Rahayu, Nur Setiawati
UHAMKA PRESS

Published : 2 Documents
Articles

Found 2 Documents
Search

HUBUNGAN POLA KONSUMSI GLUTEN DAN KASEIN, KEPATUHAN DIET GLUTEN FREE CASEIN FREE (GFCF) DENGAN PERILAKU AUTIS DI RUMAH AUTIS BEKASI Djati, Wahyu Permata Sri Tunggal; Faridi, Ahmad; Rahayu, Nur Setiawati
ARGIPA (Arsip Gizi dan Pangan) Vol 2 No 2 (2017)
Publisher : UHAMKA PRESS

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Prevalensi anak autis semakin meningkat, sekitar tahun 2013 diperkirakanpenyandang autis di dunia mencapai 1 per 160 anak atau berkisar 0,3%. Terdapatdua jenis protein yang perlu dihindari oleh anak autis yaitu gluten dan kasein.Tujuan umum penelitian ini untuk mengetahui hubungan pola konsumsi gluten dankasein, kepatuhan diet Gluten Free Casein Free (GFCF) dengan perilaku autis diRumah Autis Bekasi. Subjek penelitian adalah penyandang autis di Rumah AutisBekasi yang berjumlah 25 anak. Penelitian dilakukan dengan menggunakan desaincross sectional. Pengumpulan data pola konsumsi gluten dan kasein serta kepatuhandiet GFCF menggunakan Food Frequency Questionnaire (FFQ), sedangkan dataperilaku autis dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner CARS2-ST (ChildhoodAutism Rating Scale 2 – Standard Version). Hasil penelitian menunjukkan bahwa lebihdari setengah jumlah subjek memiliki pola konsumsi gluten dan kasein yang jarang.Sebanyak 88% subjek tidak patuh menjalankan diet GFCF dan 76% subjekmenyandang perilaku autis tingkat berat. Hasil uji chi-square menunjukkan adanyahubungan antara pola konsumsi gluten dan kepatuhan diet GFCF dengan perilakuautis (p-value <0,05).
HUBUNGAN ASUPAN MULTIVITAMIN DAN SINDROM PRAMENSTRUASI PADA MAHASISWI GIZI FKM UI Rahayu, Nur Setiawati; Safitri, Debby Endayani
ARGIPA (Arsip Gizi dan Pangan) Vol 1 No 1 (2016)
Publisher : UHAMKA PRESS

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKSindrom pramenstruasi (PMS) dapat sangat mengganggu aktivitas serta produktivitas harian dan diketahui terjadi pada 90% Mahasiswi Gizi FKM UI.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan asupan berbagai vitamindengan kejadian PMS pada Mahasisiwi Gizi, Fakultas Kesehatan Masyarakat,Universitas Indonesia. Desain studi dalam penelitian ini adalah cross sectional danteknik sampling yang digunakan adalah sensus, sehingga responden dari penelitianini adalah seluruh mahasiswi yang terdaftar di program studi gizi dari angkatan2011–2013. Dari penelitian ini, dapat dilihat bahwa sebagian besar Mahasiswi GiziFKM UI mengalami defisiensi zat gizi mikro, sedangkan hasil uji hubungan antaraasupan zat gizi dengan sindrom pramenstruasi menyatakan beberapa asupan zatgizi memiliki hasil yang signifikan dengan PMS yaitu Vitamin A (p = 0,014), VitaminB1 (p = 0,000), Vitamin B2 (p = 0,002), dan Vitamin B6 (p = 0,000). Zat gizi yang palingdominan berhubungan dengan PMS adalah Vitamin B1, mahasiswi yang memilikiasupan Vitamin B1 yang cukup memiliki risiko 61,80 kali lebih kecil mengalami PMSdibandingkan dengan mahasiswi yang mengalami defisiensi.Kata kunci: Sindrom pramenstruasi, asupan zat gizi, Vitamin B1 ABSTRACTPremenstrual syndrome could be annoyed and decreased productivity and it’s experienced by 90% students of Nutrition Department of University of Indonesia. Designstudy in this research used cross sectional with sampling technique used was the census, so the respondents of this study were all female students enrolled in the course nutrition of forcefrom 2011 to 2013. It can be seen that most of the FKM UI student Nutritional deficiency ofmicronutrients, while the test results the relationship between nutrient intake with premenstrual syndrome revealed some nutrient intake had significant results withpremenstrual syndrome, namely, Vitamin A (p = 0,014), Vitamin B1 (p = 0,000), VitaminB2 (p = 0,002), Vitamin B6 (p = 0,000). As for the nutrient intake of the most dominantinfluence of premenstrual syndrome was Vitamin B1, a student who had a sufficient intakeof Vitamin B1 has a 61,80 times lower risk of experienced premenstrual syndrome comparedwith students who were deficient.Keywords: Premenstrual syndrome, Nutrient intake, Vitamin B1