Hayuningtyas, Erma Primanita
Pusat Riset Perikanan, Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan

Published : 12 Documents
Articles

Found 12 Documents
Search

RESPONS SELEKSI INDIVIDU KARAKTER PERTUMBUHAN POPULASI F-0 IKAN MAS STRAIN RAJADANU Ariyanto, Didik; Hayuningtyas, Erma Primanita; Syahputra, Khairul
Jurnal Riset Akuakultur Vol 9, No 3 (2014): (Desember 2014)
Publisher : Pusat Riset Perikanan, Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (96.566 KB) | DOI: 10.15578/jra.9.3.2014.353-361

Abstract

Program pembentukan varietas unggul ikan mas tahan penyakit khususnya koi herpesvirus (KHV) dilakukan untuk mengatasi penyakit yang mewabah sejak tahun 2002. Hasil evaluasi awal program tersebut menunjukkan bahwa ikan mas strain Rajadanu dari Kabupaten Kuningan, Jawa Barat mempunyai daya tahan terhadap penyakit KHV lebih baik dibandingkan strain lainnya. Namun demikian, hasil evaluasi pada populasi F-0 ikan mas tahan penyakit, yang diindikasikan dengan marka molekuler major histocompatibility complex (MHC) II terkait daya tahan terhadap penyakit, mempunyai laju pertumbuhan relatif lebih lambat. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, dilakukan kegiatan seleksi individu karakter pertumbuhan pada populasi F-0 ikan mas strain Rajadanu yang mempunyai marka MHC. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi respons seleksi individu karakter pertumbuhan pada populasi F-0 ikan mas strain Rajadanu terhadap keragaan pertumbuhan benih F-1. Benih F-1 dari induk terseleksi dan kontrol berumur tiga bulan dengan bobot individu 10-15 gdipelihara di kolam pembesaran ukuran 50 m2 dengan kepadatan 10 ekor/m2. Pakan komersial berbentuk pelet dengan kandungan protein kasar 28% diberikan sebanyak 10%; 7,5%; 5%; dan 2,5% dari total biomassa ikan per hari pada bulan pertama, kedua, ketiga, dan keempat. Pakan diberikan dua kali sehari setiap pagi dan sore. Sampling bobot rata-rata individu dilakukan setiap bulan hingga akhir bulan keempat. Selain sampling bobot, pada akhir bulan keempat juga dilakukan penghitungan jumlah individu yang hidup untuk menganalisis nilai sintasan dan biomassa panen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa selisih bobot rata-rata individu populasi F-1 hasil seleksi dengan kontrol sebesar 17,84 g atau setara dengan respons seleksi sebesar 7,29%. Nilai heritabilitas nyata karakter pertumbuhan populasi ikan mas strain Rajadanu dalam penelitian ini termasuk kategori rendah, sebesar 0,06.
SELEKSI KARAKTER PERTUMBUHAN POPULASI IKAN MAS (Cyprinus carpio) RELATIF TAHAN KOI HERPES VIRUS Ariyanto, Didik; Hayuningtyas, Erma Primanita; Syahputra, Khairul
Jurnal Riset Akuakultur Vol 8, No 1 (2013): (April 2013)
Publisher : Pusat Riset Perikanan, Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (226.854 KB) | DOI: 10.15578/jra.8.1.2013.121-129

Abstract

Strain Rajadanu merupakan populasi ikan mas yang mempunyai daya tahan terhadap serangan koi herpes virus (KHV) relatif lebih baik dibandingkan strain lainnya. Namun demikian, populasi ikan dengan daya tahan yang tinggi diduga mempunyai laju pertumbuhan yang lebih lambat. Hal ini karena adanya fenomena sharing energi untuk berbagai karakter yang berbeda. Dalam kegiatan seleksi, salah satu strategi yang dapat ditempuh untuk mengantisipasi fenomena tersebut adalah dengan melakukan seleksi secara bersamaan (tandem selection) terhadap karakter-karakter tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan populasi ikan mas strain Rajadanu dengan laju pertumbuhan cepat, sebagai bagian dari program perakitan strain unggul ikan mas tahan KHV. Sebagai hewan uji adalah populasi dasar (F0) sintetik yang dibentuk tahun 2010, terdiri atas 2 cohort ikan mas strain Rajadanu dengan masing-masing populasi terdiri atas 10 famili yang bersifat full-sib. Seleksi dilakukan menggunakan metode seleksi individu (mass selection) pada saat bobot rata-rata populasi mencapai ukuran konsumsi, yaitu antara 200-300 g/ekor. Cut off seleksi ditentukan berdasarkan hasil sampling sebelum kegiatan seleksi dilakukan, yaitu bobot individu terendah pada 20% individu terbaik, sebesar 400 g. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bobot rata-rata pada cohort 1 dan 2 masing-masing sebesar 271,91 g dan 247,49 g dengan bobot rata-rata populasi terseleksi masing-masing cohort sebesar 558,18 g dan 528,08 g, sehingga menghasilkan nilai diferensial seleksi sebesar 286,27 g dan 280,39 g. Hasil analisis terhadap nilai heritabilitas (dalam arti luas/broad sense) karakter bobotkedua cohort ikan mas tersebut sebesar 42% dan 30%. Berdasarkan hasil tersebut, prediksi respon seleksi yang akan diperoleh pada generasi selanjutnya (F1) pada masing-masing cohort sebesar 123,01 g dan 84,12 g setara dengan 45,27% dan 33,96%.
EFEKTIVITAS TRANSFER DAN ANALISIS EKSPRESI GEN IMUNOGENIK TAHAN KOI HERPES VIRUS (KHV) PADA IKAN MAS (Cyprinus carpio) Syahputra, Khairul; Ariyanto, Didik; Hayuningtyas, Erma Primanita; Lamanto, Lamanto
Jurnal Riset Akuakultur Vol 9, No 1 (2014): (April 2014)
Publisher : Pusat Riset Perikanan, Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1184.327 KB) | DOI: 10.15578/jra.9.1.2014.15-23

Abstract

Penelitian transfer gen imunogenik tahan KHV (krt-GP11) pada ikan mas telah dilakukan dengan metode elektroporasi sperma menggunakan konsentrasi DNA yang berbeda. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi DNA optimal yang efektif digunakan dalam transfer gen pada ikan mas. Sperma dielektroporasi menggunakan tipe kejutan square wave dengan voltase 50 V dan jumlah kejutan tiga kali. Konsentrasi DNA yang digunakan adalah 10 μg/mL, 50 μg/mL, dan 100 μg/mL. Deteksi transgen pada sperma, embrio, dan larva dilakukan dengan metode PCR menggunakan primer spesifik untuk gen krt-GP11. Ekspresi transgen pada embrio dan larva dianalisis secara semi-kuantitatif dengan metode reverse transcriptase PCR (RT-PCR). Hasil penelitian menunjukkan bahwa gen krt-GP11 terdeteksi pada sperma, embrio, dan larva. Pemberian konsentrasi DNA 10 μg/mL lebih efektif digunakan dalam transfer gen krt-GP11 pada ikan mas, sedangkan peningkatan konsentrasi DNA yang digunakan tidak memberikan hasil yang berbeda terhadap keberhasilan transfer gen pada ikan mas. Ekspresi gen krt-GP11 yang berhasil diintroduksikan pada ikan mas baru dapat teramati dengan baik pada fase embrio.
KERAGAMAN GENOTIPE TIGA GENERASI IKAN RAINBOW KURUMOI (Melanotaenia parva) HASIL DOMESTIKASI BERDASARKAN RAPD; Genotype Diversity in Three Generations of Domesticated Kurumoi Rainbow Fish (Melanotaenia parva) Based on RAPD Method. Hayuningtyas, Erma Primanita; Kadarini, Tutik
Jurnal Riset Akuakultur Vol 11, No 2 (2016): (Juni 2016)
Publisher : Pusat Riset Perikanan, Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1272.838 KB) | DOI: 10.15578/jra.11.2.2016.107-114

Abstract

Ikan rainbow Kurumoi (Melanotaenia parva) adalah ikan endemik Danau Kurumoi, Papua Barat, Indonesia. Balai Penelitian dan Pengembangan Budidaya Ikan Hias (BPPBIH), Depok telah berhasil melakukan domestikasi dan menghasilkan beberapa generasi ikan rainbow Kurumoi. Ikan rainbow Kurumoi memijah secara alami, sehingga kemungkinan terjadinya inbreeding tinggi. Oleh karena itu, sangatlah penting untuk mengevaluasi keragaman genetik ikan rainbow Kurumoi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas genetik dengan mengevaluasi keragaman genotipe tiga generasi ikan rainbow Kurumoi menggunakan metode RAPD (Randomly Amplified Polymorphic DNA) dengan tiga jenis primer, yaitu: OPA-18, OPZ-5, dan OPZ-13. Setiap generasi diambil 10 ekor ikan secara acak. Hasil penelitian ditemukan bahwa keragaman genotipe ikan generasi pertama (69,25%) relatif lebih rendah (P>0,05) daripada generasi kedua (76,9%) dan ketiga (76,9%). Nilai heterozigositas cenderung meningkat dari generasi ke generasi. Heterozigositas ikan generasi pertama adalah 0,21; generasi kedua sebesar 0,24; dan generasi ketiga sebesar 0,25. Jarak genetik terjauh adalah antara generasi pertama dan generasi ketiga, yaitu sebesar 0,19. Dengan demikian, proses domestikasi yang telah dilakukan tidak menyebabkan penurunan keragaman genotipe ikan rainbow Kurumoi.Kurumoi rainbow fish (Melanotaenia parva) is an endemic species from Kurumoi Lake, West Papua, Indonesia. Research and Development for Ornamental Fish Culture, Depok has successfully domesticated and produce Kurumoi rainbow fish for several generations. This fish is breed naturally, inbreeding probability is highly occure. It is important to evaluate genetic diversity of Kurumoi rainbow fish. Aim of the research was to evaluate genotype diversity at three generations of Kurumoi rainbow fish using RAPD (Randomly Amplified Polymorphic DNA) method with three primers, namely OPA-18, OPZ-5, and OPZ-13. In the research, 10 fishes were randomly taken from each generation. The research found that genotype diversity of fish first generation (69.25%) was relatively lower (P>0.05) than second (76.9%) and third (76.9%) generations. Heterozygosity value tended to increase by generation to generation. Heterozygosity at first generation was 0.21, 0.24 at second generation and 0.25 at third generation. The highest genetic distance was between the first and third generation (0.19). Thus, the domestication process that has been done does not cause a decrease in genotype diversity of Kurumoi rainbow fish.
HUBUNGAN ANTARA KEBERADAAN GEN MAJOR HISTOCOMPATIBILITY COMPLEX CLASS II (MHC-II), KETAHANAN TERHADAP PENYAKIT, DAN PERTUMBUHAN PADA POPULASI IKAN MAS STRAIN RAJADANU Ariyanto, Didik; Hayuningtyas, Erma Primanita; Syahputra, Khairul
Jurnal Riset Akuakultur Vol 10, No 4 (2015): (Desember 2015)
Publisher : Pusat Riset Perikanan, Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (551.41 KB) | DOI: 10.15578/jra.10.4.2015.461-469

Abstract

Pengembangan budidaya ikan mas di Indonesia mengalami kendala serius sejak timbulnya penyakit koi herpes virus (KHV) pada tahun 2002. Salah satu pendekatan yang dipakai dalam rangka mengantisipasi penyakit tersebut adalah perbaikan mutu genetik untuk mendapatkan varietas unggul ikan mas tahan KHV melalui seleksi berbantuan marka molekuler (MAS; Marker Assisted selection). Keberadaan gen Major Histocompatibility Complex Class II (MHC-II) diduga berkaitan erat dengan peningkatan daya tahan tubuh ikan mas terhadap penyakit. Di sisi lain, populasi ikan dengan daya tahan terhadap penyakit yang tinggi diduga mempunyai laju pertumbuhan lebih lambat. Penelitian ini bertujuan mengetahui empat hal, yaitu (1) transmisi gen MHC-II dari induk ke anakannya, (2) hubungan antara keberadaan gen MHC-II dengan daya tahan terhadap penyakit, (3) hubungan antara daya tahan terhadap penyakit dengan pertumbuhan, serta (4) pengaruh keberadaan gen MHC-II pada ikan mas terhadap performa benih di lingkungan budidaya. Benih uji diperoleh dari pemijahan induk jantan dan betina ikan mas strain Rajadanu positif MHC-II, serta induk jantan dan betina negatif MHC-II. Analisis gen MHC-II dilakukan menggunakan mesin PCR, analisis daya tahan terhadap penyakit melalui uji tantang secara kohabitasi, dan analisis hubungan daya tahan dengan pertumbuhan dilakukan di kolam air deras di daerah endemik KHV, yaitu di Subang, Jawa Barat selama tiga bulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa populasi ikan mas hasil pemijahan induk jantan dan betina positif MHC-II mempunyai persentase MHC-II sebesar 90%, lebih banyak dibanding populasi hasil pemijahan induk jantan dan betina negatif MHC-II sebesar 40%. Berdasarkan uji tantang, populasi positif MHC-II mempunyai daya tahan terhadap infeksi KHV 8,95% lebih tinggi dibanding populasi negatif MHC-II. Hasil pengujian secara lapang di daerah endemik KHV juga menunjukkan pola hasil yang sama, yaitu populasi positif MHC-II mempunyai sintasan 41,61% lebih baik dibanding populasi negatif MHC-II. Analisis hubungan antara keberadaan gen MHC-II sebagai indikasi ketahanan terhadap penyakit khususnya KHV dengan pertumbuhan di kolam air tenang maupun kolam air deras menunjukkan bahwa populasi ikan mas Rajadanu dengan persentase MHC-II lebih tinggi mempunyai sintasan lebih tinggi tetapi mempunyai laju pertumbuhan lebih lambat.
TOLERANSI SALINITAS BENIH PERSILANGAN 3 STRAIN IKAN NILA (Oreochromis niloticus) DENGAN IKAN MUJAIR (O. mossambicus) Hayuningtyas, Erma Primanita; Robisalmi, Adam; Listiyowati, Nunuk; Ariyanto, Didik
Jurnal Riset Akuakultur Vol 4, No 3 (2009): (Desember 2009)
Publisher : Pusat Riset Perikanan, Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (95.862 KB) | DOI: 10.15578/jra.4.3.2009.313-318

Abstract

Penelitian ini merupakan studi awal yang akan digunakan sebagai bahan untuk penelitian tahap selanjutnya, dalam rangka mendapatkan kandidat ikan nila toleran salinitas. Penelitian ini dilakukan di Loka Riset Pemuliaan dan Teknologi Budidaya Perikanan Air Tawar, Sukamandi pada bulan Maret 2009. Ikan yang digunakan adalah hasil persilangan 4 strain, nila BEST (Bogor Enhancement Strain of Tilapia), nila merah (Red NIFI), NIRWANA (Nila Ras Wanayasa), mujair (O. mossambicus). Persilangan dilakukan secara dua arah penuh (full diallel crossing) sehingga dihasilkan 16 populasi, tetapi yang bertahan hidup ada 14 populasi. Pengujian secara langsung dilakukan pada media bersalinitas 10‰, 20‰, dan 30‰ sebanyak 10 L dengan kepadatan 1 ekor/L, rata-rata bobot 0,22 g dan rata-rata panjang total 2,16 cm. Metode yang digunakan adalah metode eksperimen (LT50) dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) 3 perlakuan dan 3 ulangan. Analisis data menggunakan analisis keragaman (one-way ANOVA) jika berbeda nyata dilanjutkan dengan uji lanjut Tukey. Hasil penelitian menunjukkan bahwa benih persilangan memiliki toleransi lebih tinggi pada salinitas 10‰ berbeda nyata (P<0,05) dibanding dengan salinitas 20‰ dan 30‰. Pada uji papar langsung terhadap salinitas 30‰ terdapat lima persilangan terbaik yaitu, Mujair   x NIRWANA   (2,49 j), Mujair   x Red NIFI   (1,91 j), NIRWANA   x Red NIFI   (1,86 j), NIRWANA   x Mujair   (1,85 j), dan BEST   x Mujair   (1,65 j).This research was an initial study that will provide information for the next research in order to get a candidate of salinity tolerance tilapia. This study was conducted at the Research Institute for Freshwater Fish Breeding and Aquaculture, Sukamandi, in March 2009. The fish used in this experiment comprised of hybrids of 4 tilapia strains, i.e. BEST (Bogor Enhancement Strain of Tilapia), Red NIFI, NIRWANA (Nila Ras Wanayasa), and Mozambique tilapia (O. mossambicus). The hybridizations were conducted following full diallel crossing yielding 16 populations, of which, only 12 populations could survive the treatments. Fish with an average of body weight of 0.22 g and total length of 2.16 cm were directly stocked to 10 L media with salinity of 10‰, 20‰, and 30‰ at a density of 1 fish/liter. The method used in this experiment was Lethal Time 50% (LT50) with Complete Random Device (RAL) consisted of 3 treatments and 3 replications. The result was analyzed by the analysis of variance (one-way ANOVA). Further, Tukey test was carried-out if the ANOVA showed a significance difference among treatments. The result showed that the hybrids of tilapia had significantly different (P<0,05) higher tolerance to salinity of 10 ‰ than that of 20‰ and 30‰. The best five populations with direct exposure to salinity 30 ‰ were Mozambique tilapia    x NIRWANA   (2.49 hours), Mozambique tilapia   x Red NIFI   (1.91 h), NIRWANA   x Red NIFI   (1.86 j), NIRWANA   x Mozambique tilapia   (1.85 h), and Mozambique tilapia   x BEST   (1.65 h).
KERAGAAN WARNA DAN GENOTIPE CALON INDUK (F0) IKAN CLOWN (Amphiprion sp.) STRAIN BLACK PERCULA Kusumah, Ruby Vidia; Prasetio, Anjang Bangun; Kusrini, Eni; Hayuningtyas, Erma Primanita; Cindelaras, Sawung
Jurnal Riset Akuakultur Vol 11, No 1 (2016): (Maret 2016)
Publisher : Pusat Riset Perikanan, Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (152.3 KB) | DOI: 10.15578/jra.11.1.2016.47-58

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengkaji keragaan fenotipe warna tubuh dan genotipe calon induk (F0) ikan clown (Amphiprion sp.) strain black percula.  Sebanyak 36 ekor calon induk ikan clown black percula diperoleh dari populasi budidaya Balai Perikanan Budidaya Laut (BPBL) Ambon yang memiliki persentase penutupan hitam tinggi.  Warna dianalisis dengan teknik analisis gambar digital menggunakan software ImageJ 1.50f.  Gambar digital didokumentasikan menggunakan kamera Canon EOS 600D.  Keragaan warna diamati menurut pola, persentase penutupan, dan jenis (profil) warna digital.  Konversi nilai mean Red (R), mean Green (G), dan mean Blue (B) menjadi nilai mean Hue (H), mean Saturation (S), dan mean Brightness (B) dilakukan dengan bantuan Color Picker (Foreground Color) pada software Adobe Photoshop versi 12.0 x64.  Keragaan genotipe dianalisis dengan teknik RAPD.  Heterozigositas dan persentase polimorfisme dikalkulasi menggunakan software TFPGA.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa calon induk ikan black percula generasi F0 memiliki pola warna yang bervariasi dengan persentase penutupan warna hitam berkisar 47-63%.  Jenis warna digital hitam dikarakterisasi oleh nilai H: 240-20º, S: 4-48%, B: 10-26%; putih (H: 0-300º, S: 1-7%, B: 48-69%); dan oranye (H: 15-25º, S: 73-91%, B: 40-64%).  Analisis RAPD menunjukkan bahwa primer OPA18 menghasilkan 3 fragmen (berukuran 600-3000 bp); OPZ 9 sebanyak 5 fragmen (berukuran 500-2500 bp); dan OPZ 5 sebanyak 3 fragmen (berukuran 400-3000 bp).  Heterozigositas dan persentase polimorfisme termasuk cukup tinggi, yakni 0,3060 dan 88%.  Untuk mendapatkan strain warna black percula yang diinginkan, tahap seleksi lebih lanjut diperlukan untuk meningkatkan persentase penutupan warna hitam serta memperoleh pola warna putih unik.[Color and genotype performance of black percula strain clown fish (Amphiprion sp.) broodstock (F0). By Ruby Vidia Kusumah, Anjang Bangun Prasetio, Eni Kusrini, Erma Primanita Hayuningtyas and Sawung Cindelaras]  Our research aimed to assess the performance of body color and genotype of black percula strain of clownfish (Amphiprion sp.) broodstock F0.  A total of 36 samples of the black percula clown was obtained from the Institute for Mariculture (BPBL) Ambon which has the high percentage of black cover.  Color analysis was performed using digital image analysis using ImageJ 1.50f.  Digital images of broodstock was documented using Canon EOS 600D.  Performance of color observed according to patterns, percentage of color coverage and type of (profile) digital color.  Conversion value of mean Red (R), mean Green (G), and mean Blue (B) was done by Color Picker (Foreground Color) in Adobe Photoshop software version 12.0 x64.  Genotypes performance analyzed with RAPD method.  Heterozygosity and the degree of polymorphism was calculated by TFPGA software.  The results showed that the broodstock of black percula has varies of the color patterns with the percentage cover of black color ranges from 47-63%.  Digital color of black profile was characterized by H: 240-20º, S: 4-48%, B: 10-26%; white (H: 0-300º, S: 1-7%, B: 48-69%); and orange (H: 15-25º, S: 73-91%, B: 40-64%).  RAPD analysis showed that primer OPA18 produced 3 fragments (600-3000bp size), OPZ 9 produced 5 fragments (500-2500bp size), and OPZ 5 produced 3 fragments (400-3000bp size). Heterozygosity and polymorphism were high as 0,3060 and 88%. In order to obtain desired color strain of black percula, further selection process is necessary to increase the percentage of black color coverage and white color which is unique.
POLA EKSPRESI GEN ENHANCED GREEN FLUORESCENT PROTEIN PADA EMBRIO DAN LARVA IKAN PATIN SIAM (Pangasianodon hypophthalmus) Dewi, Raden Roro Sri Pudji Sinarni; Alimuddin, Alimuddin; Sudrajat, Agus Oman; Sumantadinata, Komar; Hayuningtyas, Erma Primanita
Jurnal Riset Akuakultur Vol 8, No 3 (2013): (Desember 2013)
Publisher : Pusat Riset Perikanan, Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1107.512 KB) | DOI: 10.15578/jra.8.3.2013.339-346

Abstract

Penelitian ekspresi sementara (transient expression) dari transgen secara in vivomenggunakan gen reporter berguna untuk mendesain konstruksi gen yang akan digunakan pada penelitian transgenesis. Gen reporter yang umum digunakan dalam penelitian ekspresi sementara transgen adalah gen GFP (green fluorescent protein). Pengamatan gen EGFP (enhanced green fluorescent protein) pada embrio dan larva ikan patin siam (Pangasianodon hypophthalmus) ditujukan untuk mendapatkan informasi mengenai kemampuan promoter -aktin ikan mas dalam mengendalikan ekspresi gen EGFP. Gen EGFP diintroduksikan ke dalam sperma ikan patin siam menggunakan metode elektroporasi. Sperma yang telah dielektroporasi digunakan untuk membuahi sel telur ikan patin siam. Pengamatan ekspresi gen EGFP dilakukan setiap enam jam dimulai dari embrio fase 2 sel sampai larva. Berdasarkan hasil penelitian, gen EGFP terekspresi pada fase embrio dan larva ikan patin siam. Puncak ekspresi gen EGFP terjadi pada fase neurula dan menurun pada fase larva. Berdasarkan penelitian ini maka ikan patin siam transgenik telah berhasil dibentuk dan promoter -aktin ikan mas terbukti aktif dalam mengarahkan ekspresi gen asing (GFP) di dalam tubuh ikan patin siam.
KERAGAMAN GENETIK IKAN MAS (Cyprinus carpio) VARIETAS RAJADANU TAHAN KOI HERPESVIRUS GENERASI F0 DAN F1 MENGGUNAKAN TIGA LOKUS MIKROSATELIT Syahputra, Khairul; Ariyanto, Didik; Hayuningtyas, Erma Primanita
Jurnal Riset Akuakultur Vol 11, No 1 (2016): (Maret 2016)
Publisher : Pusat Riset Perikanan, Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (523.996 KB) | DOI: 10.15578/jra.11.1.2016.59-66

Abstract

Informasi tentang keragaman genetik sangat dibutuhkan pada program pemuliaan melalui kegiatan seleksi untuk menghasilkan induk unggul, seperti pada pembentukan ikan mas Rajadanu tahan infeksi koi herpes virus (KHV). Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi variasi genetik ikan mas varietas Rajadanu tahan infeksi KHV generasi F0 dan F1 dengan menggunakan marka molekuler mikrosatelit. Populasi F0 dan F1 dihasilkan dari kegiatan seleksi bersamaan (independent culling) pada karakter pertumbuhan dan ketahanan terhadap KHV. Seleksi karakter pertumbuhan dilakukan dengan metode seleksi individu (mass selection), sedangkan seleksi karakter ketahanan terhadap KHV dilakukan dengan mengidentifikasi individu yang membawa marka MHC II spesifik pada alel Cyca-DAB1*05. Sebanyak sepuluh individu ikan mas dari setiap populasi digunakan untuk analisis variabilitas mikrosatelit menggunakan tiga lokus mikrosatelit (MFW6, MFW7, dan MFW9). Data alel mikrosatelit diolah menggunakan program Microsoft excel dan dianalisis menggunakan program Fstat dan Arlequin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah alel dari tiap lokus pada masingmasing populasi bervariasi, yaitu berkisar antara 2-5 alel. Rata-rata jumlah alel dan rata-rata heterozigositas teramati pada populasi F0 tidak berbeda dengan populasi F1. Rata-rata jumlah alel pada kedua populasi sebesar 3,33 alel dengan rata-rata nilai heterozigositas teramati sebesar 0,47. Inbreeding teridentifikasi pada populasi F0 dan F1, kedua populasi mempunyai tingkat inbreeding yang relatif sama. Populasi ikan mas tahan KHV pada penelitian ini memiliki keragaman genetik yang relatif rendah sehingga diperlukan monitoring variasi genetik dan skema pemijahan yang baik pada kegiatan seleksi selanjutnya untuk menghasilkan ikan mas tahan KHV yang unggul.Information on genetic diversity is needed in breeding program through selective breeding to produce superior broodstocks, such as on production of Rajadanu strain of common carp resistant to KHV infection. The aim of this study was to evaluate the genetic variation in F0 and F1 of Rajadanu strain of common carp resistant to KHV infection using microsatellite marker. The F0 and F1 populations have been produced by independent culling method on growth and resistant to KHV characters. Selection on growth character was conducted by mass selection method, while selection on resistant to KHV character was conducted by identification the individual of common carp that carrying MHC II marker specific on CycaDAB1*05 allele. Ten individuals representing each population were analyzed for microsatellite variability using three microsatellite loci (MFW6, MFW7, and MFW9). Microsatellite allele data were analyzed using Microsoft Excel, Fstat, and Arlequin software. The result showed that the number of alleles per loci in each population varied ranging from 2 to 5 alleles. The average number of alleles and the average observed heterozygosity in F0 was similar to that of F1. The average number of alleles in both populations was 3.33, while the average observed heterezygosity was 0.47. The F0 and F1 populations showed inbreeding level; inbreeding level in both populations was relatively similar. Common carp populations in this study had relatively low genetic variation, so that monitoring of genetic variation and good spawning scheme were needed on next selection program to produce a superior common carp resistant to KHV.
HUBUNGAN ANTARA PERTUMBUHAN DENGAN KEBERADAAN GEN TAHAN PENYAKIT MAJOR HISTOCOMPATIBILITY COMPLEX (MHC) PADA IKAN MAS (Cyprinus carpio) Hayuningtyas, Erma Primanita; Ariyanto, Didik; Syahputra, Khairul
Jurnal Riset Akuakultur Vol 8, No 3 (2013): (Desember 2013)
Publisher : Pusat Riset Perikanan, Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (435.978 KB) | DOI: 10.15578/jra.8.3.2013.383-391

Abstract

Wabah penyakit koi herpes virus (KHV) di Indonesia yang terjadi sejak tahun 2002 merupakan salah satu faktor yang memicu kemerosotan produksi ikan mas budidaya. Pembentukan strain unggul ikan mas tahan KHV dapat menjadi solusi bagi permasalahan tersebut. Pemilihan genotip ikan mas tahan KHV dengan marka molekuler gen major histocompatibility complex class II (MHC-II), khususnya pada alel Cyca DAB 1*05 akan membantu dalam kegiatan seleksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keberadaan gen MHC-II pada populasi dasar G0 ikan mas strain Rajadanu dan hubungannya dengan pertumbuhan (bobot). Metode deteksi keberadaan gen MHC-II pada dua kelompok ikan dengan ukuran berbeda dilakukan dengan teknik PCR. Hubungan antara pertumbuhan ikan mas dengan persentase kemunculan gen MHC-II dianalisis dengan menggunakan program SPSS (Statistical Package for the Social Sciences), sehingga diperoleh korelasi di antara keduanya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hubungan antara pertumbuhan dengan persentase keberadaan gen MHC-II berkorelasi negatif dengan nilai R = -0,742. Hal ini mengindikasikan bahwa semakin cepat pertumbuhan populasi ikan mas maka semakin sedikit persentase individu yang mempunyai gen MHC-II pada setiap populasi ikan mas. Sehingga populasi ikan mas yang pertumbuhannya lambat memiliki tingkat persentase positif MHC-II lebih tinggi (85,71%-100%) dibandingkan populasi ikan mas yang pertumbuhannya cepat (42,86%-85,71%).