Articles

Found 5 Documents
Search

Pengaruh Peningkatan Derajat Deformasi Canai Hangat Terhadap Karakteristik Deformation Band Paduan Cu-Zn 70/30 Febriyanti, Eka; Priadi, Dedi; Riastuti, Rini
Material Komponen dan Konstruksi Vol 15, No 2 (2015)
Publisher : Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1564.705 KB)

Abstract

Abstract Cu-Zn 70/30 alloy has properties that is relatively soft, ductile, and easy to perform by cold working. However, cold working has the disadvantage that require equipment which has higher loading capacity to generate strength and higher density thus increasing of machining cost. In addition, strain hardening phenomenon due to cold working process resulted in decreasing of ductility material. Therefore, it is necessary alternative fabrication processes to optimize the mechanical properties of Cu-Zn alloy 70/30 that with the TMCP method. TMCP is metal forming material by providing large and controlled plastic strain to the material. TMCP using the deformation percentage variation that 32.25%, 35.48%, and 38.7% from hot rolled research at 500°C temperature in double pass reversible which performed on Cu-Zn 70/30 plate. By tensile testing using universal testing machine can be seen that the Cu-Zn 70/30 alloy on 32.25% degree of deformation, both of UTS and YS respectively are 505 MPa and 460 MPa. Whereas from examination of thickness and density deformation bands by FE-SEM shows denser and thicker deformation band proportional with increasing of deformation degree.Moreover, the values of tensile strength at the edge of the area and the center is directly proportional to the density and thickness of the deformation band. Paduan Cu-Zn 70/30 memiliki sifat yang relatif lunak, ulet, dan mudah dilakukan pengerjaan dingin. Namun, pengerjaan dingin memiliki kekurangan yaitu membutuhkan peralatan yang memiliki kapasitas pembebanan tinggi untuk menghasilkan kekuatan dan kepadatan tinggi sehingga meningkatkan biaya permesinan. Selain itu, fenomena pengerasan regang akibat proses pengerjaan dingin menghasilkan penurunan keuletan material. Oleh karena itu, diperlukan alternatif proses fabrikasi untuk mengoptimalkan sifat mekanik paduan Cu-Zn 70/30 salah satunya dengan metode TMCP. TMCP merupakan suatu proses perubahan bentuk suatu material dengan cara memberikan regangan plastis yang besar dan terkontrol terhadap material. TMCP dengan menggunakan variasi persentase deformasi sebanyak 32,25%, 35,48%, dan 38,70% dari penelitian canai hangat di suhu 500oC secara double pass reversible dilakukan pada pelat paduan Cu-Zn 70/30. Dengan melakukan pengujian tarik menggunakan mesin uji tarik universal testing machine dapat dilihat bahwa pada material paduan Cu-Zn 70/30 pada derajat deformasi 32,25% menghasilkan nilai UTS dan YS masing-masing sebesar 505 MPa dan 460 MPa. Sedangkan dari hasil pengamatan ketebalan dan kerapatan deformation band menggunakan FE-SEM menunjukkan deformation band yang lebih rapat dan lebih tebal sebanding dengan semakin meningkatnya derajat deformasi. Selain itu, nilai kekuatan tarik pada daerah tepi dan tengah berbanding lurus dengan kerapatan dan ketebalan deformation band. Keywords: 70/30 Cu-Zn alloy, warm rolled, deformation degree, deformation bands 
ANALISA KERUSAKAN CONNECTING ROD PADA MESIN DIESEL KENDARAAN BERMOTOR febriyanti, eka
Jurnal Sains dan Teknologi Indonesia Vol 12, No 3 (2010)
Publisher : Jurnal Sains dan Teknologi Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Connecting rod and crank pin bearing are important components of automotive diesel engine. If these components failed, all of engine system would be shut down. In this research, these components failed during operation. Detail analysis of the failed surface showed that the failure in connecting rod and crank pin bearing was caused by improper lubrication system. Evidence of improper lubrication system was proved by the existence of black scratch and chipping on crank pin bearing which formed by high friction during operation. High friction affects performance of other pistons and therefore bolts of connecting rod experienced dynamic tension load. With repeated load during operation, crack initiated on the bolts and propagated until the bolt could not withstand the load anymore before they are finally broken.
PENGARUH PENINGKATAN DERAJAT DEFORMASI CANAI HANGAT TERHADAP KARAKTERISTIK DEFORMATION BAND PADUAN Cu-Zn 70/30 Febriyanti, Eka; Priadi, Dedi; Riastuti, Rini
Material Komponen dan Konstruksi Vol 16, No 1 (2016)
Publisher : Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1564.705 KB)

Abstract

Cu-Zn 70/30 alloy has properties that is relatively soft, ductile, and easy to perform by cold working. However, cold working has the disadvantage that require equipment which has higher loading capacity to generate strength and higher density thus increasing of machining cost. In addition, strain hardening phenomenon due to cold working process resulted in decreasing of ductility material. Therefore, it is necessary alternative fabrication processes to optimize the mechanical properties of Cu-Zn alloy 70/30 that with the TMCP method. TMCP is metal forming material by providing large and controlled plastic strain to the material. TMCP using the deformation percentage variation that 32.25%, 35.48%, and 38.7% from hot rolled research at 500°C temperature in double pass reversible which performed on Cu-Zn 70/30 plate. By tensile testing using universal testing machine can be seen that the Cu-Zn 70/30 alloy on 32.25% degree of deformation, both of UTS and YS respectively are 505 MPa and 460 MPa. Whereas from examination of thickness and density deformation bands by FE-SEM shows denser and thicker deformation band proportional with increasing of deformation degree.Moreover, the values of tensile strength at the edge of the area and the center is directly proportional to the density and thickness of the deformation band.AbstrakPaduan Cu-Zn 70/30 memiliki sifat yang relatif lunak, ulet, dan mudah dilakukan pengerjaan dingin. Namun, pengerjaan dingin memiliki kekurangan yaitu membutuhkan peralatan yang memiliki kapasitas pembebanan tinggi untuk menghasilkan kekuatan dan kepadatan tinggi sehingga meningkatkan biaya permesinan. Selain itu, fenomena pengerasan regang akibat proses pengerjaan dingin menghasilkan penurunan keuletan material. Oleh karena itu, diperlukan alternatif proses fabrikasi untuk mengoptimalkan sifat mekanik paduan Cu-Zn 70/30 salah satunya dengan metode TMCP. TMCP merupakan suatu proses perubahan bentuk suatu material dengan cara memberikan regangan plastis yang besar dan terkontrol terhadap material. TMCP dengan menggunakan variasi persentase deformasi sebanyak 32,25%, 35,48%, dan 38,70% dari penelitian canai hangat di suhu 500oC secara double pass reversible dilakukan pada pelat paduan Cu-Zn 70/30. Dengan melakukan pengujian tarik menggunakan mesin uji tarik universal testing machine dapat dilihat bahwa pada material paduan Cu-Zn 70/30 pada derajat deformasi 32,25% menghasilkan nilai UTS dan YS masing-masing sebesar 505 MPa dan 460 MPa. Sedangkan dari hasil pengamatan ketebalan dan kerapatan deformation band menggunakan FE-SEM menunjukkan deformation band yang lebih rapat dan lebih tebal sebanding dengan semakin meningkatnya derajat deformasi. Selain itu, nilai kekuatan tarik pada daerah tepi dan tengah berbanding lurus dengan kerapatan dan ketebalan deformation band.Keywords: 70/30 Cu-Zn alloy, warm rolled, deformation degree, deformation bands
Family’s experience in Caring of Cancer Patient undergoing Oral Chemotherapy : A Study Phenomenology Huda, Nurul; Erwin, Erwin; Febriyanti, Eka
JURNAL PENDIDIKAN KEPERAWATAN INDONESIA Vol 5, No 1 (2019): Vol 5, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACTThe use of Oral Chemotherapy is increasing nowadays. Family who directly involve in caring the patient should be aware of the side effect and how to handle this agent safely. Phenomenology approach of qualitative study was conducted to get illustration regarding family experience in managing care of patient receiving oral chemotherapy. Data was collected by semi structured interviewed. Study gathered from 10 participants who meet criteria. The current study showed that three temathic item related to how they manage care to their family’s member. Those are 1) Lack of knolwedge about oral chemotherapy, 2) Confusing in handling safe oral chemotherapy and 3) lack of ability in caring patients when  side effect appeared and following adherence. These three things are considered lacked by the patients.  Therefore, health care professional especially nurses are expected to give more education and attention about administering oral chemotherapy agents, safe handling, adherence and managing side effects  both of in clinical and home setting. Multi-component interventions that include education, equipment, and technology can improve compliance with oral chemotherapy and will help families to secure and provide the appropriate affection to them.ABSTRAKPenggunaan kemoterapi oral semakin meningkat saat ini. Keluarga yang secara langsung terlibat dalam merawat pasien harus menyadari efek samping dan cara menangani terapi ini dengan aman. Penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi dilakukan untuk mendapatkan gambaran mengenai pengalaman keluarga dalam mengelola perawatan pasien yang menerima kemoterapi oral. Data dikumpulkan secara semi terstruktur melalui wawancara. Penelitian ini terdiri dari 10 partisipan keluarga yang memenuhi kriteria inklusi. Hasil penelitian menunjukkan  terdapat tiga tema terkait bagaimana keluarga merawat pasien dengan oral chemotherapy di rumah. Ketiga tema tersebut adalah 1) kurangnya pengetahuan keluarga tentang oral kemoterapi, 2) kebingungan keluarga dalam penanganan keamanan oral chemotherapy dan 3) ketidakmampuan keluarga dalam menangani efek samping dan menjaga kepatuhan. Ketiga hal ini dianggap masih belum bisa dilakukan oleh keluarga dan membutuhkan bimbingan serta informasi dari petugas kesehatan. Oleh karena itu, petugas kesehatan professional terutama perawat diharapkan dapat memberikan edukasi dan perhatian yang lebih kepada keluarga  tentang bagaimana pemberian kemoterapi oral yang baik, penanganan yang aman serta peningkatan kepatuhan dalam menjalani perawatan. Memberikan intervensi multikomponen yang mencakup pendidikan, peralatan pendukung, dan teknologi dipercayai dapat meningkatkan kemampuan dalam perawatan dan kepatuhan dalam menjalani kemoterapi oral, sehingga  dapat membantu keluarga untuk memberikan rasa aman dan kasih sayang yang kepada pasien.
PENGARUH PERSENTASE REDUKSI WARM ROLLING TERHADAP SIFAT MEKANIK PADUAN Cu-Zn 70/30 Ridhowati, Ayu Rizeki; Febriyanti, Eka; Riastuti, Rini
Material Komponen dan Konstruksi Vol 16, No 1 (2016)
Publisher : Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1146.588 KB)

Abstract

Warm rolling is one of the thermomechanical method has several advantages such as produces high mechanical properties, but does not decrease % elongation and toughness value because partial recrystallization phenomenon that produces micron-sized new grain. This paper reports the results of an investigation carried out on the effects of holding time annealing to mechanical properties Cu-Zn 70/30 alloy. These alloy after homogenization process and quenched in the air then heated to temperature of 300°C, later the heated copper samples are warm rolled at 25%, 30%, and 35% reduction, after that heated at temperature 300°C and held during 120 minutes. Then sample is experienced rewarm rolling with reduction 25%, 30%, and 35%. The results obtained showed that the ultimate tensile strength and yield strength are higher proportional with the increasing of % reduction, their values are 501,1 MPa; 599,3 MPa; later decrease to 546, 5 MPa and to yield strength are 441,8 MPa; 466,1 MPa; then decrease to 458,6 MPa. Moreover hardness value increase proportional with % reduction such as 154 HV; 162 HV; after that decrease to 160 HV While, % elongation decreases inversely proportional with % reduction namely 12,4%; 8,2%; later increase to 11,2 %. It is caused of the partial recrystallization phenomenon as evidenced by the presence micron-sized.AbstrakWarm rolling merupakan salah satu metode termomekanik yang mempunyai beberapa keuntungan yaitu salah satunya menghasilkan sifat mekanik yang tinggi, namun tidak mengurunkan nilai keuletan karena adanya fenomena rekristalisasi parsial yang menghasilkan butiran baru berbentuk micron. Paper ini menjelaskan tentang hasil penelitian berupa pengaruh persentase reduksi terhadap sifat mekanis paduan Cu-Zn 70/30. Paduan Cu-Zn 70/30 setelah dilakukan proses homogenisasi dan didinginkan di udara lalu dipanaskan ke suhu 300°C, kemudian masing-masing dilakukan warm rolling dengan persentase reduksi sebesar 25%, 30%, dan 35% kemudian ditahan di suhu 300°C dalam waktu 120 menit. Selanjutnya sampel dilakukan rewarm rolling dengan persentase reduksi sebesar 25%, 30%, dan 35%. Hasil penelitian yang dilakukan antara lain nilai kekuatan tarik (UTS dan YS) yang semakin tinggi sebanding dengan peningkatan % reduksi warm rolling yaitu masing-masing untuk nilai UTS sebesar 501,1 MPa; 599,3 MPa; lalu menurun menjadi 546,5 MPa serta untuk nilai kekuatan luluh sebesar 441,8 MPa; 466,1 MPa; lalu menurun menjadi 458,6 MPa. Selain itu, nilai kekerasan meningkat sebanding dengan peningkatan % reduksi warm rolling masing-masing sebesar 154 HV; 162 HV; lalu menurun menjadi 160 HV. Sedangkan persentase elongasi semakin menurun berbanding terbalik dengan peningkatan % reduksi masing-masing sebesar 12,4%; 8,2%; lalu meningkat menjadi 11,2%. Hal tersebut disebabkan karena adanya fenomena rekristalisasi parsial yang dibuktikan dengan kehadiran butir kecil berukuran mikron.Keywords : Cu-Zn 70/30 alloy, warm rolling, anneal, % reduction, mechanical properties