Hendradinata, Hendradinata
Politeknik Sekayu

Published : 8 Documents
Articles

Found 8 Documents
Search

PERENCANAAN UNIT MESIN PENDINGIN UNTUK KEBUTUHAN PENGKONDISIAN UDARA PADA GEDUNG REKTORAT POLITEKNIK SEKAYU Hendradinata, Hendradinata
PETRA : Jurnal Teknologi Pendingin dan Tata Udara Vol 1 No 1 (2015): Jurnal PETRA
Publisher : Politeknik Sekayu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (844.47 KB)

Abstract

Mesin pendingin merupakan salah satu elemen untuk kenyamanan dalam menunjang  kegiatan di dalam  gedung (terutama di gedung rektorat politeknik sekayu). Pemilihan unit Pengkondisian udara  disesuaikan dengan ukuran ruangan, semakin besar ruangan yang harus didinginkan maka semakin besar pula kapasistas sistem pengkondisian udara yang digunakan. Pada gedung rektorat politeknik sekayu jenis sistem refrigerasi dan yang digunakan adalah unit chiller dengan sistem  all-water system. Dari perhitungan beban  pendingin maka didapat kapasitas pendinginan di gedung rektorat politeknik sekayu sebesar 137.4 kW atau 39 TR, Temperatur ruangan yang di kondisikan 24   berdasarkan rekomendasi ASHRAE Handbook of Fundamentals antara 75°F atau sekitar 23°C pada kelembaban 50% sampai 78°F atau sekitar 26°C pada kelembaban 70%. Sedangkan temperatur udara luar 35  berdasarkan temperatur puncak di indonesia. Dengan jenis refrigeran yang digunakan refrigran campuran ( mixtures) Zeotropic yaitu R-10A dengan komposisi R 32 (50%) dan R 125 (50%). Temperatur pada set point evaporator chiller 7  sehingga di rencanakan temperatur refrigrant secondary yang memasuki FCU atau AHU 15 . Pada analisa siklus refrigerasi kompresi uap plotting P-h diagram menggunakan software coolpack dan untuk pemilihan unit chiller berdasarkan airwell wesper catalog chiller 2014
ANALISA PENGARUH RESIRKULASI UDARA PADA KABIN EVAPORATOR TERHADAP PERFORMANSI MESIN REFRIGERASI KOMPRESI UAP AIR CONDITIONER DENGAN REFRIGERAN R134A Hendradinata, Hendradinata; Mahendra, Mahendra
PETRA : Jurnal Teknologi Pendingin dan Tata Udara Vol 2 No 1 (2016): Jurnal PETRA
Publisher : Politeknik Sekayu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1234.423 KB)

Abstract

Penelitian tentang Refrigerasi dan Tata Udara telah banyak di lakukan untuk mendapatkan Performansi Terbaik, dengan meninjau dari  pengaruh Komponen Utama Mesin itu sendiri ataupun dari luar komponen Utama Mesin pendingin. Seperti Beban pendingin ataupun Resirkulasi udara dari kabin yang udaranya  ingin dikondisikan. Oleh karena itu, Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan pengaruh dari Resirkulasi udara pada kabin terhadap kinerja mesin refrigerasi kompresi uap. Metode penelitian ini adalah metode eksperimental dengan membandingkan secara langsung Resirkulasi udara dari 0 % sampai  100 %  pada kabin pendingin dengan menghitung COP Ideal dari masing masing Eksperimen, kecepatan fan Evaporaotor dan Fan kondensor dikondisikan tetap. Hasil penelitian didapatkan bahwa COP tertinggi dengan nilai 4.05 terdapat pada Resirkulasi udara 20 % pada temperatur evaporator  2,5 oC. COP terendah dengan nilai 3.43  terdapat pada Resirkulasi udara 100 % pada temperatur Evaporator  -2.8 oC. Arus listrik dikompresor terbesar pada resirkulasi 0 % dengan nilai 2.4 Ampere dan terkecil pada resirkulasi 100 % dengan nilai 2 Ampere.
PERENCANAAN UNIT MESIN PENDINGIN UNTUK KEBUTUHAN PENGKONDISIAN UDARA PADA GEDUNG ASRAMA PUTRA POLITEKNIK SEKAYU Hendradinata, Hendradinata
PETRA : Jurnal Teknologi Pendingin dan Tata Udara Vol 2 No 2 (2016): Jurnal PETRA
Publisher : Politeknik Sekayu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (500.617 KB)

Abstract

Perencanaan Unit Mesin Pendingin Untuk Kebutuhan Pengkondisian Udara pada Gedung Asrama PutraPoliteknik Sekayu bertujuan untuk memilih Mesin Pendingin dan Kapasitas Komponen Mesin Pendingin,Metode Pengambilan Data dilakukan dengan mengukur beban Secara Langsung, Pemilihan unit Pengkondisianudara disesuaikan dengan ukuran ruangan, semakin besar ruangan yang harus didinginkan maka semakin besarpula kapasistas sistem pengkondisian udara yang digunakan. Hasil penelitian yaitu, Siklus Refrigerasi yangdigunakan Pada gedung Asrama Putra politeknik sekayu yaitu jenis sistem refrigerasi Kompresi Uap dan yangdigunakan adalah unit chiller dengan sistem all-water system.,Dari perhitungan beban pendingin maka didapatkepasitas pendinginan di gedung Asrama Putra politeknik sekayu sebesar 54,01 kW atau 15 TR . Temperaturruangan yang di kondisikan 24℃ berdasarkan rekomendasi ASHRAE Handbook of Fundamentals antara75,2°F atau sekitar 23°C pada kelembaban 50% sampai 78,6°F atau sekitar 26°C pada kelembaban 70%.Sedangkan temperatur udara luar 35℃ berdasarkan temperatur puncak di indonesia. Dengan jenis refrigeranyang digunakan refrigran campuran ( mixtures) Zeotropic yaitu R-10A dengan komposisi R 32 (50%) dan R 125(50%) Temperatur pada set point evaporator chiller 7℃( sehingga di rencanakan temperatur refrigrant secondaryyang memasuki FCU atau AHU 15℃ karena dipengaruhi oleh panjang pipa. Menurut ASHRAE chapter 13refrigeration load jarak antara temperatur coil dan ruangan adalah 7℃ sehingga temperatur di ruangan minimal22℃) Pada analisa siklus refrigerasi kompresi uap plotting P-h diagram menggunakan software coolpack danuntuk pemilihan unit chiller berdasarkan airwell wesper catalog chiller 2014
ANALISA PERFORMANCE PENGARUH JUMLAH KANDUNGAN GARAM (NaCI) PADA INDUSTRIAL ICE BLOCK MAKER SEBAGAI SECONDARY REFRIGERAN Hidayati, Baiti; Hendradinata, Hendradinata
PETRA : Jurnal Teknologi Pendingin dan Tata Udara Vol 2 No 2 (2016): Jurnal PETRA
Publisher : Politeknik Sekayu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (190.764 KB)

Abstract

Ice Block merupakan salah satu jenis es yang banyak digunakan untuk keperluan domestik, produksi Ice Blockbanyak digunakan untuk proses pengawetan suatu prodak dalam jangka waktu tertentu. Industrial Ice BlockMaker Trainer adalah salah satu alat yang digunakan untuk membuat Ice Block dengan menggunakan Naclsebagai refrigeran sekunder. Jumlah kandungan garam (NaCl) sebagai refrigeran sekunder tentu mempengaruhiperformance suatu sistem pendingin dan hasil akhir yang didapat. Untuk itu maka dilakukan penelitianpengaruh jumlah kandungan garam pada proses pembuatan Ice Block menggunakan Industrial Ice Block Maker.Tujuannya yaitu untuk memperoleh performance dan efek pendinginan yang baik. Penelitian ini menggunakanmetode eksperimen dengan membandingkan empat variasi larutan garam (NaCl) yaitu 10%, 15%, 20% dan 25%dengan pengambilan data per 60 menit sebanyak 3 kali. Data yang diambil berupa tekanan dan temperatur. Daridata yang diambil maka akan didapat nilai entalpi dan COP pada masing-masing proses dengan siklus kompresiuap. Hasil penelitian menunjukan bahwa suhu maksimal yaitu -19.9830C COPactual terbaik pada persentasecampuran larutan garam (NaCl) 25% pada menit ke 180 yaitu 1,7 dan efisiensi terbesar terjadi pada persentasecampuran larutan garam (NaCl) 20% pada menit ke 120 yaitu 34,48%.
PENGARUH VARIASI PANJANG DAN DIAMETER PIPA KAPILER TERHADAP COP PADA TRAINER SISTEM PENDINGIN DASAR Homzah, Ozkar Firdausi; Hendradinata, Hendradinata; Akui, Beta
PETRA : Jurnal Teknologi Pendingin dan Tata Udara Vol 3 No 1 (2017): Jurnal PETRA
Publisher : Politeknik Sekayu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (386.562 KB)

Abstract

Sistem pendingin kompresi uap adalah sistem refrigerasi yang paling umum digunakan saat ini. Variasibeberapa komponen dapat dilakukan untuk memperbaiki koefisien dari prestasi kerja. Dalam hal ini,memvariasikan diameter pipa kapiler dengan menggunakan refrigerant R404A. Pipa kapiler yang divariasikanyaitu ukuran 0,026 dan 0,042 inch dengan masing – masing panjang 200 cm, 150 cm, 100 cm, dan 50 cm.Tujuan penelitian ini yaitu melakukan analisa coefficient of performance pada trainer dasar sistem Pendingindan memberikan rekomendasi tentang diameter pipa kapiler dan panjang pipa kapiler yang efisien untukdigunakan. Metode yang digunakan meliputi 2 tahapan yaitu pemeriksaan trainer dasar pendingin dan pengujiankinerja trainer. Pada pemeriksaan trainer dasar sistem pendingin yaitu melakukan pergantian pipa kapiler danmelakukan pengecekkan kebocoran pada sistem, pada tahap pengujian kinerja trainer yaitu pengujian dilalukan60 menit dengan pengambilan data masing – masing 5 menit dan melakukan analisa dari data tersebut.Perubahan panjang pipa kapiler berpengaruh terhadap kapasitas pendinginan dan coefficient of performancetrainer. Dapat dianalisis dari pernamdingn nilai rata – rata bahwa penurunan daya kompressor, kapasitaspendinginan di evaporator, coefficient of performance (COP) dan efisiensi pada trainer dasar sistem pendingindengan perubahan panjang dan dimeter pipa kapiler, mendapat hasil yaitu pipa kapiler 0,042 inch denganpanjang 100 centimeter dimana nilai kerja kompressor (Qw) sebesar 39,124 kJ/kg, nilai kapasitas pendinginan(Qe) sebesar 114,232 kJ/kg, COPa sebesar 2,91, COPc sebesar 4,39 (ᶯ) 66%.
PENGONTROLAN TEMPERATURE BERBASIS MICROCONTROLLER ARDUINO UNO SMD R3 PADA FREEZER PORTABLE Hendradinata, Hendradinata; Haryanto, Haryanto; Saputra, Lendra
PETRA : Jurnal Teknologi Pendingin dan Tata Udara Vol 3 No 1 (2017): Jurnal PETRA
Publisher : Politeknik Sekayu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (530.423 KB)

Abstract

Di era globalisasi ini perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi berkembang secara pesat, terutamadibidang elektronika. Freezer Portable merupakan peralatan penting untuk penyimpanan ayam dan ikansehingga perlu didukung oleh sistem pengontrol temperature penyimpanan seharusnya. Tujuan penelitian iniadalah untuk merancang, merakit, mengaplikasikan dan menguji sistem kontrol temperature berbasisMicrocontroller Arduino Uno R3 pada mesin Freezer Portable.Penelitian Ini Memiliki Perancangan PerangkatKeras (Microcontroller Arduino Uno, Sensor Suhu DHT22, Relay dan LCD) dan Perancangan Perangkat Lunak( Software Arduino). Pada penelitian ini dilakukan dua kali Perakitan Perangkat Keras yaitu perakitan seluruhkomponen pengontrol dan perakitan sistem kontrol pada mesin Freezer Portable. Kesimpulan penelitian iniyaitu rancangan sistem kontrol temperature memiliki 3 tahapan yang pertama pemrograman, pengujian programdan implementasi program ke alat, perakitan sistem kontrol temperature memiliki 2 tahapan yaitu perakitanseluruh komponen sistem pengontrol suhu dan perakitan keseluruhan alat pengontrol suhu pada FreezerPortable dimana sensor suhu diletakkan didalam kabin, pengaplikasian sistem kontrol temperature sesuaiinstruksi program yang dimasukkan kedalam microcontroller oleh programmer dan pengujian dinyatakanberhasil dengan melakukan validasi menggunakan tang ampere yang diletakkan pada line kompresor. Apabilasuhu -20⁰C (ditampilkan pada tang ampere dan LCD sistem kontrol) kompresor mati, jika suhu -18⁰C(ditampilkan pada tang ampere dan LCD sistem kontrol) kompresor hidup.
RANCANG BANGUN MESIN REFRIGERASI SHOWCASE MENGGUNAKAN R-404a Hendradinata, Hendradinata
PETRA : Jurnal Teknologi Pendingin dan Tata Udara Vol 5 No 1 (2018): Jurnal PETRA
Publisher : Politeknik Sekayu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (417.203 KB)

Abstract

Salah satu pengawetan yang sering diterapkan manusia dalam usaha untuk memperpanjang masa simpansuatu pangan adalah pendinginan. Banyak sekali bahan pangan atau makanan yang saat ini telah menjadi produkkebutuhan manusi dimana dalam pengolahannya mengalami proses pendinginan, salah satunya adalah produkFloridina. Untuk menjaga kualitas floridina tetap dalam kondisi yang diinginkan dibutuhkan suatu alat yangdapat menunjang agar Floridina tersebut tidak sampai rusak. Tujuan dari rancang bangun mesin Showcase iniadalah melakukan perhitungan total beban pendingin, dapat melakukan pemilihan komponen-komponenshowcase sesuai dengan kapasitas yang dibutuhkan dan merancang alat showcase dengan kapasitas ¼ HP.Showcase adalah suatu media yang berfungsi sebagai pemajang suatu produk yang dapat menambah nilai jualdari produk. Pada perancangan dan pembangunan mesin showcase dilakukan secara bertahap. Dimulai denganpengumpulan data, perhitungan beban pendingin meliputi: beban kalor konduksi, beban produk dan bebaninfiltrasi. Serta melakuan perhitungan sebagai metode untuk menentukan kapasitas daya yang dibutuhkan.Berdasarkan perancangan yang dilakukan maka komponen yang dihasilkan yaitu daya kompresor sebesar158,154 W, daya kondensor sebesar 812,7 W, pipa kapiler panjang 1,50 M dengan diameter 0,28 mm dan dayaevaporator sebesar 654,546 W, serta COP yang dimiliki sebesar 4,1.
KINERJA MODIFIKASI AIR CONDITIONING (AC) DENGAN UNIT KONDENSOR SPLIT 1 HP MENGGUNAKAN INDOOR UNITAIR CONDITIONING (AC) SPLIT 2 HP Hendradinata, Hendradinata; Santosa, I Dewa Made Cipta
PETRA : Jurnal Teknologi Pendingin dan Tata Udara Vol 5 No 1 (2018): Jurnal PETRA
Publisher : Politeknik Sekayu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (456.88 KB)

Abstract

Masalah yang sering terjadi pada mesin pendingin khusus nya Air Conditioning adalah terjadikerusakan unit indoor saja ataupun Unit outdoor saja, ketika kerusakan itu tidak bisa di service maka penggunaharus membeli baru sedangkan pembeli alat yang baru harus menyeluruh,dan tidak bisa pembelian Unit outdoorsaja ataupun Membeli Unitindoor saja. Untuk itu Tujuan dari penelitian ini adalah Untuk Menguji Unit AirConditioning (AC) Split 1 Hp Menggunakan Indoor UnitAir Conditioning (AC) Split 2 Hp, sehingga didapatkan Kinerja Mesin Air Conditioning jika dimodifikasi sedemikan rupa baik ditinjau Kapasitas Pendingin,COP mesin dan efisiensi sistem mesin Air Conditioning tersebut. Pengambilan data ini dilaksanakan diLaboratorium Teknik Pendingin Dan Tata Udara Politeknik Sekayu , Hari senin-jum’at, Tanggal 7-11Maret 2018 Dengan pemilihan Tekanan Suction 60 Psi dan 70 Psi. Data-data yang diperlukan dalam melakukanuji kinerjapada Air Conditioning (AC):Tekanan suction, tekanan discharge, Temperatur keluaran kompresor,temperatur keluaran kondensor, temperatur keluaran expansi, dan Tempratur keluaran evaporator. Hasil yang didapat pada penelitian menggunakan Air Conditioning (AC) Unit Kondensor Split 1 Hp Menggunakan IndoorUnitAir Conditioning (AC) Split 2 Hp bisa di gunakan dengan tekanan terbaik adalah 70 psi rata rata COP didapat 5.0, kapasitas pendingin yang di dapat 3193.8 watt, efisiensi rata rata yang di dapat 87.055%.Disimpulkan bahwa hasil modifikasi tidak berpengaruh negatif terhadap Mesin Air Conditioning