Wudianto, Wudianto
Pusat Penelitian dan Pengembangan Perikanan, Badan Penelitian dan Pengembangan Kelautan da

Published : 25 Documents
Articles

Found 25 Documents
Search

EFFECTS OF DIPOLE MODE AND EL-NINO EVENTS ON CATCHES OF YELLOWFIN TUNA (Thunnus albacares) IN THE EASTERN INDIAN OCEAN OFF WEST JAVA Amri, Khairul; Suman, Ali; Irianto, Hari Eko; Wudianto, Wudianto
Indonesian Fisheries Research Journal Vol 21, No 2 (2015): (December 2015)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Perikanan, Badan Penelitian dan Pengembangan Kelautan da

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1250.058 KB) | DOI: 10.15578/ifrj.21.2.2015.75-90

Abstract

The effects of Indian Ocean Dipole Mode and El Niño–Southern Oscillation events on catches of YellowfinTuna (Thunnus albacares) in the Eastern Indian Ocean (EIO) off Java were evaluated through the use of remotely sensed environmental data (sea surface temperature/SST and chlorophyll-a concentration/SSC) and Yellowfin Tuna catch data. Analyses were conducted for the period of 2003–2012, which included the strong positive dipole mode event in association with weak El-Nino 2006.Yellowfin Tuna catch data were taken from Palabuhanratu landing place and remotely sensed environmental data were taken from MODIS-Aqua sensor.The result showed that regional climate anomaly Indian Ocean Dipole Mode influenced Yellowfin Tuna catch and its composition. The catches per unit effort (CPUE) of Thunnus alabacares in the strong positive dipole mode event in 2006 and weak El-Nino events in 2011 and 2012 was higher. The increase patern of CPUE followed the upwelling process, started from May-June achieved the peak between September-October.Very high increase in CPUE when strong positive dipole mode event (2006) and a weak El-Nino events (2011 and 2012) had a relation with the increase in the distribution of chlorophyll-a indicating an increase in the abundance of phytoplankton (primary productivity) due to upwelling. In contrast, yellowfin tuna CPUE is very low at the La-Nina event (2005), though as the dominant catch when compared to others.
PERIKANAN PANCING ULUR DI PALABUHANRATU: KINERJA TEKNIS ALAT TANGKAP Hargiyatno, Ignatius Tri; Anggawangsa, Regi Fiji; Wudianto, Wudianto
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia Vol 19, No 3 (2013): (September 2013)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Perikanan, Badan Penelitian dan Pengembangan Kelautan da

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/jppi.19.3.2013.121-130

Abstract

Pemanfaatan sumberdaya ikan tuna di Palabuhanratu dilakukan oleh perikanan industri dan perikanan rakyat (artisanal). Salah satu alat tangkap yang digunakan pada perikanan artisanal adalah pancing ulur yang mengoperasikan empat alat tangkap dalam satu armada penangkapan. Penelitian ini bertujuan  menganalisis kinerja keempat alat tangkap yang dioperasikan pada perikanan pancing ulur dengan menggunakan metode determinasi (scoring) terhadap kriteria dari aspek biologi, teknik, ekonomi dan sosial. Pancing yang dioperasikan adalah pancing ulur (handlines), pancing tonda (trolllines), pancing layang-layang (kite lines) dan pancing pelampung (float/drift lines). Hasil penelitian menunjukkan nilai deteminasi tertinggi dari semua aspek yang diukur adalah pancing pelampung (V = 2,49) dan pancing ulur (V=2,45). Setiap alat tangkap memiliki nilai determinasi tertinggi dari setiap aspek. Pancing ulur memiliki keunggulan dari aspek teknik operasi dengan score = 2,01, pancing tonda memiliki keunggulan dari aspek sosial dengan score = 1,67, pancing layang-layang memiliki keunggulan dari aspek biologi dengan score = 1,28, dan pancing pelampung memiliki keunggulan dari aspek ekonomi dengan score =2,5. Terdapat ketergantungan dari setiap alat tangkap terhadap alat tangkap lain yang dioperasikan, sehingga kombinasi keempat alat tangkap tersebut dapat lebih efektif digunakan untuk menangkap tuna di sekitar rumpon dan dapat diterapkan di daerah lain di Indonesia. Tuna resources in Palabuhanratu are utilized both by industrial and artisanal fisheries. One of the fishing gears that are used in tuna-artisanal fisheries is line fishing that operates four different fishing lines in one fishing fleet. This study aims to analyze the performance of four lines fishing using determination methods (scoring) against the criteria of of bio-technic, economic and social aspect. Line fishing in Palabuhanratu operates handlines, trolllines, kite lines and float/drift lines.The results showed the highest determinant value of all aspects measured were float/drift lines (V=2.49) and handlines (V=2.45).Each gear has the highest value of any aspect of determination. Handlines has the highest score (2.01) for  technical aspects than other gear, troll lines for social aspects with score = 1.67, kite lines for biological aspects with score = 1.28, and float/drift lines for the economic aspectswith score = 2.5. There is a dependence of each gear-operated, so the combination of four type of gears can be more effectively used to catch tuna around FADs and can be applied in another areas in Indonesia.
IDENTIFICATION OF FISHING GROUND FOR DEEP SEA DEMERSAL FISHES AND ITS POSSIBILITY FOR FISHING DEVELOPMENT IN THE INDIAN OCEAN Wudianto, Wudianto; Satria, Fayakun
Indonesian Fisheries Research Journal Vol 13, No 1 (2007): (June 2007)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Perikanan, Badan Penelitian dan Pengembangan Kelautan da

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (6999.868 KB) | DOI: 10.15578/ifrj.13.1.2007.39-48

Abstract

The topographical surveys were conducted from September 1st to 20th 2004 at southern part of Java and from September 20th to October 30th 2004 at the western part of Sumatera. Exact isobaths were necessary to determine the size of the area in order to identify the possible fishing ground for deep sea demersal fishes.
DEEP SEA FISH RESOURCES DIVERSITY AND POTENTIAL IN THE WATERS OF WESTERN SUMATERA OF THE EASTERN INDIAN OCEAN Badrudin, Badrudin; Wudianto, Wudianto; Wiadnyana, Ngurah N.; Nurhakim, Subhat
Indonesian Fisheries Research Journal Vol 12, No 2 (2006): (December 2006)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Perikanan, Badan Penelitian dan Pengembangan Kelautan da

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (7564.555 KB) | DOI: 10.15578/ifrj.12.2.2006.113-127

Abstract

The availability of data and information on the diversity and potential of fish resources provide important aspects for exploitation and management.
PERUBAHAN UPAYA DAN HASIL TANGKAPAN IKAN PELAGIS KECIL DI SEKITAR LAUT JAWA: KAJIAN PASKA KOLAPS PERIKANAN PUKAT CINCIN BESAR Suwarso, Suwarso; Wudianto, Wudianto; Atmaja, Suherman Banon
BAWAL Widya Riset Perikanan Tangkap Vol 2, No 1 (2008): (April 2008)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Perikanan, Badan Penelitian dan Pengembangan Kelautan da

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1175.775 KB) | DOI: 10.15578/bawal.2.1.2008.17-26

Abstract

Penyusutan stok (biomassa) ikan pelagis di Laut Jawa dan Selat Makassar akibat peningkatan kapasitas penangkapan yang tak terkontrol diduga menjadi sumber penyebab penurunan produktivitas pukat cincin yang berlangsung secara simultan sejak tahun 1995 sampai dengan sekarang (tahun 2006), serta memberikan hasil tangkapan semakin rendah dan tidak menguntungkan. Kajian tentang perubahan upaya dan hasil tangkapan ikan pelagis pasca collaps perikanan pukat cincin inididasarkan pada data hasil tangkapan (per spesies) dan upaya (jumlah trip, hari laut) kapal pukat cincin yang mendarat di Pekalongan dan Juwana kurun waktu tahun 1999 sampai dengan 2006. Hasil menunjukkan jumlah kapal aktif berkurang, karena sejumlah kapal tidak lagi dapat beroperasi (bangkrut), sedang kapal yang beroperasi nampak tidak efisien yang terlihat dari jumlah hari laut yang semakin lama, jumlah trip per kapal juga makin menurun. Tidak ada lagi perluasan daerah penangkapan baru karena perluasan telah mencapai maksimum pada tahun 1996. Selain itu, dalam usaha merespon ketidakseimbangan antara hasil yang diperoleh dengan tinggi biaya eksploitasi,beberapa kelompok usaha perikanan bermodal kuat juga melakukan ekspansi (relokasi) daerah penangkapan baru di luar perairan Laut Jawa dan Selat Makassar; transhipment di laut dimungkinkan banyak dilakukan. Penurunan laju tangkap terjadi di hampir seluruh daerah penangkapan, disertai dengan pergeseran komposisi spesies terutama di Jawa bagian timur (Matasirih) dan Selat Makassar. Terutama pada puncak musim hasil tangkapan (musim peralihan antara bulan September sampai dengan Nopember), kategori layang (Decapterus spp.) yang dalam keadaan normal dominan keberadaan tergeser oleh muncul spesies baru, yaitu ikan ayam-ayaman (Aluterus monoceros, Monacanthidae). Selar bentong (Selar crumenophthalmus) cenderung semakin banyak, tetapi banyar(Rastrelliger kanagurta) makin sedikit. Kontrol upaya sangat penting dilakukan kalau tujuan sustainable fisheries akan dicapai; bagi perikanan pelagis Laut Jawa kontrol tersebut dalam hal jumlah dan ukuran kapal, teknologi penangkapan, dan lama di laut.
HASIL TANGKAPAN MINI TRAWL UDANG PADA BERBAGAI PANJANG WARP DAN LAMA TARIKAN Utama, Andria Ansri; Wudianto, Wudianto
BAWAL Widya Riset Perikanan Tangkap Vol 2, No 6 (2009): (Desember 2009)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Perikanan, Badan Penelitian dan Pengembangan Kelautan da

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (216.065 KB) | DOI: 10.15578/bawal.2.6.2009.309-313

Abstract

Mini trawl merupakan alat tangkap hasil modifikasi dari jaring trawl, spesifikasinya dirancang menjadi lebih kecil dari konstruksi umum trawl. Penentuan panjang warp dan lama tarikan pada mini trawl didasarkan pada hasil perkiraan nelayan tanpa perhitungan sebelumnya sehingga kurang efisien. Efisiensi maksimum alat tangkap trawl dipengaruhi beberapa faktor utama, seperti panjang warp, panjang sweepline, kecepatan tarikan, bobot dari footrope, dan lama tarikan. Tujuan penelitianini untuk mempelajari pengaruh penggunaan perlakuan panjang warp dan perlakuan lama tarikan yang berbeda terhadap hasil tangkapan udang Penaeid pada alat tangkap mini trawl. Penelitian menggunakan metode eksperimen dengan rancangan acak kelompok faktorial yang dilaksanakan pada bulan Maret-April 2007 di perairan Lamongan, Jawa Timur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan panjang warp berpengaruh nyata terhadap hasil tangkapan udang dengan hasil uji F diterima pada taraf uji 5%. Perlakuan lama waktu penarikkan berpengaruh sangat nyata terhadap hasil tangkapan udang, dengan hasil uji F diterima pada taraf uji 5 dan 1%. Hasil Tangkapan terbanyak diperoleh dari perlakuan panjang warp 60 m dengan lama penarikkan 120 menit, bila warp 120 m hasil tangkapan mengalami penurunan pada lama tarikan 120 menit.
BIOLOGI REPRODUKSI DANMUSIM PEMIJAHAN IKAN LEMURU (Sardinella lemuru Bleeker 1853) DI PERAIRANSELATBALI Wujdi, Arief; Suwarso, Suwarso; Wudianto, Wudianto
BAWAL Widya Riset Perikanan Tangkap Vol 5, No 1 (2013): (April 2013)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Perikanan, Badan Penelitian dan Pengembangan Kelautan da

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (386.376 KB) | DOI: 10.15578/bawal.5.1.2013.49-57

Abstract

Ikan lemuru (Sardinella lemuru) merupakan salah satu jenis ikan pelagis ekonomis penting dari famili Clupeidae yang banyak tertangkap di perairan Selat Bali. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji beberapa aspek biologi reproduksi ikan lemuru. Penelitian dilakukan pada bulan Agustus 2010 Desember 2011 di Muncar, Kabupaten Banyuwangi.Hasil penelitianmenunjukkan nilai rasio ikan lemuru jantan dan betina secara keseluruhan menunjukan keadaan yang seimbang. Panjang pertama kalimatang gonad (Lm) ikan lemuru adalah 18,9 cmFL dan panjang ratarata populasi tertangkap (Lc) adalah 14,5 cmFL. Hasil pengamatan terhadap tingkat kematangan gonad (TKG) menunjukkan bahwa ikan lemuru yang tertangkap didominasi oleh ikan dalam kondisi belum matang (immature). Kondisi ikan yang matang gonad ditunjukkan dengan nilai IKG tertinggi yang terjadi pada bulan September 2010 dan 2011 yaitu 5,5%dan 14,4%. Lokasi pemijahan Ikan lemuru diduga terletak pada zona VI yaitu di bagian selatan selat Bali mendekati paparan Pulau Bali.Bali sardinella (Sardinella lemuru) is one of the economically important pelagic fish belng to family of clupidae which caught mostly in the Bali strait waters. The objective of this research is to determine some aspects of biological reproduction of Bali Sardinella. This research was conducted from August 2010 to December 2011 with sampling location in Muncar fishing port at Banyuwangi Regency. The composition of male and female for Bali Sardinella showed an equal sex ratio. The length at first maturity (Lm) is 18.9 cmFL and the Lc-50 is 14.5 cmFL. Bali Sardinella caught dominantly in immature stage. The matured fish obtained mostly on September with the highest values of gonado somatic index was found on September 2010 (5.5%) and September 2011 (14.4%). Location of spawning of Bali sardinella presumably located in the southern part of Bali strait waters near Bali island.
BEBERAPA PARAMETER POPULASI IKAN LEMURU (Sardinella lemuru Bleeker, 1853) DI PERAIRAN SELAT BALI Wujdi, Arief; Suwarso, Suwarso; Wudianto, Wudianto
BAWAL Widya Riset Perikanan Tangkap Vol 4, No 3 (2012): (Desember 2012)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Perikanan, Badan Penelitian dan Pengembangan Kelautan da

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (248.262 KB) | DOI: 10.15578/bawal.4.3.2012.177-184

Abstract

Sumberdaya ikan lemuru paling banyak dimanfaatkan oleh nelayan di perairan Selat Bali sejak diperkenalkannya pukat cincin di perairan tersebut pada tahun 1972. Penelitian ini bertujuan untuk menduga parameter populasi ikan lemuru (Sardinella lemuru) yang merupakan hasil tangkapan pukat cincin yang didaratkan di Muncar, Banyuwangi. Pendugaan parameter populasi dilakukan berdasarkan data panjang ikan lemuru yang dikumpulan pada bulan Agustus 2010 sampai dengan Desember 2011. Data dianalisis menggunakan perangkat lunak FISAT II (versi 1.1.3). Hasil analisis diperoleh dugaan parameter pertumbuhan adalah L∞=20,75 cmFL, K=1,20 per tahun, dan t0=-0,1456 tahun. Laju kematian total (Z) adalah 6,39 per tahun, kematian alami (M) adalah 2,23 per tahun, dan kematian akibat penangkapan (F) adalah 4,16 per tahun. Tingkat laju eksploitasi (E) sebesar 0,65. Laju eksploitasi (E) lebih besar dibandingkan dengan laju eksploitasi optimal (Eopt) maka diduga perikanan lemuru telah mengalami lebih tangkap (overfishing). Ikan lemuru memiliki 2 puncak pola rekruitmen dalam setahun, diperkirakan terjadi pada bulan Februari dan Juli, dimana rekruitmen bulan Juli lebih besar dibanding bulan Februari. Bali sardinella (Sardinella lemuru) was mostly exploited by fisher in Bali Strait waters since the purse seine introduced in this area in 1972. The purpose of this study to estimate population parameters of Bali sardinella that caught by purse seine in Bali strait. Estimation of population parameters of Bali Sardinella based on length frequency data were collected from Muncar fishing port from August 2010 until December 2011, Banyuwangi. Data were analyzed using software FISAT II (version 1.1.3). The results showed that growth parameters as followed L∞ = 20,75 cmFL; K=1,20 year -1 and t0=0,1456 year. Estimation of total mortality (Z)=6,39 year -1; natural mortality (M)=2,23 year -1; fishing mortality (F)=4,16 year -1 and exploitation rate (E)=0,65. The exploitation rate was greater than optimum exploitation (Eopt), it can be presumed that the Bali Sardinella fishery has been overfishing. The recruitment pattern of Bali sardinella have two peaks a year, predicted on February and July, where the recruitment on July was greater than February. 
PERKEMBANGAN PERIKANAN PELAGIS KECIL DI TELUK TOMINI: Suatu Pendekatan ke Arah Manajemen yang Bertanggung jawab Suwarso, Suwarso; Sadhotomo, Bambang; Wudianto, Wudianto
BAWAL Widya Riset Perikanan Tangkap Vol 1, No 6 (2007): (Desember 2007)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Perikanan, Badan Penelitian dan Pengembangan Kelautan da

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (815.602 KB) | DOI: 10.15578/bawal.1.6.2007.233-244

Abstract

Kajian yang bersifat desk study telah dilakukan untuk memperoleh data dan informasi yang dapat bermanfaat sebagai pertimbangan dalam strategi pengelolaan perikanan pelagis kecil yang tepat dan bertanggungjawab di Teluk Tomini. Kajian stok tahun 2003 sampai dengan 2004 di daerah ini yang dilaksanakan oleh Balai Riset Perikanan Laut menjadi bahan utama, dilengkapi dengan hasil observasi dan monitoring terkini (tahun 2005) serta pustaka yang tersedia. Kondisi perikanan tetap bersifat skala kecil dengan ukuran armada penangkap <30 GT, terdiri atas perikanan payang atau pajala yang beroperasi di sekitar pantai dan pukat cincin mini yang beroperasi di daerah penangkapan lebih jauh di perairan Sulawesi Tengah. Tingkat eksploitasi dipertimbangkan aman, kendati upaya penangkapan berjalan cukup intensif. Kondisi lingkungan yang baik dan spesifik serta status perikanan yang berjalan saat ini dimungkinkan dapat menjamin kelestarian sumber daya yang dapat menjamin kelangsungan hasil tangkapan. Meski penambahan upaya (jumlah kapal ukuran <30 GT) dapat disarankan, namun pengelolaan secara terpadu yang melibatkan daerah-daerah otonomi sekitar dan pengelolaan bertanggungjawab yang berbasis kelestarian habitat. Hal-hal menyangkut sistim monitoring perikanan juga diuraikan.
HUBUNGAN PANJANG BOBOT, FAKTOR KONDISI DAN STRUKTUR UKURAN IKAN LEMURU (Sardinella lemuru) DI PERAIRAN SELAT BALI Wujdi, Arief; Suwarso, Suwarso; Wudianto, Wudianto
BAWAL Widya Riset Perikanan Tangkap Vol 4, No 2 (2012): (Agustus 2012)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Perikanan, Badan Penelitian dan Pengembangan Kelautan da

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (330.754 KB) | DOI: 10.15578/bawal.4.2.2012.83-89

Abstract

Ikan lemuru merupakan jenis ikan hasil tangkapan utama kegiatan perikanan di perairan Selat Bali yang status pemanfaatannya sudah mengalami lebih tangkap dan memerlukan upaya pengelolaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan panjang dan bobot, faktor kondisi, serta struktur ukuran ikan lemuru di perairan Selat Bali. Pengumpulan data dilakukan pada bulan Agustus 2010 hingga Desember 2011 dengan metode survei dan pengamatan langsung di lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hubungan panjang dan bobot ikan lemuru mengikuti persamaan W=0,007FL3,167 dan memiliki pola pertumbuhan allometrik positif (b>3) namun pada setiap bulannya mengalami perubahan pola pertumbuhan. Nilai faktor kondisi relatif berkisar antara 0,95-1,28 dan berfluktuasi setiap bulannya. Hasil ini diduga dipengaruhi oleh ketersediaan makanan. Ikan lemuru berukuran kecil atau “sempenit” (<11 cmFL) banyak tertangkap pada bulan Agustus dan September 2010 serta Juli dan November 2011 dan diduga pada waktu tersebut terjadi awal rekruitmen. Bali sardinella (“lemuru”) is mostly caught by fishers in the Bali Strait waters, and its status predicted have overfishing so that it needs to manage this resources. The purpose of this study to investigate the length-weight relationship, the condition factors and size structure of lemuru in the Bali Strait waters. The data was collected through survey and direct observation in the field from August 2010 to December 2011. The result of this study shows that length-weight relationship could be described as W = 0.007 FL3, 167. Nevertheless,  it is change on the growth pattern by monthly. The value of relative condition factors of lemuru were ranging from 0.95 to 1.28 and very fluctuated by monthly. It is predicted that influenced by feed availability in Bali Strait waters. The smaal size of lemuru, namely “sempenit (<11 cmFL) are dominantly caught during August to September 2010 and July and November 2011 that indicated lemuru is recruit during those months.