Rosdiana, Yanti
Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

Published : 18 Documents
Articles

Found 18 Documents
Search

Pengetahuan sebagai Faktor Dominan Efikasi Diri Kader dalam Melakukan Deteksi Dini Gangguan Jiwa Rosdiana, Yanti; Widjajanto, Edi; Kapti, Rinik Eko
Jurnal Kedokteran Brawijaya Vol 30, No 2 (2018)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1150.38 KB)

Abstract

Kader kesehatan jiwa berperan penting di masyarakat dalam pelaksanaan deteksi dini gangguan jiwa. Pengetahuan, pengalaman, dan dukungan sosial merupakan sebagian dari faktor yang diduga mempengaruhi efikasi diri kader dalam melakukan deteksi dini. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan tiap faktor dengan efikasi diri kader dan mengetahui faktor dominan yang mempengaruhi efikasi diri kader. Penelitian ini menggunakan desain observasi analitik dengan pendekatan cross sectional. Sebanyak 138 sampel yang memenuhi kriteria inklusi diambil secara proporsional dari lima desa di wilayah kerja Puskesmas Bantur Kabupaten Malang. Data dianalisis secara deskriptif dan dilakukan uji regresi logistik untuk mengetahui faktor dominan yang meningkatkan efikasi diri kader. Hasil menunjukkan kader adalah ibu rumah tangga pada usia produktif dengan latar belakangan pendidikan menengah. Secara umum kader telah memiliki pengetahuan, pengalaman, dan dukungan sosial yang baik dalam melakukan deteksi dini ganggungan jiwa. Uji regresi logistik menunjukkan kader yang memiliki pengetahuan tinggi akan meningkatkan 6,853 kali efikasi diri (OR=6,853, p=0,007) dibandingkan kader yang memiliki pengetahuan rendah. Pengetahuan, pengalaman dan dukungan sosial yang baik akan meningkatkan efikasi diri kader dalam melakukan deteksi dini gangguan jiwa dengan pengetahuan sebagai faktor dominan.
Application of Clean and Healthy Living Behavior (PHBS) From The Household Knowledge and Attitude Study Putri, Ronasari Mahaji; Rosdiana, Yanti; Nisa, Aprilia Choirun
Journal Of Nursing Practice Vol 3 No 1 (2019): Journal Of Nursing Practice
Publisher : Institut Ilmu Kesehatan STRADA Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (599.297 KB)

Abstract

Background: The behavior of clean and healthy life (PHBS) is an obligation to be carried out by everyone. PHBS is an effort to maintain the health of themselves and their families. The PHBS coaching program has been running for approximately 18 years, but its success is far from expected. It is necessary to explore the factors underlying the failure to implement PHBS. Mothers as educators in the family, have an obligation not only to implement PHBS for themselves, but also educate their children to conduct clean and healthy lifestyle.Purpose: The purpose of this study was to determine the application of clean and healthy behavior (PHBS) from the study of knowledge and attitudes of housewives in the household setting.Method: This research is a descriptive study with a cross sectional approach, involving 39 housewives in RT 03 RW 06 Tlogomas Malang. The sample is taken in total side. The independent variable is the knowledge and attitudes of housewives, while the dependent variable is clean and healthy living behavior. Instrument to explore knowledge, attitudes and behavior using a questionnaire. Data analysis using the Spearman rank test.Result: The results showed that as many as 43.6% of housewives were well informed, 76.9% of housewives had good attitudes, and as many as 69.2% of mothers had good PHBS. Statistical tests show there is no relationship between knowledge with PHBS (p value 0.792), and there is a relationship between attitudes and PHBS of housewives (p-value 0.007).Conclusion: The application of clean and healthy lifestyle is not related to knowledge, but is related to the attitude of housewives in RT 03 RW 06 Tlogomas Malang.
HUBUNGAN TINGKAT STRES KERJA DENGAN KINERJA PERAWAT Nurcahyani, Enny; Widodo, Dyah; Rosdiana, Yanti
Care : Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan Vol 4, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (230.589 KB)

Abstract

Stres yang dialami perawat dalam melakukan tugasnya dapat mengurangi kinerja. Sebagian besar perawat, terutama di ruang perawatan inap selalu menghadapi berbagai keluhan dari pasien. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan antara stres dan kinerja perawat di ruang perawatan inap Rumah Sakit Panti Waluya Sawahan Malang. Desain penelitian ini adalah korelasi dengan cross sectional. Populasi adalah perawat di ruang perawatan inap Rumah Sakit Panti Waluya Sawahan Malang. Sampel adalah 109 orang dengan teknik sampling proportional random sampling. Data dianalisis dengan menggunakan korelasi product moment pearson. Hasil diketahui bahwa responden memiliki tingkat stres ringan sebanyak 108 orang (99,1%), sebagian besar responden memiliki kinerja yang baik sebanyak 87 orang (71,5%), dan ada korelasi antara tingkat stres kerja dan kinerja perawat di rawat inap Panti Waluya Sawahan Rumah Sakit Malang. Direkomendasikan bagi perawat di unit pelayanan rawat inap untuk mempertahankan kinerja perawat
HUBUNGAN AKTIVITAS MENONTON TELEVISI DENGAN STATUS GIZI PADA ANAK USIA SEKOLAH 6-8 TAHUN DI SDN MERJOSARI 02 MALANG Fieny, Theresia; Wiyono, Joko; Rosdiana, Yanti
Care : Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan Vol 4, No 3 (2016)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (345.983 KB)

Abstract

Aktivitas menonton televisi merupakan salah satu faktor penting yang menentukan status gizi seseorang.Asupan nutriri yang berlebih tidak diimbangi dengan pengeluaran energi akan menyebabkan terjadinya kegemukan.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui antara hubungan aktivitas menonton televisi dengan status gizi pada anak usia sekolah 6-8 tahun di SDN Merjosari 02 Malang. Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan pendekatan cross sectional. Populasinya adalah semua anak usia sekolah 6-8 tahun sebanyak 20 orang dengan teknik sampling sampel jenuh. Instrumen yang digunakan adalah lembar kuesioner.Analisa data dengan menggunakan uji statistik spearman rank, derajat kemaknaan (0,05).Hasil penelitian diketahui sebagian besar responden mempunyai aktivitas menonton televisi di Hari Minggu dalam kategori lama sebanyak 15 orang (75%), Senin 11 orang (55%), Selasa 13 orang (65%), dan sebagian besar status gizi responden dalam kategori gemuk yakni laki-laki 6 orang (30%) dan perempuan 7 orang (37%). Uji statistik p-value = 0,22 p-value > 0,05. Artinya tidak ada hubungan antara aktivitas menonton televisi dengan status gizi pada anak usia sekolah 6-8 tahun.Direkomendasikan untuk melakukan penelitian lanjutan dengan memperbesar sampel penelitian dan menyertakan faktor determinannya.
Motivasi Tinggi Meningkatkan Minat Mahasiswa Untuk Melanjutkan Profesi Ners Rosdiana, Yanti; Hastutiningtyas, Wahidyanti Rahayu; Putri, Ronasari Mahaji
Care : Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan Vol 7, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (142.208 KB)

Abstract

Nursing students can only be said to be professional if the student has continued professional if the student has continued professional profession education, but unfortunately there are still many students who are not willing to continue to the level. Student motivation in one way to bring out, move, desire and direct behaviour. Such behaviour will form an activity of its own to determine the relationship of motivation with the interest of students to continue profession professions at Tribhuwana University Tunggadewi Malang. This research uses analytic observation design with cross sectional approach. The population in this study were all Nursing science study Program students at the Tribhuwana Tunggadewi University in Malangwho would continue the profession of nurses. The sampling technique used in this study was a total sampling of 87 respondents. The dependent variable in this study in the independent interest and variable, namely motivation. Data were collected using a modified questionnaire, namely interest with IIQ (The Individual Interest Questionnaire) and motivation with Motivation Quuestionnaire Aspira. Data were performed using SPSS. Spearman-rank test results obtained p value = (0,000) < (0,050) with a positive value of r (correlation coefficient) 0,391 wich means that there is a significant relationship of motivation with interest. Thus the higher the motivation will increase the interest of studets to continue professional education nurse, so it is hoped that there needs to be an early introduction to the Ners professional education program to increase motivation with the interest of nursing students of continue professional ners education
HUBUNGAN USIA TERHADAP KEJADIAN PRE EKLAMPSI PADA IBU HAMIL PRIMIGRAVIDA DI RUMAH SAKIT PERMATA BUNDA MALANG Sepriadi, Sepriadi; Mudayatiningsih, Sri; Rosdiana, Yanti
Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 2, No 3 (2017): Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (208.314 KB)

Abstract

Ibu hamil primigravida mudah mengalami stress dalam menghadapi persalinan menyebabkan peningkatan corticotropic releasing hormone (CRH) sehingga tekanan darah meningkat sebagai penyebab pre eklampsia. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan usia terhadap kejadian pre eklampsi pada ibu hamil primigravida di Rumah Sakit Permata Bunda Malang. Desain penelitian mengunakan desain analitik korelasi dengan menggunakan pendekatan retrospektif. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 83 ibu hamil dengan penentuan sampel penelitian menggunakan quota sampling sehingga didapatkan sampel penelitian sebanyak 32 ibu hamil primigravida. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah kuesioneruntuk mengetahui usia responden dan catatan rekam medis untuk mengetahui kejadian pre eklampsi.Metode analisa data yang digunakan yaitu uji spearmen rank dengan menggunakan SPSS. Hasil penelitian membuktikan sebagian besar 17 (53,1%) ibu hamil primigravidaberusia 17 – 19 tahun (terlalu muda untuk hamil) dan sebagian besar 24 (75,0%) ibu hamil primigravida mengalami kejadian pre eklampsi ringan. Hasil uji spearmen rank didapatkan p value= (0,002)
HUBUNGAN KEPRIBADIAN GURU DENGAN PERKEMBANGAN BAHASA ANAK USIA 4-5 TAHUN DI TK BHANI AHMAD TLOGO INDAH KELURAHAN TLOGOMAS Kambu, Maria Dappa; Prastiwi, Swito; Rosdiana, Yanti
Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 3, No 2 (2018): Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bahasa adalah sarana dalam menyampaikan suatu gagasan perasan kepada orang lain. Kemampuan berbahasa anak usia TK sangat bergantung dari stimulan yang diberikan. Kepribadian guru sangat mempengaruhi pemberian stimulasi pada anak melalui metode pembelajaran. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan kepribadian guru dengan perkembangan kemampuan bicara dan bahasa anak usia 4 - 5 tahun di TK Bhani Ahmad Tlogo Indah, Kelurahan Tlogomas, Kota Malang. Desain penelitian mengunakan desain korelasi. Populasi dalam penelitian siswa di TK Bhani Ahmad sebanyak 24 orang anak dan sampel penelitian menggunakan total sampling. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah kuesioner dan observasi. Metode analisa data yang digunakan yaitu uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan kepribadian guru, sebagian besar yaitu sebanyak 17 anak (70,83%) menilai bahwa guru dikategorikan memiliki kepribadian baik, perkembangan kemampuan bahasa anak, sebagian besar yaitu sebanyak 17 anak (70,83%) dikategorikan baik, serta uji Chi-Square didapatkan p value = 0,009 < α (0,05) yang berarti data dinyatakan signifikan dan H1 diterima. Artinya ada hubungan antara kepribadian guru dengan perkembangan kemampuan bahasa anak usia 4-5 tahun di TK Bhani Ahmad Tlogo Indah, Kelurahan Tlogomas, Kota Malang. Dengan demikian guru tidak hanya dituntut untuk mengutamakan teori dan metode yang digunakan dalam mengajar, akan tetapi perlu memperhatikan dan meningkatkan kepribadiannya dalam mendidik sehingga memberikan kemajuan dalam perkembangan kemampuan bahasa anak. ABSTRACT Language is a means to convey a notion of juice to others. Language skills of children preschool age is very dependent on the stimulant given. The teacher's personality greatly affect stimulation in children through learning methods. The purpose of this study was to determine the relationship between the personality of the teacher with the development of speech and language skills of children aged 4-5 years in kindergarten Bhani Ahmad Tlogo Beautiful, Village Tlogomas, Malang. The study design using the correlation design. The population in this study students in kindergarten Bhani Ahmad as many as 24 children and a sample using a total sampling. Data collection techniques used are questionnaires and observation. Data analysis method used is Chi-square test using SPSS. The results showed the teacher's personality, most of which as many as 17 children (70.83%) assess that their teachers be categorized as having a good personality, the development of children's language abilities, most of which as many as 17 children (70.83%) categorized as good, and Chi -Square obtained p value = 0.009
HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA TERHADAP MOTIVASI LANSIA DALAM PENGELOLAAN PENYAKIT HIPERTENSI DI POLI INTERNA RST dr. SOEPRAOEN MALANG Widiandari, Tyas Dwi; Widiani, Esti; Rosdiana, Yanti
Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 3, No 1 (2018): Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (273.761 KB)

Abstract

Menurunkan resiko terjadinya peningkatan tekanan darah pada lansia dapat dilakukan dengan cara mengadopsi pola hidup sehat seperti olahraga, mengatur diet serta memeriksakan tekanan darah secara periodik. Hal ini membutuhkan motivasi yang kuat dari lansia hipertensi untuk melakukan pengelolaan penyakit hipertensi agar tidak menimbulkan komplikasi penyakit lain. Peran keluarga sangat berpengaruh terhadap motivasi lansia dalam melaksanakan pengelolaan penyakit hipertensi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dukungan keluarga terhadap motivasi lansia dalam pengelolaan penyakit hipertensi di poli interna RST Soepraoen Malang. Penelitian ini menggunakan metode analitik korelasi dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh lansia dengan hipertensi di poli interna RS Tingkat II dr. Soepraoen Malang berjumlah 53 orang. Besar sampel sebanyak 46 orang dengan teknik pengambilan purposive sampling. Analisa data menggunakan uji statistik Pearson dengan derajat kemaknaan 0,05. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan 52,2% dukungan keluarga kepada lansia dalam pengelolaan penyakit hiperteni dalam kategori cukup, dan 63% motivasi lansia dalam pengelolaan penyakit hipertensi dalam kategori cukup. Hasil analisis bivariat menunjukkan hasil α = 0,000 < 0,05 maka H1 diterima, artinya ada hubungan antara dukungan keluarga (emosional dan penghargaan, fasilitas, dan informasional) dengan motivasi lansia dalam pengelolaan penyakit hipertensi di poli interna RST Malang. Direkomendasikan bagi RST Soepraoen Malang untuk dapat mengembangkan penyuluhan tentang pentingnya edukasi dukungan keluarga kepada lansia sehingga dapat meningkatkan motivasi lansia dalam mengelola penyakit hipertensi.
HUBUNGAN PENGETAHUAN DENGAN TINGKAT KEBERSIHAN DIRI PADA ANAK JALANAN USIA 6-12 TAHUN DI KOTA MALANG Amrillah, Rizka Yusri; Sutriningsih, Ani; Rosdiana, Yanti
Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 3, No 2 (2018): Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Manusia perlu menjaga kebersihan diri agar tetap sehat, tidak bau, tidak menyebarkan kotoran atau menularkan kuman penyakit bagi diri sendiri maupun orang lain. Perawatan diri yang secara positif mempengaruhi kesehatan manusia yang dilakukan sebagai aktivitas kehidupan sehari-hari. Kebersihan diri (Personal hygiene) merupakan upaya seseorang dalam memelihara kebersihan dirinya untuk memperoleh kesejahteraan fisik dan psikologis. Lazimnya kebersihan diri pada anak fase usia sekolah 6-12 tahun meliputi kebersihan tangan, kebersihan kuku, kebersihan rambut, kebersihan kulit dan kebersihan telinga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan dengan tingkat kebersihan diri pada anak jalanan usia 6-12 tahun di Rumah Singgah Sanggar Sahabat Anak Kota Malang. Penelitian ini menggunakan desain korelasional, populasi dari penelitian ini sebanyak 30 responden dengan usia 6-12 tahun. Pengumpulan data dilakukan dengan kuisioner dan lembar observasi selanjutnya dianalisis dengan menggunakan Spearman Rank. Pada penelitian ini didapatkan hasil bahwa sebagian besar responden (66,7%)mempunyai pengetahuan yang cukup tentang memelihara kebersihan diri, serta sebagian besar responden (63,3%) mempunyai tingkat kebersihan diri yang cukup. Ada hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan dengan kebersihan diri pada anak jalanan usia 6-12 tahun di Rumah Singgah Sanggar Sahabat Anak Kota Malang yang dibuktikan dengan nilai p-value 0,003< 0,05. Saran untuk peneliti selanjutnya diharapkan melakukan kajian secara lebih mendalam dengan wawancara tentang hubungan pengetahuan dengan tingkat kebersihan diri pada anak jalanan usia 6-12 tahun dan menghubungkan dengan variabel lain (body image, praktik sosial, status sosial ekonomi, kondisifisik/psikis, budaya dan kebiasaan) yang tidak terdapat dalam penelitian ini. ABSTRACT Humans need to maintain personal hygiene to stay healthy, not smell, do not spread dirt or transmit germs for themselves or others. Self-care that positively affects human health is done as an activity of daily life. Personal hygiene (Personal hygiene) is a person's efforts in maintaining his hygiene to obtain physical and psychological well-being. Normally self-hygiene in children 6-12 years of school age includes hand hygiene, nail hygiene, hair hygiene, skin hygiene and ear hygiene. This study aims to determine the relationship of knowledge with the level of personal hygiene on street children age 6-12 years at Rumah Singgah Sanggar Sahabat Anak Malang. This study uses correlation, the population of this study as many as 30 respondents with the age of 6-12 years. The data were collected by questionnaire, the next observation sheet was analyzed by using Spearman Rank. In this study obtained the result that most respondents (66.7%) have sufficient knowledge about maintaining personal hygiene, and most respondents (63.3%) have sufficient level of personal hygiene. There is a significant relationship between the level of knowledge with personal hygiene on street children age 6-12 years in Rumah Singgah Sanggar Sahabat Anak Malang as evidenced by p value 0,005
HUBUNGAN TINGKAT STRES KERJA DENGAN KUALITAS TIDUR PADA PERAWAT DI PUSKESMAS DAU MALANG Susanti, Eva; Dyah Kusuma, Farida Halis; Rosdiana, Yanti
Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 2, No 3 (2017): Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (201.035 KB)

Abstract

Perawat merupakan sumber daya manusia di puskesmas yang memegang peranan penting dalam pelayana kesehatan. Pekerjaan sebagai perawat di tuntut profesional dalam menangani pasien sehingga menimbulkan stres kerja. Perawat yang mengalami stres kerja didasarkan pekerjaan sift malam mampu menurunkan kualitas tidur perawat. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan tingkat stres kerja dengan kualitas tidur pada perawat di Puskesmas Dau Malang. Desain penelitian mengunakan desain kolerasidengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 32 perawat, sampel penelitian ditentukan dengan teknik total sampling sehingga semua populasi dijadikan sampel. Instrumen pengumpulan data yang digunakan adalah kuisioner. Metode analisa data yang di gunakan yaitu uji spearman rank dengan menggunakan SPSS. Hasil penelitian membuktikan kurang dari separuh (43,8%) perawat mengalami tingkat stres sedang dan lebih dari separuh (59,4%) perawat mengalami kualitas tidur buruk. Hasil uji spearman rank didapatkan p-value = (0,000) < (0,050) sehingga dapat disimpulkan bahwa ada hubungan tingkat stres kerja dengan kualitas tidur pada perawat di Puskesmas Dau Malang. Berdasarkan hasil penelitian maka diharapkan perawat melakukan kegiatan yang bisa mengurangi tingkat stres sedang seperti selalu berinteraksi dengan sesama perawat saat waktu istirahat, malakukan kegiatan rekreasi apabila libur bekerja dan mencukupi kebutuhan tidur dengan melakukan tidur selama 7-8 jam/hari.