Listiyowati, Nunuk
Pusat Riset Perikanan, Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan

Published : 3 Documents
Articles

Found 3 Documents
Search

RESPONS PERTUMBUHAN DAN KERAGAAN DARAH DARI TIGA STRAIN IKAN NILA TERHADAP PEMBERIAN HORMON PERTUMBUHAN REKOMBINAN IKAN KERAPU KERTANG Listiyowati, Nunuk; Alimuddin, Alimuddin; Sukenda, Sukenda; Setyawan, Priadi
Jurnal Riset Akuakultur Vol 10, No 4 (2015): (Desember 2015)
Publisher : Pusat Riset Perikanan, Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (578.867 KB) | DOI: 10.15578/jra.10.4.2015.481-492

Abstract

Berbagai strain ikan nila sudah berhasil dibudidayakan di Indonesia. Penelitian ini dilakukan untuk mengevaluasi penambahan hormon pertumbuhan rekombinan ikan kerapu kertang, Epinephelus lanceolatus (rElGH) dalam pakan terhadap performa pertumbuhan dan imunitas tiga strain ikan nila terhadap infeksi bakteri Streptococcus agalactiae. Tiga strain nila yang digunakan adalah strain nila biru (hasil pemuliaan di Sukamandi), srikandi (toleran salinitas tinggi dari Sukamandi) dan nirwana (hasil pemuliaan di Wanayasa)dengan kisaran rerata bobot 0,24-0,4 g/ekor dan panjang standar 1,9-2,27 cm/ekor. Ikan dipelihara dalam bak fiber bulat kapasitas 1,5 ton air sebanyak sembilan buah selama 50 hari, dengan padat tebar 200 ekor/bak. Pakan mengandung rElGH dosis 2 mg/kg pakan diberikan dua hari sekali, selama dua minggu dengan frekuensi tiga kali sehari (pagi, siang, dan sore) secara at satiation (sampai kenyang). Hasil penelitian menunjukkan ikan yang diberi rElGH memiliki pertumbuhan yang lebih baik dibandingkan kontrol, kecuali nila biru. Pertumbuhan terbaik terdapat pada nila srikandi dengan bobot 6,08 ± 1,26 g; laju pertumbuhan harian 0,12 ± 0,03 g/hari dan panjang standar 5,5 ± 0,63 cm. Ikan nila yang mendapatkan perlakuan rElGH pada pakan menunjukkan ketahanan tubuh yang berbeda ketika diuji tantang dengan bakteri S. agalactiae. Ikan nila nirwana memiliki jumlah kematian yang paling sedikit P<0,05) dibandingkan dengan ikan nila srikandi dan nila biru terhadap infeksi S. agalactiae. Nilai MTD ikan nila nirwana perlakuan rElGH dan kontrol adalah 174,3 jam dan 217,7 jam. Hasil pengamatan uji tantang menunjukkan bahwa tidak ada yang berbeda dalam parameter hematologi. Sebagai kesimpulan, strain ikan nila sangat memengaruhi efektivitas pemberian rElGH dalam memacu pertumbuhan dan imunitasnya.
ANALISIS TRUSS MORFOMETRIK BEBERAPA VARIETAS IKAN NILA ( Oreochromis niloticus ) Ariyanto, Didik; Listiyowati, Nunuk; Imron, Imron
Jurnal Riset Akuakultur Vol 6, No 2 (2011): (Agustus 2011)
Publisher : Pusat Riset Perikanan, Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (211.16 KB) | DOI: 10.15578/jra.6.2.2011.187-196

Abstract

Langkah awal yang dilakukan dalam rangka pembentukan varietas ikan nila toleran salinitas adalah koleksi dan karakterisasi varietas-varietas ikan nila yang akan digunakan sebagai sumber-sumber genetik pembentukan varietas tersebut. Beberapa varietas ikan nila yang telah dikoleksi antara lain ikan nila Nirwana Wanayasa, GMT Sukabumi, GIFT Sukamandi, BEST Bogor, dan red NIFI. Kegiatan ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui keragaman morfologi antara beberapa varietas ikan nila hasil koleksi tersebut serta menduga hubungan kekerabatannya berdasarkan tingkat keragaman dan kemiripan antar populasi. Karakterisasi morfologi dilakukan menggunakan metode truss morfometrik dilanjutkan dengan analisis komponen utama (principal component analysis) dan analisis pengelompokan (cluster analysis). Hasil karakterisasi menunjukkan bahwa terdapat 2 kelompok utama pada varietas-varietas ikan nila yaitu ikan nila GMT Sukabumi, GIFT Sukamandi, BEST Bogor, dan red NIFI bergabung menjadi satu kelompok sedangkan ikan nila Nirwana Wanayasa membentuk kelompok tersendiri. Di dalam kelompok pertama, ikan nila red NIFI mempunyai bentuk yang berbeda dari 3 populasi lainnya.
TOLERANSI SALINITAS BENIH PERSILANGAN 3 STRAIN IKAN NILA (Oreochromis niloticus) DENGAN IKAN MUJAIR (O. mossambicus) Hayuningtyas, Erma Primanita; Robisalmi, Adam; Listiyowati, Nunuk; Ariyanto, Didik
Jurnal Riset Akuakultur Vol 4, No 3 (2009): (Desember 2009)
Publisher : Pusat Riset Perikanan, Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (95.862 KB) | DOI: 10.15578/jra.4.3.2009.313-318

Abstract

Penelitian ini merupakan studi awal yang akan digunakan sebagai bahan untuk penelitian tahap selanjutnya, dalam rangka mendapatkan kandidat ikan nila toleran salinitas. Penelitian ini dilakukan di Loka Riset Pemuliaan dan Teknologi Budidaya Perikanan Air Tawar, Sukamandi pada bulan Maret 2009. Ikan yang digunakan adalah hasil persilangan 4 strain, nila BEST (Bogor Enhancement Strain of Tilapia), nila merah (Red NIFI), NIRWANA (Nila Ras Wanayasa), mujair (O. mossambicus). Persilangan dilakukan secara dua arah penuh (full diallel crossing) sehingga dihasilkan 16 populasi, tetapi yang bertahan hidup ada 14 populasi. Pengujian secara langsung dilakukan pada media bersalinitas 10‰, 20‰, dan 30‰ sebanyak 10 L dengan kepadatan 1 ekor/L, rata-rata bobot 0,22 g dan rata-rata panjang total 2,16 cm. Metode yang digunakan adalah metode eksperimen (LT50) dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) 3 perlakuan dan 3 ulangan. Analisis data menggunakan analisis keragaman (one-way ANOVA) jika berbeda nyata dilanjutkan dengan uji lanjut Tukey. Hasil penelitian menunjukkan bahwa benih persilangan memiliki toleransi lebih tinggi pada salinitas 10‰ berbeda nyata (P<0,05) dibanding dengan salinitas 20‰ dan 30‰. Pada uji papar langsung terhadap salinitas 30‰ terdapat lima persilangan terbaik yaitu, Mujair   x NIRWANA   (2,49 j), Mujair   x Red NIFI   (1,91 j), NIRWANA   x Red NIFI   (1,86 j), NIRWANA   x Mujair   (1,85 j), dan BEST   x Mujair   (1,65 j).This research was an initial study that will provide information for the next research in order to get a candidate of salinity tolerance tilapia. This study was conducted at the Research Institute for Freshwater Fish Breeding and Aquaculture, Sukamandi, in March 2009. The fish used in this experiment comprised of hybrids of 4 tilapia strains, i.e. BEST (Bogor Enhancement Strain of Tilapia), Red NIFI, NIRWANA (Nila Ras Wanayasa), and Mozambique tilapia (O. mossambicus). The hybridizations were conducted following full diallel crossing yielding 16 populations, of which, only 12 populations could survive the treatments. Fish with an average of body weight of 0.22 g and total length of 2.16 cm were directly stocked to 10 L media with salinity of 10‰, 20‰, and 30‰ at a density of 1 fish/liter. The method used in this experiment was Lethal Time 50% (LT50) with Complete Random Device (RAL) consisted of 3 treatments and 3 replications. The result was analyzed by the analysis of variance (one-way ANOVA). Further, Tukey test was carried-out if the ANOVA showed a significance difference among treatments. The result showed that the hybrids of tilapia had significantly different (P<0,05) higher tolerance to salinity of 10 ‰ than that of 20‰ and 30‰. The best five populations with direct exposure to salinity 30 ‰ were Mozambique tilapia    x NIRWANA   (2.49 hours), Mozambique tilapia   x Red NIFI   (1.91 h), NIRWANA   x Red NIFI   (1.86 j), NIRWANA   x Mozambique tilapia   (1.85 h), and Mozambique tilapia   x BEST   (1.65 h).