Matondang, Anas Munandar
Pusat Komputer Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Published : 3 Documents
Articles

Found 3 Documents
Search

EFFECTIVENESS AND IMPROVE THE MORALE INFORMATION SERVICES FOR STUDENTS AT MTS MUHAMMADIYAH 10 KOTANOPAN ACADEMIC YEAR 2015-2016 Matondang, Anas Munandar
RISTEKDIK : Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 1, No 2 (2016): Jurnal Bimbingan dan Konseling - Jul-Des 2016
Publisher : Pusat Komputer Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (253.142 KB)

Abstract

The study is based on the problem still lower students knowledge of moral development in the school environment in general, the researchers are "Whether a student can understand the moral development through information services? Which is formulated as follows: Does the implementation of information services can be to boost the morale of students in MTs. Muhammadiyah 10 Kotanopan objective to be achieved is that students acquire an image of increased knowledge of the moral good in MTs. Muhammadiyah 10 Kotanopan. The method used is experimental research that will be used in the form of Pre Experiment Design with pretest-posttest Experiment Group Design. With a sample experimental class is class VII1 many as 26 students and classes that control VII2 class is 20 students. Information services conducted four meetings, the first meeting to implement the pretest and posttest implement all treatments. From the results of operations to be carried, there was a considerable improvement, especially the second meeting of the findings in the experimental group there were significant increases between posttest results. To test the hypothesis used by the formula Wilcoxon Signed Rank Test by using SPSS version 20 oclock ujiwilcoxon used to analyze the results of observations from the two data are different or not. The average variable for understanding the moral development of 160.0769 (experiment) while 161.0500 (control) have seen a very significant difference. It is advisable for teachers to give students an understanding on the development of good morals in order to develop further, both in learning, implementation and evaluation of learning. For further research, is expected to make a research on moral development through other methods.
PENGALAMAN REMAJA DALAM MENGIMPLEMENTASIKAN PUASA SEBAGAI PEMBENTUK KEPRIBADIAN (STUDI TERHADAP REMAJA MASJID JAMI’ AL-MUHARRAM DI DESA BANDAR KHALIPAH) Matondang, Anas Munandar
JUANG: Jurnal Wahana Konseling Vol 1, No 2 (2018): JUANG
Publisher : JUANG: Jurnal Wahana Konseling

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (533.523 KB) | DOI: 10.31851/juang.v1i2.2089

Abstract

ABSTRAKAdapun yang menjadi latar belakang penelitian ini adalah, bahwa secara umum remaja  melaksanakan puasa  wajib (ramadhan). Akan tetapi puasa yang mereka lakukan dari tahun ke tahun belum ada efeknya terhadap perubahan prilaku mereka sehari-hari. Selama puasa mereka masih suka mengucapkan kata-kata kotor, mengejek dan menghina kawan sendiri, mencuri, main judi, minum-minuman, menonton film porno, pergaulan bebas (pacaran), melawan orang tua, keterlibatan obat-obatan (Narkoba) dan lain sebagainya yang mengakibatkan puasa yang mereka kerjakan tidak berdampak pada perubahan perilakunya. Jenis penelitian yang digunakan adalah field research (penelitian lapangan) dengan menggunakan metode kualitatif. Hakikat peneliti sebagai instrumen kunci diaplikasikan dalam penggunaan teknik pengumpulan data kualitatif yang terdiri dari observasi berperanserta dan wawancara. Aalisis data dibagi menjadi tiga tingkat, yaitu analisis data pada tingkat awal, analisis pada saat pengumpulan data lapangan dan analisi data setelah selesai pengumpulan data dan terakhir adalah triangulasi data. Hasil yang dipeoleh dalam penelitian ini yaitu pertama saudara Angga advori Pratama memiliki pengalaman  bahwa puasa berdampak positif terhadap pembentukan kepribadiannya. Kedua Anggi Putri Dewi memiliki pengalaman bahwa puasa berdampak positif terhadap pembentukan kepribadiannya. Ketiga Hermansyah Piliang memiliki pengalaman bahwa puasa belum berdampak apapun terhadap kepribadiannya dan terakhir saudara Ridwan memiliki pengalman belum dapat merasakan hikmah dari puasa  terutama terhadap pembentukan kepribadiannya. Saran saya untuk mengatasi kendala-kendala dan problema yang dihadapi oleh remaja dalam melaksanakan puasa akan dapat teratasi apabila ada kerjasama yang dibangun antara orang tua dengan pemuka agama, antara orang tua dengan remaja, antara remaja dengan pemuka agama dan kerjasama antara remaja dengan masyarakat.Kata Kunci : Remaja, Puasa, Kepribadian                                                                      ADOLESCENT EXPERIENCES DRIVER MAKES FAST AS A PERSONAL FORMER (STUDY ON TEACHERS OF ADMINISTRATION, 'AL-MUHARRAM IN BANDAR KHALIPAH VILLAGE)ABSTRACTThe background of this research is that in general adolescents carry out compulsory fasting (ramadhan). But the fast that they do from year to year has no effect on their daily behavior changes. During fasting they still like to say dirty words, ridicule and insult their friends, steal, play gambling, drink, watch porn, promiscuity (dating), fighting parents, involvement of drugs (drugs) and others that cause fasting they do not have an impact on changes in behavior. The type of research used is field research using qualitative methods. The nature of the researcher as a key instrument was applied in the use of qualitative data collection techniques which consisted of observations of participation and interviews. Data analysis is divided into three levels, namely data analysis at the initial level, analysis at the time of field data collection and data analysis after completion of data collection and finally data triangulation. The results obtained in this study are first brothers Angga Pratama advocates have experience that fasting has a positive impact on the formation of his personality. Second Anggi Putri Dewi has experience that fasting has a positive impact on the formation of her personality. Third Hermansyah Piliang has experience that fasting has not had any impact on his personality and finally brother Ridwan has a pengalman not yet able to feel the wisdom of fasting especially towards the formation of his personality. My suggestion to overcome the constraints and problems faced by adolescents in carrying out fasting can be overcome if there is cooperation built between parents and religious leaders, between parents and teenagers, between adolescents with religious leaders and cooperation between adolescents and the community.Keywords: Teenagers, Fasting, Personality
PELAKSANAAN LAYANAN BIMBINGAN KELOMPOK MELALUI PENDEKATAN TEKNIK BERMAIN PERAN DALAM MENINGKATKAN KOMUNIKASI NAPOSO NAULI BULUNG Matondang, Anas Munandar; Sartika, Nora
ENLIGHTEN (Jurnal Bimbingan dan Konseling Islam) Vol 1 No 1 (2018): Educational Counseling, Rehabilitation Counseling
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling Islam IAIN Langsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32505/enlighten.v1i1.515

Abstract

Adapun latar belakang penelitian ini adalah berdasarkan fenomena yang terjadi di lapangan yaitu komunikasi di kalangan naposo nauli bulung kurang berkembang ditunjukkan dengan adanya gejala-gejala seperti anggota naposo nauli bulung sulit untuk berpartisipasi dalam suatu acara di desa, kurangnya minat bermusyawarah antar naposo nauli bulung, sulitnya mengkomunikasikan untuk membuat acara penting di desa dikarenakan kurang aktifnya anggota naposo nauli bulung, komunikasi remaja kurang aktif dan cendrung tertutup, kurang percaya diri dalam menyampaikan pendapat, kurangnya keterampilan dalam berkomunikasi sehingga adanya kesulitan dalam menyelenggarakan kegiatan di desa. Metodologi penelitian menggunakan penelitian tindakan (action research) yang dianggap lebih detail dalam melaporkan layanan bimbingan kelompok. Subjek penelitian ini adalah naposo nauli bulung desa Sihepeng Induk yang berjumlah 30 orang. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah angket dan pedoman observasi. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif kuantitatif. Data penelitian ini dianalisis menggunakan rumus rata-rata dengan teknik tabulasi data secara kuantitatif berdasarkan hasil tindakan. Hasil penelitian menunjukkan naposo nauli bulung sudah cukup aktif dalam kegiatan kelompok dan berani dalam mengungkapkan pendapatnya di muka umum, walaupun tidak semua anggota kelompok, juga masih ada yang berdasarkan perintah dari peneliti baru berani, tapi secara keseluruhan sudah terlihat peningkatannya.