Andriyanto, Redi Eka
ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling)

Published : 15 Documents
Articles

Found 15 Documents
Search

Bimbingan Kelompok Dapat Meningkatkan Interaksi Sosial Siswa Kelas VIII Pamungkas, Dimas Agung; Yusmansyah, Yusmansyah; Andriyanto, Redi Eka
ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling) Vol 5, No 6 (2017): ALIBKIN
Publisher : ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research issue was could group guiding service improve students social interaction. The aim of the research was to identify the utilizing of group guidance service in increasing students social interaction grade VIII public junior high school 10 Pesawaran grade VIII academic year 2016/2017. Method applied in this research was Quasi exsperimental with one group pretest-posttest design. The subjects were As many as 7 students. The data collecting technique used students social interaction scale. The data was analyzed by Wilcoxon test. Based on gain score result which obtained Z value + -2,366 366 < Z tabel = 1,645, Z count lower than Z table so H0 was rejected and Ha was accepted. The conclusion was the utilizing group guidance could increase students social interaction grade VIII public junior high school 10 Pesawaran grade VIII academic year 2016/2017.Permasalahan penelitian ini adalah apakah layanan bimbingan kelompok dapat meningkatkan interaksi sosial siswa. Tujuan penelitian untuk mengetahui penggunaan layanan bimbingan kelompok dalam meningkatkan interaksi sosial siswa pada siswa kelas VIII SMP Negeri 10 Pesawaran. Penelitian ini menggunakan metode Quasi exsperimental dengan desain one group pretest-posttest design. Subjek penelitian sebanyak 7 siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan skala interaksi sosial siswa. Hasil analisis data menggunakan uji Wilcoxon, berdasarkan hasil gain score diperoleh Z hitung = -2,366 < Z tabel = 1,645 maka Z hitung lebih kecil dari Z tabel sehingga H0 ditolak dan Ha diterima. Kesimpulannya adalah penggunaan layanan bimbingan kelompok dapat meningkatkan interaksi sosial siswa pada siswa kelas VIII SMP Negeri 10 Pesawaran tahun pelajaran 2016/2017.Kata kunci: bimbingan kelompok, bimbingan konseling, interaksi sosial siswa
Hubungan Antara Penguatan Positif Oleh Guru Dengan Kreativitas Belajar Siswa Sumiar, Wulan; Yusmansyah, Yusmansyah; Andriyanto, Redi Eka
ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling) Vol 5, No 5 (2017): ALIBKIN
Publisher : ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose of this research was to know the relation between teachers positive reinforcement with students creativity learning. The problem in this study was the lowness students creativity learning. Data analysis used product moment correlation. The sample were as many as seventy one student. The data collecting technique used the positive reinforcement scale and creativity learning scale. The result of this research was there was a positive relationship between teachers positive reinforcement with students creativity learning with the value of correlation rcount = 0,567 ; with rtabel 0,321, so that rcount > rtabel so that meant Ho was rejected and Ha accepted. Conclusion the study was correlation between teachers positive reinforcement with students creativity learning.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui apakah terdapat hubungan yang positif antara penguatan positif oleh guru terhadap kreativitas belajar siswa. Masalah dalam penelitian ini adalah kreativitas belajar siswa yang rendah. Metode penelitian adalah metode kuantitatif dengan menggunakan analisis korelasi product moment. Sampel penelitian sebanyak 71 orang siswa MTs Daarul Maarif. Teknik pengumpulan data menggunakan skala penguatan positif dan skala kreativitas belajar. Berdasarkan analisis data menggunakan analisis korelasi product moment menunjukkan ada hubungan yang positif antara penguatan positif oleh guru terhadap kreativitas belajar siswa dengan nilai koefisien korelasi rhitung = 0,567 ; dengan rtabel 0,321, maka rhitung > rtabel, dengan demikian Ho ditolak dan Ha diterima. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah terdapat hubungan antara penguatan positif oleh guru dengan kreativitas belajar.Kata kunci:hubungan, kreativitas belajar, penguatan positif
Peningkatan Keberanian Siswa Berbicara Dalam Diskusi Kelas Menggunakan Konseling Kelompok Teknik Assertive Training Rusmana, Ferry Adi; Dahlan, Syarifuddin; Andriyanto, Redi Eka
ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling) Vol 6, No 1 (2018): ALIBKIN
Publisher : ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The problem of this research is the courageousness of students to speak in a class discussion. The purpose of this research is to find out the improvement of students courage to speak in class discussion using assertive training technique. This research used quasi experimental method with pretest posttest design. The subjects of this research were 20 students. Observation technique was used to collect the data. The result of the research shows that there is an improvement of speaking courageousness using assertive training technique, it is shown from the improvement of speaking courage 27,35% and result of data analysis using paired sample t-test, obtained tcount> ttable (16.522 > 2.086). The conclusion of the study is that there is an improvement in students speaking courageousness after having a group counseling using assertive training techniques. .Masalah penelitian ini adalah keberanian siswa berbicara dalam diskusi kelas. Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui peningkatan keberanian siswa berbicara dalam diskusi kelas dengan teknik assertive training. Penelitian ini menggunakan metode quasi eksperimen dengan desain pretest posttest design. Subjek penelitian sebanyak 20 siswa. Pengumpulan data menggunakan teknik observasi. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan keberanian berbicara dengan teknik assertive training, hal ini ditunjukkan dari peningkatan sebesar 27,35% dan hasil analisis data dengan menggunakan paired sample t-test, diperoleh thitung> ttabel (16.522 > 2,086). Kesimpulan penelitian adalah terdapat peningkatan terhadap keberanian berbicara pada siswa setelah pemberian konseling kelompok dengan teknik assertive training.Kata kunci: assertive training, keberanian berbicara, konseling kelompok
Penggunaan IEKAD Dalam Layanan Konseling Kelompok untuk Membantu Merencanakan Pilihan Pekerjaan Pada Siswa Apriantie, Berty; Dahlan, Syarifuddin; Andriyanto, Redi Eka
ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling) Vol 5, No 4 (2017): ALIBKIN
Publisher : ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The problem of this research was that high school student was not been able to make a plan of their ocupation properly after they were graduated. The purpose of this research was to investigate the effectivennes of using SDCEI in group counseling service in helping students to plan their job choice at XI students of SMA Negeri 6 Bandar Lampung. The method used in this research was pre-experimental design with one group pretest posttest design. The subject of research is 22 student. The calculation result analytical using t-test is obtained the value of t calculation = 26,380 > t table = 2.080 then Ho rejected. That finding suggested that the use of SDCEI is effective in group counseling at XI students of SMA Negeri 6 Bandar Lampung academic year 2016/2017.Masalah dalam penelitian ini adalah siswa SMA belum mampu membuat rencana pilihan pekerjaan setelah tamat sekolah secara mantap. Tujuan penelitian adalah ingin mengetahui efektifitas penggunaaan IEKAD dalam layanan konseling kelompok untuk membantu merencanakan pilihan pekerjaan pada siswa kelas XI SMA Negeri 6 Bandar Lampung.. Metode yang di gunakan dalam penelitian ini adalah metode pre-experi mental design dengan desain one group pretest posttest. Subyek penelitian sebanyak 22 orang siswa. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan angket. Hasil perhitungan analisis menggunakan uji t-test di peroleh nilai t hitung = 26,380 > t tabel = 2,080 maka Ho di tolak. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah penggunaan IEKAD dalam layanan konseling kelompok efektif dalam membantu siswa merencanakan pilihan.Kata kunci: bimbingan konseling, konseling kelompok, merencanakan pilihan pekerjaan, IEKAD
Meningkatkan Kecerdasan Emosi Dengan Menggunakan Konseling Client Centered Sutisna, Tri; Yusmansyah, Yusmansyah; Andriyanto, Redi Eka
ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling) Vol 6, No 2 (2018): ALIBKIN
Publisher : ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The problem of this research was the lowness of studentss emotional intelligence. The purpose of this research was to know the improvement of the emotional intelligence by using client centered counseling in students of class XI Senior High School 3 Bandar Lampung in academic year 2017/2018. The method of this research was a quasi experiment with the pretest-posttest design. The subjects of this research were much as five students who have low emotional intelligence. The data collection technique was using emotional intelligence scale. The results of data was analyzed from pretest and posttest of emotional intelligence using Wilcoxon test. The results of statistics analyzed was showing that Zcount = -2,023 < Ztable = 0,018, p = 0,043; p < 0,05, so it can be concluded that Ho was rejected and Ha was accepted. That meant the students emotional intelligence can be improved with client centered counseling.Masalah dalam penelitian ini kecerdasan emosi siswa rendah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan kecerdasan emosi dengan menggunakan konseling client centered pada siswa kelas XI SMA Negeri 3 Bandar Lampung tahun ajaran 2017/2018. Metode penelitian ini bersifat eksperimen semu dengan pretest-posttest design. Sunjek penelitian sebanyak lima siswa yang memiliki kecerdasan emosi rendah. Teknik pengumpulan data menggunakan skala kecerdasan emosi. Hasil analisis data dari pretest dan posttest kecerdasan emosi menggunakan uji beda Wilcoxon. Hasil analisis statistik menunjukkan Zhitung = -2,023 < Ztabel = 0,018, p = 0,043 ; p < 0,05, maka dapat disimpulkan bahwa Ho ditolak dan Ha diterima. Ini artinya kecerdasan emsosi siswa dapat ditingkatkan dengan konseling client centered.Kata kunci: bimbingan dan konseling, kecerdasan emosi, konseling client centered
Meningkatkan Partisipasi Diskusi Kelompok Belajar Menggunakan Bimbingan Kelompok Teknik Homework Assignment Prasetya, Dandy; Dahlan, Syarifuddin; Andriyanto, Redi Eka
ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling) Vol 6, No 2 (2018): ALIBKIN
Publisher : ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The problem in this study is participation in low student group discussion. The purpose of this study is to determine the use of guidance services group homework assignment techniques to increase participation in the discussion group learning. The research method is pre experiment method with one group pretest-posttest design and analyzed with non parametric statistic using T-test. Research subjects were 25 students who participated in low, medium and high group study discussions. The results showed that there was an increase of participation in the study group discussion by using the guiding group of homework assignment technique, it is shown the result of data analysis using independent sample t-test, based on the gain score of group t output> t table (26,336> 2.064) then Ho is rejected and Ha accepted. conclusion there is increasing participation of student in discussion group study by using guidance group homework assignment technique.Masalah dalam penelitian ini adalah partisipasi dalam diskusi kelompok belajar siswa yang rendah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui penggunaan layanan bimbingan kelompok teknik homework assignment untuk meningkatkan partisipasi dalam diskusi kelompok belajar. Metode penelitian adalah metode pre eksperimen dengan desain one group pretest-posttest dan dianalisis dengan statistik non parametrik menggunakan uji T-test. Subjek penelitian sebanyak 25 orang siswa yang memiliki partisipasi dalam diskusi kelompok belajar yang rendah,sedang dan tinggi. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan partisipasi dalam diskusi kelompok belajar dengan menggunakan bimbingan kelompok teknik homework assignment, hal ini ditunjukkan hasil analisis data dengan menggunakan independent sample t-test, berdasarkan gain score kelompok t output > t tabel (26,336 > 2,064) maka, Ho ditolak dan Ha diterima. Kesimpulan terdapat peningkatan partisipasi siswa dalam diskusi kelompok belajar dengan menggunakan bimbingan kelompok teknik homework assignment.Kata kunci: bimbingan kelompok, homework assignment, partisipasi
Hubungan Sikap Terhadap Guru Dengan Prestasi Belajar Pada Siswa Kelas VIII Damayanti, Dwi Agustina; Yusmansyah, Yusmansyah; Andriyanto, Redi Eka
ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling) Vol 5, No 5 (2017): ALIBKIN
Publisher : ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose of this study is find out the relationship between Students Attitude toward teachers with learning achievement. The problem in this research is student achievement. Research method is Product moment correlationThe sample of research is 72 students of class VIII SMP Negeri 1 Seputih Raman. The result of this research showed that there is a positive and significant relationship between students attitudes toward teachers with achievement that is proved by result of data analysis using product moment correlation of Karl Pearson. Based the result of data tabulation it was obtained r Count=0,273 > r Table=0,233 which means Ho refused and Ha accepted. The conclusion of this research is there is a positive and significant relationship between students attitude toward teachers with Students learning achievementTujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara sikap siswa terhadap guru dengan prestasi belajar siswa. Masalah dalam penelitian ini adalah prestasi belajar siswa. Metode penelitian adalah korelasi Product moment. Sampel penelitian sebanayak 72 siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Seputih Raman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara sikap siswa terhadap guru dengan prestasi belajar terbukti dari hasil analisis data menggunakan korelasi product moment dari Karl Pearson. Dari hasil pengolahan data diperoleh r hitung = 0,273 > r tabel= 0,233 yang berarti Ho ditolak dan Ha diterima. Kesimpulannya adalah terdapat hubungan positif dan signifikan antara sikap siswa terhadap guru dengan prestasi belajar siswa.Kata kunci: guru, sikap, prestasi belajar
Penggunaan Konseling Behavioristik Teknik Operant Conditioning Untuk Membentuk Sikap dan Kebiasaan Belajar Yang Baik Safitri, Noer; Yusmansyah, Yusmansyah; Andriyanto, Redi Eka
ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling) Vol 6, No 3 (2018): ALIBKIN
Publisher : ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose of this study is to find out the attitudes and habits of good student learning can be formed by using behavioristic counseling techniques of operant conditioning.  This research method is experimental research with design type one group pre test and post test design. Research subjects were 4 students who had bad attitudes and study habits. Data collection techniques used in this research was the questionnaire PSKB. The results showed that good student attitudes and habits can be formed by using behaviouristic counseling techniques operant conditioning. Conclusion in this research is good student attitude and study habits can be formed by using behavioristic counseling technique of operant conditioning in class X student of SMA Negeri 2 Kotabumi of academic year 2017/2018.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui sikap dan kebiasaan belajar siswa yang baik dapat dibentuk dengan menggunakan konseling behavioristik teknik operant conditioning. Metode penelitian ini adalah penelitian eksperimen dengan jenis one group pre test and post test design. Subjek penelitian sebanyak 4 siswa yang memiliki sikap dan kebiasaan belajar buruk. Teknik pengumpulan data menggunakan angket PSKB. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sikap dan kebiasaan belajar siswa yang baik dapat dibentuk dengan menggunakan konseling behavioritik teknik operant conditioning. Simpulan dalam penelitian ini adalah sikap dan kebiasaan belajar siswa yang baik dapat dibentuk dengan menggunakan konseling behavioristik teknik operant conditioning pada siswa kelas  X SMA Negeri 2 Kotabumi Tahun Ajaran 2017/2018.Kata kunci:  sikap dan kebiasaan belajar, konseling behavioristik, teknik operant conditioning
Penggunaan Konseling Kelompok Teknik Sosiodrama Untuk Meningkatkan Perilaku Asertif Fidyah, Fitri; Rosra, Muswardi; Andriyanto, Redi Eka
ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling) Vol 6, No 3 (2018): ALIBKIN
Publisher : ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The research issue was the lowness of students assertive behavior. The research problem was whether the group counseling with sociodrama technique can improve the students' assertive behavior at the tenth grade of SMAN 11 Bandar Lampung in academic year 2017/2018”. The aims of the study was to find out whether there was an improvement of students' assertive behavior before and after the students were taught through group counseling with sociodrama technique. One group pre-test and post-test was used as the design of the research. The subject of the research was 6 students of the tenth grade who had low and medium assertive behavior. The Likert scale of students' assertive behavior was employed to collect the data. The data were analyzed by using Wilcoxon’s test.Masalah dalam penelitian ini adalah perilaku asertif siswa rendah. Permasalahan penelitian adalah “Apakah konseling kelompok teknik sosiodrama dapat meningkatkan perilaku asertif siswa kelas X SMA Negeri 11 Bandar Lampung tahun pelajaran 2017/2018”. Tujuannya penelitian ini untuk mengetahui penggunaan konseling kelompok teknik sosiodrama dalam meningkatkan perilaku asertif pada siswa kelas X SMA Negeri 11 Bandar Lampung tahun pelajaran 2017/2018. One Group Pretest-Posttest digunakan sebagai design penelitian. Subjek penelitian ini sebanyak 6 orang siswa yang memiliki perilaku asertif rendah dan sedang. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan skala perilaku asertif. Hasil analisis data menggunakan uji Wilcoxon.Kata kunci: konseling kelompok, teknik sosiodrama, perilaku asertif
Analisis Perilaku Bullying Siswa Madrasah Aliyah Negeri 2 Bandar Lampung Tahun Ajaran 2018/2019 Fitri, Mira Nurul; Yusmansyah, Yusmansyah; Andriyanto, Redi Eka
ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling) Vol 6, No 3 (2018): ALIBKIN
Publisher : ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The problem in this research is student bullying behaviors. This research aims to analyze the bullying behaviors of students. The research method used in this study is quantitative descriptive. The research sample are 197 students, samples were taken using simple random sampling technique with the help of microsoft excel program. Collecting of data techniques used questionnaires of bullying behavior and data analysis techniques using percentage descriptive analysis. The results showed that 97.97% students performing bullying. The most common form of bullying behavior carried out by students is relational bullying, which is 91.88% (181 students).Masalah dalam penelitian ini adalah perilaku bullying siswa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perilaku bullying yang dilakukan siswa. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini bersifat deskriptif kuantitatif. Sampel penelitian sebanyak 197 siswa, sampel diambil menggunakan teknik simple random sampling dengan bantuan program microsoft excel. Teknik pengumpulan data menggunakan angket perilaku bullying dan teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 97,97% (193 siswa) siswa melakukan perilaku bullying. Bentuk perilaku bullying yang paling banyak dilakukan oleh siswa adalah bullying relasional, yaitu 91,88% (181 siswa).Kata kunci: bullying elektronik, bullying fisik, bullying relasional,  bullying verbal, perilaku bullying