Dewi, Fatwa Sari Tetra
Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada

Published : 17 Documents
Articles

Found 17 Documents
Search

Karakter enumerator yang diinginkan responden untuk penelitian yang bersifat longitudinal: kasus HDSS Sleman

Berita Kedokteran Masyarakat (BKM) Vol 34, No 4 (2018)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan: Mengetahui karakter enumerator yang diinginkan responden penelitian longitudinal (HDSS Sleman).Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan case study dengan menggunakan data primer dan sekunder. Data sekunder berupa transkrip wawancara penelitian “Desain Sistem Reward bagi Responden Penelitian HDSS Sleman” dari kategori responden attrition sample pada pengambilan data siklus II. Dilengkapi dengan data primer berupa hasil observasi saat pengambilan data HDSS Sleman siklus III.Hasil: Responden penelitian menginginkan enumerator yang menyampaikan identitas penelitian, mencakup penjelasan tujuan penelitian, prosedur dan manfaat penelitian, serta instansi, dan enumerator. Kejelasan tujuan penelitian merupakan alasan utama responden untuk tetap termotivasi berpartisipasi dalam penelitian HDSS Sleman.Simpulan: Responden penelitian HDSS Sleman menginginkan enumerator yang mengkomunikasikan identitas penelitian berupa tujuan penelitian, prosedur dan manfaat penelitian, serta instansi, dan enumerator.

Dukungan keluarga dan kualitas hidup bagi penderita stroke pada fase pasca akut di Kabupaten Wonogiri

Berita Kedokteran Masyarakat (BKM) Vol 33, No 8 (2017)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Stroke merupakan penyebab kematian ketiga diseluruh dunia setelah penyakit jantung dan kanker. Akibat yang ditimbulkan akibat stroke  berupa kecacatan fisik seperti mobilitas atau keterbatasan aktivitas sehari hari, dan ketidakmampuan secara psikososial seperti kesulitan dalam sosialisasi. Sehingga untuk meningkatkan kualitas hidup pasien stroke pasca akut memerlukan dukungan dari keluarga, teman maupun petugas kesehatan.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga (emosional, informasi, instrumental dan penghargaan) dengan kualitas penderita stroke pada fase pasca akut di Kabupaten Wonogiri.Metode: Rancangan penelitian ini adalah studi cross-sectional dengan jumlah sampel 161 penderita stroke pasca akut. Pengumpulan data melalui wawancara dan rekam medis. Uji hipotesis pada analisis bivariat menggunakan uji korelasi spearman’s  rank dan analisis multivariat menggunakan uji regresi linier ganda.Hasil: Terdapat hubungan dukungan informasi (p-value: 0,000), dan dukungan penghargaan (p-value: 0,000) dengan kualitas hidup penderita stroke pasca akut.Kesimpulan: Adanya dukungan keluarga ditinjau dari dukungan informasi dan dukungan penghargaan dengan kualitas hidup penderita stroke pasca akut.  

Intensi fertilitas wanita usia subur Dan kehamilan tidak diinginkan di Indonesia: analisis performance monitoring and accountability 2020

Berita Kedokteran Masyarakat (BKM) Vol 34, No 5 (2018)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Angka kematian ibu (AKI) di Indonesia mengalami peningkatan dari tahun 2007 sampai dengan tahun 2012. Salah satu penyebab AKI di Indonesia adalah aborsi yang memberikan kontribusi 11-30%. Aborsi merupakan konsekuensi dari kehamilan tidak diinginkan (KTD). KTD di Indonesia tahun 2015 mengalami peningkatan jika dibandingkan dengan angka di tahun 2012. KTD pada tahun 2015 mencapai 16%, sedangkan tahun 2012 mencapai 13,6%. KTD terjadi karena kegagalan alat kontrasepsi, tidak menggunakan alat kontrasepsinya dengan benar dan konsisten atau tidak menggunakan alat kontrasepsi apapun. Faktor lain yang mempengaruhi KTD adalah inkonsistensi intensi fertilitas, dimana terdapat beberapa wanita dengan intensi fertilitas tidak ingin anak lagi mengalami KTD.Tujuan: Mengkaji hubungan intensi fertilitas dengan KTD pada wanita usia subur di Indonesia.Metode: Penelitian dengan rancangan cross sectional menggunakan data PMA 2020 Gelombang I tahun 2015. Subjek penelitian adalah 5.581 wanita usia subur 15-49 tahun, telah menikah, seksual aktif, pernah hamil dan subur. Teknik analisis yang digunakan adalah univariabel (deskriptif), bivariabel (chi-square), multilevel (general linier model) digunakan sebagai teknik analisis akhir untuk data hierarki seperti data PMA. Seluruh tes menggunakan confidence interval (CI) 95% dan tingkat kemaknaan p 0,05.Hasil: Analisis Multilevel menunjukan bahwa WUS dengan intensi fertilitas tidak ingin anak lagi memiliki peluang 1,53 kali lebih besar mengalami KTD dibandingkan dengan WUS yang belum memutuskan intensi fertilitasnya (P<0,05). Proporsi WUS berpendidikan rendah pada level provinsi memiliki peluang resiko terhadap KTD (OR=1,07; 95% CI=1,04-1,09), sedangkan proporsi penduduk miskin dan termiskin level provinsi memiliki peluang yang cenderung protektif terhadap terjadinya KTD (OR=0,96; 95% CI= 0,95-0,98). 11 % variasi KTD pada level komunitas dijelaskan oleh variabel yang tidak teramati dalam penelitian. Variasi hubungan antara intensi fertilitas WUS dan KTD pada level komunitas bermakna secara statistik.Kesimpulan: Intensi fertilitas wanita usia subur berhubungan dengan kehamilan tidak diinginkan di Indonesia.

Determinan perilaku berhenti merokok pada penderita hipertensi di kabupaten Sleman

Berita Kedokteran Masyarakat (BKM) Vol 33, No 3 (2017)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Determinants of smoking cessation behaviour in people with hypertensionPurposeThis study aimed to determine the factors associated with smoking cessation behavior in patients with hypertension in Sleman district.MethodsThis quantitative study used a cross-sectional design. The subjects of this study were all patients with hypertension with a history of smoking. There were those subjects who had stopped smoking and those still smoking totaling 120 respondents. The sample population was the total sample that met the inclusion and exclusion criteria. Data analysis was done by bivariate and multivariate analysis using chi square and logistic regression tests.ResultsThis study found that factors related to smoking cessation behavior in hypertensive patients in Sleman district were education with PR 1.56 (95% CI 1.111-2.274; p=0.004) and history of other disease with PR 2.7 (95% CI 1.209-6.031; p=0.007). Age, occupation, marital status, economic status, and health professional advice were not related to smoking cessation behavior in hypertensive patients in Sleman district.ConclusionHealth and community institutions are expected to support hypertensive patients to quit smoking by advising them of the health risks. This study showed people who quit smoking, may start smoking again.

Kebiasaan gaya hidup dan obesitas sebagai faktor risiko kejadian diabetes melitus tipe 2 di rumah sakit Kutai Kartanegara

Berita Kedokteran Masyarakat (BKM) Vol 32, No 12 (2016)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lifestyle behavior and obesity as risk factors for the occurrence of type 2 diabetes mellitus at RSUD Aji Batara Agung Dewa Sakti Samboja, Kutai KartanegaraPurposeThe aim of this study was to determine the correlation between knowledge of healthy behavior and obesity on the occurrence of type 2 diabetes mellitus.MethodsThis research was an observational-analytical- quantitative study with a case-control design. The study subjects were selected by purposive sampling totaling 212 outpatients and inpatients in the RSUD Aji Batara Agung Desa Sakti in which 106 patients were suffering type 2 diabetes and 106 control patients that were not suffering diabetes mellitus. All subjects were between 25-64 years old.ResultsKnowledge of healthy behavior was not statistically significant in the occurrence of type 2 diabetes mellitus while in the univariable data analysis, central obesity was statistically significant. This finding was closely related to the behavior of low physical inactivity but central obesity increased with age and the prevalence was greater in women. Multivariable analysis showed that central obesity, physical inactivity (moderate physical activity and low activity) and very high incomes were the main risk factors for type 2 diabetes mellitus.ConclusionThe occurrence of type 2 diabetes mellitus in the community needs to be reduced by improving healthy lifestyles, physical activity and patterns of healthy diet, by eating fruits and vegetables, and not drinking alcohol nor smoking.

Community needs analysis on community preparedness related to health aspect in facing flash floods disaster in afdeling Gunung Pasar Jember

Berita Kedokteran Masyarakat (BKM) Vol 32, No 2 (2016)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PurposeThe purpose of this study was  to analyze the needs of the community to improve community preparedness related to health aspects in facing flash floods disaster in afdeling Gunung Pasar, Jember.MethodA phenomenological study was conducted through focused group discussions, indepth interviews and observations of the Afdeling community, community leaders, head of village office, community stakeholders and stakeholders of disaster management (institution of local government)  at Gunung Pasang Jember.ResultsThe study found that first, the community needs a preparedness drive for health preparation and area monitoring, including the provision of disaster facilities and infrastructure, training, coordination and disaster information. Second, efforts to fulfill normative need in health preparedness by stakeholders are still minimal.ConclusionStudy of social representation of community experiences in disasters, stimuli of community needs such as emergency response training, compliance tools, disaster information and coordination with stakeholders. These needs are needed as prevention efforts related to health problems and observation of dangerous zones at Afdeling Gunung Pasang. Education, counseling and emergency response training needs to be done to the community to improve community preparedness and awareness of the hazards of the disaster. 

Kepatuhan perawat dalam cuci tangan dan angka kuman di satu rumah sakit swasta Yogyakarta

Berita Kedokteran Masyarakat (BKM) Vol 33, No 2 (2017)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Infeksi nosokomial atau Health-Care Associated Infection (HCAI) merupakan masalah yang besar bagi pasien sehingga diperlukan pengawasan dan pencegahan agar pasien lebih terlindungi. Cuci tangan merupakan salah satu tindakan yang penting untuk mencegah penyebaran mikroba patogen pada pasien, oleh karena itu pelaksanaan cuci tangan sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) sangat efektif dan sederhana untuk menurunkan kejadian infeksi nosokomial. Hasil pemantauan oleh tim Pencegahan Penyakit Infeksi (PPI) di sebuah rumah sakit swasta ditemukan bahwa angka kepatuhan dalam pelaksanaan hand hygiene oleh tenaga kesehatan masih kurang dari standar minimal. Oleh karena itu, peneliti tertarik untuk melakukan penelitian perbedaan angka kuman di telapak tangan perawat  menurut tingkat pengetahuan dan kepatuhan pelaksanaan cuci tangan di sebuah rumah sakit swasta.Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan metode analitik observasional dengan rancangan studi cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah perawat yang bekerja di sebuah rumah sakit swasta yang berjumlah 68 orang. Pengukuran dengan menggunakan kuesioner dan observasi langsung terhadap pelaksanaan cuci tangan, serta pengambilan sampel untuk pemeriksaan angka kuman di telapak tangan perawat.Hasil dan Pembahasan: Tidak ada perbedaan angka kuman di telapak tangan perawat dengan tingkat pengetahuan (p=0,541), dan karateristik individu (p>0.05). Ada perbedaan angka kuman di telapak tangan perawat (p=0,000) dengan kepatuhan. Hasil observasi menunjukkan kurangnya kepatuhan pelaksanaan mencuci tangan dikarenakan masih kurangnya kesadaran perawat dalam pelaksanaan cuci tangan.Kesimpulan dan Saran: Terdapat perbedaan angka kuman di telapak tangan perawat dengan kepatuhan pelaksanaan cuci tangan. Perlu dilakukan pemeriksaan dan pengawasan pelaksanaan cuci tangan secara rutin agar meningkatnya kesadaran pelaksanaan cuci tangan oleh petugas kesehatan khususnya adalah perawat.

Faktor yang mempengaruhi kualitas hidup orang dengan HIV/AIDS (ODHA) di Kota Kupang

Berita Kedokteran Masyarakat (BKM) Vol 33, No 11 (2017)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang mempengaruhi kualitas hidup Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA) di Kota Kupang.Metode: Penelitian ini menggunakan desain cross  sectional pada 100 orang responden dengan karakteristik telah menjalani terapi ARV ≥1 bulan, berusia lebih dari ≥18 tahun, mampu berkomunikasi dengan bahasa Indonesia dan bersedia menjadi responden. Analisis bivariat menggunakan uji chi square dan analisis multivariat menggunakan analisis regresi logistik. Hasil: Tidak ada hubungan yang yang signifikan antara tingkat pendidikan, lama terapi ARV dan stigma dengan kualitas hidup ODHA. Tidak ada hubungan yang signifikan antara jenis kelamin usia, pekerjaan, pendapatan, status pernikahan dan kepatuhan minum obat dengan kualitas hidup ODHA. Faktor yang paling berpengaruh terhadap kualitas hidup ODHA secara berurutan adalah tingkat pendidikan diikuti oleh lama terapi ARV dan stigma. Implikasi praktis: Perlu adanya pengembangan sistem promosi kesehatan yang komprehensif pada level keluarga, komunitas, dan institusi.Keaslian: Penelitian ini menyimpulkan bahwa faktor yang paling berpengaruh terhadap kualitas hidup ODHA secara berurutan adalah tingkat pendidikan diikuti oleh lama terapi ARV dan stigma.  

Eksplorasi ancaman peringatan kesehatan bergambar pada kemasan rokok

Berita Kedokteran Masyarakat (BKM) Vol 32, No 7 (2016)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Exploration of pictorial health warnings in cigarette packagesPurposeThis study conducted to examine effectiveness of pictorial health warnings in cigarette packages to reduce smoking intention.MethodA population-based, qualitative study, were used in this study. 20 partisipants were observed and indept-interviewed. ResultsThreats after seeing a picture warnings on cigarette packs is the perception of the dangers of images and feelings of fear, disgust, pity, worry, mediocre. Efficacy after seeing a picture warnings on cigarette packs is the belief of the image and the impact on individuals after viewing images.ConclusionThreat of pictorial warnings are not only affected by the warning image itself but also the experience of the viewer and aspects of the warning image such as color, clarity of image, and message content.

Stres kerja pada perawat rumah sakit di Muara Enim: analisis beban kerja fisik dan mental

Berita Kedokteran Masyarakat (BKM) Vol 33, No 9 (2017)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Job stress among nurses in Muara Enim: physical and mental workloads analysisPurposeThis study aimed to determine the description of the level of job stress and identify related factors that include workload, job satisfaction and individual characteristics of nurses in hospital of dr. H. Mohamad Rabain Muara Enim. MethodsThis research was a quantitative study with a cross-sectional design. Research subjects were 63 nurses who were selected using proportional stratified random sampling. Independent variables were physical and mental workload. External variables were job satisfaction, gender, age, years of service as employee, and marital status. The dependent variable was job stress. Job stress due to work measurements used a stress scoring questionnaire as the scoring method. Statistical tests were conducted to determine the correlation of job stress with the job stress factors of respondents using chi-square tests on physical workload variable and Fishers Exact tests for mental workload with Confidence Interval (CI) 95% and p-value < 0.05. ResultsThere was no correlation between physical workload towards job stress in hospital of dr. H. Mohamad Rabain District of Muara Enim (p = 0.69). There was also no correlation between mental workload towards job stress in hospital of dr. H. Mohamad Rabain of Muara Enim district (p = 0.77). ConclusionFactors affecting the physical and mental workload are the absence of percentage between direct, indirect and non-nursing actions, and the differences between young and capable nurses. The work stress experienced by nurses is more influenced by other job factors.