p-Index From 2014 - 2019
0.751
P-Index
This Author published in this journals
All Journal SEGAR
Purba, Ruliando Hasea
Universitas Negeri Jakarta

Published : 6 Documents
Articles

Found 6 Documents
Search

Profil Indeks Massa Tubuh dan Kebugaran Jasmani Anak Sekolah Menengah Pertama Santa Maria Fatima

SEGAR Vol 5 No 1 (2017): Jurnal SEGAR, Volume 5 Nomor 1, November 2017
Publisher : Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (177.228 KB)

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui atas dasar kurangnya kesadaran akan kebugaran jasmani dan indeks massa tubuh yang ideal pada siswa putra dan putri usia 13-15 Tahun di SMP Santa Maria Fatima II Kampung Pulo, Jatinegara Jakarta Timur.  Sampel peneliitian ini adalah siswa santa maria fatima dari jumlah populasi 150 siswa maka didapat 60 orang siswa yang menjadi sampel penelitian secara kriteria. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan statistic berupa angket dengan tes dan pengukuran. Tes untuk indeks massa tubuh menggunakan tinggi badan dan berat badan, sedangkan untuk tes kebugaran jasmani menggunakan lari 50m, angkat tubuh, baring duduk, vertical jump dan lari 800/1000m. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan hasil nilai-nilai yang menjadi ciri bahwa indeks massa tubuh dan kebugaran jasmani siswa sekolah menengah pertama santa maria fatima yang normal. Untuk klasifikasi kebugaran jasmani siswa mendapatkan hasil yang cukup dengan rata-rata. Tes Kebugaran Jasmani untuk 50 Meter dengan rata-rata 8,3 detik, Gantung Angkat Tubuh/Gantung Angkat Siku dengan rata-rata 8,5, Lari 800/1000 Meter dengan rata-rata 3,8 menit dikategorikan “Sedang” dan Tes Kebugaran Jasmani untuk Baring Duduk dengan rata-rata 22,73 dan Verctical Jump dengan rata-rata 44,93 dikategorikan “Baik”. Dapat disimpulkan bahwa siswa SMP Santa Maria Fatima berada dalam kategori yang cukup baik. Kata Kunci: Indeks Massa Tubuh dan Kebugaran Jasmani

Pengetahuan Anggota Korps Sukarela Palang Merah Indonesia (KSR PMI) Unit Universitas Negeri Jakarta Mengenai Penanganan Cedera Olahraga

SEGAR Vol 5 No 1 (2017): Jurnal SEGAR, Volume 5 Nomor 1, November 2017
Publisher : Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (230.218 KB)

Abstract

Abstrak: Penelitian ini memiliki tujuan untuk Mengetahui Pengetahuan Anggota Korps Sukarela Palang Merah Indonesia (KSR PMI) Unit Universitas Negeri Jakarta Mengenai Penanganan Cedera Olahraga. Penelitian ini dilakukan di seketariat Jl. Rawamangun Muka, Kampus A UNJ Gd. G Lantai 1 No.103 Jakarta Timur 13220.  Pada tanggal 1 Juni 2016. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan teknik survey penyebaran angket sebagai instrumen dalam pengumpulan data, sampel yang digunakan yaitu seluruh anggota aktif Korps Sukarela Palang Merah Indonesia (KSR PMI) Unit Unversitas Negeri Jakarta Tahun 2016 yang berjumlah 35 orang, pengambilan sampel dengan menggunakan teknik total sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner yang di gunakan berbentuk pernyataan dengan menggunakan Skala Guttman. Hasil penelitian menunjukan: Anggota Korps Sukarela Palang Merah Indonesia (KSR PMI) Unit Universitas Negeri Jakarta memiliki Pengetahuan Mengenai Penanganan Cedera Olahraga menujukan sebesar 29 anggota memiliki pengetahuan yang baik, sebanyak 6 anggota memilki pengetahuan cukup, Nilai Rata-Rata Pengetahuan Anggota KSR PMI Unit UNJ 79% memiliki pengetahuan yang baik. Kata Kunci: Pengetahuan, Anggota Korps Sukarela Palang Merah Indonesia (KSR PMI) Unit UNJ, Cedera Olahraga

Perbandingan Latihan Otot Isotonik dan Isometrik terhadap Peningkatan Kekuatan Otot Quadriceps Femoris pada Mahasiswa Program Studi Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Jakarta

SEGAR Vol 6 No 1 (2017): Jurnal SEGAR, Volume 6 Nomor 1, November 2017
Publisher : Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (214.34 KB)

Abstract

Abstrak.Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan hasil peningkatan kekuatan otot quadriceps femoris mahasiswa program studi Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Jakarta angkatan 2015, yaitu dengan menggunakan metode latihan isotonik dan metode latihan isometrik. Selain itu, juga mencari dan menemukan metode mana yang lebih signifikan dalam memberikan kontribusi pada hasil peningkatan kekuatan otot quadriceps femoris. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode eksperimen. Jumlah populasi pada penelitian ini adalah seluruh Mahasiswa Program Studi Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Jakarta Angkatan 2015 dan sampel pada penelitian ini adalah Mahasiswa Program Studi Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Jakarta Angkatan 2015 yang diambil dengan metode purposive sampling. Data dikumpulkan dan diolah menggunakan metode uji T-Independen. Sampel dilibatkan dalam prosedur eksperimen pre-post two group design dengan 16 kali sesi latihan menggunakan Leg Extension Machine. Hasil penelitian menunjukan bahwa terjadi peningkatan hasil kekuatan otot quadriceps femoris setelah diberikan latihan dengan mengunakan metode isotonik dengan nilai t-hitung 15,16 Lebih besar dari nilai t-tabel 2,262. Selain itu, juga terjadi peningkatan hasil kekuatan otot quadriceps femoris setelah diberikan latihan dengan menggunakan metode isometrik dengan nilai t-hitung 17,15 lebih besar dari nilai t-tabel 2,262. Selain itu juga terjadi peningkatan otot lebih besar pada metode latihan isotonik disbanding metode latihan isometrik dengan nilai t-hitung 2,375 lebih besar dari t-tabel 2,101. Kata Kunci : Kekuatan otot, Kontraksi otot, Metode latihan penguatan.

Hubungan Kadar Hemoglobin dan Denyut Nadi Istirahat terhadap Kapasitas Aerobik Siswa SMKN 58 Jakarta yang Mengikuti Ekstrakurikuler Futsal

SEGAR Vol 2 No 1 (2013): Jurnal SEGAR, Volume 2 Nomor 1, November 2013
Publisher : Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (271.522 KB)

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara Kadar Hemoglobin dan Denyut Nadi Istirahat Terhadap Kapasitas Aerobik baik secara sendiri-sendiri maupun bersama-sama. Penelitian dilakukan di laboratorium Klinik Mulya Farma, Setu Cipayung, Bambu  Apus  Jakarta  Timur  pada  tanggal  13  dan  21  September  2012. Penelitian menggunakan metode survey dengan teknik korelasi, sampel adalah siswa SMK N 58 Jakarta yang mengikuti ekstrakurikuler futsal. Pengambilan sampel dengan menggunakan purposive sampling. Dari keseluruhan yang mengikuti ekstrakurikuler futsal diambil 18 orang untuk dijadikan sampel yang berdasarkan ciri-ciri, sifat-sifat dan karakteristik tertentu. Teknik pengujian hipotesis dilakukan dengan menggunakan teknik analisis   statistik korelasi sederhana  dan  korelasi  ganda  yang  dilanjutkan  dengan  uji-t  pada  taraf signifikan α = 0,05. Hasil penelitian menggambarkan pertama, terdapat hubungan yang signifikan antara Kadar Hemoglobin terhadap Kapasitas Aerobik, dengan persamaan  garis regresi linear Ỹ = 15,32 + 0,69 X1, koefisien korelasi (ry1) = 0,72 X2, koefisien korelasi (ry2) = 0,71 dan determinasi (ry2) = 0,5041, yang berarti  variable  Denyut  Nadi  Istirahat  memberikan  sumbangan  terhadap Kapasitas Aerobik sebesar 50,41%. Ketiga, terdapat hubungan yang signifikan antara Kadar Hemoglobin dan Denyut Nadi Istirahat secara bersama-sama terhadap Kapasitas Aerobik dengan persamaan garis regresi linear ganda Ỹ =0,69 dan koefisien determinasi (ry2) = 0,4761, yang berarti variable Kadar Hemoglobin  memberikan  sumbangan  terhadap  Kapasitas  Aerobik  sebesar 47,61%. Kedua, terdapat hubungan yang signifikan antara Denyut Nadi Istirahat terhadap Kapasitas Aerobik, dengan persamaan garis regresi linear Ỹ = 14,07 + 3,5 + 0,44X1 + 0,49X2, koefisien korelasi ganda (Ry1-2) = 0,81 dan koefisien determinasi (Ry1-  2) = 0,6561, yang berarti bahwa variabel Kadar Hemoglobin dan  Denyut  Nadi  Istirahat  secara  bersama-sama  memberikan  sumbangan terhadap Kapasitas Aerobik sebesar 65,61%.  Kata kunci: Kadar haemoglobin, denyut nadi istirahat, kapasitas aerobik, ekstrakurikuler futsal.

Perbandingan Cedera Olahraga pada Atlet Beladiri Taekwondo dan Beladiri Judo selama Berada di Pusat Pelatihan dan Latihan Pelajar (PPLP) Ragunan

SEGAR Vol 2 No 1 (2013): Jurnal SEGAR, Volume 2 Nomor 1, November 2013
Publisher : Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (620.383 KB)

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan cedera olahraga  pada  atlet  beladiri  Taekwondo  dan  atlet  beladiri  Judo  selama berada di Pusat Pendidikan dan Latihan Pelajar (PPLP) Ragunan. Penelitian ini dilakukan pada bulan Februari sampai selesai tahun 2012 di Pusat Pendidikan  dan  Latihan  Pelajar  (PPLP)  Ragunan.  Adapun  yang  menjadi objek penelitian ini adalah atlet beladiri taekwondo, atlet beladiri judo, dan dokter poliklinik di Pusat Pendidikan dan Latihan Pelajar (PPLP) Ragunan yang pernah mengalami cedera olahraga pada saat berolahraga. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode penelitian deskriptif dengan teknik survey, yaitu dengan wawancara. Berdasarkan hasil penelitian, dapat diperoleh kesimpulan yaitu: Atlet taekwondo yang mengalami cedera olahraga ada 22 atlet (95.65%), dan atlet judo yang mengalami cedera olahraga ada 18 atlet (100%). Dari 22 atlet taekwondo yang mengalami cedera olahraga, didapat 92 kasus cedera olahraga,  dan  dari  18  atlet  judo  yang  cedera  didapat  60  kasus  cedera olahraga. Atlet taekwondo paling banyak mengalami cedera pada tubuh bagian bawah yaitu ada 66 kasus cedera  (71.74%), dan pada atlet judo paling banyak mengalami cedera pada tubuh bagian atas yaitu ada 40 kasus (66.67%). Atlet taekwondo dan atlet judo paling banyak mengalami cedera olahraga pada saat latihan, pada atlet taekwondo ada 80 kasus (86.96%), dan pada atlet judo ada 48 kasus (80%).atlet taekwondo dan atlet judo paling banyak mengalami cedera olahraga karena faktor  internal violence, pada atlet taekwondo ada 62 kasus 67.40%), dan pada atlet judo ada 30 kasus (50%). Atlet taekwondo dan atlet judo paling banyak menangani cedera olahraga dengan pergi ke poliklinik PPLP Ragunan, pada atlet taekwondo ada 80 kasus (86.96%) dan pada atlet judo ada 50 kasus (83.33%). Atlet taekwondo paling banyak mengalami jenis cedera otot & tendo yaitu ada 36 kasus (45%), dan atlet judo paling banyak mengalami jenis cedera ligament dan sendi, yaitu masing-masing ada 20 kasus (40%). Atlet taekwondo dan atlet judo paling banyak mengalami cedera ringan, pada atlet taekwondo ada 58 kasus (72.5%) dan pada atlet judo ada 30 kasus (60%). Atlet taekwondo dan atlet judo paling banyak mengalami cedera kronis, pada atlet taekwondo ada 46 kasus (57.5%) dan pada atlet judo ada 29 kasus (58%). Kata kunci : Cedera olahraga, atlet beladiri taekwondo, atlet beladiri judo, pusat pelatihan dan latihan pelajar.

Pemahaman Personal Trainer Tentang Cedera Olahraga dan Program Penurunan Berat Badan di Fitness Elite Club Epicentrum Kuningan Jakarta

JURNAL SEGAR Vol 6 No 2 (2018): Jurnal SEGAR, Volume 6 Nomor 2, Mei 2018
Publisher : Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (483.661 KB)

Abstract

PEMAHAMAN PERSONAL TRAINER TENTANG CEDERA OLAHRAGA DAN PROGRAM PENURUNAN BERAT BADAN DI FITNESS ELITE CLUB EPICENTRUM KUNINGAN JAKARTA   Tommy Haryawan1, Ruliando Hasea Purba2, Albert Wolter Aridan Tangkudung2 1Fakultas Ilmu Olahraga, 2 Universitas Negeri Jakarta   Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemahaman personal trainer tentang cedera olahraga dan program penurunan berat badan di fitness elite club kuningan jakarta. Penelitian ini dilaksanakan di Fitness Elite Club Epicentrum Kuningan Jakarta. Jl. Epicentrum Utara Raya, Kuningan Jakarta Selatan 12940 pada bulan juli 2017. Penelitian ini menggunakan metode survey penyebaran angket sebagai instrument dalam pengumpulan data, sampel yang digunakan yaitu personal trainer yang bekerja di fitness elite club kuningan jakarta. total PT di fitness tersebut berjumlah 14 orang. Pengambilan sampel menggunakan total sampling. Instrument penelitian menggunakan angket dalam bentuk penyataan dengan pilihan jawaban “benar atau salah” dan dengan metode penelitian skala Guttman. Hasil penelitian menunjukan: 9 personal trainer memiliki pengetahuan baik tentang pemahaman cedera olahraga dan ada 5 personal trainer memiliki pengetahuan yang cukup tentang program penurunan berat badan, sedangkan ada 12 orang personal trainer yang memiliki pengetahuan baik program penurunan berat badan dan 2 orang yang memiliki kemampuan cukup dalam pengetahuan cedera olahraga. Kata Kunci: Personal trainer, cedera, penurunan berat badan.