Bestari, Akhmad
​Institute for Researches and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Published : 2 Documents
Articles

Found 2 Documents
Search

Studi Penggunaan Pasir Pantai Bakau Sebagai Campuran Aspal Beton Jenis Hot Rolled Sheet (HRS) Bestari, Akhmad
Anterior Jurnal Vol 12 No 2 (2013): Anterior Jurnal
Publisher : ​Institute for Researches and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (169.583 KB)

Abstract

Tujuan dari penelitian ini; pertama, untuk mengetahui apakah pasir Pantai Bakau di Kabupaten Seruyan dapat digunakan sebagai campuran Aspal Beton jenis Hot Rolled Sheet (HRS). Kedua, untuk mengetahui karakteristik campuran aspal beton jenis HRS apabila menggunakan pasir pantai sebagai fine aggregate. Secara garis besar tahapan kegiatan terbagi menjadi dua, yakni penyelidikan di lapangan dan di laboratorium. Penyelidikan di lapangan merupakan tahap awal yang berupa penentuan lokasi pengambilan sampel dan banyaknya sampel yang diperlukan untuk penelitian. Penyelidikan di laboratorium merupakan tahap lanjutan setelah penyelidikan lapangan yakni pengujian bahan, perencanaan campuran, pembuatan sampel dan pengujian karakteristik HRS dengan Marshall Test. Dalam mix design pasir pantai diperlakukan dalam empat keadaan berikut: tanpa perendaman, direndam selama 2 hari, 4 hari dan 6 hari dengan masing-masing menggunakan 5 variasi kadar aspal yaitu 6,0%, 6,5%, 7,0%, 7,5% dan 8,0%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa stabilitas tertinggi diperoleh dari pasir pantai yang direndam selama 6 hari yakni sebesar 846,24 kg. Sementara itu nilai flow, VIM, VFB, dan MQ-nya berturut-turut adalah 3,20 mm, 5,64%, 74,18%, dan 264,29 kg/mm. Sedangkan komposisi bahannya (pengisi dan pengikat) adalah sebagai berikut: kadar aspal 7,95%, pasir pantai = 40%, abu batu = 22%, batu pecah = 38% Saran yang dapat diberikan mengacu pada hasil penelitian ini adalah: untuk dapat digunakan sebagai fine aggregate dalam campuran Hot Rolled Sheet (HRS) kadar garam yang terkandung di dalam pasir pantai bakau harus terlebih dahulu diturunkan melalui perendaman selama minimal 4 hari.
Studi Perencanaan Sistem Pengolahan Limbah RSUD Dr. Doris Sylvanus Palangka Raya Heryanto, Yudha; Muda, Anwar; Bestari, Akhmad; Hermawan, Iwan
Media Ilmiah Teknik Lingkungan Vol 1 No 1 (2016): Media Ilmiah Teknik Lingkungan
Publisher : ​Institute for Researches and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perencanaan system instalasi air limbah menggunakan metode mathematical equations model for completely mixed activated sludge dengan analitis data terhadap hasil perencanaan meliputi kriteria pembebanan untuk merencanakan pengolahan limbah dan produksi lumpur serta kebutuhan oksigen, sedangkan bak sedimentasi didasarkan konsep pengendapan ideal dengan pengendapan dari partikel mandiri (discrate pertikel) pada bak klorinasi prinsipnya sama dengan proses pengolahan air minum, hanya saja adanya kandungan padatan tersuspensi dan terlarut sehingga dibutuhkan klorin dengan dosis tergantung derajat pembunuhan bakteri yang diinginkan. Hasil penelitian menunjukkan, bahwa hasil dimensi rancangan unit pengolahan air limbah RSUD dr. Doris Sylvanus memberikan suatu data yang menggambarkan kemampuan instalasi pengolahan air limbah (IPAL) yakni untuk bak penampungan (B=1.5m, L=3m, d=3m), bak aerasi (B=1m, L=2m, d=2m). Bak sedimentasi (B1=2m, L1=2m, d1=1.6m), (B2=0.356m, L2=0.35m, d2=2.529m), dan bak klorinasi (B=2m, L=1m, d=1.6m). Dengan dimensi tersebut dapat mengolah air limbah sebesar 150 m3/hari. Sedangkan besarnya produksi lumpur pada bak aerasi 0.899 kh/hari, massa padatan total pada bak sedimentasi 2.4 kg dan dosis klorin maksimum yang diperlukan sebesar 1.2 mg/hari