Mardlijah, Siti
Pusat Penelitian dan Pengembangan Perikanan, Badan Penelitian dan Pengembangan Kelautan da

Published : 9 Documents
Articles

Found 9 Documents
Search

KOMPOSISI UKURAN CAKALANG (Katsuwonus pelamis) HASIL TANGKAPAN HUHATE YANG DIDARATKAN DI TULEHU, AMBON Nugraha, Budi; Mardlijah, Siti; Rahmat, Enjah
BAWAL Widya Riset Perikanan Tangkap Vol 3, No 3 (2010): (Desember 2010)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Perikanan, Badan Penelitian dan Pengembangan Kelautan da

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1514.356 KB) | DOI: 10.15578/bawal.3.3.2010.199-207

Abstract

Eksploitasi sumber daya ikan cakalang (Katsuwonus pelamis) di perairan Laut Banda telah berlangsung lama. Saat ini sumber daya ikan cakalang telah memperlihatkan tanda-tanda overfishing. Indikasi ini antara lain ditandai oleh penurunan hasil tangkapan dan ukuran individu, perubahan komposisi hasil tangkapan, serta kecenderungan meningkatnya proporsi beberapa jenis ikan berukuran kecil. Data frekuensi panjang dikumpulkan dari bulan Maret sampai Desember 2007 berjumlah 4.293 ekor. Pengukuran panjang dan bobot untuk mengetahui hubungan panjang dan bobot ikan dilakukan pada bulan Maret, Mei, Juli, dan Desember 2007 dengan jumlah contoh 296 ekor. Tulisan ini menyajikan informasi tentang distribusi ukuran panjang dan bobot, hubungan panjang dan bobot ikan cakalang dan ukuran pertama kali tertangkap (Lc) hasil tangkapan huhate yang beroperasi di perairan Laut Banda. Hasil analisis menunjukan bahwa ikan cakalang mempunyai kisaran panjang cagak (FL) antara 30-78 cmFL dan kisaran bobot antara 600-4300 g. Analisis regresi hubungan panjang dan bobot diperoleh persamaan W=0,0485 L2,751, R2=0,9427 dengan nilai koefisien regresi (r)=0,9709, dan nilai slope (b)=2,751. Dari hasil analisis tersebut diketahui bahwa pola pertumbuhan ikan cakalang bersifat allometrik negatif. Ukuran pertama kali tertangkap (Lc) ikan cakalang oleh huhate adalah 41,7 cmFL. Eksploitasi sumber daya ikan cakalang (Katsuwonus pelamis) di perairan Laut Banda telah berlangsung lama. Saat ini sumber daya ikan cakalang telah memperlihatkan tanda-tanda overfishing. Indikasi ini antara lain ditandai oleh penurunan hasil tangkapan dan ukuran individu, perubahan komposisi hasil tangkapan, serta kecenderungan meningkatnya proporsi beberapa jenis ikan berukuran kecil. Data frekuensi panjang dikumpulkan dari bulan Maret sampai Desember 2007 berjumlah 4.293 ekor. Pengukuran panjang dan bobot untuk mengetahui hubungan panjang dan bobot ikan dilakukan pada bulan Maret, Mei, Juli, dan Desember 2007 dengan jumlah contoh 296 ekor. Tulisan ini menyajikan informasi tentang distribusi ukuran panjang dan bobot, hubungan panjang dan bobot ikan cakalang dan ukuran pertama kali tertangkap (Lc) hasil tangkapan huhate yang beroperasi di perairan Laut Banda. Hasil analisis menunjukan bahwa ikan cakalang mempunyai kisaran panjang cagak (FL) antara 30-78 cmFL dan kisaran bobot antara 600-4300 g. Analisis regresi hubungan panjang dan bobot diperoleh persamaan W=0,0485 L2,751, R2=0,9427 dengan nilai koefisien regresi (r)=0,9709, dan nilai slope (b)=2,751. Dari hasil analisis tersebut diketahui bahwa pola pertumbuhan ikan cakalang bersifat allometrik negatif. Ukuran pertama kali tertangkap (Lc) ikan cakalang oleh huhate adalah 41,7 cmFL. Exploitation of skipjack tuna resources in the Banda Sea have lasted long. Currently skipjack tuna resources have been showing signs of over fishing. Indications were, among others, characterized by a decrease in the catch and the size of the individual, changes in the composition of the catch and the trend of increasing proportions of several types of small fish. Length frequency data collected from March until December 2007 amounted 4,293. Length and weight measurements to determine the length and weight relationship of fish conducted in March, May, July, and December 2007 with a total sample was 296. This paper presents information about the distribution of length and weight, length and weight relationship and the length at first capture (Lc) caught by pole and liner operating in theBanda Sea. The analysis showed that the skipjack tuna has a long range between 30-78 cmFL and weight range between 600-4300 g. Regression analysis of length and weight relationship equation was W=0.0485 L2.751, R2=0.9427 with regression coefficient (r)=0.9709, and slope value (b)=2.751. Result show that the growth pattern of skipjack tuna was negative allometric. The length at first captured (Lc) of skipjack was 41.7 cmFL.
BEBERAPAASPEK BIOLOGI CAKALANG (Katsuwonus pelamis) YANG DIDARATKAN DI BITUNG, SULAWESI UTARA Nugraha, Budi; Mardlijah, Siti
BAWAL Widya Riset Perikanan Tangkap Vol 2, No 1 (2008): (April 2008)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Perikanan, Badan Penelitian dan Pengembangan Kelautan da

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (55.543 KB) | DOI: 10.15578/bawal.2.1.2008.45-50

Abstract

Penelitian biologi ikan cakalang hasil tangkapan kapal huhate (pole and line) yang didaratkan di Bitung dilakukan di tempat pendaratan ikan, perusahaan perikanan, dan tempat pengasapan atau fufu cakalang. Aspek yang diteliti meliputi hubungan panjang bobot, rasio kelamin, tingkat kematangan gonad, dan fekunditas. Pengambilan contoh dilakukan pada bulan Juli dan September 2005. Dari hasil analisis hubungan panjang bobot diketahui bahwa pola pertumbuhan ikan cakalang bersifat allometrik positif. Perbandingan jenis kelamin betina dan jantan pada bulan Juli 1:0,73, sedangkan pada bulan September perbandingan 1:2,05. Tingkat kematangan gonad ikan jantan maupun betina didominasi oleh stadium III. Fekunditas telur berkisar antara 1.000.000 sampai dengan 14.000.000 butir.
PENANGKAPAN JUVENIL IKAN MADIDIHANG (Thunnus albacares Bonnatere 1788) DI PERAIRAN TELUK TOMINI Mardlijah, Siti; Rahmat, Enjah
BAWAL Widya Riset Perikanan Tangkap Vol 4, No 3 (2012): (Desember 2012)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Perikanan, Badan Penelitian dan Pengembangan Kelautan da

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (249.79 KB) | DOI: 10.15578/bawal.4.3.2012.169-176

Abstract

Intensitas penangkapan juvenil ikan madidihang (Thunnus albacares) di Teluk Tomini terutama terjadi sejak banyaknya beroperasi purse seine di perairan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran eksploitasi ikan madidihang juvenil dengan hand line dan purse seine di perairan Teluk Tomini.  Penelitian  dilakukan pada tahun 2007 dan 2010.  Sampel ikan madidihang merupakan hasil tangkapan hand line dan  purse seine yang yang beroperasi di rumpon di perairan Teluk Tomini. Hasil tangkapan madidihang juvenil dari hand line sebesar 88,11%, sedangkan hasil tangkapan ikan madidihang juvenil dengan purse seine sebesar 100% (seluruh hasil tangkapan adalah juvenil ).  Panjang pertama kali ikan madidihang yang tertangkap dengan hand line 31,6 cm FL dan dengan purse seine 30 cm FL.  Penangkapan ikan juvenil madidihang terjadi setiap bulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sudah terjadi tekanan penangkapan yang sangat tinggi terhadap juvenil ikan madidihang. The high intensity of juvenils yellowfin tuna (Thunuus albacares) in Tomini bay has occurred after purse seine operated in this area. The aim of the research on “Exploitation of juvenile yellowfin tuna  in Tomini Bay”  was to give clear feature on yellowfin tuna juvenile exploitation by hand line and purse seine in Tomini Bay. The research was conducted in 2007 and 2010. All samples of yellow fin tuna were caught by hand line and purse seine which were operated in Tomini Bay. The result showed that juvenile yellowfin tuna were caught by hand line was about 88.11% from the total catch of hand line, while the juvenile yellowfin tuna caught by purse seine was 100%.  Length of first captune of yellowfin tuna by handline and purse seine was 31.6 cm FL and 30 cm. Fishing juvenile yellowfin tuna occurs every month.  Moreover, that condition was showing and giving the indication that the exploitation of juvenile yellowfin tuna was very high that may endanger their sustainability. 
VARIASI UKURAN DAN JENIS MANGSA DARI IKAN MADIDIHANG MUDA (IMMATURE) DAN DEWASA (MATURE) Mardlijah, Siti; Patria, Mufti Petala
BAWAL Widya Riset Perikanan Tangkap Vol 3, No 1 (2010): (April 2010)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Perikanan, Badan Penelitian dan Pengembangan Kelautan da

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (789.079 KB) | DOI: 10.15578/bawal.3.1.2010.65-70

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara mangsa dan pemangsa (ikan madidihang) di perairan Marisa. Pengambilan contoh dilakukan di Marisa, Provinsi Gorontalo, pada perusahaan fillet ikan tuna. Pengamatan isi lambung dilakukan secara visual. Hasil penelitian menunjukan bahwa tidak terdapat hubungan antara pertambahan ukuran mangsa dengan ukuran ikan pemangsa (madidihang), tapi terdapat hubungan antara jenis mangsa dengan ukuran ikan pemangsa. Ikan madidihang yang berukuran besar (matang gonad) memakan tuna kecil (Auxis rochei) dan ikan pelagis kecil (Brama dussumieri dan Selar crumenopthalmus), sedangkan ikan madidihang yang belum matang gonad banyak memakan Canthigaster spp., Monacanthidae, dan Balistidae. Kanibalisme tidak terjadi di perairan Teluk Tomini. The objective of this research was to study on the relationship between predator and prey for yellowfin tuna in Tomini Bay. Sampling site were located at Marisa, Gorontalo Province in 2007. Prey composition of yellowfin tuna was visually determined. The results showed that there was no relationship between the size of yellowfin tuna and their preys, however, there was indication that different size of yellowfin tuna feed on different item of foods. Adults yellowfin tuna feed little tuna (Auxis rochei) and small pelagic fish Brama dussumieri and Selar cromenopthalmus), while immature yellowfin tuna feed mostly Canthigaster spp., Monacanthidae and Balistidae.
BIOLOGI REPRODUKSI IKAN MADIDIHANG (Thunnus albacares Bonnatere 1788) DI TELUK TOMINI Mardlijah, Siti; Patria, Mufti Petala
BAWAL Widya Riset Perikanan Tangkap Vol 4, No 1 (2012): (April 2012)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Perikanan, Badan Penelitian dan Pengembangan Kelautan da

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2927.564 KB) | DOI: 10.15578/bawal.4.1.2012.27-34

Abstract

Penelitian biologi reproduksi bertujuan untuk mengetahui perkembangan gonad dan panjang pertama kali matang gonad ikan madidihang yang tertangkap di perairan Teluk Tomini. Jumlah sampel telur sebanyak 74 contoh dan sampel testes sebanyak 90 contoh dikumpulkan melalui tempat pendaratan ikan di Marisa, Gorontalo pada tahun 2007. Tingkat kematangan gonad diamati secara visual dan pembuatan preparat histologis serta analisis Gonado Somatic Index (GSI). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pemijahan ikan madidihang diperkirakan terjadi pada bulan Desember dan panjang pertama kali matang gonad pada ukuran 94 cm FL. Nisbah kelamin ikan madidihang jantan dan betina adalah seimbang. The objective of research on reproductive biology of yellowfin tuna is to study  gonad development and its length at first maturity.Gonad development were determined through the examination of 74 yellowfin ovaries samples and 90 testes samples collected from Marisa, Gorontalo in 2007.  Gonad maturity stages were identified histologically. Sexual maturity stages was identified through visual analyzed, preparation on histology and Gonado Somatic Index (GSI). The result showed that spawning season of yellowfin tuna in Tomini Bay occured in December.Meanwhile length at first maturity at 94,8 cm FL. The ratio of males and females of yellowfin tuna is well-balanced.
ASPEK BIOLOGI IKAN KENYAR Sarda orientalis FAMILI: SCOMBRIDAE DARI PERAIRAN SAMUDERA HINDIA Pralampita, Wiwiet An; Mardlijah, Siti; Chodriyah, Umi
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia Vol 13, No 3 (2007): (Desember 2007)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Perikanan, Badan Penelitian dan Pengembangan Kelautan da

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1051.938 KB) | DOI: 10.15578/jppi.13.3.2007.233-241

Abstract

Ikan kenyar (Sarda orientalis), merupakan komoditi perikanan yang tergolong ekonomis penting, selain sebagai komoditi ekspor juga untuk memenuhi permintaan pasar domestik, namun data dan informasi mengenai ikan tersebut sangat kurang, baik data statistik, maupun data biologi serta potensi dan distribusi kelimpahan. Penelitian tentang aspek biologi kenyar hasil tangkapan dari perairan Samudera Hindia telah dilakukan. Selama ini penelitian khusus mengenai ikan kenyar secara mendalam belum pernah dilakukan di Indonesia. Menurut hasil penghitungan nisbah kelamin, perbandingan kelamin ikan kenyar jantan dan betina berada dalam keadaan tidak seimbang, dan didapatkan betina lebih banyak. Kisaran ukuran panjang (FL) ikan kenyar dari Samudera Hindia 17,0 sampai dengan 69,0 cm. Hubungan panjang bobot ikan kenyar bersifat isometrik, dengan demikian pertambahan panjang ikan kenyar, seimbang dengan pertambahan bobot. Komposisi kenyar betina selama bulan pengamatan didominasi oleh kenyar dengan tingkat kematangan gonad III dan IV, yaitu lebih dari 50% jumlah, hampir di setiap bulan pengamatan. Striped bonito (Sarda orientalis) is fishery commodity which has important economic value. However, there is still lack of data and information about the fish, not only in statistic data but also biology data, potent, and distribution data. Research on biology aspect of striped bonito Sarda orientalis from Indian Ocean waters was conducted. Intensif research in striped bonito (Sarda orientalis) has not been done in Indonesia. Based on calculation of sex rate, ratio of male and female kenyar is very unbalance where the female is much more then the male. The length rate of striped bonito which is landed in Binuangeun, Pelabuhan Ratu, Cilacap, and Kedonganan vary from 17.0 until 69.0 cm. The length weight corelation is isometric, indicate the more length the fish get, the more weight the fish get. The composition of in female striped bonito during the observation is dominated by the fish with gonate mature III and IV, which is more than 50% from all the fish that observed.
THE SEASONAL VARIABILITY OF CPUE AND CATCH-AT-SIZE DISTRIBUTION OF TROLL AND HANDLINE TUNA FISHERIES LANDED IN LABUHAN LOMBOK Setyadji, Bram; Hartaty, Hety; Mardlijah, Siti
Indonesian Fisheries Research Journal Vol 22, No 1 (2016): (June 2016)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Perikanan, Badan Penelitian dan Pengembangan Kelautan da

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (170.212 KB) | DOI: 10.15578/ifrj.22.1.2016.53-60

Abstract

Troll and hand line tuna fisheries is one of the major fishing gears landed in Labuhan Lombok coastal fishing port (PPP Labuhan Lombok) west Nusa Tenggara Barat province.  Both fisheries are strongly associated with fish aggregating devices (FAD’s). The main fishing ground is Indian Ocean southern part of this province.  Several source of data has been collected regularly. Data analysis comprised of monthlycatch and effort data samples based onport monitoring program during 2012 to 2015. The result showed the diclining of CPUE of yellow fin and skipjack tuna presumably related to fishing intensity of fleets and its variability that landed in PPP Labuhan Lombok.  The increasing CPUE of skipjack tuna in 2014 was predicted due to increasing aggregation around the FADs. Constrasting seasonal fishing index pattern between yellowfin and skipjack tuna foundin 4-month cycles, started in January.A length-weight relationship suggested that yellowfin tuna caught bysmall-scale fisheries were performing allometric growth pattern (b=2.963, r2=0.9737).
ANALISIS ISI LAMBUNG IKAN CAKALANG (Katsuwonus pelamis) DAN IKAN MADIDIHANG (Thunnus albacares) YANG DIDARATKAN DI BITUNG, SULAWESI UTARA Mardlijah, Siti
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia Vol 14, No 2 (2008): (Juni 2008)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Perikanan, Badan Penelitian dan Pengembangan Kelautan da

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (98.589 KB) | DOI: 10.15578/jppi.14.2.2008.227-235

Abstract

Penelitian ini telah dilakukan terhadap isi lambung ikan cakalang (Katsuwonus pelamis) hasil tangkapan pole and line dan ikan madidihang (Thunnus albacares) hasil tangkapan hand line yang didaratkan di Bitung, Sulawesi Utara pada bulan Mei, Juli, dan September 2005. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komposisi jenis makanan ikan cakalang (Katsuwonus pelamis) dan ikan madidihang (Thunnus albacares). Contoh ikan cakalang (Katsuwonus pelamis) berjumlah 69 ekor dan contoh ikan madidihang (Thunnus albacares) berjumlah 63 ekor. Pengambilan contoh dilakukan di perusahaan perikanan dan tempat pengasapan atau fufu cakalang. Pengamatan dilakukan secara visual dan gravimetrik kemudian dianalisis dengan metode indeks of preponderance. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komposisi makanan ke-2 jenis ikan pelagis besar tersebut berubah-ubah dan memiliki kemiripan terhadap 1 jenis makanan yaitu ikan malalugis (Decapterus macarellus), yang merupakan makanan utama ikan cakalang (Katsuwonus pelamis) dan ikan madidihang (Thunnus albacares). Stomach content analysis of skipjack tuna (Katsuwonus pelamis) which was caught by pole and line and yellow fin tuna (Thunnus albacares) caught by hand line, landed in Bitung, North Sulawesi i May, July, and September 2005 were conducted. The objective of the experiment is to know dietary composition of skipjack tuna (Katsuwonus pelamis) and yellow fin tuna (Thunnus albacares). The number of specimen observed 69 of skipjack tunas (Katsuwonus pelamis) and 63 of yellow fin tunas (Thunnus albacares). Sampling site were located in fishery company and at a small scale fish smoked industry. Stomach content analysis of the two fishes were observed visually measured and gravimetrically. The stomach content analysis was analysed based on indeks of preponderance) method. Result shows, the stomach content of skipjack tuna (Katsuwonus pelamis) and yellow fin tuna (Thunnus albacares) related changes and similar among one species are scad mackerel fishes (Decapterus macarellus). Therefore, scad mackerel fishes (Decapterus macarellus) is the dominant food for both skipjack tuna (Katsuwonus pelamis) and yellow fin tuna (Thunnus albacares).
ASPEK BIOLOGI PARI MONDOL (Himantura gerrardi) FAMILI DASYATIDAE DARI PERAIRAN LAUT JAWA Pralampita, Wiwiet An; Mardlijah, Siti
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia Vol 12, No 1 (2006): (April 2006)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Perikanan, Badan Penelitian dan Pengembangan Kelautan da

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2617.142 KB) | DOI: 10.15578/jppi.12.1.2006.69-75

Abstract

Penelitian tentang aspek biologi pari, khususnya hasil tangkapan perairan Laut Jawa sangat sedikit.