Kuswoyo, Adi
Pusat Penelitian dan Pengembangan Perikanan, Badan Penelitian dan Pengembangan Kelautan da

Published : 2 Documents
Articles

Found 2 Documents
Search

VARIASI GENETIKA IKAN BANYAR, Rastrelliger kanagurta (Cuvier, 1817) DI PERAIRAN INDONESIA TIMUR Zamroni, Achmad; Suwarso, Suwarso; Kuswoyo, Adi
BAWAL Widya Riset Perikanan Tangkap Vol 9, No 2 (2017): (Agustus 2017)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Perikanan, Badan Penelitian dan Pengembangan Kelautan da

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (343.579 KB) | DOI: 10.15578/bawal.9.2.2017.123-131

Abstract

Ikan banyar, Rastrelliger kanagurta (Cuvier, 1817) merupakan salah satu jenis ikan pelagis kecil bernilai ekonomis tinggi. Di perairan Indonesia bagian timur ikan ini mendominasi hasil tangkapan, terutama di sekitar Papua. Indikasi adanya penangkapan yang semakin intensif menyebabkan turunnya hasil tangkapan ikan banyar akibat turunnya kemampuan ikan untuk bereproduksi. Populasi yang berkurang dapat munurunkan variasi genetika yang ada. Untuk itu diperlukan suatu kajian variasi genetika ikan banyar. Penelitian ini menggunakan RAPD (Amplified Fragment Length Polymorphism) dengan lima primer. Sampel daging dari 24 ekor ikan dikumpulkan dari lima lokasi: Gorontalo, Kendari, Ambon, Raja Ampat dan Dobo. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi genetika ikan banyar di Indonesia timur terdiri dari dua kelompok utama, kelompok pertama diwakili populasi Raja Ampat, Ambon, Kendari dan Gorontalo, kelompok kedua populasi dari Dobo. Indian mackerel, Rastrelliger kanagurta (Cuvier, 1817) is an economic important small pelagic species. In the eastern part of Indonesia this species dominates the catch, especially surrounding of Papua Waters. Highly intensive catch activity alleges the catch down due to reducing the reproduction capasity and genetic variation. Therefore, a study of genetic variations of Indian mackerel fish in the waters of Eastern Indonesia is required. The research used RAPD (Amplified Fragment Length Polymorphism) with five primers. Twenty four sample of the muscle were collected from Gorontalo, Kendari, Ambon, Raja Ampat, and Dobo. The results showed that genetic variation consisted of two main groups. The first group consistinged of Raja Ampat, Ambon, Kendari and Gorontalo populations, and the second group was the population from Dobo.
ANALISIS UPAYA EFEKTIF DARI DATA VESSEL MONITORING SYSTEM DAN PRODUKTIVITAS PUKAT CINCIN SEMI INDUSTRI DI SAMUDERA HINDIA Atmadja, Suherman Banon; Natsir, Mohamad; Kuswoyo, Adi
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia Vol 17, No 3 (2011): (September 2011)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Perikanan, Badan Penelitian dan Pengembangan Kelautan da

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/jppi.17.3.2011.177-184

Abstract

Akhir-akhir ini pukat cincin yang dioperasikan menggunakan rumpon laut-dalam (payao) telah menjadi masalah serius pada perikanan tuna. Hal ini karena hasil tangkapan komersialnya lebih menurunkan stok ikan tuna dibandingkan metode lainnya. Tujuan penelitian ini adalah mengevaluasi aktivitas penangkapan dari kapal pukat cincin berdasarkan atas data mendekati waktu sebenarnya (nearly real time) vessel monitoring system dan catatan nelayan yang digunakan untuk mengestimasi jumlah tawur dan produktivitas. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa estimasi tawur dari data vessel monitoring system lebih besar dari aktivitas penangkapan yang sebenarnya, alasan perbedaan berkisar 24-43%. Hal ini diakibatkan lebih banyak kegagalan tawur dan tidak ada aktivitas penangkapan karena kondisi cuaca yang buruk. Produktivitas dari lima trip kapal contoh selama tahun 2010 menunjukkan hasil tangkapan berkisar 14-63 ton/trip dengan produktivitas berkisar 0,5-1,73 ton/ tawur, di mana produktivitas terendah terjadi pada trip keenam (bulan Juli sampai Agustus). Hasil tangkapan didominansi oleh ikan cakalang (Katsuwonus pelamis), sedangkan gerombolan ikan cakalang kerapkali bercampur dengan juvenile madidihang (Thunnus albacares) dan juvenile tuna mata besar (Thunnus obesus) yang menghuni lapisan permukaan dan memangsa terutama jenis ikan epipelagis. Keberhasilan perikanan pelagis sebagian besar tergantung pada pengaruhpengaruh jangka pendek, seperti kondisi gelombang besar, arus, terang bulan, dan suhu permukaan laut.Recently, the purse seiners that operated using fish aggregating devices has become a serious problem in tuna fisheries. This commercial catches affected on the declining of tuna stocks compared to other methods. The objective of this study is to evaluate the activity of purse seiners based on nearly real time vessel monitoring system data and records data of the fishermen which was used to estimate haul numbers and productivity. The research concluded that the estimated haul of vessel monitoring system by data is larger than the actual fishing activity, which the difference ranged from 24-43%. It causes more failure haul and no fishing activity due to bad weather conditions. Productivity of 5 trips vessel samples during the year 2010/2011 showed the catch per trip ranges from 14-63 tons and productivity ranges from 0.5-1.73 ton/haul, in which the lowest productivity occurred on the six trip (July until August). The catch was dominated by skipjack (Katsuwonus pelamis) and schools of skipjack often mix with juvenile yellowfin (Thunnus albacares), and big eye (Thunnus obesus). The fish inhabit the surface layer and feed mainly on epipelagic prey. The success of pelagic fishery is largely depend on short