Nababan, Resiany
Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada

Published : 1 Documents
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Spasial Kejadian Malaria Dan Habitat Larva Nyamuk Anopheles spp di Wilayah Kerja Puskesmas Winong Kabupaten Purworejo Nababan, Resiany; Umniyati, Sitti Rahmah
Berita Kedokteran Masyarakat (BKM) Vol 34, No 1 (2018)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (685.253 KB) | DOI: 10.22146/bkm.26941

Abstract

Latar Belakang : Malaria merupakan penyakit yang disebabkan oleh Plasmodium spp dan ditularkan melalui gigitan nyamuk Anopheles spp betina. Di Purworejo malaria masih menjadi masalah penyakit menular yang utama, pada tahun 2013-2015 kasus malaria mengalami peningkatan dari 728 kasus (API 0,98‰) pada tahun 2013 menjadi 1.411 kasus (API 1,98‰) tahun 2015.Tahun 2016 jumlah kasus sebanyak 423 kasus.Tujuan :  Menganalisis faktor-faktor risiko dengan kasus malaria, memetakan distribusi  spasial kasus malaria kaitannya dengan jarak habitat perkembangbiakan terhadap kasus dan  mengetahui habitat larva nyamuk Anopheles spp di wilayah kerja Puskesmas Winong Kabupaten Purworejo.Metode Penelitian : Penelitian ini merupakan penelitian observasi analitik dengan rancangan penelitian case control atau retrospektive study.Variabel bebas adalah faktor cuaca, faktor lingkungan rumah dan faktor sosial budaya, sedangkan variabel terikat adalah kejadian (kasus) malaria. Distribusi kasus malaria disajikan dalam buffer zone dengan menggunakan Sistem Informasi Geografis (SIG). Hubungan variabel bebas dan terikat dianalisis dengan pendekatan analisis bivariat dengan menggunakan uji korelasi Pearson dan Chi square, analisis multivariat dengan uji  regresi logistik dan analisis spasial.Hasil : Analisis bivariat dengan uji korelasi Pearson menunjukan variabel suhu, kelembaban dan curah hujan tidak memiliki hubungan dengan kejadian malaria. Uji Chi square menunjukan ada hubungan kejadian malaria dengan keberadaan breeding site (p=0,02;OR 2,5 ), kondisi dinding rumah (p=0,004; OR 0,29) dan kebiasaan keluar malam hari (p=0,01;OR 3,6 ),sedangkan keberadaan hewan ternak, jarak breeding site, kebiasaan memakai kelambu, penggunaan kawat kasa, pemakaian anti nyamuk dan kebiasaan mengunjungi daerah endemis tidak memiliki hubungan dengan kejadian malaria. Berdasarkan uji regresi logistik kebiasaan keluar malam hari merupakan faktor risiko yang paling tinggi berhubungan dengan kejadian malaria. Pada analisis spasial terbentuk 3 cluster kejadian malaria dan hasil buffering menunjukan bahwa kebanyakan kasus berada di dalam area buffer zone pada radius 1000 m dari habitat larva nyamuk  Anopheles spp berupa kolam, selokan, genangan air, sawah dan sungai.Kesimpulan : Tidak ada hubungan faktor cuaca dengan kejadian malaria. Ada hubungan antara keberadaan habitat perkembangbiakan larva, kondisi dinding rumah dan kebiasaan keluar malam hari dengan kejadian malaria. Terdapat 3 cluster di wilayah kerja Puskesmas Winong dan kebanyakan kasus berada di area buffer zone pada radius 1000 meter.