Rupawan, Rupawan
Pusat Penelitian dan Pengembangan Perikanan, Badan Penelitian dan Pengembangan Kelautan da

Published : 6 Documents
Articles

Found 6 Documents
Search

UPAYA, LAJU TANGKAP, DAN ANALISIS USAHA PENANGKAPAN UDANG PEPEH (Metapenaeus ensis) DENGAN TUGUK BARIS (FILTERING DIVICE) DI PERAIRAN ESTUARIA SUNGAI BANYUASIN, SUMATERA SELATAN Rupawan, Rupawan; Dharyati, Emmy
BAWAL Widya Riset Perikanan Tangkap Vol 2, No 5 (2009): (Agustus 2009)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Perikanan, Badan Penelitian dan Pengembangan Kelautan da

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1020.773 KB) | DOI: 10.15578/bawal.2.5.2009.209-214

Abstract

Perairan estuaria merupakan daerah pertemuan air tawar dan laut. Secara ekologi, mempunyai karakteristik yang khas dan dinamis. Estuaria sebagai daerah perangkap unsur hara yang menjadikan perairan ini relatif lebih subur. Di pantai timur Sumatera Selatan yang menghadap Selat Bangka, perairan estuaria dibentuk oleh muara Sungai Upang, Sungai Musi, Sungai Banyuasin, dan Sungai Sembilang. Di perairan ini aktivitas penangkapan ikan sangat berkembang. Tuguk baris merupakan salah satu alat tangkap yang sangat berkembang dari 13 jenis alat tangkap yang ada diperairan ini. Penelitian ini untuk mengetahui laju tangkap dan analisis usaha penangkapan udang pepeh (Metapenaeus ensis) dengan alat tangkap tuguk baris (filtering divice) telah dilakukan pada tahun2006 di perairan estuaria Sungai Banyuasin. Data diperoleh dengan cara pengamatan dan wawancara. Hasil penelitian menunjukan bahwa upaya penangkapan berdasarkan pada jumlah hari operasi berkisar antara 8-19 hari per bulan atau 160 hari per tahun. Laju tangkap udang pepeh rata-rata 4,84±2,49 kg per unit jaring tuguk atau upaya, setara dengan 774,40 kg per jaring per tahun. Komposisi bobot hasil tangkapan adalah udang 90,46% dan ikan 9,54%. Analisis operasional terhadap 34 buah jaring tuguk selama 1 tahun sebagai berikut biaya investasi awal Rp.80.240.000, total biaya tetap dan biaya operasional Rp.53.780.000, pendapatan bersih antara Rp.10.140.000-145.596.000, atau ratarata Rp.77.868.000 atau Rp.1.622.000 per kepala keluarga per bulan. B/C ratio 2,44. Ditinjau dari analisis usaha, penangkapan udang pepeh dengan alat tangkap tuguk baris menguntungkan.
SPESIFIKASI, CARA OPERASI, DAN HASIL TANGKAPAN ALAT TANGKAP BLAD (BEACH BARRIER TRAP) DI PERAIRAN ESTUARI YANG BERMUARA DI SELAT BANGKA, SUMATERA SELATAN Rupawan, Rupawan; Gaffar, Abdul Karim; Fatah, Khoirul
BAWAL Widya Riset Perikanan Tangkap Vol 2, No 1 (2008): (April 2008)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Perikanan, Badan Penelitian dan Pengembangan Kelautan da

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1439.575 KB) | DOI: 10.15578/bawal.2.1.2008.1-7

Abstract

Perairan estuaria merupakan wilayah pertemuan air tawar dari sungai dengan air laut, mempunyai karakteristik habitat yang khas dan dinamis, keanekaragaman hayati tinggi, aktivitas perikanan tangkap dengan bermacam jenis alat tangkap cukup berkembang. Penelitian untuk mengetahui spesifikasi, cara operasi, dan hasil tangkapan alat tangkap blad dilakukan dengan metode survei pada tahun 2006 di perairan estuari yang bermuara di Selat Bangka, Sumatera Selatan. Hasil penelitianmenunjukkan bahwa alat tangkap blad dibuat dari bahan jaring mesh size 4 mm, ukuran panjang 100 sampai dengan 400 m, lebar 2,0 sampai dengan 3,0 m. Alat tangkap pasif, dipasang memanjang garis pantai pinggiran sungai, menjebak ikan yang bermigrasi secara lateral saat air pasang. Dapat dioperasikan 14 sampai dengan 18 hari per bulan sepanjang tahun, dominan musim kemarau. Hasil tangkapan terdiri atas 54 jenis ikan dan 7 jenis udang, komposisi bobot ikan 73% dan udang 27%. Nilai indek keragaman jenis 1,95 sampai dengan 2,87 (tingkat sedang). Hasil tangkapan per unit upaya (catch per unit of effort) 2,31 sampai dengan 8,75 kg per 100 m jaring blad per trip operasi.
ADOPSI TEKNOLOGI BUDIDAYA IKAN PATIN PADA MASYARAKAT TANI DI DESA MARIANA-SUMATERA SELATAN Nasution, Zahri; Dharyati, Emmy; Rupawan, Rupawan
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia Vol 3, No 2 (1997): (Vol.3 No.2 1997)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Perikanan, Badan Penelitian dan Pengembangan Kelautan da

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4194.661 KB) | DOI: 10.15578/jppi.3.2.1997.35-45

Abstract

Suatu penelitian yang bertujuan untuk mengetahui tingkat adopsi teknologi budidaya ikan patin pada masyarakat tani di Desa Mariana telah dilakukan dengan cara mensurvai seluruh (12 orang) petani ikan patin yang ada. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kemampuan masyarakat tani di Desa Mariana dalam menyerap teknologi budidaya ikan patin.
PENGARUH CURAH HUJAN TERHADAP KONDISI PERAIRAN DAN HASIL TANGKAPAN IKAN DI ESTUARI SUNGAI BARITO Rais, Aroef Hukmanan; Rupawan, Rupawan; Herlan, Herlan
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia Vol 21, No 3 (2015): (September 2015)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Perikanan, Badan Penelitian dan Pengembangan Kelautan da

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (330.421 KB) | DOI: 10.15578/jppi.21.3.2015.131-138

Abstract

 Curah hujan mempengaruhi aktifitas penangkapan dan juga lingkungan perairanan di sekitarnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat pengaruh curah hujan terhadap produksi tangkapan dan lingkungan perairan estuari sungai Barito. Pengambilan sampel hasil tangkapan dilakukan oleh bantuan enumerator alat tangkap lampara, tuguk dan rawai selama 7 bulan dari bulan Maret hingga September 2012. Parameter kondisi perairan yang diambil adalah nitrit, amoniak, total fosfat, kesadahan, turbiditas, daya hantar listrik (DHL) , kecerahan, oksigen, suhu, salinitas dan pH. Produksi hasil tangkap dihitung dalam nilai catch per unit effort (CPUE). Uji masing-masing parameter terhadap curah hujan menggunakan uji t, sedangkan model persamaan CPUE terhadap curah hujan dan kondisi perairan diperoleh melalui regresi berganda motode backward. Puncak musim penghujan pada saat penelitian terjadi pada bulan Maret dan pucak musim kemarau terjadi pada bulan September. Hasil uji – t pengaruh curah hujan dan parameter kondisi perairan menunjukan nilai signifikan pada parameter daya hantar listrik (DHL). Hubungan antara curah hujan dan nilai CPUE menunjukan nilai yang signifikan berbeda nyata, dimana nilai CPUE cenderung meningkat pada musim kemarau. Model regresi berganda CPUE yang terbentuk menunjukan persamaan yang signifikan terhadap parameter curah hujan dan oksigen terlarut.The influences of rainfall rate on fishing activities and the waters environment condition. This research has purpose to saw rainfall rate effect on fishing production and waters environment of Barito river estuary. Sampel of fishing result has collected by enumerator of lampara, tuguk, and rawai for 7 months, from March until September 2012. Parameters of water condition have collected are nitric, ammoniac, fosfat total, hardness, turbidity, conductivity, transparence, oxygen, temperature, salinity and pH. Fish production is showed by catch per unit effort (CPUE). Test for each water parameters and rainfall rate are conducted with t-test, while for similarity model of CPUE on rainfall rate and water condition are counted by multiple regression backward method. Peak of rainy season on research is happened on March, and peak of dry season happened on September. T-test result for rainfall rate and water condition parameter has show significant on conductivity parameter. Relation of rainfall and CPUE show significant correlation, where is the trend of CPUE increases on summer season. Multiple regression model of CPUE is formed in significant by rainfall and dissolved oxygen parameters.    
Karakteristik Penangkapan dan Produksi Ikan di Kabupaten Barito Selatan, Kalimantan Tengah Rupawan, Rupawan; Rais, Aroef Hukmanan
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia Vol 22, No 4 (2016): (Desember 2016)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Perikanan, Badan Penelitian dan Pengembangan Kelautan da

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (614.138 KB) | DOI: 10.15578/jppi.22.4.2016.215-224

Abstract

ABSTRAK  Kabupaten Barito Selatan di Provinsi Kalimantan Tengah memiliki potensi dan produksi perikanan yang besar dari perairan umum daratan. Wilayah rawa banjiran yang luas, jumlah alat tangkap yang bervariasi dan kegiatan penangkapan yang tinggi menjadi salah satu sumber potensi dan penopang perekonomian di wilayah ini. Tulisan ini menguraikan sebaran penggunaan alat tangkap berdasarkan lokasi dan musim penangkapan dan menganalisis pengaruh curah hujan terhadap laju tangkap dan komposisi hasil tangkapan pada beberapa alat tangkap di wilayah perairan Kabupaten Barito Selatan. Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan bantuan 12 orang nelayan enumerator di empat lokasi berbeda. Lokasi tersebut yaitu Danau Palui, Danau Pamait, Desa Jelapat, dan Danau Ganting. Terdapat tujuh jenis alat tangkap yaitu rawai (long line), tampirai (stage trap), lunta (cash net), banjur (stake line), rengge (gill net), lukah (pot trap) dan selambau (seine net). Data curah hujan diperoleh dari stasiun BMKG Kabupaten Barito Selatan. Data dikumpulkan selama sembilan bulan dari Februari hingga Oktober 2015. Nilai produksi dan laju tangkap dikorelasikan dengan curah hujan menggunakan uji-t, sedangkan hasil tangkapan di tabulasi sesuai jenis alat tangkap dan waktu penangkapan. Diperoleh nilai korelasi signifikan antara produksi, laju tangkap terhadap curah hujan. Sebaran alat tangkap banyak diperoleh bervariasi pada wilayah rawa banjiran yang dangkal. Sebanyak 43 spesies ikan yang tertangkap menggunakan tujuh jenis alat tangkap. Alat tangkap selambau (seine net) memiliki variasi hasil tangkapan tertinggi. The South Barito Regency has high potential and production of inland fisheries in Central Kalimantan Province. The large area of flood plain, various of fishing gears and intensive fishing. This paper describes the distribution of fishing gear utilization based on location and fishing season and, analyzes  the effect of rainfall on the fishing rate and fish composition of several kind of fishing gears in South Barito Regency waters. Samples collection were done by 12 enumerators fishermen at four different locations. The locations include Palui lake, Pamait lake, Jelapat village, and Ganting lake. Fish production was tabulated based on fishing gear and fishing periode. Rainfall rate data were obtained from BMKG (Agency for Meterology, Climatology and Geophysic) of South Barito Regency. Data were collected during nine months from February to October 2015. Production and fishing rate were significantly correlated to rainfall rate with t-test.Results show that there were about 7 fishing gears such as: rawai (long line), tampirai (stage trap), lunta (cash net), banjur (stake line), rengge (gill net), lukah (pot trap) and selambau (seine net). There is a significant corellation between production and fishing rate to the rainfall rate. The distribution of fishing gear is more varied in shallow flood plain area. About 43 species of fish were caught using 7 different fishing gears. Selambau (seine net) caught the highest variation of fish species.  
ANALISIS FINANSIAL PEMBESARAN IKAN BETUTU (Oxyeleotris marmorata Blkr) DALAM HAMPANG DI LAHAN RAWA LEBAK SUMATBRA SELATAN Rupawan, Rupawan; Nasution, Zahri; Arifin, Zainal
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia Vol 2, No 3 (1996): (Vol.2 No.3 1996)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Perikanan, Badan Penelitian dan Pengembangan Kelautan da

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3202.115 KB) | DOI: 10.15578/jppi.2.3.1996.50-55

Abstract

peningkatan pemanfaatan lahan rawa lebak untuk budidaya ikan harus didukung oleh keragaan aspek teknis dan aspek ekonomi. Untuk mengetahui analisis finansial pembesaran ikan betulu dengan pemberian jenis pakan berbeda telah dilakukan penelitian selama 6 bulan menggunakan hampang di kolam lahan rawa Kertamulia Sumatera Selatan.