Troa, Rainer Arief
Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan

Published : 2 Documents
Articles

Found 2 Documents
Search

GUNUNGAPI BAWAH LAUT KAWIO BARAT, PERAIRAN SANGIHE, SULAWESI UTARA: AKTIVITAS HIDROTERMAL DAN MINERALISASI Troa, Rainer Arief; Sarmili, Lili; Permana, Haryadi; Triarso, Eko
JURNAL GEOLOGI KELAUTAN Vol 11, No 1 (2013)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (867.577 KB)

Abstract

Ekspedisi INDEX-SATAL 2010 telah mengungkapkan fenomena aktivitas hidrotermal di bawah perairan barat Kepulauan Sangihe pada Gunungapi Bawah Laut Kawio Barat dengan puncaknya yang berada pada kedalaman laut sekitar 1860 m dan kakinya pada kedalaman sekitar 5400 m. Penyelaman ROV (Remotely Operated Vehicle) Little Hercules di Gunungapi Kawio Barat yang dipusatkan di sisi baratlaut dari puncak gunung menyapu mulai kedalaman 3000 m hingga menuju ke arah puncak pada kedalaman 1860 m. Kelompok batuan dicirikan oleh bongkahan lava yang sudah pecah ditutupi sedimen halus berwarna abu-abu cerah; sedangkan pada sisi tenggara umumnya ditempati aliran lava bantal. Pada sisi baratdaya, tempat lembah dalam menoreh Gunungapi Kawio Barat dijumpai kepulan asap dari lereng bagian bawah yang akhirnya pada kedalaman sekitar 1890 m dijumpai aktivitas hidrotermal bawah laut yang merupakan suatu fenomena yang pertama kali direkam langsung dari bawahlaut perairan Indonesia. Fenomena yang terekam berupa pemunculan asap (smokers) di sepanjang rekahan (fissures), dicirikan oleh warna asap yang bervariasi dari putih, kuning atau abu-abu cerah yang kemungkinan menunjukkan indikasi perbedaan komposisi kimiawi dari fluida hidrotermal. Selain asap, teramati juga adanya gelembung cairan (panas) atau bubbles dari rekahan. Penemuan baru lainnya adalah adanya fluida hidrotermal muncul ke permukaan dan membentuk suatu cerobong hidrotermal atau chimney di daerah yang secara tektonik dikontrol oleh konvergensi lempeng. Batuan-batuan di sekitar rekahan hidrotermal (hydrothermal vent) umumnya telah terubah dengan dominasi warna putih hingga kelabu. Di sekitar rekahan hidrotermal diendapkan belerang berwarna kuning kehitaman. Mineralisasi kemungkinan terjadi di sekitar cerobong hidrotermal, terakumulasi membentuk endapan mineral yang ditunjukkan oleh warna coklat, abu-abu, dan kemerahan. Hal ini terutama teramati di sekitar cerobong yang sudah tidak mengeluarkan gelembung atau asap, serta dijumpai kehadiran endapan serakan butiran batuan atau mineral berwarna coklat atau hitam. Kata kunci: INDEX-SATAL 2010, aktivitas hidrotermal, ROV, asap hidrotermal, gelembung cairan, cerobong hidrotermal, konvergensi lempeng, mineralisasi INDEX-SATAL Expedition 2010 has revealed the phenomenon of hydrothermal activity in the western part of the Sangihe Waters in Kawio Barat Submarine Volcano with the peak which is located at 1860 m depths and the bottom at about 5400 m depths. A ROV (Remotely Operated Vehicle) "Little Hercules" dive in Kawio Barat was centered on the northwest side of the mountain began to sweep from the depths of 3000 m toward the top of 1860 m depths. The lithologic unit is characterized by the present of broken lavas covered with fine grey colored sediment whilist in the southeast side is composed of pillows lavas. In the southwest side, in which the deep valleys incise Kawio Barat, a clouds of smoke from the lower slopes are observed; finally at 1890 m depths a submarine hydrothermal activity is noted. This phenomenon represents the first submarine direct record made from the bottom of the Indonesian Waters. Those smokers phenomena are recorded along fissures, characterized by various colors of white, yellow to grey due to different chemical composition of hydrothermal fluids. Besides, the hot bubbles are also arised from the fissures. The other new discovery is the presence of hydrothermal chimney in the area of tectonically controlled by convergence plates. Rocks surrounding the hydrothermal vents are generally altered giving grey to white colors and the presence of dark yellow sulfur deposits. Mineralization may occur and accumulated in hydrothermal chimney and its surrounding to form brown-, grey-, and reddish- color deposits The latter are commonly found in inactive chimneys, indicated by the presence of dispersed brown and black color grains/chips of both sedimentary rocks or minerals as well. Keywords: INDEX-SATAL 2010, hydrothermal activity, ROV, hydrothermal smokers, bubbles, hydrothermal chimney, plate convergence, mineralization
KEBERADAAN SESAR DAN HUBUNGANNYA DENGAN PEMBENTUKAN GUNUNG BAWAH LAUT DI BUSUR BELAKANG PERAIRAN KOMBA, NUSA TENGGARA Sarmili, Lili; Troa, Rainer Arief
JURNAL GEOLOGI KELAUTAN Vol 12, No 1 (2014)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1852.668 KB)

Abstract

Lokasi penelitian terletak di busur belakang perairan timurlaut pulau Flores, Nusa Tenggara Timur. Di daerah ini terdapat gunung api Komba (Batutara) yang masih aktif yang letaknya agak ke utara dari jajaran gunung api aktif yang berada di sepanjang pulau-pulau Jawa, Bali, Lombok, Sumbawa, Flores, Pantar dan lainnya. Ke arah tenggara dari gunung api Komba ini ditemukan beberapa gunung bawahlaut. Gunung bawahlaut tersebut adalah Baruna, Abang dan Ibu Komba. Gunung bawah laut ini telah dipetakan dengan batimetri multibeam mulai dari tahun 2003 hingga tahun 2013 dan pada tahun 2010 dilengkapi dengan seismik refleksi. Berdasarkan kerangka tektonik, gunung bawah laut ini terletak di cekungan busur belakang dan sekitar 200 sampai 300 km dalamnya dari bidang penunjaman. Munculnya gunung bawah laut ini diduga disebabkan oleh sistim sesar yang dalam yang berarah barat laut – tenggara. Data seismik juga mengindikasikan bahwa gunung bawah laut tersebut terpotong oleh sesar yang lebih muda yang berarah timurlaut-baratdaya. Akibat dari sesar yang berarah barat daya – timur laut ini juga merubah arah dari sesar naik busur belakang yang umumnya berarah barat-timur. Kata Kunci : gunung bawah laut Baruna, Abang dan Ibu Komba, cekungan busur belakang, sesar-sesar dalam, Flores timur laut Nusa Tenggara Timur. The study area is located on the back arc basin of northeast Flores island, East Nusa Tenggara. The area that is an active volcano of Batutara (Komba) situated. The Komba volcano is located far to the north of normal volcanoes belt of Java, Bali, Lombok, Sumbawa, Flores, Pantar, and others. To southeast of the Komba volcano, we found three submarine ridges. They are Baruna, Abang and Ibu Komba. These submarine ridges were mapped by multi beam bathymetry since 2003 and 2013 and at 2010 was completed by single and multi channel seismic reflection. According to their tectonic setting these ridges belong to the back arc basin and they are about 200 – 300 km depth of to the subduction slab. We interpret from the data of seismic reflection, these ridges are formed by a deeply NW-SE fault. Data from the seismic profiles also indicate that all the submarine ridges are cut by younger SW-NE faults. Inconsequently, the NE-SW faults have changed the direction of back arc thrusts those are normally E-W in direction. Keywords : Baruna, Abang and Ibu Komba submarine ridge, back arc basin, deep faults, North East Flores