p-Index From 2015 - 2020
0.659
P-Index
This Author published in this journals
All Journal AUSTENIT
Articles

Found 6 Documents
Search

ANALISA KERUSAKAN MAIN CONTROL VALVE PADA INSTALASI PIPA AIR Baharsah, Arief; Yunus, Moch; Suryana, Didi
AUSTENIT Vol 8, No 2 (2016): AUSTENIT 08022016
Publisher : AUSTENIT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Setelah analisa dan perawatan pada main control valve, diketahui bahwa penyebab terjadinya kegagalan pada Part valve. Untuk mengetahui penyebab terjadinya kegagalan pada komponen tersebut, harus dilakukan penelitian dan pengumpulan data. Data yang akan digunakan diperoleh dari proses disassembling (pembongkaran) dan observasi terhadap kedua komponen tersebut, studi literature dan wawancara dengan mekanik yang bersangkutan. Setelah proses pengumpulan data, ditemukan sebuah scratch (goresan) pada inner parts dapat mengakibatkan terjadinya kegagalan fungsi pada valve. Kasus ini kemungkinan disebabkan  mengalami overheat dan kontaminasi dari  oil. Dan untuk mencegah terjadinya kegagalan fungsi di waktu mendatang. 
ANALISA PARAMETER KEKASARAN PERMUKAAN BAHAN ALUMUNIUM JENIS Al Mg Si 3.6082 DIN 1725 PADA PROSES PEMESINAN CNC MILLING yunus, moch; Suryana, Didi; Mulyadi, Mulyadi
AUSTENIT Vol 4, No 01 (2012): AUSTENIT 04012012
Publisher : AUSTENIT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Machining process will produce a good product / work in accordance with the instructions specified by the finishing process, while still a lot of operator / mechanic machine tools are still faced with determining machining parameters such as cutting speed, feed rate, and the dept of cut.Melalui results of this study expected to contribute a measure of optimal parameters in CNC operations carried out by means of experiments Milling.Penelitian Al Mg Si material 3.6082 DIN 1725 using a CNC Milling. Any specimen that has been done on a CNC Milling with three variations of cutting speed, feed rate, and the dept of cut measured surface roughness (Ra). From the results of further experimental data are analyzed with regression models to obtain mathematical models. Mathematical models that produced a regression equation Y = 0.880-0.001 n- 0.004 f + 0.316 a 69.8% level of eligibility.
ANALISA PENGARUH KECEPATAN TARIK BAJA TULANGAN DIAMETER 10 MM ,TERHADAP HASIL PENGUJIAN TARIK YANG DIDAPAT Mulyadi, Mulyadi; Suryana, Didi; Effendi, Sairul
AUSTENIT Vol 5, No 1 (2013): AUSTENIT 05012013
Publisher : AUSTENIT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Proses pengujian Laboratorium merupakan hal yang sangat dibutuhkan untuk  mengetahui kekuatan suatu bahan logam maupun non logam, adapun pengujian yang terdapat pada laboratorium mekanik terdapat beberapa macam pengujian, antara lain Pengujian tarik,pengujian  bending,pengujian takik,pengujian geser dan lain sebagainya. Namun dalam hal penelitian ini dititik beratkan pada pengujian tarik, pengujian tarik merupakan pengujian yang paling sering  digunakan oleh konsultan untuk membuktikan kebenaran bahan yang akan di gunakan pada kontruksi bangunan dan jembatan, serta kontruksi- kontruksi yang lainnya.karena bahan yang dipakai oleh pemborong dengan diameter dan panjang yang sama kekuatan yang dihasilkan berbeda. Untuk itu dalam memperkuat dan bukti kebenaran kekuatan bahan tersebut harus dilakukan pengujian labor yang terkalibrasi. Dalam proses pengujian tarik yang perlu  diperhatikan antara lain, jenis bahan,kecepatan tarik yang sesuai dengan diameter bahan yang akan di uji, sehingga hasil yang didapat, dapat dicapai dengan baik, dan benar karena kecepatan tarik sangat berpengaruh terhadap hasil pengujian yang didapat. 
PENGARUH MEDIA PENDINGIN DAN KONDISI PEMOTONGAN BAJA AISI 1045 TERHADAP KEKASARAN PERMUKAAN PADA PROSES CNC MILLING Suryana, Didi; Putri, Fenoria; Romli, Romli
AUSTENIT Vol 6, No 1 (2014): AUSTENIT 06012014
Publisher : AUSTENIT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jenis pendinginan salah satu parameter yang mempengaruhi nilai kekasaran dari hasil permesinan. Niai kekasaran permukaan merupakan salah satu parameter spesifik geometris yang harus dipenuhi pada proses pemotongan logam. Karena proses pemotongan akan menyebabkan terjadi peningkatan temperatur baik terhadap benda kerja maupun alat potongnya maka jika temperatur ini jika tidak dikontrol akan mempengaruhi sifat mekanik bahan dan alat potong/pahat yang dipakai. Parameter lain yang juga berperan adalah kecepatan potong dan kecepatan pemakanan. Penelitian ini dilakukan untuk menghasilkan suatu persamaan regresi pengaruh media pendingin dan kondisi pemotongan baja AISI 1045 terhadap nilai kekasaran permukaan pada proses CNC milling. Data hasil penelitian dihitung secara statistik pada kondisi pemotongan dengan variasi cutter speed 500 s.d 1500 rpm, variasi feed rate 20 s.d 40 mm/menit dan dept of cut konstan 1 mm. Pada proses pemesinan/pemotonan dengan media pendingin campuran 1 oli dan 60 air, persamaan regresinya Y = 3,588 – 0,002 X1 + 0,004X2, media pendingin campuran 1 oli dan 40 air persamaan regresinya Y = 4,137 – 0,003X1 + 0,004X2 dan media pendingin campuran 1 oli dan 20 air persamaan regresinya Y = 4,137 – 0,003X1 + 0,004X2. Kondisi pemotongan yang sangat mempengaruhi nilai kekasaran secara parsial adalah Cutter speed sedangkan feed rate tidak begitu mempengaruhi.  
PENGARUH DEPT OF CUT DAN FEEDRATE DENGAN CUTTER DIAMETER 60 MM TERHADAP KERATAAN PERMUKAAN MATERIAL ASTM A36 PADA MESIN MITSUBISHI CNC-MILL 3A Suryana, Didi; Sani, Almadora Anwar; Seprianto, Dicky; Iskandar, Iskandar
AUSTENIT Vol 7, No 1 (2015): AUSTENIT 07012015
Publisher : AUSTENIT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fungsi Mesin CNC-Mill 3A salah satunya adalah meratakan permukaan benda kerja. Jenis material yang akan digunakan ASTM a36.  Mesin yang digunakan Mitsubishi CNC-Mill 3A dengan diameter cutter 60 mm. kedalaman pemakanan yang diuji 0,15 mm, 0,1 mm, 0,05 mm; federate  30 mm/mnt, 40 mm/mnt, 50 mm/mnt, 60 mm/mnt; kecepatan putaran spindle 600 rpm. Untuk mengetahui kerataan permukaan benda kerja dilakukan dengan pengamatan menggunakan Prussian Blue Paste. Benda kerja yang telah dikerjakan pada mesin CNC-Mill 3A diberikan Prussian Blue Paste dengan cara dioleskan pada permukaan salah satu benda kerja, kemudian disatukan dengan ditumpuk lalu dipisahkan. Hasil uji permukaan benda kerja dengan Prussian Blue Paste menunjukkan kerataan permukaan dipengaruhi oleh dept of cut, federate mempengaruhi kekasaran permukaan, semakin sedikit pemakanan terhadap benda kerja, kerataan permukaan benda kerja jadi semikin rata.
PENGARUH KOMPOSISI KOMPOSIT SERAT-SERAT ECENG GONDOK DAN PASIR SILIKA TERHADAP UJI IMPACT DAN UJI TARIK UNTUK POINT PANJAT DINDING Suryana, Didi; Junaidi, Ahmad; Rizki, muhammad
AUSTENIT Vol 10, No 2 (2018): AUSTENIT 10022018
Publisher : AUSTENIT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalahan yang sering terjadi pada panjat dinding sering terjadi keretakan pada point panjat dinding dikarenakan pada saat seorang melakukan olahraga panjat dinding. Point panjat dinding itu sendiri mendapat beban yang kuat. Oleh karena itu, penelitian ini point panjat dinding dengan melakukan pengujian tarik dan impact pada komposit dengan kandungan serat eceng gondok dan resin, komposit pasir silika dan resin. Tujuan penelitian  ini adalah untuk mengetui perbandingan antara spesimen pasir silika dan spesimen serat eceng gondok dengan kadar 30%, 50%, 70%. Hasil pengujian impact ini menunjukkan bahwa perbandingan antara serat eceng gondok  dan pasir silika didapatkan  nilai tertinggi pada variasi 70% pasir silika dan 30% resin  polyester  yaitu 0,0288025 N.m/mm2 dan yang tertinggi pada eceng  gondok terdapat pada variasi 50% serat eceng gondok dan 50% resin polyester yaitu 0,0020535 N.m/mm2.Setelah mendapat nilai tertinggi dari pengujian impact, lalu dilakukan pengujian tarik sehingga didapatkan nilai tertinggi pada pengujian tarik terdapat pada komposit eceng gondok 50% dengan nilai 1,758 kg/mm2.