggi-tingginya bagi individu, keluarga dan masyarakat. Program Indonesia sehat denganpendekatan keluarga yang telah diluncurkan oleh Pemerintah pada tahun 2016 dengan tujuan meningkatkanderajat kesehatan masyarakat melalui upaya kesehatan dan pemberdayaan masyarakat. Tujuan penelitian iniadalah untuk mengetahui gambaran status kesehatan keluarga dengan 12 indikator utama sebagai penanta st atuskesehatan sebuah keluarga di RT 04 RW 02 Kelurahan Sambuli Kecamatan Nambo Kota Kendari. Jenis penelitianbersifat survey deskriptif dengan pendekatan cross sectional study. Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 26 Junis/d 26 Juli 2018 di Kelurahan Sambuli. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh KK di RT 04 RW 02 denganjumlah 60 KK ( 239 jiwa ). Hasil Penelitian menunjukkan bahwa status kesehatan keluarga di RT 04 RW 02 sebagianbesar dikategorikan sebagai Keluarga Pra Sehat dengan Nilai Indeks 0,500 – 0,800 sebanyak 81,66%. Diharapkankepada petugas kesehatan untuk selalu memberikan penyuluhan dan motivasi kepada masyarakat gunameningkatkan pengetahuan dan kemampuan keluarga untuk berperilaku hidup bersih dan sehat, serta perluditanamkan budaya hidup bersih dan sehat.Kata Kunci : 12 Indikator, Indeks, Keluarga Sehat