Saleh, Yusrizal Djam’an
Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada

Published : 4 Documents
Articles

Found 4 Documents
Search

Kualitas udara ambien dan fungsi paru pada siswa sekolah dasar di Yogyakarta Wulansari, Anjas; Sarto, Sarto; Saleh, Yusrizal Djam’an
Berita Kedokteran Masyarakat (BKM) Vol 32, No 3 (2016)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (184.988 KB) | DOI: 10.22146/bkm.7589

Abstract

Tujuan: Untuk melihat hubungan kualitas udara ambien dengan fungsi paru pada siswa sekolah dasar. Metode: Penelitian observasional pada 115 siswa dari 6 sekolah. Analisis data dengan uji mann whitney dan regresi logistik.Hasil: Kualitas udara ambien pada sekolah di area lalu lintas padat dan tidak padat masih berada di bawah nilai ambang batas yang dipersyaratkan. Terdapat hubungan antara kadar SO2, NO2, O3, dan TSP dengan fungsi paru siswa. Kadar TSP menjadi faktor utama yang berhubungan dengan fungsi paru setelah dianalisis dengan faktor lokasi sekolah, jenis kelamin, status gizi, paparan rokok, dan kebiasaan olahraga.Kesimpulan: TSP adalah faktor utama yang berhubungan dengan fungsi paru siswa selain paparan rokok dan kebiasaan olahraga. 
Determinan kejadian tuberkulosis paru BTA (+) di kabupaten Bandung Barat Agustina, Fitria; Saleh, Yusrizal Djam’an; Kusnanto, Hari
Berita Kedokteran Masyarakat (BKM) Vol 32, No 9 (2016)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (568.315 KB) | DOI: 10.22146/bkm.8558

Abstract

Determinants of pulmonary tuberculosis BTA (+) in the district of West BandungPurposeThis study aimed to determine the incidence of TB determination BTA (+) in the district of West Bandung. MethodsThis research was an analytic observational study with a case control design. Subjects were patients aged 15 years and over who came to the clinic for treatment with a diagnosis of patients with TB BTA (+) as the case group, and patients who did not have TB diagnosis by an examining physician in the clinic as a control group. Samples included 140 people. Data analysis was performed by  univariable, bivariable and multivariable analysis. ResultsIncome and education were significantly associated with the incidence of TB BTA (+), with p-value 0.040 and 0.037 (p<0.05), respectively. Physical environment, smoking habits, the walls, the floor of the house, humidity, ventilation, lighting, cooking fuel, cigarette smoke exposure were significantly associated with the incidence of TB BTA (+) (p-value <0.05). History of contact (p-value 0.946> 0.05) and a history of BCG immunization (p-value 0.611> 0.05) were not significantly associated with the incidence of TB BTA (+). Conclusion Physical factors in the environment such as ventilation and fuel for cooking were significantly associated with the incidence of TB BTA (+). Appropriate efforts are recommended to avoid risks.
The influence of physical environmental factors of Bima stilt house on pulmonary tuberculosis of Acid Fast Bacillii positive in Bima, Province of West Nusa Tenggara Bachmida, Elya Antariksana; Saleh, Yusrizal Djam’an; Nuryastuti, Titik
Berita Kedokteran Masyarakat (BKM) Vol 32, No 2 (2016)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (367.821 KB) | DOI: 10.22146/bkm.12812

Abstract

PurposeThe purpose of this paper was to determine the influence of physical environmental factors of Bima stilt houses to the incidence of pulmonary tuberculosis of Acid Fast Bacillii (AFB) positif in Bima, Province of West Nusa Tenggara.MethodA matched case-control study was conducted  involving distribution of questionnaires to 76 respondents who were divided into groups of cases and controls with the same amount in each group.ResultsThe study found three factors of physical environment of Bima stilt house that influence the incidence of pulmonary tuberculosis of acid fast bacilli positive: dwelling density, natural lighting in the bedroom, and nutritional status. Dwelling density had the strongest influence on the incidence of pulmonary tuberculosis of acid fast bacilli.ConclusionThe physical environmental factors of the Bima stilt house that affect the incidence pulmonary tuberculosis of acid  fast bacilli  positive are the dwelling density, the natural lighting in the bedroom, and the nutritional status. The dwelling density factor had the strongest influence on the incidence of pulmonary tuberculosis of acid fast bacilli. Health promotion related to the importance of home environment health needs to be done. In addition, there is a need for further research on behavioral factors of TB patients. 
Paparan pestisida terhadap kejadian penyakit paru obstruktif kronis pada petani Sinaga, Jernita; Nurliyani, Nurliyani; Saleh, Yusrizal Djam’an
Berita Kedokteran Masyarakat (BKM) Vol 33, No 11 (2017)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (469.378 KB) | DOI: 10.22146/bkm.24160

Abstract

Tujuan: Penelitian ini dimaksudkan untuk menganalisis dan mendiskripsikan besarnya risiko paparan pestisida (umur, jenis kelamin, pendidikan, kebiasaan merokok, masa kerja, waktu penyemprotan, jumlah jenis pestisida dan alat pelindung diri) yang berhubungan dengan kejadian PPOK pada petani di Kecamatan Barus Jahe Kabupaten Karo.Metode: Penelitian case control dengan total sampel 90 orang petani, terdiri dari 45 kasus dan 45 kontrol. Sampel diambil dengan Simple Random Sampling. Analisis data dilakukan mengunakan uji univariabel, bivariabel dengan uji Chi-square dan multivariable dengan uji regresi logistik.Hasil: Ada hubungan yang bermakna antara umur, jenis kelamin, pendidikan, alat pelindung diri dengan kejadian PPOK, tidak ada hubungan yang bermakna antara waktu penyemprotan, jumlah jenis pestisida dan status merokok dengan kejadian PPOK. Berdasarkan analisis multivariabel ada hubungan bermakna antara masa kerja dengan kejadian PPOK dan yang paling berpengaruh (dominan) dengan kejadian PPOK adalah masa kerja dan alat pelindung diri (APD).Implikasi Praktis: Para petani seharusnya selalu memakai alat pelindung diri dan menggunakan dosis pestisida yang sesuai dengan yang tertera pada label kemasan. Dinas kesehatan dapat mengurangi infeksi PPOK dengan deteksi dini pada petani yang setiap hari terpapar pestisida.Keaslian: Penelitian ini menyarankan untuk mempromosikan penggunaan alat pelindung diri untuk menghindari paparan pestisida.