Parmasari, Megawati
Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Published : 2 Documents
Articles

Found 2 Documents
Search

EVALUASI PENYEBAB DAN PENATALAKSANAAN TERAPI PADA KASUS KERACUNAN SERTA ANALISIS BIAYA Parmasari, Megawati; Sugiyanto, Sugiyanto; Andayani, Tri Murti
JURNAL MANAJEMEN DAN PELAYANAN FARMASI (Journal of Management and Pharmacy Practice) Vol 4, No 4
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jmpf.289

Abstract

Kasus keracunan memberikan kontribusi sebesar 3,8% kunjungan di rumah sakit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik pasien keracunan dan hubungannya dengan jenis agen toksik, serta hubungan antara ketepatan terapi keracunan dengan biaya medis langsung dan lama tinggal di rumah sakit (Length of Stay/LOS). Penelitian ini menggunakan rancangan cross sectional dengan pengambilan data secara retrospektif. Subyek uji merupakan pasien rawat inap yang memiliki diagnosa utama keracunan, dengan atau tanpa penyakit penyerta dan komplikasi, serta pulang setelah dinyatakan sembuh. Pengolahan data berupa analisis univariat, evaluasi terapi, dan analisis bivariat. Sebanyak 103 pasien keracunan memenuhi kriteria sebagai subyek penelitian. Sebagian besar pasien keracunan yang dirawat inap di RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro berdomisili di Kabupaten Klaten (80,0%), sedangkan yang dirawat inap di RSUP dr. Sardjito berdomisili di Kabupaten Sleman (32,1%). Mayoritas pasien keracunan merupakan remaja dan orang dewasa usia 15-64 tahun (62,2%), berjenis kelamin laki-laki (54,4%), berpendidikan rendah (32,0%), bekerja sebagai pelajar/mahasiswa (16,5%), dan merupakan peserta Jamkesmas (45,6%). Jenis agen toksik penyebab keracunan meliputi bisa ular (37,9%), insektisida (17,5%), obat (16,5%), makanan (14,5%), hidrokarbon (5,8%), alkohol (4,9%), serta pewangi dan pemutih pakaian (2,9%). Hasil uji Chi-Square menunjukkan bahwa karakteristik pasien yang mempengaruhi jenis agen toksik adalah umur (p=0,027), pendidikan (p=0,029) dan pekerjaan pasien (p=0,002), serta ketepatan terapi keracunan pada pasien Jamkesmas tidak mempengaruhi efisiensi biaya medis langsung (p=0,292) dan lama tinggal di rumah sakit/LOS (p=0,188). Kata kunci: keracunan, karakteristik pasien, agen toksik, terapi, biaya, LOS
EVALUASI PENYEBAB DAN PENATALAKSANAAN TERAPI PADA KASUS KERACUNAN SERTA ANALISIS BIAYA Parmasari, Megawati; Sugiyanto, Sugiyanto; Andayani, Tri Murti
JURNAL MANAJEMEN DAN PELAYANAN FARMASI (Journal of Management and Pharmacy Practice) Vol 4, No 4
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jmpf.289

Abstract

Kasus keracunan memberikan kontribusi sebesar 3,8% kunjungan di rumah sakit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik pasien keracunan dan hubungannya dengan jenis agen toksik, serta hubungan antara ketepatan terapi keracunan dengan biaya medis langsung dan lama tinggal di rumah sakit (Length of Stay/LOS). Penelitian ini menggunakan rancangan cross sectional dengan pengambilan data secara retrospektif. Subyek uji merupakan pasien rawat inap yang memiliki diagnosa utama keracunan, dengan atau tanpa penyakit penyerta dan komplikasi, serta pulang setelah dinyatakan sembuh. Pengolahan data berupa analisis univariat, evaluasi terapi, dan analisis bivariat. Sebanyak 103 pasien keracunan memenuhi kriteria sebagai subyek penelitian. Sebagian besar pasien keracunan yang dirawat inap di RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro berdomisili di Kabupaten Klaten (80,0%), sedangkan yang dirawat inap di RSUP dr. Sardjito berdomisili di Kabupaten Sleman (32,1%). Mayoritas pasien keracunan merupakan remaja dan orang dewasa usia 15-64 tahun (62,2%), berjenis kelamin laki-laki (54,4%), berpendidikan rendah (32,0%), bekerja sebagai pelajar/mahasiswa (16,5%), dan merupakan peserta Jamkesmas (45,6%). Jenis agen toksik penyebab keracunan meliputi bisa ular (37,9%), insektisida (17,5%), obat (16,5%), makanan (14,5%), hidrokarbon (5,8%), alkohol (4,9%), serta pewangi dan pemutih pakaian (2,9%). Hasil uji Chi-Square menunjukkan bahwa karakteristik pasien yang mempengaruhi jenis agen toksik adalah umur (p=0,027), pendidikan (p=0,029) dan pekerjaan pasien (p=0,002), serta ketepatan terapi keracunan pada pasien Jamkesmas tidak mempengaruhi efisiensi biaya medis langsung (p=0,292) dan lama tinggal di rumah sakit/LOS (p=0,188). Kata kunci: keracunan, karakteristik pasien, agen toksik, terapi, biaya, LOS