This Author published in this journals
All Journal Jurnal Forum Nuklir
Budianto, Anwar
BATAN

Published : 3 Documents
Articles

Found 3 Documents
Search

PENENTUAN SPHERICITY DAN DISTRIBUSI INTENSITAS BERKAS ELEKTRON DARI SUMBER ELEKTRON TIPE PIERCE BERBASIS MATLAB Ramadhani, Achmad; Darsono, Darsono; Budianto, Anwar; Suhartono, Suhartono
Jurnal Forum Nuklir JFN Vol 10 No 2 November 2016
Publisher : BATAN

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (744.707 KB)

Abstract

PENENTUAN SPHERICITYDANDISTRIBUSIINTENSITASBERKASELEKTRONDARI SUMBERELEKTRONTIPE PIERCE BERBASISMATLAB.Telahdilakukanpenentuanbentuk profil berkaselektron darisumberelektrontipePierceberbasisGUImatlabdengan4tahapansubmenuaplikasi, yaitucapturevideo,preprocessing citra,segmentasicitra,danpenentuanprofilberkaselektron.Pembuatan aplikasidigunakanuntukkarakterisasi sumberelekton(diodadantrioda)darihasilnilaisphericity,danplot distribusiintensitasberkas  elektrondengan  perubahanpengaturanparametertegangan  pemercepat,dan teganganpemfokus padaarustetap.Hasil pengujian memperlihatkanbahwasumberelektrontipePiercepada triodamemberikanbentukprofilberkaselektronlebihbaik dibandingkandengansumberelektrondioda dengannilaisphericity semakinmendekati1dannilairata-ratadistibusiintensitasyanglebihmerata secara kuantitatifataudari hasilvisualisasiplotgrafik3D.
PENGAMATAN STRUKTUR MIKRO PADA KOROSI ANTAR BUTIR DARI MATERIAL BAJA TAHAN KARAT AUSTENITIK SETELAH MENGALAMI PROSES PEMANASAN Budianto, Anwar; Purwantini, Kristina; Tjipto Sujitno, BA
Jurnal Forum Nuklir JFN Vol 3 No 2 November 2009
Publisher : BATAN

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4575.209 KB)

Abstract

PENGAMATAN STRUKTUR MIKRO PADA KOROSI ANTAR BUTIR DARI MATERIAL               BAJA      TAHAN KARAT                             AUSTENITIK             SETELAH MENGALAMI PROSES HEAT PEMANASAN. Telah dilakukan pengamatan korosi  antar  butir pada  material  baja tahan karat  austenitik  jenis  SS 304 setelah mengalami proses perlakuan panas (heat treatment) pada selang suhu (400-950) oC dengan variasi waktu pemanasan (holding time) yaitu 1 jam, 3 jam, 3,5 jam, dan  4 jam.  Sebelum dan sesudah proses perlakuan panas, struktur mikro sampel dianalisis menggunakan   mikroskop   optik   dan   SEM   (Scanning   Electron   Microscope). Komposisi kimia pada daerah di sekitar batas butir diamati menggunakan SEM-EDS (Energy  Dispersive  X-ray  Spectrometer).  Hasil  pengamatan  menunjukkan  bahwasampel yang mengalami perlakuan panas di bawah suhu sensitisasi yakni pada suhu400 oC, ternyata korosi antar butir tidak teramati. Untuk sampel yang mengalami perlakuan panas pada suhu sensitisasi yakni pada selang suhu (500-900) oC, ternyata korosi antar butir dapat teramati dengan jelas. Sedangkan untuk sampel yang mengalami perlakuan panas di atas suhu sensitisasi yaitu pada suhu 950 oC, ternyata korosi antar butir masih dapat teramati tetapi tidak sejelas sampel yang mengalami perlakuan panas pada suhu sensitisasi. Dari analisis komposisi kimia di sekitar batas butir ditemukan adanya penurunan kandungan karbon (C) yaitu dari 0,61 % massamenjadi 0,47 %massa, dan untuk khrom (Cr) dari 18,37 % massa menjadi 17,76 %massa. 
Simulator Untuk Optimisasi Sumber Daya Laser Pulsa Jenis TEA CO2 Budianto, Anwar; Maharani, Dias; Santosa, Budi
Jurnal Forum Nuklir JFN Vol 5 No 1 Mei 2011
Publisher : BATAN

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2499.934 KB)

Abstract

Simulator Untuk Optimisasi Sumber Daya Laser Pulsa Jenis TEA CO2. Cahaya laser Co2 telah digunakan untuk banyak aplikasi, terutama laser tipe TEA (Transverse Excited Atmospheric). Makalah ini membahas simulator untuk mengoptimalkan sumber daya laser tipe TEA CO2 sehingga keluaran LAser optimal. Metode optimisasi dengan mensimulasikan dan menganalisis rangkaian listrik sumber daya dengan menggunakan tool simulink. Hasil penelitian merekomendasikan penggunaan konfigurasi yang sesuai untuk mencapai pulsa arus yang stabil dan maksimum, yaitu tegangan masukan pemicu 15 kV, tegangan breakdown spark gap (SGI) 22,8 kV, tegangan SG2 19,5 kV, tegangan SG3 134 kV, dan tegangan pemicu 8 kV. Periode pemicuan 0,05 s dan kapasitansi kapasitor C1=C2=(0,1-1)uF. Optimisasi sumber daya dimaksudkan untuk mendapatkan lebar pulsa lebih tinggi dari waktu hidup pulsa, yaitu pada rentang (109-106) detik dan lebar pulsa arus laser diperoleh (0,7-1) uS.