Articles

Found 3 Documents
Search

HUBUNGAN POLA KONSUMSI GLUTEN DAN KASEIN, KEPATUHAN DIET GLUTEN FREE CASEIN FREE (GFCF) DENGAN PERILAKU AUTIS DI RUMAH AUTIS BEKASI Djati, Wahyu Permata Sri Tunggal; Faridi, Ahmad; Rahayu, Nur Setiawati
ARGIPA (Arsip Gizi dan Pangan) Vol 2 No 2 (2017)
Publisher : UHAMKA PRESS

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (360.422 KB)

Abstract

Prevalensi anak autis semakin meningkat, sekitar tahun 2013 diperkirakanpenyandang autis di dunia mencapai 1 per 160 anak atau berkisar 0,3%. Terdapatdua jenis protein yang perlu dihindari oleh anak autis yaitu gluten dan kasein.Tujuan umum penelitian ini untuk mengetahui hubungan pola konsumsi gluten dankasein, kepatuhan diet Gluten Free Casein Free (GFCF) dengan perilaku autis diRumah Autis Bekasi. Subjek penelitian adalah penyandang autis di Rumah AutisBekasi yang berjumlah 25 anak. Penelitian dilakukan dengan menggunakan desaincross sectional. Pengumpulan data pola konsumsi gluten dan kasein serta kepatuhandiet GFCF menggunakan Food Frequency Questionnaire (FFQ), sedangkan dataperilaku autis dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner CARS2-ST (ChildhoodAutism Rating Scale 2 – Standard Version). Hasil penelitian menunjukkan bahwa lebihdari setengah jumlah subjek memiliki pola konsumsi gluten dan kasein yang jarang.Sebanyak 88% subjek tidak patuh menjalankan diet GFCF dan 76% subjekmenyandang perilaku autis tingkat berat. Hasil uji chi-square menunjukkan adanyahubungan antara pola konsumsi gluten dan kepatuhan diet GFCF dengan perilakuautis (p-value <0,05).
HUBUNGAN PENGELUARAN, SKOR POLA PANGAN HARAPAN (PPH) KELUARGA, DAN TINGKAT KONSUMSI ENERGI-PROTEIN DENGAN STATUS GIZI BALITA USIA 2-5 TAHUN Faridi, Ahmad; Sagita, Rezanov
ARGIPA (Arsip Gizi dan Pangan) Vol 1 No 1 (2016)
Publisher : UHAMKA PRESS

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1086.284 KB)

Abstract

ABSTRAKMasalah gizi merupakan masalah kompleks yang dapat dilihat dari berbagai faktor penyebab langsung dan tidak langsung terjadinya masalah gizi kurang yangdigambarkan dalam kerangka pikir UNICEF (1998). Penelitian ini merupakanpenelitian Cross Sectional. Persentase terbesar ada pada tingkat pendapatan lebihatau sama dengan Rp1.236.991,00/bulan sebesar 92,1% dan sebesar 7,9% dengantingkat pendapatan kurang dari Rp1.236.991,00/bulan. Berdasarkan indeks BB/U,sebesar 85,5% responden mempunyai status gizi baik, status gizi buruk sebesar 3,9%,status gizi kurang sebesar 9,2%, dan status gizi lebih sebesar 1,3%. Berdasarkanindeks TB/U, balita yang mempunyai tinggi badan normal lebih banyakdibandingkan yang tidak normal (72,4%), sangat pendek (13,2%), pendek (11,8%),dan tinggi (2,6%). Sebagian besar responden mempunyai asupan energi yang kurang(53,9%). Sebesar 36,8% mempunyai asupan protein lebih, asupan protein baiksebesar 28,9%, dan asupan protein kurang sebesar 34,2%. Sebagian besar (93,4%)responden hidup dalam keluarga dengan tingkat sosial ekonomi mampu. Hampirseluruh (97,4%) responden memiliki skor pola pangan harapan tidak ideal. Umur,jenis kelamin, jumlah anggota keluarga, pendidikan ayah, pekerjaan ayah, pekerjaanibu, asupan energi, dan asupan protein tidak berhubungan dengan status gizi balita(BB/U). Tidak ada hubungan antara total sosial ekonomi dan skor PPH denganstatus gizi balita (TB/U). Pendidikan ibu dan pendapatan keluarga berhubungandengan status gizi balita (BB/U).Kata kunci: Status gizi, PPH, Tingkat konsumsi energi protein ABSTRACTNutritional problem was a complex problem that could be viewed from a variety of factors directly and indirectly causes the problem of malnutrition is described in the frame ofUNICEF (1998). The objective of study was to determine the relationship of foodexpenditure, score of Food Pattern Expectancy (PPH), and the level of energy proteinconsumption and nutritional status of children aged 2-5/year. This research used crosssectional study. Percentages on income level was greater than or equal toRp1.236.991,00/month amounted to 92,1% and 7,9% with income of less than Rp 1,236,991/month. Based on index of W/A, 85,5% of respondents had a good nutritionalstatus, poor nutritional status of 3,9%, moderate status of 9,2%, and 1,3% overweight.Children under 5 years old had normal height more than stunting. Most of the respondentshad less energy intake (53,9%), 36,8% had more protein intake, protein intake adequate of28,9%, and protein intake was less by 34,2%. Most of the respondents (93,4%) had a goodsocio-economic level. The family that had ideally food pattern expectancy were 2,6% and97,4% not ideal which is the ideal PPH score> 100%. There was no relationship between age,sex, number of family members, father's education, father's occupation, mother's occupation,energy intake, and protein intake with nutritional status (W/A). There was no correlationbetween the total score of PPH, socioeconomic, and nutritional status (H/A). The statisticaltest found that there was a relationship between maternal education and family income withinfant nutritional status (W/A).Keywords: Nutritional status, Food Pattern Expectancy, Energy protein consumption level
TINGKAT KONSUMSI, AKTIVITAS FISIK, DAN STATUS GIZI TERHADAP KADAR KOELESTEROL TOTAL DARAH PESERTA POSBINDU ANGGREK ROSALINA CIBODAS BARU KOTA TANGERANG Prayitno, Nanang; Nardhiana, Nila Dania; Faridi, Ahmad; Meilinasari, Meilinasari; Wiyono, Sugeng
SANITAS : JURNAL TEKNOLOGI DAN SENI KESEHATAN Vol 9 No 2 (2018)
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Jakarta II

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (495.952 KB)

Abstract

Keberhasilan pembangunan adalah cita-cita suatu bangsa yang terlihat dari peningkatan taraf hidup dan Angka Harapan Hidup (AHH). Salah satu perubahan yang terjadi seiring bertambahnya usia yaitu terjadinya peningkatan  kadar kolesterol total darah. Tujuan  penelitian ini untuk mengetahui hubungan tingkat konsumsi (energi, lemak, dan kolesterol), aktivitas fisik, dan status gizi dengan kadar kolesterol total darah peserta Posbindu Anggrek Rosalina Usia 45–59 tahun Kelurahan Cibodas Baru Kota Tangerang Tahun 2015.Penelitian ini menggunakan desain cross sectional dengan populasi seluruh peserta Posbindu Anggrek Rosalina usia 45–59 tahun Kelurahan Cibodas Baru Kota Tangerang Tahun 2015. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling dan diperoleh 41 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata rata-rata tingkat konsumsi energi 1806 Kalori/hari, tingkat konsumsi lemak 71.8 gr/hari, tingkat konsumsi kolesterol 238.8 mg/hari, aktivitas fisik 1.49, status gizi 25.70 (overweight), dan rata-rata kadar kolesterol darah 212.66 mg/dl.Hasil uji korelasi pearson menunjukkan ada hubungan yang signifikan antara tingkat konsumsi energi (p= 0.045 < α= 0.05), tingkat konsumsi lemak (p= 0.039 < α= 0.05), dan tingkat konsumsi kolesterol (p= 0.016 < α= 0.05) dengan kadar kolesterol total darah. Ada hubungan yang tidak signifikan antara aktivitas fisik (p= 0.273 > α= 0.05), sedangkan yang tidak ada hubungan yaitu status gizi (p= 0.597 > α= 0.05) dengan kadar kolesterol total darah. Kata kunci :  Posbindu, energy, lemak, cholesterol, Aktivitas fisik, Status Gizi , Kolesterol total.