Rohadi, Nyoman
Kumparan Fisika

Published : 11 Documents
Articles

Found 11 Documents
Search

PENGARUH MODEL LEARNING CYCLE 5E DENGAN PENDEKATAN SAINTIFIK TERHADAP MOTIVASI BELAJAR DAN PEMAHAMAN KONSEP FISIKA DI SMAN 09 KOTA BENGKULU Perwita, Deby Putri; Rohadi, Nyoman; Sakti, Indra
Jurnal Kumparan Fisika Vol 2, No 1 (2019): Jurnal Kumparan Fisika
Publisher : Unib Press, Universitas Bengkulu

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh model Learning Cycle 5E dengan pendekatan saintifik terhadap motivasi belajar dan pemahaman konsep  fisika di SMAN 09 Kota Bengkulu. Penelitian dilakukan di SMAN 09 Kota Bengkulu. Jenis penelitian adalah eksperimen kuasi dengan desain non-equivalent control group design. Populasi penelitian ini seluruh siswa kelas XI MIPA SMAN 09 Kota Bengkulu. Pengambilan sampel penelitian ini menggunakan teknik Simple Random Sampling. Sampel dalam penelitian ini kels XI MIPA 1 sebagai kelas eksperimen dan XI MIPA 2 sebagai kelas kontrol. Data motivasi belajar dan pemahaman konsep fisika diperoleh dari nilai pretest dan posttest menggunakan angket dan soal. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa terdapat pengaruh model Learning Cycle 5E dengan pendekatan saintifik terhadap motivasi belajar di SMAN 09 Kota Bengkulu, yakni thitung 3,17 > ttabel 2,01, dan terdapat pengaruh signifikan model Learning Cycle 5E dengan pendekatan saintifik terhadap pemahaman konsep fisika di SMAN 09 Kota Bengkulu yang ditunjukan dengan thitung 7,14 > ttabel 2,01 dengan taraf signifikan 95%.Kata Kunci : Model Learning Cycle 5E, Pendekatan Saintifik, Motivasi Belajar, Pemahaman Konsep Fisika
Penerapan Model Penemuan Terbimbing Untuk Meningkatkan Keterampilan Proses Sains dan Hasil Belajar Siswa di SMAN 1 Kota Bengkulu Ningsih, Annisa Apriani Widya; Sakti, Indra; Rohadi, Nyoman
Jurnal Kumparan Fisika Vol 1, No 1 (2018): Jurnal Kumparan Fisika
Publisher : Unib Press, Universitas Bengkulu

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (748.104 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peningkatan aktivitas belajar, menjelaskan peningkatan hasil belajar dan mendeskripsikan keterampilan proses sains siswa. Subjek dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X MIA-1 SMAN 1 Kota Bengkulu yang berjumlah 30 Orang. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa rata-rata aktivitas belajar siswa pada siklus I adalah sebesar 23 dalam kategori cukup, siklus II sebesar 25,5 dalam kategori baik, dan siklus III sebesar 28,5 dalam kategori baik. Hasil belajar pada siklus I diperoleh daya serap sebesar 73% dan ketuntasan belajar klasikal sebesar 50%, meningkat pada siklus II yaitu daya serap sebesar 83,5% dan ketuntasan belajar klasikal sebesar 86,6%, dan meningkat lagi untuk siklus III daya serap sebesar 90,08% dan ketuntasan belajar sebesar 100%. Rata-rata keterampilan proses sains siswa secara keseluruhan indikator pada siklus I sebesar 13 dalam katagori cukup, siklus II sebesar 16 dalam katagori baik dan siklus III sebesar 18 dalam katagori baik. Berdasarkan hasil penelitian bahwa penerapan model Penemuan terbimbing kelas X MIA-1 di SMAN 1 kota Bengkulu dapat meningkatkan aktivitas belajar, hasil belajar dan keterampilan proses sains siswa.Kata Kunci : Model Penemuan terbimbing (guided discovery), aktivitas belajar siswa, hasil belajar siswa, keterampilan proses sains siswa.
Penerapan Model Learning Cycle Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Kognitif dan Keterampilan Proses Sains Pada Materi Usaha dan Energi di Kelas X MIA 3 MAN 2 Kota Bengkulu Saputri, Anggi Dwi; Medriati, Rosane; Rohadi, Nyoman
Jurnal Kumparan Fisika Vol 1, No 1 (2018): Jurnal Kumparan Fisika
Publisher : Unib Press, Universitas Bengkulu

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (662.099 KB)

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang bertujuan untuk meningkatkan aktivitas, hasil belajar kognitif siswa dan keterampilan proses sains siswa pada materi usaha dan energi yang dilakukan dalam empat tahap yaitu perencanaan, tindakan, pengamatan dan refleksi. Subjek dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X MIA 3 yang berjumlah 39 siswa. instumen yang digunakan adalah lembar observasi aktivitas guru dan siswa, tes hasil kognitif dan tes keterampilan proses sains. Hasil penelitian diperoleh bahwa aktivitas belajar siswa pada siklus I dengan rata-rata skor 23 (kategori cukup),  meningkat pada siklus II menjadi 25 (kategori baik) dan meningkat lagi pada siklus III menjadi 28 (kategori baik).  Hasil belajar kognitif siswa untuk siklus I diperoleh nilai rata-rata 70,25, meningkat pada siklus II menjadi 76,41 dan meningkat lagi pada siklus III menjadi 84,61. Keterampilan proses sains siswa meningkat dari siklus I hingga siklus III terutama keterampilan proses sains pada aspek mengajukan pertanyaan dengan skor rata-rata sebesar 82,04. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penerapan Learning Cycle 5E dapat meningkatkan aktivitas belajar, hasil belajar kognitif dan keterampilan proses sains siswa.Kata kunci : Learning Cycle, aktivitas belajar, hasil belajar kognitif,  keterampilan proses sains
PENERAPAN MODEL DISCOVERY LEARNING UNTUK MENINGKATKAN SIKAP ILMIAH DAN HASIL BELAJAR KOGNITIF SISWA PADA KONSEP USAHA DAN ENERGI DI KELAS X MIPA.3 SMAN 10 BENGKULU Malinda, Sherli; Rohadi, Nyoman; Medriati, Rosane
Kumparan Fisika Vol 1, No 1 (2017): Jurnal Pembelajaran Fisika
Publisher : Kumparan Fisika

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research aims to increase the activity, scientific attitude and student cognitive learning outcomes. Subjects in this research were all students of class X MIPA3 which amounted to 31 students. This research was conducted in four stages: planning, action implementation, observation, and reflection. The results of this research indicate that student learning activity on cycle I with average score of 21 (enough category), increased in cycle II to 24.5 (good category), increased in cycle III to 26.5 (good category) and increased again on IV cycle to 28 (good category). Scientific students attitude score in cycle I is 3.91; Increased in cycle II to 4.02; Increased in cycle III to 4.20 and increased again in IV cycle to 4.36. The students cognitive learning outcomes for the first cycle obtained an average of 72.87 with a classical learning completeness of 74.19%, increased in cycle II to 75.97 with 87.1% classical learning completeness, increased in cycle III to 79.58 with 93.55% classical learning completeness and increased again in the IV cycle to 89.68 with 100% complete classical learning. Based on the results of the study concluded that the application of discovery learning model increases the activity, scientific attitude and student cognitive learning outcomes.
PENERAPAN MODEL INKUIRI TERBIMBING PADA KONSEP USAHA DAN ENERGI UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF, AKTIVITAS, DAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS X MIPA.2 SMAN 10 KOTA BENGKULU Lestari, Junisa Anggun; Mayub, Afrizal; Rohadi, Nyoman
Kumparan Fisika Vol 1, No 1 (2017): Jurnal Pembelajaran Fisika
Publisher : Kumparan Fisika

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research is a classroom action research (CAR) conducted in four cycles that aims to improve the ability of creative thinking, activities, and students’ learning outcomes on work and energy concepts. The subjectwas33 students of grade X. Data obtained from the test and observation sheets were analysed in the descriptive method. CAR was conducted in four stages, that, planning, action, observation, and reflection. Instruments used in the research were the creative thinking testand the achievementtest, observation sheet of teacher and activities and student. The results showed that the result of the creative thinking test obtained the average score of 64.38  in cycle I, increased to 71,36 in cycle II, increased to 74,45 in cycle III, and increased to 76.34 in cycle IV. Student learning activity on cycle I was with average score 22, increased to 31 in cycle II, increased to 36 in cycle III, and increase to 37 in cycle IV. Students learning outcomes in the first cycle becaming of 74.19%, increased in cycle II of 83.87%, increased in cycle III of 90.32%, and increased in the cycle IV of 100% (thorough). Based on the results of research that the implementation of guided inquiry on work and energy concepts can improve the creative thinking, students’ activities, and learning outcomes. Keywords: guided inquiry, creative thinking skill, learning activities, learning outcomes.
PENERAPAN MODEL DISCOVERY LEARNING UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR KOGNITIF DAN KETERAMPILAN PROSES SAINS DI KELAS VII.B SMP NEGERI 10 KOTA BENGKULU Sati, Dina Laras; Medriati, Rosane; Rohadi, Nyoman
Kumparan Fisika Vol 1, No 1 (2017): Jurnal Pembelajaran Fisika
Publisher : Kumparan Fisika

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research is a classroom action research that aims to determine the increase oflearning activities, learning outcomes and problem solving skills of students. Subjects in this research were all students of class VII.b which amounted to 23 students. This research was conducted in four steps: planning, acting, observing, and reflecting. The results of this research indicate that student learning activity in first cycle I with average score of 25,5 (enough category), increased in cycle II to 27,5 (good category), increased in cycle III to 29,5 (good category) and increased returns tocycle IV to 32 (good category). The students cognitive learning outcomes for the first cycle obtained an average of 62,72, increased in cycle II to 73, increased in cycle III to 78 and increased again in the cycle IV  to 81,98. students average value in cycle I is 62,20; Increased in cycle II to 72,46; Increased in cycle III to 85,50 and increased again in IV cycle to 90,94. Based on the results of research can be concluded that the application of problem based learning model can increase the learning activities, learning outcomes and problem solving skills of students.
Pengembangan Desain Media Pembelajaran Fisika SMA Berbasis Video pada Materi Gelombang Bunyi Pangestu, Rexy Dwi; Mayub, Afrizal; Rohadi, Nyoman
Jurnal Kumparan Fisika Vol 1, No 1 (2018): Jurnal Kumparan Fisika
Publisher : Unib Press, Universitas Bengkulu

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (514.474 KB)

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian research and development yang bertujuan untuk mengembangkan desain media pembelajaran fisika SMA berbasis video pada pokok bahasan gelombang bunyi yang valid dan reliabel. Tahap dalam penelitian ini meliputi potensi dan masalah, studi literatur dan pengumpulan informasi, desain produk, validasi desain, dan desain teruji. Media pembelajaran yang valid dan reliabel dihasilkan melalui validasi desain yang merupakan tahap pengujian produk secara internal melalui validasi isi oleh pendapat ahli dengan tiga aspek validasi yaitu, kualitas isi dan tujuan, kualitas instruksional, dan kualitas teknis dan kemudian diuji reliabilitasnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, desain media pembelajaran yang dikembangkan dikategorikan sangat valid (89,59%) dan rebilitas tinggi dengan koefisien 0,76 pada aspek kualitas isi dan tujaan, pada aspek kualitas instruksional dikategorikan sangat valid (92,71%) dan reliabilitas sedang dengan koefisien 0,65, dan pada aspek kualitas teknis dkategorikan sangat valid (90,47%) dan reliabilitas sedang dengan koefisien 0,67. Hasil total validasi dari tiga aspek sebesar 91% dengan kategori sangat valid. Kata kunci : Research and Development, Media Pembelajaran Video, Gelombang Bunyi
MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR DAN PENGUASAAN KONSEP DENGAN MODEL PEMBELAJARAN SIKLUS BELAJAR TIPE 5E DI KELAS X IPA 3 SMAN 9 KOTA BENGKULU Limbong, Christina; Rohadi, Nyoman; Hamdani, Dedy
Jurnal Kumparan Fisika Vol 2, No 1 (2019): Jurnal Kumparan Fisika
Publisher : Unib Press, Universitas Bengkulu

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (575.334 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana peningkatan aktivitas, motivasi belajar dan penguasaan konsep siswa  dengan model pembelajaran Siklus Belajar tipe 5E. Penelitian ini termasuk penelitian tindakan kelas dengan tiga siklus. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa/i kelas X IPA 3 SMAN 9 Kota Bengkulu yang berjumlah 32 orang yang terdiri dari 16 laki-laki dan 16 perempuan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa jumlah rata-rata aktivitas siswa pada siklus I sebesar 23,5 dalam kategori sangat baik, pada siklus II sebesar 27,5 dalam kategori sangat baik, pada siklus III sebesar 29,5 dalam kategori sangat  baik. Penguasaan konsep dinilai berdasarkan hasil belajar aspek kognitif. Hasil belajar siswa pada siklus I diperoleh nilai rata-rata 67,8 dan ketuntasan belajar siswa sebesar 62,5% (belum tuntas), meningkat pada siklus II dengan nilai rata-rata 77,5 dan ketuntasan belajar sebesar 75% (tuntas), kemudian meningkat pada siklus III dengan perolehan nilai rata-rata 85,3 dan ketuntasan belajar sebesar 87,5%(tuntas). Skor rata-rata motivasi belajar siswa pada siklus I sebesar 5,90 dengan kategori sedang, meningkat pada siklus II dengan perolehan skor rata-rata 6,67 dengan kategori sedang, dan pada siklus III juga mengalami peningkatan dengan skor rata-rata 6,92 dengan kategori tinggi. Berdasarkan data tersebut dapat disimpulkan bahwa pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran siklus belajar tipe 5E dapat meningkatkan aktivitas belajar siswa, motivasi belajar siswa dan penguasaan konsep fisika siswa. Kata kunci : Model Pembelajaran Siklus Belajar Tipe 5E, Aktivitas Belajar Siswa, Motivasi Belajar Siswa, Penguasaan Konsep.
Penerapan Model Problem Based Learning Berbasis Laboratorium untuk Meningkatkan Keterampilan Proses Sains Peserta Didik di SMAN 10 Kota Bengkulu Sellavia, Pina; Rohadi, Nyoman; Putri, Desy Hanisa
Jurnal Kumparan Fisika Vol 1, No 3 (2018): Jurnal Kumparan Fisika
Publisher : Unib Press, Universitas Bengkulu

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (537.224 KB)

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas dengan tujuan untuk mendeskripsikan peningkatan aktivitas belajar dan Keterampilan Proses Sains peserta didik pada konsep getaran harmonis. Subjek penelitian adalah peserta didik kelas X IPA 1 SMAN 10 Kota Bengkulu yang berjumlah 33 orang. Penelitian dilakukan dalam empat tahap yaitu perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa  rata-rata aktivitas belajar peserta didik pada siklus I adalah  sebesar 32 dalam kategori cukup, siklus II sebesar 38 dalam kategori baik, dan siklus III sebesar 42 dalam kategori baik. Untuk nilai keterampilan proses sains indikator mengamati sebesar 68,18 pada siklus I, 76,51 pada siklus II dan 79,54 pada siklus III; mengklasifikasi sebesar 71,21 pada siklus I, 78,78 pada siklus II dan 83,33 pada siklus III; merumuskan hipotesis sebesar 80,30 pada siklus I, 90,90 pada siklus II dan 96,96 pada siklus III; merencanakan percobaan sebesar 69,69 pada siklus I, 83,63 pada siklus II dan 93,93 pada siklus III; dan berkomunikasi sebesar 59,84 pada siklus I, 68,18 pada siklus II dan 86,36 pada siklus III. Berdasarkan hasil penelitian bahwa penerapan model Problem Based Learning berbasis laboratorium pada konsep getaran harmonis di kelas X IPA 1 dapat meningkatkan aktivitas belajar dan meningkatkan keterampilan proses sains peserta didik.Kata kunci: Problem Based Learning berbasis laboratorium, aktivitas belajar   peserta didik, keterampilan proses sains peserta didik.
Pengaruh Pembelajaran Cooperative Problem Solving Berbantuan Media Virtual Phet terhadap Motivasi Berprestasi dan Kemampuan Pemecahan Masalah Fisika Siswa Kelas X MIPA SMAN 1 Bengkulu Selatan Hotman, Reza September; Koto, Irwan; Rohadi, Nyoman
Jurnal Kumparan Fisika Vol 1, No 3 (2018): Jurnal Kumparan Fisika
Publisher : Unib Press, Universitas Bengkulu

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk 1) mengetahui perbedaan motivasi berprestasi antara siswa yang dibelajarkan dengan  model Cooperative Problem Solving berbantuan media virtual PhET dan model Cooperative Problem Solving berbantuan media konvensional dan 2) untuk mengetahui perbedaan kemampuan pemecahan masalah antara siswa yang dibelajarkan dengan  model Cooperative Problem Solving berbantuan media virtual PhET dan model Cooperative Problem Solving berbantuan media konvensional. Penelitian ini merupakan penelitian kuasi eksperimen dengan dua desain yaitu desain posttest only control group design untuk variabel motivasi berprestasi dan desain nonequivalent control group design untuk variabel kemampuan pemecahan masalah. Populasi penelitian ini adalah 153 siswa kelas X MIPA SMAN 1 Bengkulu Selatan. Pengambilan sampel penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling untuk memperoleh dua kelas: kelas X MIPA 2 yang berjumlah 30 siswa sebagai kelas eksperimen dan kelas X MIPA 5 yang berjumlah 31 siswa sebagai kelas kontrol. Data diperoleh dari tes kemampuan pemecahan masalah yang berbentuk essay dan angket motivasi berprestasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Tidak terdapat perbedaan kemampuan pemecahan masalah yang signifikan antara siswa yang dibelajarkan dengan pemelajaran CPS berbantuan media virtual PhET dan siswa yang dibelajarkan dengan model CPS berbantuan media konvensional (2) Tidak terdapat perbedaan motivasi berprestasi  yang signifikan antara siswa yang dibelajarkan dengan pemelajaran CPS berbantuan media virtual PhET dan siswa yang dibelajarkan dengan model CPS berbantuan media konvensionalKata kunci: Pembelajaran Cooperative Problem Solving, Media Virtual PhET, Motivasi Berprestasi, Kemampuan Pemecahan Masalah.