Kurnaesih, Een
Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muslim Indonesia

Published : 6 Documents
Articles

Found 6 Documents
Search

Pengaruh Health Education Terhadap Perilaku Wanita Usia Subur Dalam Pemeriksaan Infeksi Menular Seksual di Wilayah Kerja Puskesmas Jumpang Bar Mustarin, Yanti; Kurnaesih, Een; Yusriani, Yusriani
Window of Health : Jurnal Kesehatan Vol. 1 No. 3 (Juli, 2018)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (639.829 KB)

Abstract

Penanganan kasus IMS merupakan layanan pada seorang dengan sindrom yang berhubungan dengan IMS, atau dengan hasil positif pada pemeriksaan laboratorium untuk satu atau lebih IMS. Komponen penanganan kasus IMS harus dilakukan secara paripurna Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh Health Education terhadap perilaku wanita usia subur dalam pemeriksaan infeksi menular seksual (IMS) di Wilayah Kerja Puskesmas Jumpang Baru Kota Makassar. Rancangan penelitian yang digunakan adalah quasi eksperimen pre post design with comparison group yang berupaya mengungkapkan efektifitas variable bebas terhadap variable terikat dengan melibatkan kelompok kontrol dan kelompok intervensi dengan jumlah sampel masing-masing sebanyak 37 Wus Hasil penelitian didapatkan bahwa health education berpengaruh terhadap pengetahuan, sikap dan tindakan WUS dalam pemeriksaan IMS di Wilayah Kerja Puskesmas Jumpang Baru Kota Makassar dari hasil uji statistic T-Test p sig = 0,000<0,05. Health Education dalam pemeriksaan IMS dalam upaya deteksi dini penyakit menular seksual memberikan pengaruh peningkatan pengetahuan, sikap dan tidakan menjadi lebih positif, diharapkan instansi berwenang dapat melakukannya dalam jangkauan yang lebih luas dan kualitas yang lebih baik.
Hubungan Berat Plasenta dengan Status Antropometri Bayi baru Lahir Aterm Wilayah Puskesmas Kassi-Kasi Makassar Rahman, Fath Irtaniyah; Patimah, Sitti; Kurnaesih, Een
Window of Health : Jurnal Kesehatan Vol. 1 No. 4 (Oktober, 2018)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (673.858 KB)

Abstract

Berat lahir bayi bergantung pada gizi ibu dan kemampuan plasenta untuk mengangkut gizi dari bukejaninnya. Bobot plasenta, dan ukuran dan bentuk permukaannya, mencerminkan kemampuannya untuk mentransfer nutrisi. Berat plasentaadalah ukuran yang umum digunakan untuk meringkas pertumbuhan dan fungsi plasenta. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan berat plasenta dengan status antropometri bayi baru lahiraterm. Jenis penelitian ini adalah deskriptif analitik dengan desain cross sectional. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 59 orang ibu intrapartu yang diambil dengan cara Simple Random Sampling. Analisis data dilakukan dengan uji chi-square, dengan tingkat kepercayaan α = 0,05. Berdasarkan hasil penelitian ini diketahui bahwa nilai signifikansi berat lahir p=0,013 (p<0,05), panjang badan lahir p=0,00 (p<0,05), lingkar kepala p=0,010(p<0,05), rasio berat plasenta normal 46 orang (78%) tidak normal 13 orang (8,5%), dan indeks ponderal bayi normal 54 orang (91,5%) dan tidak normal 5 orang (8,5%). Sehingga dapat disimpulkan bahwa ada hubungan antara berat palsenta dengan status antropometri berat badan lahir bayi, panjang badan lahir, dan lingkar kepala, tetapi tidak dengan rasio berat plasenta dan indeks ponderal bayi
PERILAKU PENCARIAN PENGOBATAN PENYAKIT DIARE PADA BALITA DI MASYARAKAT SUKU BAJO KABUPATEN BONE Fila, Ikda; Asrina, Andi; Kurnaesih, Een
Patria Artha Journal of Nursing Science Vol 3, No 1 (2019): Patria Artha Journal of Nursing Science
Publisher : Patria Artha University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan: Untuk mendapatkan informasi dan menganalisis secara mendalam perilaku Pencarian Pengobatan Penyakit diare pada Balita Di Masyarakat Suku Bajo Kabupaten Bone Tahun2018. Metode Penelitian: Jenis penelitian metode kualitatif yang mengeksplorasi secara mendalam mengenai perilaku Pencarian Pengobatan Penyakit diare pada Balita Di Masyarakat Suku Bajo Kabupaten Bone Tahun 2018 melalui wawancara mendalam (indepth interview), observasi dan dokumentasi secara terus menerus selama penelitian berlangsung dan informan penelitian adalah balita yang mengalami diare atau pernah mengalami diare 3 bulan terakhir di suku Bajo Kabupaten Bone. Hasil: Berdasarkan penelitian menunjukkan bahwa menujukkan bahwa pengetahuan masyarakat Bajo suku terkait perilku pencarian pengobatan masih sangat kurang dan cenderung ke pengobatan tradisional, sedangkan sikap masyarakat menganggap pengobatan tradisional lebih baik dari pada pelayanan kesehatan. Terkait  dengan budaya masyarakat disuku Bajo pengobatan dilakukan secara turun temurun dengan mengandalkan dukun ,akses pelayanan kesehatan sangat terjangkau akan tetapi masyarakat lebih memlilih pengobatan tradisional. Rekomendasi: Perlunya dilakukan strategi advokasi dan komunikasi kepada  masyarakat untuk mendukung penderita diare kususnya pada ibu-ibu yang memliki anak Balita sehingga mereka memahami penyebab penyakit dan penangulangannya dan perilaku Hidup Bersih (PHBS)
KEIKUTSERTAAN PASANGAN USIA SUBUR MARGA TIONGHOA DALAM PROGRAM KELUARGA BERENCANA Aris, Arni AR; Asrina, Andi; Kurnaesih, Een
Patria Artha Journal of Nursing Science Vol 3, No 1 (2019): Patria Artha Journal of Nursing Science
Publisher : Patria Artha University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan: Untuk mendapatkan informasi, menganalisa dan mengkaji secara mendalam mengenai keikutsertaan PUS Marga Tionghoa dalam program KB. Metode Penelitian:  Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Informan pada penelitian ini adalah pasangan Usia Subur Marga Tionghoa yang berjumlah 7 orang, 1 orang Pandita agama Budha dan 1 orang petugas kesehatan di Kabupaten Bone. Hasil: Berdasarkan penelitian Hasil penelitian menunjukkan kepercayaan patrilineal pada pasangan usia subur sangat erat kaitannya dengan keikutsertaan PUS dalam program KB. Dimana jenis kelamin anak laki-laki sangat istimewa dalam satu Keluarga PUS Marga Tionghoa. Ketika PUS ini memiliki anak laki-laki barulah akan ikut serta dalam program keluarga berencana. Usia rata-rata menikah PUS Marga Tionghoa adalah dalam kategori ideal yaitu 22 – 30 Tahun. Jumlah anak dalam satu keluarga paling sedikit 3 orang. Dukungan pasangan dalam program KB sangat kurang, sehingga mempengaruhi sikap dari pasangan PUS Marga Tionghoa untuk ikut ber-KB. Penelitian ini merekomendasikan hendaknya PUS Marga Tionghoa di Kabupaten Bone ikut serta dalam program KB setelah memiliki 2 anak, karena demi kesejahteraan keluarga pada setiap PUS Marga Tionghoa di Kabupaten Bone.
Faktor Yang Berisiko Terhadap Kejadian Plasenta Previa di RSUD Polewali Mandar Diana, Sitti Aras; Kurnaesih, Een; Arman, Arman
Celebes Health Journal Vol 1 No 1 (2019): April 2019
Publisher : Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LL-DIKTI) Wilayah IX Sulawesi

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1018.888 KB)

Abstract

Abstract. This study aims at analyzing the risk of placenta previa at Polewali Mandar General Hospital. The type of research used is Analytical Observation with the Case Control approach. The results of the study explained that parity was two times the risk of placenta previa. Statistically, parity did not have a significant effect on the incidence of placenta previa. Meanwhile, the history of abortion is six times the risk of placenta previa, which statistically explains that the history of abortion does not have a significant effect on the incidence of placenta previa. Moreover, a history of myoma two times the risk of placenta previa which statistically had no significant effect between myoma history and placenta previa. This study also found that the age variable did not indicate a risk for the incidence of placenta previa.Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis besar risiko kejadian plasenta previa di RSUD Polewali Mandar. Jenis penelitian yang digunakan adalah Observasional Analitik dengan pendekatan Case Control. Hasil penelitian menjelaskan bahwa paritas merupakan 2 kali berisiko terjadinya plasenta previa. Secara statistik paritas tidak mempunyai pengaruh yang bermakna terhadap kejadian plasenta previa. Sedangkan riwayat abortus berisiko 6 kali terjadinya plasenta previa dimana secara statistik menjelaskan bahwa riwayat abortus tidak memiliki pengaruh yang bermakna terhadap kejadian plasenta previa, dan riwayat mioma 2 kali berisiko terjadinya plasenta previa dimana secara statistik tidak memiliki pengaruh yang bermakna antara riwayat mioma terhadap kejadian plasenta previa. Sedangkan variabel umur tidak menunjukkan adanya risiko terhadap kejadian plasenta previa.
PERSEPSI KELOMPOK DISABILITAS MENTAL TERHADAP PERILAKU SEKSUAL DI SLBN PEKKABATA POLEWALI MANDAR SULAWESI BARAT Amin, Hadriyani; Multaazam, Andi; Kurnaesih, Een
Bina Generasi : Jurnal Kesehatan Vol 10 No 2 (2018): Jurnal Kesehatan Bina Generasi
Publisher : LPPM STIKES BINA GENERASI POLEWALI MANDAR

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perilaku seksual kelompok remaja dengan disabilitas mental penting untuk dikaji  karena remaja disabilitas mental merupakan kelompok yang rentan mengalami pelecehan seksual dan melakukan perilaku seksual yang menyimpang. Tujuan penelitian bertujuan untuk mengetahui persepsi kelompok disabilitas mental terhadap perilaku seksual di SLBN pekkabata polewali mandar Sulawesi barat. Digunakan Metode Kualitatif dengan pendekatan wawancara secara mendalam. Informan penelitian ini sebanyak delapan orang yang terdiri dari informan biasa lima orang, informan pendukung dua orang dan informan kunci satu orang.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa : (1) pengetahuan kelompok disabilita mental semakin tinggi pengetahun kesehatan reproduksi semakin rendah perilaku seksual pranikahnya; (2) sikap disabilitas semakin positif dan sikap remaja terhadap perilakunya semakin besar dengan intensitasnya untuk melakukan perilaku seksual; (3) tindakan penyandang disabilitas dalam hal aktivitas fisik, tidak menyentuh bagian intim; (4) perilaku seksual sangat beragam, pemicunya bisa karena pengaruh lingkungan,sosial budaya, penghayatan kegamaan , serta penerapan nilai-nilai; (5) aktivitas sosial berisiko belum paham tentang bahaya dari perilaku yang tidak normal. Disarankan agar penyandang disabilitas lebih maksimal menjaga kesehatan reproduksi dan sebaiknya pekerja sosial mengadakan penyuluhan tentang kesehatan reproduksi remaja, agar lebih meningkatkan pengetahuan, sikap dan perilakunya.