Articles

Found 3 Documents
Search

LATIHAN PERNAFASAN DIAFRAGMA DALAM MEMPENGARUHI SATURASI OKSIGEN (SPO2) PADA PASIEN ASMA DI RUANG RAWAT INAP RSUD PATUT PATUH PATJU GERUNG TAHUN 2018 Sentana, Aan Dwi; Mardiatun, Mardiatun; D, Pandit
MEDIA BINA ILMIAH Vol 13, No 2: September 2018
Publisher : BINA PATRIA

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (239.452 KB)

Abstract

Asthma management does not directly giving a maximum results fot oxygen saturation to asthmatic patient. The use of bronchodilator can not indicate significant result in the improvement of lung function that is monitored by oxygen saturation value. The result of pre liminary research in Patut Patuh Patju Gerung Hospital from 7 asthmatic patient there are 5 patient (71 %) have under normal oxygen saturation (<95%) dan 2 patient with normal oxygen saturation (≤95%) The purpose is to know influence of diaphragm respiratory practice for oxygen saturation (SPO2­) to asthmatic patient in inpatient Patut Patuh Patju Gerung Hospital. The research method is used pre-experimental method with program one group pretest-posttest. Total sample taken with 16 people with purposive sampling techique. The results of this research obtained 100% respondents with abnormal oxygen saturation (<95%) before doing diphragm respiratory practice, while after did the diaphragm respiratory practice, 100% respondents have normal oxygen saturation (≥95%) with significant value ρ = 0,000 < α = 0,05 There is a good significant influence for the asthamtic patient after doing the diaphragm respiratory practice. The diaphragm respiratory practice recommende do improve oxygen saturation fot asthamtic patient
PENGARUH RELAKSASI NAPAS DALAM TERHADAP PENURUNAN TEKANAN DARAH PADA PASIEN HIPERTENSI DI PUSKESMAS DASAN AGUNG MATARAM Sentana, Aan Dwi; Mardiatun, Mardiatun
Jurnal Analis Medika Biosains (JAMBS) Vol 1, No 2 (2014): Jurnal Analis Medika Bio Sains
Publisher : Jurusan Analis Kesehatan, Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (454.479 KB)

Abstract

AbstrakPemberian teknik relaksasi nafas dalam untuk menurunkan tekanan darah, berarti telah memberikan penanganan alternatif  pada pasien secara non farmakologi selain pengkonsumsian obat-obatan medika-mentosa dan dapat memberikan pengajaran pada pasien dalam mengatasi tekanan darah tinggi pada pasien hipertensi. Tujuan umum penelitian ini adalah Menganalisis pengaruh teknik relaksasi napas dalam terhadap penurunan tekanan darah pada pasien hipertensi. Tujuan Khusus adalah mengidentifikasi tekanan darah pasien sebelum dilakukan teknik relaksasi napas dalam pada pasien hipertensi, mengidentifikasi tekanan darah pasien sesudah dilakukan teknik relaksasi napas dalam  pada pasien hipertensi, membuktikan pengaruh teknik relaksasi napas dalam terhadap penurunan  tekanan darah pada pasien hipertensi. Desain penelitian Quasi eksperiment : pretest-posttest control group design. Satu  kelompok perlakuan terdiri dari 16 orang diberikan relaksasi napas dalam dalam selama 8 hari, satu kelompok yang terdiri dari 16 orang sebagai kontrol. Sampel dipilih dengan cara consecutive  sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan mengukur tekanan darah sebelum dan setelah diberikan intervensi. Uji statistik yang digunakan adalah Paired T-Test. Hasil penelitian menunjukkan ada perubahan yang signifikan pada tekanan darah sistole sebelum dan sesudah dilakukan teknik relaksasi pada kelompok perlakuan dengan nilai p < 0,05 yaitu p = 0,001 dibandingkan dengan kelompok kontrol dengan nilai p > 0,05 yaitu p = 0,358 dan ada perubahan yang signifikan pada tekanan darah diastole sebelum dan sesudah perlakuan dengan nilai p < 0,05 yaitu p=0.0065 dibandingkan dengan p > 0,05 yaitu p = 0,44375 Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa relaksasi napas dalam dapat menurukan tekanan darah baik sistole dan diastole karena  pada keadaan relaksasi mengakibatkan penurunan rangsangan emosional dan penurunan pada rangsangan pada area pengatur fungsi  kardiovaskular seperti pada hipothalamus posterior dan nukleus perifornikel sehingga terjadi penurunan  tekanan darah. Mengingat besarnya pengaruh teknik relaksasi maka dianjurkan pasien hipertensi agar petugas kesehatan mengajarkan teknik relaksasi. Hal tersebut untuk membantu untuk mengontrol tekanan darah sehingga membantu  mempercepat kesembuhan dan menurukan biaya perawatan.Kata Kunci: Hipertensi, Tekanan darah, Teknik relaksasi
The Development Of Home Nursing Care Modules For Patients With Pulmonary TB In Bima City, West Nusa Tenggara Haris, Abdul; Muhtar, Muhtar; Ahmad, Ahmad; Sentana, Aan Dwi
Health Notions Vol 3, No 7 (2019): July
Publisher : Humanistic Network for Science and Technology (HNST)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (113.664 KB)

Abstract

The complete treatment is one of the main strategies in controlling and terminating the chain of transmission of pulmonary TB. Self-care behavior carried out by patients and families during the treatment process is the key to the success of pulmonary TB treatment. One effort to improve sufferers' self-care is through health education which is combined with the module as the patient's handler. Using the action research method with quantitative and qualitative approaches, this study involved health workers, PMOs and pulmonary TB patients undergoing treatment, with quantitative data analysis using triangulation techniques. The results of the study addressing the needs of nursing care for patients with pulmonary tuberculosis based on the results of a focus group discussion include knowledge about pulmonary TB disease, how to deal with symptoms that are often experienced, and actions or skills in self-care while at home. The conclusion of this study is the development of nursing care modules at home for pulmonary TB patients intended to improve the ability of self-care patients to cure illness.