Endarwati, Susiani
Akademi Keperawatan Dharma Husada Kediri

Published : 7 Documents
Articles

Found 6 Documents
Search
Journal : JURNAL KEBIDANAN

HUBUNGAN POLA ASUH ORANG TUA DENGAN PENYIMPANGAN MENTAL EMOSIONAL ANAK PRASEKOLAH USIA 4-5 TAHUN (Di TK Kartika Jaya Kecamatan Kademangan Kabupaten Blitar) Sudjud, Soemarmi; endarwati, susiani
JURNAL KEBIDANAN Vol 4 No 1 (2015): JURNAL KEBIDANAN
Publisher : AKADEMI KEBIDANAN DHARMA HUSADA KEDIRI

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (151.634 KB)

Abstract

Orang tua memiliki peranan yang sangat penting dalam upaya mendukung perkembangan emosional anak. Namun permasalahan sering kali muncul, manakala orang tua sering kurang tanggap.Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan pola asuh orang tua dengan penyimpangan mental emosional anak pra sekolah usia 4-5 tahun di TK Kartika Jaya. Desain penelitian ini adalah metode analitik. Populasi dalam penelitian ini adalah semua orang tua yang mempunyai anak pra sekolah usia 4-5 tahun di TK Kartika Jaya sejumlah 32 orang dengan menggunakan total sampling. Variabel penelitian ini adalah variable independen pola asuh orang tua dan variable dependen adalah perkembangan emosional anak pra sekolah 4-5 tahun. Instrumen penelitian ini menggunakan kuesioner. Pengolahan data menggunakan editting, coding, scoring dan tabulating. Analisa data dengan chi square. Hasil penelitian didapatkan sebagian besar responden menerapkan pola asuh authoritative yaitu sebanyak 29 responden (91%). Dan perkembangan emosional yang sesuai yaitu 22 anak (69%), perkembangan emosional yang meragukan 6 anak (19%) dan perkembangan emosional yang mengalami penyimpangan sebanyak 4 anak (12%). Dari perhitungan statistic menggunakan uji statistic chi square menunjukkan hasil χ2 hitung 10,421 dengan α 0,05. Oleh karena itu χ2 hitung lebih besar dari χ2α  (10,421 > 5,991) maka dapat disimpulkan bahwa H0 ditolak dan H1 diterima. H0 ditolak dan H1 diterima yang artinya pola asuh orang tua berhubungan dengan penyimpangan mental emosional anak pra sekolah usia 4-5 tahun di TK Kartika JayaKecamatan Kademangan, Kabupaten Blitar. Pola asuh yang diterapkan orang tua sangat erat hubungannya dengan penyimpangan emosional.    
HUBUNGAN PENGETAHUAN DENGAN SIKAP AKSEPTOR KB SUNTIK TENTANG AKDR DI BPM NY. MIYARSIH, DESA SELODONO KECAMATAN RINGINREJO KABUPATEN KEDIRI ENDARWATI, SUSIANI; WAHYUNI, TRI
JURNAL KEBIDANAN Vol 5 No 2 (2016): JURNAL KEBIDANAN
Publisher : AKADEMI KEBIDANAN DHARMA HUSADA KEDIRI

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (176.134 KB)

Abstract

Angka Kematian Ibu (AKI) merupakan salah satu indikator untuk melihat derajat kesehatan perempuan. AKI dapat  diturunkan dengan Keluarga Berencana. Rendahnya wawasan dan pengetahuan menyebabkan banyak orang bersikap negatifterhadap AKDR. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan pengetahuan dengan sikap akseptor KB Suntik tentang AKDR di BPM Ny.Miyarsih,SST, Ds.Selodono, Kec.Ringinrejo, Kab.Kediri.      Desain penelitian menggunakan studi korelasi dengan pendekatan cross sectional. Populasi yang diteliti adalah semua akseptor KB suntik di BPM Ny.Miyarsih,SST, Ds.Selodono, Kec.Ringinrejo, Kab.Kediri sejumlah 106 pada bulan maret 2016. Teknik sampling menggunakan teknik Accidental Sampling dan didapatkan 60 responden.Variabel independent yang digunakan adalah pengetahuan akseptor KB Suntik dan variabel dependent adalah sikap tentang AKDR.Pengumpulan data menggunakan kuesioner, kemudian data diolah (editing, coding, scoring, tabulating) dan dianalisis dengan Chi Kuadrat.      Hasil penelitian dari 60 responden, 35 responden (58.33%) berpengetahuan baik dengan sikap positif, 19 responden (31.67%) berpengetahuan yang cukup dengan sikap positif, 2 responden (3.33%) berpengetahuan baik dengan sikap negatif, 3 responden (5%) berpengetahuan cukup dengan sikap negatif dan 1 responden (1.67%) berpengetahuan kurang dengan sikap negatif. Dari hasil uji statistik Chi Kuadrat (α=5%) didapatkan χ2hitung 10.19 > χ2tabel 5.99 maka H1 diterima, artinya ada hubungan pengetahuan dengan sikap akseptor KB suntik tentang AKDR. Berdasarkan penelitian tersebut diharapkan bidan meningkatkan pengetahuan responden melalui penyuluhan agar responden mengerti, memahami dan bersikap positif tentang AKDR.  
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN MINAT PEKERJA SEKS KOMERSIAL DALAM PENGGUNAAN KONDOM WANITA DI LOKALISASI BOLODEWO KECAMATAN WATES KABUPATEN KEDIRI. endarwati, susiani; Dyan Putri, Dwi Friska
JURNAL KEBIDANAN Vol 5 No 1 (2016): JURNAL KEBIDANAN
Publisher : AKADEMI KEBIDANAN DHARMA HUSADA KEDIRI

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (204.222 KB)

Abstract

Kondom wanita merupakan alat yang digunakan selama hubungan seksual. Banyak wanita terjerumus ke dalam bisnis prostitusi, tetapi semakin banyaknya bisnis tersebut tidak dibarengi dengan kesadaran pelaku untuk menjaga dirinya dari ancaman penyakit menular seksual. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan minat pekerja seks komersial dalam penggunaan kondom wanita di Lokalisasi Bolodewo Kec. Wates Kab.Kediri. Desain yang digunakan adalah studi korelasi dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah semua pekerja seks komersial sebanyak 60 orang. Pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling. Variabel dalam penelitian ini yaitu variabel independen adalah pengetahuan pekerja seks komersial tentang kondom wanita dan variabel dependen adalah minat pekerja seks komersial dalam penggunaan kondom wanita. Pengumpulan data menggunakan kuesioner. Pengolahan data meliputi Editing, Coding, Scoring, Tabulating, dianalisa menggunakan uji Spearman Rank. Hasil dari penelitian diperoleh bahwa pengetahuan pekerja seks komersial tentang kondom waanita dalam katekori cukup (41,7%), dan minat pekerja seks komersial dalam penggunaan kondom wanita dalam kategori tinggi (61,7%). Dari data tersebut dilakukan uji statistik dengan hasil sig (p) = 0,000 dan ɑ=0,05 jadi H0 ditolak dan H1 diterima. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa ada hubungan pengetahuan dan minat pekerja seks komersial dalam penggunaan kondom wanita. Diharapkan pekerja seks komersial memakai kondom wanita setiap melakukan hubungan seksual, untuk mencegah kehamilan dan penyakit menular seksual. Peran tenaga kesehatan diperlukan untuk memotivasi pekerja seks komersial dalam penggunaan kondom wanita.   Kata Kunci : Pengetahuan, minat, pekerja seks komersial, kondom wanita
MINAT IBU MELAKUKAN STIMULASI TUMBUH KEMBANG ANAK USIA 1-5 TAHUN DESA MARON KECAMATAN BANYAKAN KABUPATEN KEDIRI Endarwati, Susiani; Haqiqi, Cendikia
JURNAL KEBIDANAN Vol 7 No 1 (2018): JURNAL KEBIDANAN
Publisher : AKADEMI KEBIDANAN DHARMA HUSADA KEDIRI

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (185.908 KB)

Abstract

Stimulasi adalah perangsangan yang datangnya dari lingkungan luar individu anak, anak yang banyak mendapatkan banyak stimulasi akan lebih cepat berkembang. Data Dinas Kesehatan Jawa Timur 2014 jumlah angka cakupan deteksi dini tumbuh kembang anak balita dan prasekolah tingkat Jawa Timur pada tahun 2014 sebesar 54,8 %. Sedangkan cakupan data Dinas Kesehatan wilayah Kabupaten Kediri pada tahun 2016 mencapai  6,38%. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui minat ibu melakukan stimulasi tumbuh kembang anak usia 1-5 tahun. Desain penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif. Populasi adalah Semua Ibu Balita Di Dusun Maron Desa Maron Kecamatan Banyakan Kabupaten Kediri. Teknik sampling yang digunakan adalah total sampling. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah semua ibu balita di Dusun Maron Desa Maron Kecamatan Banyakan Kabupaten kediri. Pengambilan data menggunakan kuesioner kemudian dilakukan pengolahan data dengan cara editing, coding, scoring, tabulating. Selanjutnya data dianalisis mengunakan prosentase. Hasil penelitian Ketertarikan ibu termasuk kategori tinggi yaitu 54 responden (100%) Perhatian ibu temasuk tinggi yaitu 51 responden (94,4%) Motivasi ibu termasuk tinggi yaitu 47 responden (87,7%) Pengetahuan ibu termasuk tinggi  yaitu 49 responden (90,7%) Berdasarkan hasil penelitian minat responden adalah tinggi. Untuk lebih memperkuat minat tersebut, responden banyak memerlukan informasi dan dukungan yang lebih dari keluarga dan Bidan. Peneliti menyarankan hendaknya Bidan selalu memberikan informasi yang terkait tentang stimulasi tumbuh kembang anak pada responden melalui penyuluhan.
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP AKSEPTOR KB AKTIF TENTANG KONTRASEPSI IMPLAN DI DESA DOKO KECAMATAN NGASEM KABUPATEN KEDIRI ENDARWATI, SUSIANI; sulistyadini, eka
JURNAL KEBIDANAN Vol 4 No 2 (2015): JURNAL KEBIDANAN
Publisher : AKADEMI KEBIDANAN DHARMA HUSADA KEDIRI

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (231.377 KB)

Abstract

Kontrasepsi dibutuhkan untuk membatasi jumlah penduduk. Masyarakat banyak yang sudah mengetahui mengenai keluarga berencana, namun hanya beberapa orang saja yang tertarik untuk menggunakan kontasepsi implan. Hal ini karena kurangnya pengetahuan masyarakat tentang kontrasepsi implan dan dalam menyikapi kontrasepsi implan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan sikap akseptor KB aktif tentang kontrasepsi implan di BPM Ny. Agustin Desa Doko, Kecamatan Ngasem Kabupaten Kediri. Jenis rancangan penelitian ini adalah penelitian korelasi dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah semua akseptor KB aktif. Tehnik pengambilan sampel dengan accidental sampling didapatkan sampel 30 responden. Penelitian dilakukan pada tanggal 7-15 Mei 2015. Pengambilan data dengan menggunakan kuesioner, data diolah dengan editing, coding, scoring, tabulating dan dianalisis dengan uji chi square. Hasil penelitian menunjukkan responden dengan pengetahuan baik adalah 18 responden (60%), dan pengetahuan kurang 12 responden (40%). Sedangkan sikap akseptor KB aktif tentang kontrasepsi implan dalam kategori positif adalah 17 responden (56, 7%). Hasil uji statistik dengan menggunakan chi square, diperoleh hasil chi square = 0,016 < 0,05 maka H0 ditolak. Dari hasil penelitian diperoleh kesimpulan bahwa Ada Hubungan Pengetahuan dan Sikap Akseptor KB Aktif tentang kontrasepsi implan. Dengan demikian diharapkan akseptor KB lebih termotivasi untuk menambah informasi dan pengetahuan tentang kontrasepsi implan melalui tenaga kesehatan, media massa, dan kader serta dapat mengaplikasikan pengetahuan dalam kehidupan sehari-hari.  
PENGETAHUAN IBU HAMIL TENTANG PERAWATAN PAYUDARA DI DESA MOJO KECAMATAN MOJO KABUPATEN KEDIRI Endarwati, Susiani
JURNAL KEBIDANAN Vol 7 No 2 (2018): JURNAL KEBIDANAN
Publisher : AKADEMI KEBIDANAN DHARMA HUSADA KEDIRI

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (600.992 KB)

Abstract

Perawatan payudara selama kehamilan adalah salah satu bagian penting yang harus diperhatikan sebagai persiapan dalam pemberian ASI, kenapa ASI eksklusif sangat penting karena pada usia tersebut sesungguhnya bayi belum mampu untuk mencerna makanan selain ASI. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengetahuan ibu hamil tentang perawatan payudara di Desa Mojo Kecamatan Mojo Kabupaten Kediri. Penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif dengan metode cross sectional. Populasi adalah semua ibu hamil di Desa Mojo Kecamatan Mojo Kabupaten Kediri. Dengan teknik total sampling didapatkan sampel sebanyak 36 responden. Variabel dalam penelitian ini adalah variabel tunggal yaitu pengetahuan ibu hamil tentang perawatan payudara. Pengumpulan data dengan menggunakan kuesioner yang bersifat tertutup. Pengolahan data meliputi editing, coding, scoring, tabulating kemudian data dianalisa dengan persentase. Hasil penelitian menunjukkan dari 36 responden yang diteliti, didapatkan 23 responden (63,9%) memiliki pengetahuan baik tentang perawatan payudara di Desa mojo kecamatan Mojo Kabupaten Kediri. Berdasarkan penelitian menunjukkan pengetahuan ibu tetang perawatan payudara adalah baik. Maka diharapkan ibu hamil mau meningkatkan pengetahuannya tentang perawatan payudara selama kehamilan karena melihat pentingnya dan sangat bermanfaat untuk ibu dan bayinya serta bersedia untuk melakukan perawatan payudara dirumah. Tenaga kesehatan dan lintas sektor lebih meningkatkan penyuluhan tentang pentingnya perawatan payudara