Fatmawati, Iin
Universitas Muhammadiyah Jakarta

Published : 2 Documents
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaruh Kombinasi Diet Tinggi Serat dan Senam Aerobik terhadap Penurunan Berat Badan Maryusman, Taufik; Fauziyah, A'immatul; Fatmawati, Iin; Firdausa, Nur Indah; Imtihanah, Siti
Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 14, No 1 (2018): JURNAL KEDOKTERAN DAN KESEHATAN
Publisher : Faculty of Public Health, Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (472.18 KB)

Abstract

Berat badan berlebih saat ini banyak ditakuti oleh orang yang ingin hidup sehat dan tampil menarik. Selain itu, masalah kesehatan sering muncul dikarenakan berat badan berlebih. Penanganan yang efisien salah satunya dengan cara kombinasi diet dan olahraga. Olahraga yang efektif adalah dengan olahraga secara aerobik, diantaranya senam aerobik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas kombinasi diet tinggi serat dan senam aerobik dalam menurunkan berat badan. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu (quasi experiment) dengan rancangan randomized pre-post test control group design. Besar sampel 22 orang yang sebagian besar berusia lanjut. Sampel dibagi menjadi dua kelompok yaitu perlakuan dan kelompok kontrol. Kelompok perlakuan diberikan diet tinggi serat dan senam aerobik dan kelompok kontrol hanya diberikan senam aerobik. Diet tinggi serat diberikan penambahan buah yang mengandung tinggi serat berupa jambu klutuk dan apel merah per harinya. Untuk senam aerobik diberikan 3 kali/minggu dengan lama senam 30 menit. Pengukuran berat badan dilakukan sebelum dan sesudah 2 minggu perlakuan. Rerata penurunan berat badan pada kelompok perlakuan sebesar 1.1 ± 0.005 kg dan kelompok kontrol sebesar 0.41± 0.07. Hasil analisis statistik menunjukkan bahwa ada perbedaan berat badan yang bermakna (p<0.05) antara sebelum dan sesudah perlakuan dan juga pada kelompok kontrol (p<0.05). Namun, tidak ada perbedaan penurunan berat badan yang bermakna (p<0.05) antara kelompok perlakuan dan kontrol. Dengan demikian kombinasi diet tinggi serat dan senam aerobik memiliki pengaruh terhadap penurunan berat badan. Diharapkan tenaga kesehatan selain menyelenggarakan senam bersama masyarakat, juga memberikan edukasi tentang pentingnya mengkonsumsi sayuran dan buah yang mengandung tinggi serat. Kata Kunci: diet tinggi serat, senam aerobik, berat badan
Asupan gula sederhana sebagai faktor risiko obesitas pada siswa-siswi sekolah menengah pertama di Kecamatan Pamulang, Kota Tangerang Selatan Fatmawati, Iin
Ilmu Gizi Indonesia Vol 2, No 2 (2019): Februari
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (452.894 KB)

Abstract

Latar Belakang: Obesitas adalah keadaan peningkatan berat badan akibat adanya penimbunan lemak tubuh yang berlebihan. Kecenderungan terjadinya obesitas berkaitan dengan pola konsumsi makan, status sosial dan ketidakseimbangan aktivitas tubuh. Salah satu pola makan yang terkait dengan obesitas adalah tingginya asupan gula sederhana. Gula sederhana banyak terdapat di dalam makanan dan minuman yang manis. Remaja saat ini cenderung lebih senang mengonsumsi makanan dan minuman yang manis. Obesitas pada masa anak-anak dan remaja akan meningkatkan risiko obesitas pada usia dewasa. Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah mengidentifikasi asupan gula sederhana sebagai faktor risiko terjadinya obesitas pada siswa-siswi sekolah menengah pertama. Metode: Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah kasus kontrol. Dari hasil perhitungan sampel, subjek pada penelitian ini didapatkan sebanyak 168 siswa-siswi sekolah menengah pertama di Kecamatan Pamulang Kota Tangerang Selatan, 84 siswasiswi mengalami obesitas dan 84 siswa-siswi dengan berat badan normal. Data asupan gula sederhana diambil menggunakan SQFFQ (Semi-Quantitative Food Frequency Questionaire). Hasil: Hasil analisis menunjukkan bahwa tingginya asupan gula sederhana memberikan kontribusi terhadap terjadinya obesitas pada siswa-siswi sekolah menengah pertama di Kecamatan Pamulang Kota Tangerang Selatan dengan nilai OR=5,7 dan p<0,001. Dengan demikian tingginya asupan gula sederhana meningkatkan risiko 5,7 kali terhadap terjadinya obesitas pada siswa-siswi sekolah menengah pertama di Kecamatan Pamulang Kota Tangerang Selatan. Kesimpulan: Tingginya asupan gula sederhana merupakan faktor risiko terjadinya obesitas pada siswa-siswi sekolah menengah pertama di Kecamatan Pamulang Kota Tangerang Selatan.