Al Hamdani, M. Djaswidi
Graduate Program, Darussalam Institut for Islamic Studies

Published : 8 Documents
Articles

Found 8 Documents
Search

Using “Inside-Outside Circle” Learning Method to Improve Learning Outcomes of the Students in Islamic Education Subjects (Classroom Action Research in Class V of State Primary Schools Cintanagara Jatinagara Kabupaten Ciamis) Angrawati, Weni; Al Hamdani, M. Djaswidi
JPPI | Jurnal Penelitian Pendidikan Islam Vol 6 No 2 (2018): Juli-Desember 2018
Publisher : Graduate Program, Darussalam Institut for Islamic Studies

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (67.943 KB)

Abstract

This classroom action research aims to improve the quality of learning Islamic Education subjects. The results showed that (1) through the Inside-Outside Circle learning method, the teacher managed to improve the quality of the learning planning system; (2) through the Inside-Outside Circle learning method, teachers also have the ability to improve the quality of learning implementation; and (3) through the Inside-Outside Circle learning method, student learning outcomes in Islamic Education subjects also experienced a significant increase, namely from the first cycle which averaged a score of 72, increased to 80.3 in the second cycle. And in the last cycle the score of student learning outcomes increases to 85.
PENGGUNAAN APLIKASI EDMODO DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK PADA MATA PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM Kusmana, Maman; Al Hamdani, M. Djaswidi; Hayatunnufus, Alifa Baiduri
JPPI | Jurnal Penelitian Pendidikan Islam Vol 4 No 2 (2016): Juli-Desember 2016
Publisher : Graduate Program, Darussalam Institut for Islamic Studies

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to analyze the use of edmodo applications in improving student learning outcomes in PAI subjects. The results of this study can be summarized as follows: 1) The ability of the teacher in the preparation of the basic PAI RPP Thaharah by using the edmodo application has increased. This is evidenced by the average cycle value of 75.6 in the first cycle, reaching an average of 82.3 in the second cycle while in the third cycle an average of 91; 2) The PAI learning process in the subject of Thaharah's discussion with the use of Edmodo Application is known to increase. This can be seen from the results obtained by the teacher in the PAI learning process in the first cycle which reached an average value of 76, in the second cycle reached an average value of 84, while the third cycle reached an average of 91.3; 3) Learning outcomes of students on PAI subjects on the subject of Thaharah's discussion with the use of Edmodo Application has increased, this can be seen from the results of the learning evaluation of students. The first cycle obtained an average value of 64.4, cycle II obtained the average value of students 77.5 and cycle III obtained the average value of students 89.4.
Emotional Spiritual Quotient (ESQ) dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Kurikulum 2013 Sulaiman, Moh; Al Hamdani, M. Djaswidi; Aziz, Abdul
JPPI | Jurnal Penelitian Pendidikan Islam Vol 6 No 1 (2018): Januari-Juni 2018
Publisher : Graduate Program, Darussalam Institut for Islamic Studies

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (68.146 KB)

Abstract

This article finds out that the Emotional Spiritual Quotient (ESQ) aspects in the Curriculum 2013 of the Islamic Education Learning includes faith and piety, noble character, honesty, discipline, responsibility, caring (mutual cooperation, tolerance, peace), polite, responsive and pro-active confidence in interacting with family, friends, teachers, the environment and society. However, among some aspects of ESQ that are very significant influence in learning and assessment is an honest attitude. Honesty becomes the determinant of the integrity of education as well as the guarantor of the quality of education. Emotional intelligence also teaches about the integrity of honesty of commitment, vision, creativity, mental resilience of wisdom and mastery. EQ is an intelligence that gives awareness of one's own and others' feelings, giving a sense of empathy, love, motivation and the ability to respond to grief and happiness.
TANGGUNG JAWAB ORANG TUA TERHADAP ANAK DALAM PENDIDIKAN SEKSUAL (Studi Analisis Pemikiran Abdullah Nashih Ulwan) Rodiah, Iis; Al Hamdani, M. Djaswidi
Tarbiyah al-Aulad : Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini Vol 3 No 1 (2018): Februari 2018
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini, Fakultas Tarbiyah, Institut Agama Islam Darussalam (IAID) Ciamis Jawa Barat

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (67.863 KB)

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk menganalisis pemikiran Abdullah  Nasih Ulwan tentang tanggung jawab orang tua dalam pendidikan seksual. Metode penelitian yang digunakan adalah library research (studi kepustakaan), dengan jenis penelitian kualitatif deskriptif. Teknik analisis data menggunakan teknis analisis isi (content analysis). Setelah melakukan analisis bahwa pendidik dalam keluarga khususnya orang tua, sebelum anak memasuki masa pubertas maka perlu mengenalkan hukum-hukum pada masa pubertas, dan mengingatkan kepada anak tentang melihat lawan jenis agar nanti tidak salah mengartikan. Maksudnya adalah bahwa Abdullah Nashih Ulwan mengingatkan bahwa sebelum orang tua mengajarkan kepada anak-anak, supaya dapat memberikan teladan yang baik kepada mereka. Setelah itu, berupayalah untuk mengajarkannya kepada anak-anak, sehingga mereka dapat tumbuh diatas akidah yang benar.
KONSEP GURU DAN PENDIDIKAN AKHLAK MENURUT IMAM AL-GHAZALI (Studi Analisi Terjemah Kitab Ihya Ulumuddin) Rodiah, Iis; Al Hamdani, M. Djaswidi
Tarbiyah al-Aulad : Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini Vol 1 No 2 (2016): Juli 2016
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini, Fakultas Tarbiyah, Institut Agama Islam Darussalam (IAID) Ciamis Jawa Barat

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (67.858 KB)

Abstract

Komponen-komponen dalam pendidikan mempunyai pengaruh untuk peningkatan mutu pendidikan. Salah satu komponen yang mempunyai peran signifikan adalah guru. Guru dalam konteks kependidikan mempunyai peranan yang besar dan strategis. Hal ini di sebabkan gurulah yang berada di barisan depan dalam pelaksanaan pendidikan . Gurulah yang langsung berhadapan dengan peserta didik untuk mentransfer ilmu pengetahuan dan teknologi sekaligus mendidik dengan nilai nilai positif melalui bimbingan dan keteladanan. Imam Al-Ghazali memiliki pendapat yang tajam, kedalaman dan kebijaksanaan berfikir serta pandangan yang jauh masalah-masalah pengajaran serta problem-problem lain yang berkaitan tentang pendidikan. Dari sini tampak oleh kita pentingnya konsep-konsep yang diberikan Al-Ghazali dalam membahas pendidikan Akhlak dalam konteks ini berkaitan dengan konsep Guru. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode content analysis (analisis isi) sedangkan teknik pengumpulan data yang di gunakan adalah study kepustakaan atau dokumentasi. Data-data yang terkumpul lalu dianalisis dengan teknik dedukasi, induksi, komparasi dan penarikan kesimpulan. Setelah melakukan analisis data, di peroleh kesimpulan sebagai berikut: Pertama, dalam pandangan al-Ghazali, pendidik merupakan orang yang berusaha membimbing, meningkatkan, menyempurnakan dan mensucikan hati sehingga menjadi dekat dengan Khaliqnya. Ia juga memberikan perhatian yang sangat besar pada tugas dan kedudukan seorang pendidik. Hal ini tercermin dalam tulisannya:“Sebaik-baik ikhwalnya adalah apa yang dia katakan berupa ilmu pengetahuan”. Kedua, pendidikan akhlak menurut Imam Al Ghazali merupakan proses menghilangkan sifat-sifat tercela yang ada pada diri dan menanamkan sifat sifat terpuji, yang mana bertujuan untuk menghasilkan insan kamil dan mendekatkan diri kepada Allah sehingga manusia dapat memperoleh kebahagiaan didunia dan akhirat. Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa pendidik yang dapat diserahi tugas mengajar adalah seorang pendidik yang selain memiliki kompetensi dalam bidang yang diajarkan yang tercermin dalam kesempurnaan akalnya, juga haruslah yang berakhlak baik dan memiliki fisik yang kuat.
PENGARUH POLA ASUH KELUARGA TERHADAP PERKEMBANGAN SOSIAL ANAK DI RAUDHATUL ATHFAL AL-FADLILIYAH DARUSSALAM CIAMIS Kartika, Nita; Rodiah, Iis; Al Hamdani, M. Djaswidi
Tarbiyah al-Aulad : Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini Vol 2 No 1 (2017): Februari 2017
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini, Fakultas Tarbiyah, Institut Agama Islam Darussalam (IAID) Ciamis Jawa Barat

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (67.863 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pola asuh keluarga terhadap perkembangan sosial anak di Raudhatul Athfal Al-Fadliliyah Darussalam Ciamis. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah angket dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Pola asuh anak dalam keluarga di Raudhatul Athfal Al-Fadliliyah Darussalam Ciamis diperoleh rata-rata skor 36, angka tersebut berada pada kisaran skor 33,2-36,2 sehingga termasuk pada kategori sedang, berdasarkan nilai absolut skala lima. 2) Perkembangan sosial anak di Raudhatul Athfal Al-Fadliliyah Darussalam Ciamis tergolong tinggi, sebab diperoleh rata-rata skor 31,48. Angka tersebut jika di golongkan kepada skala penelitian tergolong tinggi, sebab berada pada kisaran 26,9-33,7 berdasarkan nilai absolut skala lima. 3) Pola asuh keluarga berpengaruh pada perkembangan sosial anak dengan skor thitung>  t tabel(1,969>1.714),hanya saja korelasinya sangat rendah karena memperoleh skor 0,114 atau sebesar 0,7 %, sedang 93,3 % dipengaruhi oleh faktor lain.
UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN KOGNITIF ANAK DALAM MENGENAL BENTUK GEOMETRI MELALUI MEDIA BERMAIN BALOK (Penelitian Tindakan Kelas di Kelompok A Raudhatul Athfal Nurul Amal Dusun Cikawung Desa Bojongmengger Kecamatan Cijeungjing Kabupaten Ciamis) Puspitasari, Ratna; Al Hamdani, M. Djaswidi; Aziz, Abdul
Tarbiyah al-Aulad : Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini Vol 3 No 1 (2018): Februari 2018
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini, Fakultas Tarbiyah, Institut Agama Islam Darussalam (IAID) Ciamis Jawa Barat

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (67.858 KB)

Abstract

Penelitian tindakan kelas ini bermula dari rendahnya kemampuan kognitif anak dalam mengenal bentuk geometri di Raudhatul Athfal Nurul Amal Cikawung Bojongmengger Kecamatan Cijeungjing Kabupaten Ciamis, sehingga perlu dilakukan peningkatan kemampuan kognitif melalui media balok. Model Penelitian Tindakan Kelas (PTK) menggunakan model Kurt Lewin. Data-data penelitian dikumpulkan melalui teknik observasi, teknik tes, dan teknik deskripsi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Guru mengalami peningkatan dalam merancang RKH pada siklus pertama mencapai nilai 2,29 (57%), siklus kedua mencapai nilai 3,67 (92%), dan siklus ketiga mencapai nilai 3,87 (98%). 2) Guru juga mengalami peningkatan dalam proses pembelajaran pada siklus pertama mencapai nilai 2,47 (62%), siklus kedua mencapai nilai 3,81 (95%), dan siklus ketiga mencapai 3,94 (98%). 3) Adanya peningkatan kemampuan kognitif anak dengan menggunakan media bermain balok pada siklus I jumlah anak yang sudah berkembang sesuai harapan menjadi 20 % atau 2 anak, sedangkan jumlah anak yang sudah berkembang sangat baik menjadi 10 % atau 1 anak. Pada siklus II  jumlah anak yang sudah berkembang sesuai harapan menjadi 40 % atau 4 anak, sedangkan jumlah anak yang sudah berkembang sangat baik menjadi 40 % atau 4 anak. Dan pada siklus III jumlah anak berkembang sesuai harapan menjadi 30 % atau 3 anak, sedangkan jumlah anak yang sudah berkembang sangat baik menjadi 70% atau 7 anak.
KONSEP AKHLAK TERPUJI MENURUT PANDANGAN IMAM AL-GHAZALI DAN RELEVANSINYA DENGAN PENDIDIKAN DI ERA GLOBALISASI Rodiah, Iis; Al Hamdani, M. Djaswidi
Tarbiyah al-Aulad : Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini Vol 1 No 1 (2016): Februari 2016
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini, Fakultas Tarbiyah, Institut Agama Islam Darussalam (IAID) Ciamis Jawa Barat

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (67.851 KB)

Abstract

Kata karakter diringkas sebagai perilaku, tetapi perilaku itu perlu dilakukan berkali-kali tidak cukup hanya sekali untuk melakukan perbuatan baik, atau hanya sesekali. Seseorang dapat disebutkan karakter tertentu ketika menampilkan dirinya didorong oleh motivasi yang kuat dan dilakukan tanpa banyak pertimbangan pemikiran pertimbangan pertama yang sering diulang, begitu berkesan sebagai keharusan untuk dilakukan. Jika tindakan itu dilakukan dengan sangat terpaksa bukanlah cerminan karakter. Secara historis, moralitas dapat memadukan perjalanan kehidupan manusia untuk dapat bertahan hidup di dunia ini dan akhirat. Mempelajari akhlak dapat membuka mata hati seseorang untuk mengetahui yang baik dan yang buruk. Namun, kenyataan menunjukkan penurunan nilai-nilai moral yang baru-baru ini terjadi pada sebagian besar orang baik di kalangan remaja, orang dewasa dan bahkan orang tua termasuk di antara siswa apakah mereka tinggal di daerah pedesaan dan perkotaan. Kondisi ini sangat menarik bagi penulis untuk membahas konsep pendidikam yang lebih halus dan relevansinya dengan pendidikan di era globalisasi. Banyak orang mengabaikan moral pembinaan, sedangkan masalah moral tidak dapat diremehkan, karena karakter adalah kunci untuk mengubah kesejahteraan individu, sosial, atau kesejahteraan dan kebahagiaan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis isi (content analysis), yang awalnya digunakan dalam disiplin ilmu komunikasi dan dapat dimanfaatkan untuk penelitian normatif, seperti pendapat seseorang atau sekelompok orang tentang hukum suatu kasus. Secara khusus penelitian ini berkaitan dengan gaya pembelajar dalam kehidupan sosial. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif. Kesimpulan yang dapat ditarik dari penelitian ini adalah, pertama, Imam al-Ghazali menekankan pada teladan mengajar dan kognitifistik. Selain itu, ia juga memakai pendekatan behavioristik sebagai salah satu pendekatan pendidikan yang dijalankan. Kedua, Imam al-Ghazali dalam konsep pendidikan moral, ia menguraikan behavioristik dengan pendekatan humanistik yang mengatakan bahwa pendidik harus memandang siswa sebagai manusia secara holistik dan mengahrgai mereka sebagai manusia. Ketiga, imam al-Ghazali Berpikir tentang konsep pendidikan moral tetap relevan sampai hari ini sebagaimana dibuktikan oleh banyak pendidik yang masih menggunakan konsepnya.