Sedarmayanti, Sedarmayanti
Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Lembaga Administrasi Negara

Published : 15 Documents
Articles

Found 15 Documents
Search

ANALISIS PENEMPATAN DAN MOTIVASI TERHADAP KINERJA PEGAWAI (STUDI PENGARUH PADA PEGAWAI JABATAN FUNGSIONAL DI KANTOR PERWAKILAN BADAN KOORDINASI KELUARGA BERENCANA NASIONAL PROVINSI JAWA BARAT)

Jurnal Ilmiah Administrasi Bisnis dan Inovasi Vol 2, No 2 (2018)
Publisher : FAKULTAS ILMU ADMINISTRASI UNIVERSITAS DR SOETOMO

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (941.58 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penempatan pegawai, motivasi dan kinerja pegawai fungsional umum di Kantor Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Barat serta untuk mengetahui pengaruh penempatan dan motivasi terhadap kinerja pegawai fungsional umum di Kantor Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Barat. Penelitian ini bersifat eksplanasi dan kuantitatif, dengan penilaian analisa data statistik parametris path analysis.Berdasarkan hasil penelitian, maka dapat disimpulkan bahwa penempatan pegawai fungsional umum di Kantor Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Barat termasuk kategori cukup baik. Lalu untuk motivasi pegawai fungsional umum di Kantor Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Barat termasuk kategori cukup baik. Selanjutnya kinerja pegawai fungsional umum di Kantor Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Barat termasuk kategori cukup baik. Hasil dari perhitungan path analysis menunjukan bahwa penempatan dan motivasi berpengaruh secara signifikan terhadap kinerja.Berdasarkan kesimpulan tersebut penulis memberikan saran sebagai berikut, dalam hal menempatkan pegawainya, khususnya pegawai fungsional umum, Kantor Perwakilan BKKBN Prov. Jawa Barat sebaiknya memperhatikan faktor pengalaman yang dimiliki oleh pegawainya. Untuk meningkatkan motivasi para pegawainya, Kantor Perwakilan BKKBN Prov. Jawa Barat hendaknya bisa memberikan kepercayaan dan wewenang lebih kepada para pegawai. Dalam rangka meningkatkan kinerja pegawai fungsional umum di Kantor Perwakilan BKKBN Prov. Jawa Barat bisa dimulai dengan meningkatkan motivasi para pegawai tersebut. Motivasi mereka bisa meningkat apabila mereka bekerja sesuai dengan keahliannya masing – masing. Hal itu akan membuat para pegawai lebih nyaman dalam bekerja.

SISTEM POLITIK INDONESIA MENUJU “CIVIL SOCIETY” (MASYARAKAT MADANI)

Jurnal Ilmu Administrasi : Media Pengembangan Ilmu dan Praktek Administrasi Vol 1, No 2 (2004): Jurnal Ilmu Administrasi STIA LAN Bandung
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Lembaga Administrasi Negara

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The political system in Indonesia has changed in line with the development of government model. Therefore, the patterns underlying the change of government closely influences the political system. Thus far, the political system of the country seems in quest of an ideal model by understanding and relating to the socio-political phenomena. The most difficult factor to find it  is the radical change of environment that may cause the incremental change of the structure. Apart of  the various development, the goal of the political system seems to be the realization of civil society. To reach the goal, the first step to take is the implementation of good governance.

ANALISIS KUALITAS PELAYANAN PEGAWAI PRIMER KOPERASI KARTIKA YUDDHA MANDIRI PUSSENIF TNI AD

Jurnal Ilmu Administrasi : Media Pengembangan Ilmu dan Praktek Administrasi Vol 11, No 1 (2014): Jurnal Ilmu Administrasi
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Lembaga Administrasi Negara

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Primer Koperasi Kartika Yuddha Mandiri adalah salah satu organisasi diluar struktur Organisasi Pussenif TNI ADyang bertujuan memberi pelayanan kepada anggota dalam hal kesejahateraan, baik barang maupun jasa.Masalah dalampenelitian ini adalah kualitas pelayanan pegawai belum berjalan optimal, sedangkan untuk tujuan penelitian ini adalahuntuk mengetahui kondisi kualitas pelayanan, faktor penghambat pelayanan, dan strategi pemecahan masalah. Dimensiyang digunakan adalah ketepatan waktu pelayanan, akurasi pelayanan, kesopanan dan keramahan, kenyamananpelayanan, kemudahan mendapatkan pelayanan, atribut pendukung pelayanan lainnya. Kualitas pelayanan pegawaipada Koperasi Primkop Kartika Yuddha Mandiri Pussenif TNI AD saat ini, secara keseluruhan belum optimal karenapegawai masih merangkap jabatan, keterbatasan sarana (TV , tape, AC dan atribut lainnya), keterbatasan kemampuanakuntansi koperasi dan keterbatasan penggunaan komputer.Hambatan dalam pelaksanaan pelayanan pegawai meliputi kinerja pegawai masih merangkap jabatan, asset modalyang disalahgunakan, jauhnya jarak koperasi dengan satuan, kemampuan pegawai terbatas tentang akuntansikoperasi.Strategi yang dilaksanakan meliputi pegawai memaksimalkan kegiatan koperasi, menginventarisir asset,mengadakan pelatihan dan bimbingan teknik perkoperasian, Pemenuhan kebutuhan anggota dilakukan denganmemanfaatkan pengadaan sebuah mobil pick up, Berupaya menempatkan satu buah TV di koperasi dan menambah satubuah AC diruangan, dan membuat pengadaan empat buah kursi untuk ditempatkan diruang tunggu, berkoordinasidengan Bank Tabungan Negara Syariah untuk melakukan penyelesaian permasalahan piutang. Dengan demikian perluadanya kebijakan pimpinan dalam mengarahkan tugas pelayanan koperasi secara menyeluruh, Fungsi pengawasandiharapkan dapat ditingkatkan, Adanya dukungan dari satuan tentang pengadaan.

Hubungan Budaya Kerja dan Lingkungan Kerja Terhadap Peningkatan Kinerja Pegawai Pada Lembaga Pendidikan Tinggi

Jurnal Ilmu Administrasi : Media Pengembangan Ilmu dan Praktek Administrasi Vol 15, No 1 (2018): Jurnal Ilmu Administrasi
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Lembaga Administrasi Negara

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis 1) Budaya kerja di Bagian Umum Sekolah Tinggi Pariwisata Bandung. 2) Lingkungan kerja pegawai di Bagian Umum Sekolah Tinggi Pariwisata Bandung. 3) Kinerja pegawai di Bagian Umum Sekolah Tinggi Pariwisata Bandung. 4) Pengaruh budaya kerja dan lingkungan kerja terhadap kinerja pegawai di Bagian Umum Sekolah Tinggi Pariwisata Bandung. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian eksplanasi atau penelitian penjelasan. Dalam penelitian ini penulis menentukan populasi penelitian adalah seluruh pegawai yang ada di Bagian Umum Sekolah Tinggi Pariwisata Bandung berjumlah 83 orang. Hasil penelitian menunjukan bahwa, ada pengaruh budaya kerja terhadap kinerja pegawai di Bagian Umum Sekolah Tinggi Pariwisata Bandung. Selanjutnya, lingkungan kerja berpengaruh terhadap kinerja pegawai di Bagian Umum Sekolah Tinggi Pariwisata Bandung. Dari hasil analisis jalur menunjukkan bahwa, budaya kerja dan lingkungan kerja berpengaruh terhadap kinerja pegawai di Bagian Umum Sekolah Tinggi Pariwisata Bandung. Kemudian hasil uji hipotesis menujukkan bahwa menolak Ho dan menerima hipotesis alternatif H1. Dengan demikian ada pengaruh yang signifikan dari budaya kerja dan lingkungan kerja terhadap kinerja pegawai di Bagian Umum Sekolah Tinggi Pariwisata Bandung.

PENGARUH KOMPETENSI PEGAWAI TERHADAP EFEKTIVITAS PENATAUSAHAAN BARANG PERSEDIAAN DI PUSAT SAINS DAN TEKNOLOGI NUKLIR TERAPAN – BADAN TENAGA NUKLIR NASIONAL (PSTNT-BATAN) BANDUNG

Jurnal Ilmu Administrasi : Media Pengembangan Ilmu dan Praktek Administrasi Vol 12, No 2 (2015): Jurnal Ilmu Administrasi
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Lembaga Administrasi Negara

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pusat Sains dan Teknologi Nuklir Terapan – Badan Tenaga Nuklir Nasional (PSTNT-BATAN) Bandung merupakan salah satu Satuan Kerja di BATAN, wajib menyelenggarakan penatausahaan barang persediaan,sebagai pelaksana penyelenggaraan tugas dan fungsi BATAN. Dalam rangka menjamin tertib penggunaan, pengguna barang harus melakukan penatausahaan barang persediaan meliputi: pembukuan, inventarisasi dan pelaporan atas semua barang persediaan yang diperoleh BATAN dan/atau satuan kerja di BATAN untuk ditetapkan status penggunaannya.   Masalah dalam penelitian ini adalah bahwa kondisi saat ini penatausahaan barang persediaan di PSTNT-BATAN Bandung masih kurang optimal, sehingga mengakibatkan penatausahaan barang persediaan masih belum efektif. Dimensi dan indikator dalam penelitian ini adalah:Kompetensi, terdiri dari: a. Pengetahuan, b. Keterampilan, c. Sikap.Efektivitas, terdiri dari: a. Ketetapan waktu, b. Kualitas Kerja, c. Kualitas kerja. Dalam melakukan penelitian ini, penulis menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan pendekatan deskriptif. Jumlah responden dalam penelitian ini yang dijadikan populasi sebanyak 148 orang, namun mengingat jumlah populasi cukup besar, maka penulis mengambil sampel berjumlah 60 responden, dan untuk teknik pengumpulan data melalui penyebaran kuesioner dan wawancara. Sedangkan  untuk teknik pengolahan data, penulis menggunakan pentransformasian data ordinal ke interval kemudian melalukan uji validitas serta reliabilitas, menganalisis secara deskriptif, dan melakukan uji signifikan dengan uji t. Hasil analisis pengaruh kompetensi pegawai terhadap efektivitas penatausahaan barang persediaan di PSTNT-BATAN Bandung, menunjukkan bahwa kondisi kompetensi pegawai di PSTNT-BATAN Bandung yang ditinjau dari pengetahuan (knowledge), keterampilan (skill) dan sikap (attitude) adalah sudah cukup baik. Sedangkan hasil dari analisis efektivitas penatausahaan barang persediaan ditinjau dari ketepatan waktu, kuantitas kerja dan kualitas kerja menunjukkan hasil yang cukup baik.Saran penulis mengenai kompetensi pegawai adalah perlu terus ditingkatkan melalui pendidikan dan pelatihan, workshop, coaching atau hal lain yang sifatnya merupakan peningkatan pengetahuan berkaitan dengan penatausahaan barang persediaan, sedangkan untuk efektivitas penatauasahaan barang persediaan harus ditingkatkan dalam ketepatan waktu pelaporan sehingga dalam pelaporan penatausahaan barang persediaan menjadi lebih efektif dan efisien.

PENGARUH MOTIVASI KERJA TERHADAP KINERJA GURU SEKOLAH DASAR DI GUGUS SATU DESA NEGLAWANGI KECAMATAN KERTASARI KABUPATEN BANDUNG

Jurnal Ilmu Administrasi : Media Pengembangan Ilmu dan Praktek Administrasi Vol 13, No 3 (2016): Jurnal Ilmu Administrasi
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Lembaga Administrasi Negara

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian  ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh motivasi kerja dan Kinerja. Selanjutnya, penelitian ini bertujuan mengetahui “ Pengaruh Motivasi Kerja terhadap Kinerja Guru Sekolah Dasar Di Gugus Satu Desa Neglawangi Kecamatan Kertasari Kabupaten Bandung”.penelitian ini memfokuskan pada motivasi kerja. Motivasi tersebut meliputi tanggung jawab guru, pengambilan keputusan, tujuan, program kerja, umpan balik, dan implementasi program kerja.                 Penelitian ini menggunakan teknik sampling jenuh. Yaitu teknik penentuan sampel bila semua populasi digunakan sebagai sampel dengan jumlah responden sebanyak 40 orang dari semua guru yang berada di wilayah Gugus Satu Desa Neglawangi Kecamatan Kertasari Kabupaten Bandung. Analisis data dilakukan dengan menggunakan perhitungan statistic dan analisis korelasi pearson.   Hasil penelitian ini membuktikan bahwa Motivasi berkaitan dengan Kinerja. Penelitian ini menunjukan bahwa motivasi memiliki korelasi terhadap kinerja guru di gugus satu desa neglawangi sebesar 0,861.                Dapat disimpulkan dalam penelitian ini bahwa pengaruh Motivasi terhadap Kinerja. Hasil penelitian menunjukan bahwa Motivasi berpengaruh signifikan terhadap Kinerja Guru Sekolah Dasar di Gugus satu Desa Neglawangi Kecamatan Kertasari Kabupaten Bandung. Hal tersebut ditunjukan dengan uji signifikan t hitung= 10.421 > t tabel = 1.684 dengan nilai signifikasi = 0% < 5% bila dilihat pada satandar coefficient(beta) sebesar 0.861 = 86.10% yang artinya motivasi memiliki pengaruh yang sangat signifikan terhadap kinerja.

KINERJA PETUGAS PAJAK BUMI DAN BANGUNAN DI KECAMATAN CIBATU KABUPATEN PURWAKARTA

Jurnal Ilmu Administrasi : Media Pengembangan Ilmu dan Praktek Administrasi Vol 10, No 3 (2013): Jurnal Ilmu Administrasi
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Lembaga Administrasi Negara

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pajak merupakan salah satu sumber utama penerimaan negara yang digunakan untuk membiayai kegiatanpemerintahan. Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) merupakan salah satu jenis pajak, diperoleh dari warga negara yangmemiliki bangunan dan tanah secara sah di seluruh wilayah Republik Indonesia. Karena target pajak/wajib pajak yangharus di pungut sangat banyak dan tersebar, maka untuk pelaksanaan pemungutan PBB tidak hanya dilakukan olehpetugas kantor pajak. Petugas desa/kelurahan dan kecamatan menjadi ujung tombak dari perolehan PBB karena merekalangsung berhadapan dengan masyarakat melakukan pemungutan dan sosialisasi pentingnya membayar pajak,khususnya Pajak Bumi dan Bangunan.Persentase perolehan PBB di Kecamatan Cibatu sejak tahun 2007 sampai dengan 2011 mengalami penurunan,dengan begitu sedikit banyak penurunan tersebut berpengaruh terhadap penerimaan negara. Untuk mengetahuipenyebab tersebut maka penulis menganalisis kinerja petugas PBB Kecamatan Cibatu. Alasannya, karena menurut datayang penulis peroleh, sebelum tahun 2007 Kecamatan Cibatu masuk peringkat 5 besar dari 17 kecamatan yang ada diKabupaten Purwakarta, tetapi setelah tahun 2007 peringkat tersebut turun hingga puncaknya tahun 2011 peringkatKecamatan Cibatu sampai ke peringkat 17 dari 17 Kecamatan.Analisis kinerja petugas PBB dengan menggunakan indikator kinerja Mathis, L. Robert dan Jackson, H. John,menyatakan bahwa kinerja petugas sangat berpengaruh terhadap perolehan PBB di Kecamatan Cibatu, terlebihpengaruh tersebut terlihat pada indikator kinerja kualitas output dan sikap kooperatif. Dengan tidak ada tupoksi danstandar operasional dalam melakukan tugas dan kurangnya sikap kooperatif petugas terhadap masalah yang timbuldalam proses penagihan PBB mengakibatkan sejak tahun 2007 sampai dengan 2011 persentase perolehan PBBKecamatan Cibatu terus menurun.Penulis merekomendasikan khususnya untuk pemerintah daerah, agar lebih memperhatikan kesejahteraan petugasPBB, penempatan pegawai di kecamatan dan desa, untuk Camat diharapkan meningkatkan pengawasan danperhatianproses pemungutan PBB di wilayahnya, petugas PBB khusus di kecamatan, agar membuat aturan sendiridengan tidak melanggar aturan yang ada serta meningkatkan sikap kooperatif petugas terhadap wajib pajak (kolektor danmasyarakat), agar kinerja petugas PBB bisa lebih baik dan perolehan persentase PBB meningkat Kecamatan Cibatu.

PERSEPSI MENGENAI PROMOSI JABATAN STRUKTURAL PNS PEREMPUAN DI PEMERINTAH KOTA GUNUNGSITOLI

Jurnal Ilmu Administrasi : Media Pengembangan Ilmu dan Praktek Administrasi Vol 14, No 2 (2017): Jurnal Ilmu Administrasi
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Lembaga Administrasi Negara

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis persepsi mengenai promosi PNS perempuan pada jabatan struktural di Pemerintah Kota Gunungsitoli. Aspek yang diteliti dalam penelitian ini adalah persepsi mengenai promosi jabatan struktural PNS perempuan yang terdiri dari persepsi internal dan persepsi eksternal. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan penelitian kualitatif dengan metode studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara mendalam, pengamatan terlibat, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi internal memiliki pengaruh yang lebih besar bagi PNS perempuan untuk dipromosikan pada jabatan struktural dibandingkan dengan persepsi eksternal. Hal ini disebabkan karena persepsi internal ini menempatkan PNS perempuan pada dua kondisi yang dilematis, yaitu sebagai ibu rumah tangga dan juga sebagai wanita karir (PNS). Sementara dari persepsi eksternal menunjukkan bahwa belum diberlakukannya Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara di Pemerintah Kota Gunungsitoli dan budaya patriarki yang melekat kuat di masyarakat menjadi faktor dominan yang mempengaruhi peluang PNS perempuan untuk dipromosikan pada jabatan struktural di Pemerintah Kota Gunungsitoli

PENGARUH MOTIVASI KERJA TERHADAP KINERJA TENAGA KEPENDIDIKAN FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS PADJADJARAN

Jurnal Ilmu Administrasi : Media Pengembangan Ilmu dan Praktek Administrasi Vol 14, No 1 (2017): Jurnal Ilmu Administrasi
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Lembaga Administrasi Negara

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh motivasi kerja terhadap kinerja tenaga kependidikan Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif eksplanatori, yaitu metode yang menguji pengaruh variabel bebas (X) terhadap variabel terikat (Y). Dalam penelitian ini, variabel bebas (X) adalah motivasi kerja. Sedangkan variabel terikatnya (Y) adalah kinerja tenaga kependidikan. Populasi dalam penelitian ini adalah tenaga kependidikan di Fakultas Kedokteran Unpad berjumlah 302 orang. Teknik sampling yang digunakan adalah proporsional stratified random sampling. Hasil perhitungan didapatkan bahwa responden dalam penelitian ini berjumlah 75 orang. Pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner sebagai pengumpulan data yang utama, dan didukung oleh wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis yang digunakan pada penelitian ini adalah analisis jalur.Berdasarkan hasil penelitian dapat dikatakan bahwa motivasi kerja tenaga kependidikan, baik Pegawai Negeri Sipil (PNS) maupun honorer di Fakultas Kedokteran Unpad cukup baik, hanya saja kurang optimal dalam menunjang pencapaian kinerja pegawai. Hasil analisis jalur menunjukkan adanya pengaruh positif motivasi kerja, baik secara parsial maupun simultan terhadap kinerja tenaga kependidikan di Fakultas Kedokteran Unpad, dimana dengan adanya peningkatan motivasi kerja maka akan memberi dampak pada peningkatan kinerja tenaga kependidikan. Dari hasil penelitian juga teridentifikasi bahwa ada faktor lain yang mempengaruhi kinerja pegawai, misalnya: kompetensi, kepemimpinan, iklim kerja dan lain-lain.Saran dari hasil penelitian: (1) Organisasi perlu mengeluarkan kebijakan mengenai pola karir pegawai yang jelas. (2) Organisasi dan pimpinan perlu memberikan penghargaan kepada pegawai yang berprestasi. (3) Pimpinan perlu melakukan bimbingan agar pegawai mampu mengatur/mengelola pekerjaannya. (4) Agar pegawai dimudahkan untuk mendapatkan tugas belajar. (5) Hendaknya komunikasi antara pegawai dengan pimpinan lebih diintensifkan. (6) Organisai perlu merencanakan program pengembangan SDM secara berkesinambungan. (7) Perlu dilakukan penelitian lanjutan mengenai aspek lainnya yang berpengaruh terhadap kinerja pegawai.

ANALISIS BEBAN KERJA PADA SUB URUSAN PENDIDIKAN SARJANA KEDOKTERAN FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS PADJADJARAN BANDUNG

Jurnal Ilmu Administrasi : Media Pengembangan Ilmu dan Praktek Administrasi Vol 11, No 2 (2014): Jurnal Ilmu Administrasi
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Lembaga Administrasi Negara

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada masa pilot project Program Based Learning (PBL), agen perubahan melakukan transformasi terhadaporganisasi Sub Urusan Pendidikan Sarjana Kedokteran, baik perubahan struktur organisasi maupun tugas pokok danfungsi secara menyeluruh. Masalah dalam penelitian ini adalah: Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran, padaawalnya bersifat departemental yaitu segala penyelenggaraan kegiatan mulai dari kuliah, Ujian Tengah Semester(UTS), Ujian Akhir Semester (UAS), sampai ujian sidang skripsi diselenggarakan oleh departemen. Namun setelahterjadi perubahan semua hal tersebut menjadi terpusat di Unit Kerja Sub Urusan Pendidikan Sarjana Kedokteran.Dengan demikian, beban kerja Unit Kerja Sub Urusan Pendidikan Sarjana Kedokteran menjadi bertambah sehinggapegawai menanggung semua kelebihan beban kerja.Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dan kuantitaif. Adapun teknik pengumpulan datadilakukan dengan observasi dan wawancara kepada 10 responden di Sub Urusan Pendidikan Sarjana Kedokteran FKUNPAD. Teknik analisis data dilakukan berdasarkan perhitungan analisis beban kerja dalam Peraturan Menteri DalamNegeri Nomor 12 Tahun 2008 yang selanjutnya dideskripsikan dan diuraikan secara kualitatif dan disesuaikan denganhasil wawancara.Hasil penelitian menunjukkan hal sebagai berikut: 1.Jumlah kebutuhan pegawai berdasarkan analisis beban kerjaadalah 4 orang, 2. Efektivitas dan efisiensi jabatan bagian administrasi pada Sub Urusan Pendidikan Sarjana KedokteranFakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran dalam kategori A (Sangat Baik), 3. Efektivitas dan efisiensi unit kerjabagian administrasi pada Sub Urusan Pendidikan Sarjana Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjarandalam kategori A (Sangat Baik), 4.Berdasarkan hasil observasi di lapangan, peneliti menyimpulkan bahwa, baik padaJabatan maupun pada Unit Kerja Sub Urusan Pendidikan Sarjana dapat melaksanakan pekerjaan secara efektif karenadengan jumlah pegawai yang ada, mampu menyelesaikan pekerjaan dengan baik, namun tidak efisien karena banyakmelakukan penyelesaian pekerjaan di luar jam kerja. Hal tersebut dilakukan demi kelancaran penyelenggaraan kegiatanakademik (perkuliahan, ujian dan wisuda).