Articles

Found 7 Documents
Search

Pengaturan Bandwidth Management dan Time Limitation Berbasis User Manajer Mikrotik

Jurnal Mantik Penusa Vol 2, No 2 (2018): Computer Science
Publisher : Pelita Nusantara Medan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (409.183 KB)

Abstract

It is not denied that the internet is one of the basic human needs, in supporting human activities whether it is recovery, business or other organizational activities are very dependent on the internet itself as well as the world of education, government, private sector, including business as well as sales our shop. Kedai Kita is a place of sale such as foods beverages, coffee and so on, and is often referred to as a gathering place for young people. In increasing the number of customers, Kedai Kita provides free internet connections for its customers, so that there is a problem with the uneven internet connection. The unequal connection that results in losses occurs when customers who only order coffee can have the same internet connection as those who order more food, this happens all day. The store is only visited by a number of young people, whether students of Senior high or university students. By buying meal or beverage at least Rp. 10,000, the custumers can take hours to sit and while watching streaming video. So what happens is that most customers only pursue internet connections instead of eating or other menu messages. In overcoming these problems, bandwidth management and time limitation are made, so that customers who shop more will get a bandwidth so customers will get a connection based on the amount of spending using vouchers. This study uses the Network Development Life Cycle (NDLC) method to obtain information to support the research that will be conducted in Kedai Kita.Keywords: Time limitation, Bandwidth Management, Hotspot, User Manager, NDLC Computer Network,

Smart Campus: Model Baru Enterprise Architecture STMIK Bumigora Mataram dalam Manajement Tata Kelola TIK Berbasis TOGAF ADM

Jurnal Mantik Penusa Vol 2, No 2 (2018): Computer Science
Publisher : Pelita Nusantara Medan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1917.703 KB)

Abstract

Enterprise Architecture  bagaimana mengambarkan suatu organisasi bagaimana  menjalankan proses bisnis yang sedanng berjalan maupun yang akan di jalankan, teknologi jasa dan platform (rencana kerja), tanggung jawab organisasi, dengan begitu dapat beradaptasi dalam menjalankan segala bentuk sistemtem yang ada yang sesuai dengan sistem yang akan direncanakan,  sedang berjalan, termasuk  sistem yang akan di kembangkan.  Enterprise Architecture adalah sebuah cetak biru (blue print) untuk sebuah sistem yang akan di bangun (direncanakan) atau yang akan di kembangkan. Permasalahan terjadi adalah dalam pengambilan keputusan sering kali tidak dilandasi dengan informasi yang tersedia terkadang tidak relevan, kemudian informasi yang ada terkadang tidak dimanfaatkan oleh dengan baik oleh manajemen, dan tidak tepat waktu informasi yang tersedia, terdapat informasi yang terlalu banyak, informasi yang tersedia terkadang tidak akurat, adanya duplikasi data, dan adanya data yang cara pemanfaatannya tidak fleksibel. Untuk mengatasinya penelitian ini akan membuat cara baru enterprise architecture mencakup terhadap arsitektur bisnis, arsitektur data, arsitektur aplikasi, arsitektur Teknologi akan menghasilkan cetak biru. Dengan menggunakan Enterprise Architecture (EA)  dengan harapan dapat memberikan solusi dan diinginkan, penjelasan dan dokumentasi yang antara bisnis dan teknologi informasi yang dalamnya digambarkan arsitektur baseline dan arsitektur target sehingga akan terciptanya keselarasan diantara strategi bisnis dan stratergi TIK. Dalam imlementasinya peneliti menggunakan kerangka TOGAF ADM dalam perenecanaan dan pengembangan TIK dan terciptanya smart kampus di STMIK Bumigora Mataram. Kata Kunci: Enterprise Architecture (EA), Teknologi Informasi dan Komputer (TIK), Master Plan, TOGAF ADM

EVALUASI PRODUK PEMBELAJARAN MULTIMEDIA (PELIN) EVALUATION OF LEARNING MULTIMEDIA PRODUCT (PELIN)

MATRIK : Jurnal Manajemen, Teknik Informatika dan Rekayasa Komputer Vol 16 No 1 (2016)
Publisher : STMIK Bumigora Mataram

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (318.616 KB)

Abstract

This paper purpose is to discover shortcomings of multimedia product of Pelin and to conduct a survey to users of multimedia Pelin . Pelin is an online e-learning multimedia for students of Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer (STMIK) Bumigora Mataram, which is able the students to upload task file and download learning material. Pelin system is based on restful webservice that can provide distant learning. There are four levels of evaluation, those are reaction, learning, behavior and result. The formative evaluations result show: the Pelin multimedia disadvantages are: not supports interactive face to face learning, not facilitates audio communication, not be fully user friendly, could not upload graphic and image files, not be provided by feedback facility of test result and also not have help menus. The summative evaluation result found that the Pelin Multimedia is supports independent learning, provides web-client application, improves reaction of student to learn, increases student knowledge comprehension, increases learning behavior, and gives good learning result. Statistical comparison tests found there are significant differences influence the implementation of Pelin and there is no difference in terms of the level of reaction, learning and behavior towards the use of Pelin for S1 and D3 students.

APLIKASI DETEKSI KEMIRIPAN TUGAS PAPER

MATRIK : Jurnal Manajemen, Teknik Informatika dan Rekayasa Komputer Vol 15 No 2 (2016)
Publisher : STMIK Bumigora Mataram

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (477.582 KB)

Abstract

Information searching based on users’ query, which is hopefully able to fnd the documents based on users’ need, is known as Information Retrieval. This research uses Vector Space Model method in determining the similarity percentage of each student’s assignment. This research uses PHP programming and MySQL database. The fnding is represented by ranking the similarity of document with query, with mean average precision value of 0,874. It shows how accurate the application with the examination done by the experts, which is gained from the evaluation with 5 queries that is compared to 25 samples of documents. If the number of counted assignments has higher similarity, thus the process of similarity counting needs more time, it depends on the assignment’s number which is submitted.

Tinjauan Kritis Jurnal Ilmiah: Pengembangan dan Evaluasi Formatif Studi Kasus Multimedia untuk Siswa Desain dan Teknologi Pembelajaran

MATRIK : Jurnal Manajemen, Teknik Informatika dan Rekayasa Komputer Vol 18 No 1 (2018)
Publisher : STMIK Bumigora Mataram

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (511.143 KB)

Abstract

Tinjauan kritis dari tulisan ini memberikan kritisi dimaksudkan untuk melihat kekurangan dari artikel ilmiah yang berjudul Pengembangan dan Evaluasi Formatif Studi kasus Multimedia untuk Siswa Desain dan Teknology Pembelajaran.  Tinjauan kritis yang dilakukan diungkapkan dengan sepenuhnya mengacu pada teori dan fakta buku-buku referensi dan jurnal ilmiah yang relevan. Hasil tinjauan kritis memperlihatkan beberapa kelemahan dari artikel ilmiah tersebut, diantaranya adalah:  artikel tersebut terpaku pada desain pembelajaran dan produksi multimedia, dan tidak ada acuan model atau pendekatan sistem desain pembelajaran, sehingga terjadi bias. Padahal setiap pengembangan pembelajaran (Instructional Development) sama artinya dengan mengembangkan model pembelajaran yang ada meliputi proses  perencanaan, pemilihan strategi pembelajaran, pemilihan media, dan pemilihan/pembuatan bahan, dan evaluasi. Penulis artikel ilmiah tersebut tidak melihat bahwa selain desain pembelajaran dan produksi multimedia ada satu hal penting lagi yang harus dilihat adalah permintaan khusus dari klien atau sama artinya dengan kebutuhan yang ingin dicapai pada desain/rancangan multimedia/produksi multimedia. Penulis artikel ilmiah tersebut seakan-akan desain pembelajaran dan produksi multimedia sebagai dua bagian yang berdiri sendiri, padahal merupakan satu kesatuan yang tak terpisahkan jika didasarkan pada pada berbagai model desain dan implementasi model multimedia yang dikenalkan oleh berbagai ahli, misalnya pada  model pembelajaran ADDIE, Dick & Carey, Minerva, dan AT & T Instructional Development produksi multimedia adalah bagian dari perancangan pembelajaran/desain pembelajaran; kegiatan desain pembelajaran dan/atau produksi multimedia; hanya satu tema media yang muncul yaitu: penggunaan video (video use), padahal komponen  multimedia terdiri dari teks, audio, visual (gambar, foto, grafik), dan video.

Tinjauan Kritis Jurnal Ilmiah: “The Influence of Transformational Leadership and Organizational Culture on Learning Organization: a Comparative Analysis of The it Sector”

MATRIK : Jurnal Manajemen, Teknik Informatika dan Rekayasa Komputer Vol 18 No 1 (2018)
Publisher : STMIK Bumigora Mataram

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (517.2 KB)

Abstract

Tinjauan kritis dari artikel  ini  dimaksudkan untuk melihat kekurangan dibalik kelebihan dari artikel ilmiah yang berjudul Pengaruh Kepemimpinan Tranforrmasional dan Budaya Organisasi Belajar: Sebuah Analisis Komparatif Sektor TI (Teknologi Informasi). Tinjauan kritis yang dilakukan diungkapkan dengan sepenuhnya mengacu pada teori dan fakta pendukung dari buku-buku referensi dan jurnal ilmiah yang relevan.  Hasil tinjauan kritis memperlihatkan terdapat beberapa kekurangan dari artikel ilmiah tersebut diantaranya adalah:pada artikel penulis sama sekali tidak membahas tentang organisasi sebagai sebuah subsistem dari sebuah organisasi belajar, dan budaya organisasi merupakan sub-sistem dari subsistem organisasi, ecuali hanya menjelaskan budaya merupakan salah satu bahan variabel dan penting utama dalam pengembangan organisasi belajar. Penulis juga tidak menjelaskan kenapa dipilihnya komponen budaya organisasi generatif dan adaptif dalam studi pustaka, kecuali langsung menetapkan hipotesis terkait dengan budaya generatif dan adaptif. Peneliti hanya melakukan  uji statistik  Cronbach’s  alpha atau uji Reliability dari instrument, tetapi tidak melakukan uji Validity. Bagaimanapun juga dalam penelitian kuantitatif, setiap instrument yang dipakai dalam pengumpulan data kuantitatif harus baku (standard) artinya teruji validitas dan reliabilitasnya. Pada salah satu hipotesis penulis artikel berbicara tentang dimensi organisasi, tetapi dalam uraian hanya bicara budaya organisasi, padahal dimensi budaya menurut marquardt terdiri dari 4 dimensi. Salah satu keunggulan artikel adalah menggunakan penelitian kuantitatif, namun sayang peneliti tidak mencantumkan berapa besar populasi yang ada dan/atau “error sampling” (signifikan level dari hasil penelitian) yang digunakan.   Secara teoritis sebenarnya kultur organisasi memiliki hubungan yang saling mempengaruhi dengan kepemimpinan transformatif, sehingga variabel independen kepemimpinan transformatif dan budaya/kultur organisasi dapat bersama saling mempengaruhi saat dilakukan pengujian, karenanya lebih baik lagi jika peneliti jurnal tersebut juga menguji berapa besar dan mana yang lebih besar pengaruh dari kedua independent variabel tersebut terhadap variabel dependent.

KORELASI MODEL PEMBELAJARAN DENGAN HASIL BELAJAR MAHASISWA PADA PEMBELAJARAN BAHASA PEMROGRAMAN JAVA

Jurnal Mantik Penusa Vol 2, No 2 (2018): Computer Science
Publisher : Pelita Nusantara Medan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (297.142 KB)

Abstract

In learning programming languages, students do not always achieve good learning outcomes, even from the results of previous studies indicating the reported failure rate is quite high. Departing from the problem of the high unsuccessful students in learning programming languages, it is necessary to do research to determine the correlation between learning models of programming languages on learning outcomes. By knowing the correlation of learning models to student learning outcomes, it can be revealed which learning model has more dominant contribution to learning outcomes in programming learning, and also the magnitude of the contribution of other factors in influencing learning outcomes outside the learning model. Furthermore, even though previous studies revealed that online learning can replace face-to-face learning, a large number of educational institutions still persist in implementing face-to-face learning models. For this reason, a correlation study between the learning model and student learning outcomes is conducted on face-to-face learning and Java programming online learning. This study found a positive and significant correlation between online learning models and mixed learning on student learning outcomes in learning the Java programming language with a coefficient of determination0.25. So it can be concluded that the variance that occurs in learning outcomes of 25% can be explained in the variables of learning model.In other words, 75% of learning outcomes are influenced not because of the influence of the learning model.