Articles

Found 7 Documents
Search

Cloning and Expression of ORF124 Koi Herpesvirus as a Vaccine Murwantoko, M.; Setyowati, Dewi Nuraeni; Pratiwi, Rarastoeti; Kawaichi, Masashi
Indonesian Journal of Biotechnology Vol 17, No 1 (2012)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (226.702 KB)

Abstract

Koi herpesvirus (KHV) which also known as Cyprinid herpesvirus 3 (CyHV-3), Koi herpes-like virus,and carp interstitial nephritis gill necrosis virus (CNGV), caused signifi cant morbidity and mortality in koiand common carp (Cyprinus carpio). The case fatality rate of this disease is 80–100%. Glycoprotein has beenused for vaccine development as sub unit vaccine against viruses. The aim of this research was to clone andexpress membrane glycoprotein ORF124 KHV as a candidate of recombinant vaccine. ORF124 KHV gene wassuccessfully cloned into pBSKS and sequenced. Result showed that ORF124 KHV (isolate from Indonesia) had100 % similarity with Cyprinid herpesvirus 3 strain TUMST1 (from Japan), 99% similarity with Koi herpesvirus strain KHV-U (from USA) and Koi herpesvirus strain KHV-I (from Israel). Prediction analysis of T and B cellepitopes showed that ORF124 KHV protein had 14 and 11 T cell epitopes (IAd, Rothbard/Taylor pattern),and had 10 B cell epitopes, suggested that the protein can be used as a vaccine candidate. ORF124 gene hasbeen expressed in Escherichia coli under pET32-a(+)vector.
Pengaruh Pemberian Probiotik EM4 dengan Dosis Berbeda terhadap Kelangsungan Hidup Larva Ikan Badut (Amphiprion percula) Akbar, Fahmi; Ma'shum, Mansur; Setyowati, Dewi Nuraeni; S, Ketut Maha
Jurnal Perikanan Unram Vol 1 No 2 (2013): Jurnal Perikanan Unram
Publisher : Program Studi Budidaya Perairan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (186.049 KB)

Abstract

Ikan badut (Amphiprion percula) merupakan ikan hias air laut bernilai ekonomi tinggi. Kendala pada budidaya ikan badut adalah rendahnya kelangsungan hidup larva. EM4 (Effective Microorganisme 4) merupakan jenis probiotik komersial yang dapat memperbaiki kualitas air. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian probiotik EM4 dengan dosis berbeda terhadap kelangsungan hidup larva ikan badut. Penelitian dilaksanakan pada bulan Oktober-Desember 2012 di Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Budidaya Laut Gondol Bali. Larva yang digunakan sebagai hewan uji yaitu larva berumur 2 hari. Rancangan percobaan  menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) satu faktor yang terdiri dari 5 perlakuan yaitu dosis probiotik 4 mg/l (P1), 8 mg/l (P2), 12 mg/l (P3), 16 mg/l (P4), tanpa probiotik/kontrol (P5) dan setiap perlakuan diulang 3 kali. Hasil penelitian menunjukan bahwa, probiotik EM4 dengan dosis berbeda tidak berpengaruh nyata (p>0,05) terhadap kelangsungan hidup dan panjang akhir larva namun berpengaruh nyata (p<0,05) terhadap  berat akhir larva. Dosis probiotik 8 mg/l menghasilkan nilai rata-rata panjang akhir dan berat akhir akhir tertinggi (0,017 g).
EFEKTIVITAS TEMEPHOS TERHADAP PREVALENSI DAN INTENSITAS RATA-RATA EKTOPARASIT PADA IKAN MASKOKl (Carrasius auratus) Putra, One Kris Perdana; Hilyana, Sitti; Setyowati, Dewi Nuraeni
Jurnal Perikanan Unram Vol 3 No 2 (2013): Jurnal Perikanan Unram
Publisher : Program Studi Budidaya Perairan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1018.689 KB)

Abstract

Pcnyakit parasitik menjadi salah saru kendala dalam budidaya ikan Maskoki Carassiu auratus. Penyakit parasiti dapat menyebabkan   kematian massal populasi ikan Maskoki dan berkurangnya keindahan ikan Maskoki yang berakibat pada rendahnya nilai jual atau kapasitas produksi. Temephos merupakan senyawa organofosfat yang diduga mampu membunuh ektoparasit namun belum diketahui  penggunaannya pada ikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas temephos terhadap prevalensi dan intensitas rata-rata ektoparasit pada ikan maskoki serta untuk mengetahui konsentrasi dan lama waktu perendaman yang efektif dalam membunuh ektoparasit pada ikan maskoki. Penelitian dilaksanakan pada  bulan  Maret tahun 2013 di Laboratorium Basah Program Studi Budidaya Perairan Universitas Mataram. Penelitian terdiri dari dua tahap yaitu penelitian pcndahuluan untuk mengetahui jcnis  ektoparasit yang menginfeksi ikan Maskoki dan penelitian lanjutan yang dilakukan dengan metode eksperimental (RAL Faktorial) untuk menguji pengaruh temepbos  terhadap prevalensi  dan intensitas rata-rata ektoparasit pada ikan Maskoki. Hasil penelitian  menunjukkan bahwa temephos dengan  konsentrasi 80 ppm dan lama perendaman 30 menit efektif mernbunuh  oktoparasit jenis Dactylogyrus  sp, dan Gyrodactylus  sp. pada insang,  Argulus  sp., Trichodina sp., dan Gyrodactylus sp pada permukaan tubuh (prevalensi 1,65 % dan  intensitas rata-rata 0.71 individu/ekor) serta tidak mcmatikan ikan Maskoki yang diujikan (SR 100 %).
PENGARUH JENIS PAKAN DAN PADAT TEBAR TERHADAP BUDIDAYA BENIH ABALON (Haliotis Squamata) PADA FASE PENDEDERAN Rosmawati, Ety; Setyowati, Dewi Nuraeni; Sarjan, Muhammad
Jurnal Perikanan Unram Vol 3 No 2 (2013): Jurnal Perikanan Unram
Publisher : Program Studi Budidaya Perairan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1385.789 KB)

Abstract

Penelitian  ini bertujuan  untuk mengetahui jenis pakan dan padat tebar yang tepat terhadap budidaya abalon  (Haliotis Squamata)  pada fase pendederan  dengan ukuran 3-4 cm. Metode  yang digunakan  adalah metode ekperimetal dengan menggunakan rancangan  acak lengkap (RAL)  faktorial  yang terdiri dari dua faktor yaitu jenis pakan dan padat  tebar. Kedua faklor ini dikombinasikan sehingga diperoleh sembilan kombinasi perlakuan dan setiap kombinasi perlakuan diulang sebanyak tiga kali sehingga  diperoleh  27 unit percobaan.  Penelitian ini dilaksanakan pada 5 November 2012 - 3 Januari 2013 di Balai Budidaya Laut (BBL) Lombok  Desa Gili Genting,  Kecamatan  Sekotong  Barat,  Kabupaten   Lombok Barat pada Laboratorium larva abalon.  Hasil penelitian  menunjukkan  bahwa perlakuan jenis   pakan dan padat tebar tidak memberikan pengaruh nyata terbadap interaksi, dan jenis pakan. Namun pada perlakuan padar lebar memberikan pengaruh nyata terhadap  tingkat konversi pakan (FCR),  efisiensi pakan (EP), kecuali terhadap kelangsungan hidup (SR),  laju pertumbuhan panjang spesifik,  laju pcrtumbuhan berat  spesifik,  dan pertumbuhan mutlak tidak memberikan pengaruh nyata. Rata-rata laju pertumbuhan berat mutlak yang tertinggi  terdapat pada jenis pakan rumput laut (Gracillaria sp.) dengan berbagai kepadatan (32, 48, 64) karena untuk kepadatan yang berbeda tidak memberikan pengaruh yang nyata terhadap pertumbuhan dan kelangsungan hidup abalon. Tingkat konvcrsi pakan (FCR) dan efisicnsi pakan yang paling baik tercatat pada jenis pakan pelet awabi.
PENGARUH EKSTRAK DAUN KETAPANG Terminalia cattapa TERHADAP SlNTASAN DAN PERTUMBUHAN LARVA IKAN BOTIA Chromobotia macracanthus Mulyani, Laily Fitriani; Waspodo, Saptono; Setyowati, Dewi Nuraeni; Nurhidayat, Nurhidayat; Purnama, Asep
Jurnal Perikanan Unram Vol 6 No 1 (2015): Jurnal Perikanan
Publisher : Program Studi Budidaya Perairan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (466.334 KB)

Abstract

Ikan botia Chromobotia macracanthus merupakan spesies ikan hias air tawar asli Indonesia yang me­ miliki nilai  ekonomis tinggi  dan  merupakan komoditas potensial  yang keberadaannya  di  alam sudah  mu­ lai berkurang.  Kegiatan budidaya  merupakan  salah  satu  upaya  untuk melestarikan  keberadaan  ikan botia. Penelitian ini bertujuan untuk  mengetahui konsentrasi ekstrak daun  ketapang  Terminalia cattapa yang op­ timal  untuk  meningkatkan  sintasan  dan  pertumbuhan  ikan  botia.  Media  pemeliharaan  yang  diberi  daun ketapang dengan  penambahan  konsentrasi yang  berbeda  sebagai  perlakuan yaitu  0,  0.3,  0.6,  0.9,  1.2 g/L masing-masing diulang sebanyak 4 kali. Jenis pakan berupa artemia. Parameter yang diamati adalah sintasan, pertumbuhan, total bakteri, kualitas air. Hasil penelitian menunjukkan media yang terbaik untuk pemeliharaan ikan botia adalah media dengan penambahan daun ketapang 0,3 g/L, dengan nilai sintasan  tertinggi sebe­ sar 98%, panjang mutlak 1,435 cm, berat mutlak 0,148 g, panjang spesifik 1,82%, dan berat spesifik 15,87%.
PENGARUH PEMBERIAN PROBIOTIK KOMERSIL YANG MENGANDUNG Bacillus sp. TERHADAP KELANGSUNGAN HID UP LARVA UDANG VANNAMEI Litopenaeus vannamei Tibun, Joni; Amir, Sadikin; Setyowati, Dewi Nuraeni
Jurnal Perikanan Unram Vol 7 No 2 (2015): Jurnal Perikanan
Publisher : Program Studi Budidaya Perairan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (481.246 KB)

Abstract

Perkembangan kegiatan budidaya perikanan saat ini semakin berkembang. Salah satunya yang memiliki potensi untuk budidaya adalah budidaya udang vannamei. Umumnya budidaya memiliki permasalahan pada rendahnya tingkat kelangsungan hidup yang dapat diatasi dengan aplikasi probiotik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan probiotik Bacillus sp. terhadap kelangsungan hidup larva udang vannamei Litopenaeus vannnamei. Penelitian ini dilaksanakan selama 14 hari di PT. Bibit Unggul Gangga Lombok Utara. Rancangan percobaan yang digunakan adalah RancanganAcak Lengkap dengan menggunakan faktor tunggal yang terdiri atas 4 (empat) aras perlakuan meliputi dosis probiotik 0 ml (PO), 10 ml (PI), 20 ml (P2), dan 30 ml (P3). Masing-masing perlakuan dilakukan pengulangan sebanyak 5 kali. Pemberian probiotik dilakukan setiap hari selama penelitian mulai fase naupli sampai dengan post larva. Parameter yang diukur dalam penelitian ini adalah tingkat kelangsungan hidup larva dan kualitas air. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian probiotik dengan dosis berbeda tidak berpengaruh nyata (P>0.05) terbadap kelangsungan hidup larva Litopenaeus vannamei. Pemberian probiotik dengan dosis berbeda juga tidak memberikan pengaruh yang baik terhadap kualitas air media pemeliharaan larva udang vannamei (Litopenaeus vannameii) karena kandungan amoniak dan nitrit yang melebihi ambang batas maksimalnya.
PENGARUH EKSTRAK DAUN JAMBU BIJI (Psidium guajava), DAUN PEPAYA (Carica papaya) DAN DAUN SIRIH (Piper betle) TERHADAP EKTOPARASIT PADA IKAN KARPER (Cyprinus carpio) Hardhini, Rossy; Amir, Sadikin; Setyowati, Dewi Nuraeni
Jurnal Perikanan Unram Vol 8 No 1 (2018): Jurnal Perikanan
Publisher : Program Studi Budidaya Perairan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (171.829 KB)

Abstract

Indonesia adalah negara tropis yang kaya akan keanekaragaman hayati, termasuk di dalamnya adalah  ikan.  Upaya  penanggulangan  terhadap  serangan  penyakit  dapat  dilakukan  melalui tindakan pencegahan maupun pengobatan. Beberapa bahan kimia yang biasa digunakan oleh para pembudidaya tidak mudah terurai secara alami, sehingga dikatagorikan tidak ramah lingkungan. Tanaman yang berpotensi untuk mencegah penyakit yaitu daun jambu biji dengan kandungan tannin, daun sirih dengan kandungan minyak atsiri dan daun pepaya dengan kandungan papain. Penelitian ini perlu dilakukan untuk mengetahui pengaruh perendaman dari ekstrak daun jambu biji, sirih dan pepaya terhadap ektoparasit pada ikan karper. Penelitian dilaksanakan sejak bulan Juli hingga Agustus 2016 di Laboratorium Basah Program Studi Budidaya Perairan, Universitas Mataram. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) Faktorial dengan 2 faktor, yaitu jenis daun dan konsentrasi. Faktor jenis daun terdiri dari daun jambu biji, daun sirih dan daun pepaya, sedangkan faktor konsentrasi terdiri dari0,0 g/l, 1,0 g/l dan 1,5 g/l. Masing-masing perlakuan diulang sebanyak 3 kali sehingga diperoleh 27 unit percobaan. Data yang diperoleh dalam penelitian dianalis menggunakan sidik ragam pada taraf nyata 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perendaman ikan karper menggunakan ekstrak daun pepaya 1,0 g/l dapat menurunkan tingkat serangan ektoparasit pada ikan karper.