Falah, Muhammad
Departemen Akuakultur FPIK UNDIP

Published : 2 Documents
Articles

Found 2 Documents
Search

PENGARUH SALINITAS TERHADAP EFEKTIFITAS EKSTRAK DAUN API-API (Avicennia marina) DALAM MENGOBATI INFEKSI Vibrio harveyi PADA KEPITING BAKAU (Scylla sp.) Falah, Muhammad; Sarjito, Sarjito; Desrina, Desrina
Sains Akuakultur Tropis Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : Departemen Akuakultur FPIK UNDIP

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kepiting bakau (Scylla sp.) salah satu komoditas yang memiliki ekonomis tinggi. Salah satu faktor yang menyebabkan penurunan produksi kepiting adalah penyakit. Penyakit yang sering menyerang kepiting bakau adalah Vibriosis. Salah satu upaya dalam pengobatan dapat menggunakan bahan alami yaitu ekstrak daun api-api (A. marina) akan dilakukan pada salinitas yang berbeda. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh salinitas terhadap efektifitas perendaman ekstrak daun api-api (A. marina) dilihat dari kelulushidupan, salinitas terbaik didalam perendaman ekstrak daun api-api (A. marina) kepiting bakau yang diinfeksi bakteri V. harveyi, dan gejala klinis kepiting bakau (Scylla sp.). Kepiting bakau yang digunakan dalam penelitian ini berjumlah 48 ekor dengan bobot 46-56 g. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (4 perlakuan 3 kali ulangan). Kepiting seluruhnya disuntik bakteri V. harveyi dengan kepadatan 0,1 x 107 CFU/ml pada bagian pangkal kaki renang. Pasca munculnya gejala klinis, kepiting bakau direndam menggunakan ekstrak daun api-api (A. marina) dengan perlakuan A (perendaman dalam salinitas 15 ppt), B (perendaman dalam salinitas 20 ppt), C (perendaman dalam salinitas 25 ppt), dan D (perendaman dalam salinitas 30 ppt). Kepiting yang digunakan adalah kepiting bakau, dengan kepadatan adalah 4 ekor/akuarium selama 14 hari. Data yang dianalisis adalah gejala klinis, kelulushidupan, histopatologi hepatopankreas dan kualitas air. Data yang telah didapatkan kemudian dianalisis seluruhnya secara deskriptif.Hasil penelitian menunjukkan salinitas tidak berpengaruh terhadap kelulushidupan kepiting bakau (Scylla sp.) yang di infeksi V. harveyi yang direndam ekstrak daun api-api pada berbegai salinitas, namun diperoleh nilai tertinggi pada salinitas 30 ppt (58%) dan terendah pada salinitas 15 ppt (50%). Salinitas terbaik untuk pengobatan menggunakan ekstrak daun api-api (A. marina) pada kepiting bakau (Scylla sp.) yang di infeksi bakteri V. harveyi adalah 30 ppt. Gejala klinis yang diperoleh dari hasil penelitian adalah perubahan morfologis dan perubahan tingkah laku. Hasil pengamatan histologi hepatopankreas ditemukan adanya kerusakan jaringan pada seluruh perlakuan yaitu berupa nekrosis, vakuolisis, dan degradasi lumen. Kualitas air pada media pemeliharaan berada dalam kisaran yang layak untuk kehidupan kepiting bakau.
ANALISIS TAKSOMETRI Anthurium SCHOTT (ARACEAE) Falah, Muhammad; Widodo, Pudji; Hidayah, Hexa Apriliana
Scripta Biologica Vol 1, No 1 (2014)
Publisher : Fakultas Biologi | Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (686.016 KB)

Abstract

Anthurium Schott is one of the commercial ornamental plants in Indonesia. This genus has a high morphological variation amongst its species. This study aims to determine the similarity relationship amongst Anthurium based on morphological characters including stems, leaves, and inflorescences. This study was carried out from June to July 2012 in several locations in Purwokerto and Baturraden area, and Balai Benih Tanaman Pangan dan Hortikultura (B2TPH) Banyumas Regency. This study used explorative method with purposive random sampling. The results of the analysis using the UPGMA (Unweighted Pair Group Method with Arithmetic Mean) showed that there were 17 taxa which can be classified into 4 groups. Group I consisted of A. andraeanum “Renoir Pink”, A. andraeanum “Safari”, A. andraeanum “White”, A. andraeanum “Tropical”, A. andraeanum “cv. 1”, A. andraeanum “Amigo”, and A. nymphaeifolium. Group II consisted of A. pedatoradiatum ssp. helleborifolium, A. crystallinum, A. andicola “Kuku Bima” and A. andicola “Red List”. Group III consisted of A. crassinervium “Crispimarginatum” and A. plowmanii. Group IV consisted of A. hookeri “Garuda”, A. hookeri “Red Hookeri”, A. bonplandii ssp. guayanum, and A. jenmanii. Group I was the sister group of Group II, as well as Group III to Group IV. The closest similarity relationship was between A. andraeanum “Renoir Pink” and A. andraeanum “Safari”, whereas the farthest one was between A. bonplandii ssp. guayanum and A. andraeanum “Tropical”.