SULISTIANINGSIH, EKA
Politeknik Kesehatan, Kementerian Kesehatan Tanjungkarang

Published : 5 Documents
Articles

Found 5 Documents
Search

Pengaruh Daun Salam Terhadap Penurunan Kadar Kolesterol Pada Penderita Hipertensi Di Wilayah Kerja Puskesmas Raja Basa Indah Kota Bandar Lampung

Jurnal Analis Kesehatan Vol 4, No 1 (2015): JURNAL ANALIS KESEHATAN
Publisher : Politeknik Kesehatan, Kementerian Kesehatan Tanjungkarang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di RSUD Dr. Hi. Abdul Moeloek Propinsi Lampung terkait dengan jumlah penyakit hipertensi yang terdapat berdasarkan data buku registrasi pada bulan September-Desember tahun 2011 sebanyak 83 penderita hipertensi, pada tahun 2012 sebanyak 310 penderita hipertensi. Data dari puskesmas Raja Basa Indah jumlah penderita hipertensi sebanyak 2.417 (Profil Dinas Kesehatan Lampung 2011). Jumlah kasus hipertensi ini   menempati urutan ketiga setelah penyakit infeksi saluran nafas atas.   Dari hasil pre survei yang dilakukan terhadap 10 penderita hipertensi yang berobat ke Puskesmas dilakukan pemeriksaan kolesterol didapatkan data sebanyak 7 (70%) penderita hasil pemerikasaan kadar kolesterolnya melebihi batas normal. Rancangan penelitian ini adalah kuasi eksperimen   dengan pendekatan pre dan post test only design tanpa kontrol. Melalui desain ini dimaksudkan mencari hubungan sebab akibat dengan memberikan rebusan daun salam kepada penderita hyperkolesterol dan  kemudian dilakukan pengukuran sebelum  diberikan rebusan  daun  salam  dan  sesudah diberikan rebusan daun salam. Analisa penelitian yang di gunakan adalah analisa univariat dan bivariat menggunakan uji T. Hasil uji statistik menunjukkan adanya pengaruh daun salam terhadap penurunan kadar kolesterol pada penderita hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Raja Basa Indah Kota Bandar Lampung Tahun 2014

Hubungan Pemberantasan Sarang Nyamuk DBD dan Pencegahan Gigitan Nyamuk Aedes aegypti dengan Kejadian DBD

Jurnal Kesehatan Vol 4, No 1 (2013): Jurnal Kesehatan
Publisher : Politeknik Kesehatan Tanjungkarang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Amrul Hasan1)Eka Sulistianingsih2)1) Jurusan Kesehatan Lingkungan Poltekkes Kemenkes Tanjungkarang                                  2)Jurusan Analis Kesehatan Poltekkes Kemenkes TanjungkarangEmail: amrulhasan@gmail.com Abstract: Relationships mosquito nest eradication of dengue and Aedes aegypti Mosquito Bite Prevention with dengue incidence. Dengue hemorrhagic fever is a public health problem in North Lampung regency. In the years 2007 to 2010 experienced a downward trend, the 2007 dengue incidence rate of 42.85 per 100,000 population increased to 57.4 per 100,000 in 2011, until the end of March 2012 the number of cases more than 350 cases, but in the year 2011 increased outstanding, so that the Government of North Lampung regency set as outbreaks local research 4.The purpose of this research is to know the relationship habits to eradicate mosquito breeding (PSN) and the prevention of mosquito bites with the incidence of dengue in North Lampung regency Kotabumi. Design of case-control studies with a total sample of 406 individuals consisting of 203 cases and 203 controls. Data was collected through interviews and observation. The survey results revealed no association with the incidence of PSN habit of dengue hemorrhagic fever. Individuals who do not have a 3M risk of 4.45 (95% CI: 2.38 to 8.30) times with DHF compared with individuals who did 2M or 3M. Individuals who do 1M (drain or cover or bury it) risk of 2.67 (95% CI: 1.46 to 4.89) times suffer from DHF compared with individuals who did 2 M or 3 M after controlled variables for an object that can be hold water around the house and bite prevention mosquito habits. There is a relationship between habits to prevent mosquito bites associated with the incidence of dengue. Individuals who do not perform mosquito bite prevention risk 5.43 (95% CI: 3.14 to 9.36) times with DHF compared with individuals who did 2 and 3 types of mosquito bite prevention. Individuals who did one mosquito bite prevention (using the repellent on skin or anti mosquito repellent or spray the room with insecticide) 2.03 times the risk of suffering from dengue compared with individuals who did 2 and 3 types of mosquito bite prevention after controlled with knowledge and the existence of objects that can hold water around the house. Keywords: Dengue, Aedes aegypti, a mosquito bite prevention Abstrak: Hubungan Pemberantasan Sarang Nyamuk DBD dan Pencegahan Gigitan Nyamuk Aedes aegypti dengan Kejadian DBD. Demam Berdarah dengue masih merupakan masalah kesehatan masyarakat di Kabupaten Lampung Utara. Pada tahun 2007 s.d 2010 mengalami tren penurunan, tahun 2007 incidence rate DBD sebesar 42,85 per 100.000 penduduk meningkat menjadi 57,4 per 100.000 pada tahun 2011,  hingga akhir Maret 2012 jumlah kasus lebih dari 350 kasus, akan tetapi pada tahun 2011 mengalami peningkatan yang luar biasa, sehingga Pemerintah Kabupaten Lampung Utara menetapkan sebagai KLB lokal4.Tujuan penelitian mengetahui hubungan kebiasaan melakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) dan pencegahan gigitan nyamuk dengan kejadian DBD di Kotabumi Kabupaten Lampung Utara. Desain penelitian kasus kontrol dengan jumlah sampel sebanyak 406 individu terdiri dari 203 kasus dan 203 kontrol. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara dan observasi. Hasil penelitian diketahui ada hubungan kebiasaan melakukan PSN dengan kejadian demam berdarah dengue. Individu yang tidak melakukan 3M memiliki risiko 4,45 (95% CI : 2,38-8,30) kali terkena DBD dibandingkan dengan individu yang melakukan 2M atau 3M. Individu yang melakukan 1M (menguras atau menutup atau mengubur saja) berisiko 2,67 (95% CI: 1,46-4,89) kali menderita DBD dibandingkan dengan individu yang melakukan 2 M atau 3 M setelah dikontrol dengan variabel keberadaan benda yang dapat menampung air di sekitar rumah dan kebiasaan melakukan pencegahan gigitan nyamuk.Ada hubungan antara kebiasaan melakukan pencegahan gigitan nyamuk berhubungan dengan kejadian DBD. Individu yang tidak melakukan pencegahan gigitan nyamuk berisiko 5,43 (95% CI: 3,14-9,36) kali terkena DBD dibandingkan dengan individu yang melakukan 2 dan 3 jenis pencegahan gigitan nyamuk. Individu yang melakukan 1 pencegahan gigitan nyamuk  (mengunakan repellent atau anti nyamuk bakar atau menyemprot ruangan dengan pembasmi serangga) berisiko 2,03 kali menderita DBD dibandingkan dengan individu yang melakukan 2 dan 3 jenis pencegahan gigitan nyamuk setelah dikontrol dengan pengetahuan dan keberadaan benda yang dapat menampung air di sekitar rumah. Kata kunci : DBD, Aedes aegypti, Pencegahan gigitan nyamuk

Efektivitas Air Rebusan dan Air Perasan Lengkuas Merah (Alpinia purpurata K.schum) dalam Menghambat Pertumbuhan Trichophyton rubrum Jamur Penyebab Kutu Air (Tinea pedis)

Jurnal Kesehatan Vol 9, No 3 (2018): Jurnal Kesehatan
Publisher : Politeknik Kesehatan Tanjungkarang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tinea pedis is dermatophytosis in the feet, especially between the fingers and soles of the feet. Chronic fungal infections in the form of peeling and skin rupture are the main manifestations, accompanied by pain and itching. Antifungal drugs have limitations, such as a narrow spectrum of antifungals, adverse effects on certain tissues and resistance to certain antifungals. One of the plants that are used for treatment is red-angled Galangal (Alpinia purpurata K.Schum). The research objective was to compare the effectiveness of boiled water and red galangal juice (Alpinia purpurata K.schum) in inhibiting the growth of fungus Trichophyton rubrum which causes water flea (Tinea pedis). The research was experimental with a completely randomized design (CRD) design. The independent variable is red galangal juice (Alpinia purpurata K.schum) and red galangal boiled water (Alpinia purpurata K.schum) with a concentration of 10%, 20%, 30%, 40%, 50%, 60%, 70%, 80 %, 90%, 100% and the dependent variable is the growth of fungus Trichophyton rubrum. Data analysis used the ANOVA test, followed by the BNT test (Smallest Real Difference) and T-test.The results showed that red galangal boiled water (Alpinia purpurata K.schum) did not have the ability to inhibit the growth of Trichophyton rubrum fungi. Red galangal juice (Alpinia purpurata K.schum) has the ability to inhibit the growth of fungi Trichophyton rubrum and the minimum concentration that can inhibit the growth of fungi Trichophyton rubrum is 10% with a mean inhibitory zone of 24.37 mm.

Gambaran Hasil Pemeriksaan Mikroskopis Pada Pasien Dengan Diagnosa Klinis Malaria Yang Berobat Di Puskesmas Sukamaju Telukbetung Bandar Lampung

Jurnal Analis Kesehatan Vol 5, No 1 (2016): JURNAL ANALIS KESEHATAN
Publisher : Politeknik Kesehatan, Kementerian Kesehatan Tanjungkarang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyakit malaria adalah suatu penyakit yang disebabkan oleh parasit spesies Plasmodium yang hidup di dalam darah. Apabila parasit Plasmodium masuk ke dalam darah, parasit tersebut akan berkembang biak di dalam darah manusia. Berdasarkan data dari Ammanual Parasite Insiden (API) di Kota Bandar Lampung  tercatat infeksi malaria pada tahun 2010 (0,17%), 2011 (0,23%), 2012 (0,07%), 2013 (0,53%), dan tahun 2014 (0,60%). Wilayah kerja Puskesmas Sukamaju Teluk Betung termasuk daerah transmisi malaria yang tidak stabil, karena letak geografisnya berada di pesisir pantai, banyak terdapat rawa-rawa, dan banyak genangan air sehingga dijadikan tempat perindukan nyamuk sebagai vector penular penyakit malaria. Tujuan penelitian mengetahui berapa Parasite Rate malaria dan berapa Parasite formula malaria pada pasien yang berobat di Puskesmas Sukamaju Teluk Betung melalui pemeriksaan secara mikroskopis. Penelitian ini bersifat deskriptif. Populasi pada penelitian ini adalah  pasien yang berobat di Puskesmas  Sukamaju Teluk betung dan jumlah sampel sebanyak 526 pasien yang diperiksa melalui pemeriksaan  secara  mikroskopis dengan menggunakan  metode Sediaan  Apus Darah Tebal  dan Tipis. Berdasarkan hasil penelitian dinyatakan bahwa Parasit Rate di Puskesmas Sukamaju Teluketung didapatkan 131 (24,9%) yang positif malaria dan  Parasit  Formula  spesies Plasmodium yaitu:  Plasmodium falciparum berjumlah 66 (50,4%) pasien, Plasmodium vivax 64 (48,8%) pasien. Infeksicampuran (Mix)  berjumlah 1 (0,8%.) pasien.

Perbandingan Uji Efektivitas Air Perasan Lengkuas Merah (Alpinia purpurata K. Schum) Dengan Air Perasan Lengkuas Putih (Alpinia galnga L. Wild) Terhadap Pertumbuhan Jamur Malassezia furfur Penyebab Panu

Jurnal Analis Kesehatan Vol 2, No 2 (2013): JURNAL ANALIS KESEHATAN
Publisher : Politeknik Kesehatan, Kementerian Kesehatan Tanjungkarang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pitiriasis versikolor  nama  lain  dari  penyakit  panu.  Penyebab  panu  adalah  jamur  Malassezia furfur.  Obat tradisional yang biasa digunakan untuk mengobati penyakit panu adalah lengkuas. Ada dua jenis lengkuas yaitu lengkuas merah dan lengkuas putih. Kandungan zat aktif lengkuas merah dan lengkuas putih dapat digunakan sebagai antijamur. Tujuan penelitian ini untuk membandingkan efektivitas air perasan lengkuas merah (Alpinia purpurata K. Schum) dengan air perasan lengkuas putih (Alpinia galnga L. Wild) terhadap pertumbuhan jamur Malassezia furfur.  Jenis penelitian ini adalah eksperimental dengan meggunakan air perasan lengkuas merah dan air perasan lengkuas putih pada konsentrasi 20%, 40%, 60%, 80%, dan 100% dilakukan pengulangan masing-masing dua kali. Hasil penelitian  menunjukan zona hambat air perasan lengkuas merah lebih baik dari pada lengkuas putih. Ukuran rerata diameter zona hambat lengkuas merah :  11,25 mm; 12,5 mm; 14,5 mm; 15 mm; 17,5 mm lebih besar dari lengkuas putih : 10 mm; 10,75 mm; 11,5 mm; 12,25 mm; 12,75 mm. Hasil uji statistik one way  Anova menunjukkan perbedaan zona hambat yang signifikan. Air perasan lengkuas merah dan air perasan lengkuas putih tidak efektif jika dibandingkan dengan kontrol positif dalam menghambat pertumbuhan jamur Malassezia furfur penyebab panu.