This Author published in this journals
All Journal e-Farmaka JFIOnline
Articles

Found 2 Documents
Search

Teknologi Induced Pluripotent Stem Cell (IPSC) Berbasis Metode 3D Hanging Drop Sebagai Terapi Genodermatosis Generasi Baru

Farmaka Vol 15, No 2 (2017): Farmaka
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Genodermatosis merupakan penyakit kulit disebabkan oleh faktor genetik yang berkaitan langsung dengan defisiensi struktur dan fungsi kulit. Beberapa jenis genodermatosis diakibatkan oleh adanya keterlibatan multisistem patologis yang dapat meningkatkan morbiditas dan mortalitas bagi penderitanya. Tingkat insidensi genodermatosis di seluruh dunia yakni antara 1:6000 sampai 1:500.000 dari penyakit kulit secara keseluruhan dan biasanya terjadi sejak lahir dan beberapa terjadi pada usia anak-anak. Keterbatasan akses terapi yang efektif, aman, dan terbukti secara klinis merupakan permasalahan utama dalam penanganan genodermatosis. Terapi gen merupakan fokus utama penelitian sebagai pilihan terapi genodermatosis namun juga memiliki keterbatasan meliputi risiko induksi tumor, pemilihan vektor, ekspresi gen dengan waktu yang singkat, adanya respons imun terhadap terapi gen yang diberikan, terbatas pada penyakit monogenik, dan risiko munculnya efek genotoksisitas. Tujuan dari literature review ini adalah untuk menganalisis secara komprehensif mengenai teknologi Induced Pluripotent Stem Cell (iPSC) berbasis metode kultur sel 3D Hanging Drop sebagai generasi baru terapi genodermatosis. Hasil studi menunjukkan Teknologi induced pluripotent stem cell (iPSC) yang dikombinasikan dengan metode kultur sel 3D hanging drop memiliki potensi yang sangat tinggi dalam penanganan penyakit genodermatosis ditinjau dari aspek keamanan berdasarkan profil keunggulan karakteristik koreksi secara genetik dengan mengganti jaringan yang mengalami mutasi dengan jaringan yang telah diprogram ulang. Kata Kunci : 3D hanging drop, Genodermatosis, iPSC (induced Pluripotent Stem Cell) 

Tinjauan Implementasi Penilaian Risiko Terintegrasi Terhadap Manajemen Rantai Pasok pada Industri Farmasi

JFIOnline | Print ISSN 1412-1107 | e-ISSN 2355-696X Vol 9, No 1 (2017): Punica Granatum
Publisher : Indonesian Research Gateway

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK : Akses akan obat sebagai salah satu hak manusia merupakan salah satu tujuan utama diselenggarakannya sistem pelayanan kesehatan. Rantai pasok (supply chain) produk farmasi harus dapat menyediakan obat dengan kuantitas yang memadai dan kualitas yang memenuhi pesyaratan. Manajemen risiko rantai pasok merupakan bagian penting dan tak terpisahkan dari manajemen rantai pasok untuk mencapai tujuan implementasinya. Tinjauan literatur ini sebagai langkah pertama dari manajemen risiko pada rantai pasok produk farmasi yang bertujuan untuk mengidentifikasi semua risiko yang dapat mengancam akses terhadap obat akibat aspek-aspek yang berperan sebagai tinjauan. Penilaian berfokuspada risiko kualifikasi pemasok dan rantai pasok, risiko finansial, risiko organisasi perusahaan, risiko logistik, isu pasar, dan regulasi. Hasil pengolahan data menunjukkan bahwakualifikasi pemasok adalah masalah paling penting yakni sebesar 45 % dari keseluruhan risiko. Oleh karena itu, perlu adanya pula implementasi yang sifatnya integratif dan komprehensif terhadap penilain risiko-risiko pada rantai pasok produk farmasi secara konsisten dan berkelanjutan.