Darmayanti, Tri
LPPM Universitas Terbuka

Published : 3 Documents
Articles

Found 3 Documents
Search

PROTOTIPE KULIAH UMUM BERBASIS UBIQUITOUS LEARNING PADA PENDIDIKAN JARAK JAUH

Jurnal Pendidikan Terbuka Dan Jarak Jauh Vol 15 No 1 (2014)
Publisher : LPPM Universitas Terbuka

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (231.992 KB)

Abstract

The role of a highly credible academic lecturers or charismatic figures at a public lecture in a university are expected to affect behavior changes of the freshmen in understanding the core of the courses.. However, the public lecture has many obstacles if it would be implemented in distance education, because they are the limited number of charismatic figures, and the time constraints of the charismatic figures. With the development of information and communication technology (ICT), the public lecture presentation can be conducted through the use of ICT. In this way, the number of the target recipients become very large and can be spreaded out in many areas at once than if occurs in the face to face meetings. This study aims to: (1) develop a learning media prototype of a lecture-based ubiquitous learning (u-learning) or multi studio-based learning. The media is expected to show enlightenment from the charismatic figures that allow asynchronous learning, (2) empirically evaluate the validity and effectiveness of the use of the substance based learning media model u-learning. In accordance with the purpose of the study, the results of this research produce: (1) a learning media prototype containing lecture-based u-learning; (2) quantitative results of testing on the new student orientation activities (Orientasi Studi Mahasiswa Baru = OSMB) in the distance education regional office in Bandung (UPBJJ Bandung) which shows that all students responded positively. About the quality of media performance, 71.13% of the students commened good, while the students who answered good for the layout of the media are 68.25%, and the students who answered good for the systematics of public lectures are 70.38%, (3) results of qualitative data showed that the public lecture media is useful and accepted by the new students but not by the students of the last semester. In addition, the availability of electrical appliances and other technical equipment it should be considered if we would like to use this kind of media in remote areas . The prototype media or product generated from this study is expected to be used by various higher education institutions that require the content of the product, and can become an example for the development of a variety of enlightenment lecture materials. Peran tokoh akademisi berkredibilitas tinggi atau berkarisma dalam memberi pencerahan akademis pada suatu kuliah umum di perguruan tinggi diharapkan dapat mempengaruhi perubahan perilaku mahasiswa baru untuk memahami inti perkuliahan. Namun demikian, kuliah umum mengalami banyak kendala jika dilakukan pada pendidikan jarak jauh , karena keterbatasan jumlah tokoh keteladanan, dan keterbatasan waktu dari tokoh tersebut. Dengan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi (TIK), kuliah umum dapat dilakukan melalui pemanfaatan TIK. Melalui cara ini, maka jumlah penerima materi atau sasaran target menjadi sangat besar dan dapat dilakukan di berbagai daerah sekaligus dibandingkan jika dengan pertemuan tatap muka. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengembangkan prototipe media pembelajaran untuk kuliah umum berbasis ubiquitous learning (u-learning) atau multi studio-based learning. Media tersebut diharapkan dapat menampilkan pencerahan dari para tokoh yang memungkinkan terjadinya asynchronous learning; (2) melakukan evaluasi secara empirik validitas substansi dan efektivitas pemanfaatan model media pembelajaran berbasis u-learning. Sesuai dengan tujuan penelitian, maka hasil penelitian ini adalah (1) prototipe media media pembelajaran berisi kuliah umum berbasis u-learning, (2) secara kuantitatif, hasil uji coba pada kegiatan orientasi belajar mahasiswa baru (OSMB) di UPBJJ Bandung menunjukkan semua respon mahasiswa menanggapi secara positif. Untuk kualitas tampilan media, 71,13% mahasiswa menjawab bagus; sedangkan mahasiswa yang menjawab bagus sebesar 68,25% untuk tata letak media; dan mahasiswa menjawab sistematika materi kuliah umum termasuk bagus sebesar 70,38%; (3) secara kualitatif, hasil uji coba menunjukkan bahwa media kuliah umum ini bermanfaat dan dapat diterima oleh mahasiswa baru tetapi tidak oleh mahasiswa semester akhir. Pemanfaatan media di daerah terpencil juga perlu memperhatikan tentang ketersediaan peralatan listrik dan peralatan teknis lainnya. Prototipe media atau produk yang dihasilkan pada penelitian ini diharapkan akan dapat digunakan oleh berbagai instansi pendidikan tinggi yang membutuhkan, dan dapat dijadikan prototipe/contoh untuk pengembangan berbagai materi pencerahan lainnya.

PEMODELAN PEMBIMBINGAN PRAKTIK PEMANTAPAN KEMAMPUAN PROFESIONAL (PKP) PADA MAHASISWA PENDIDIKAN JARAK JAUH MELALUI LESSON STUDY

Jurnal Pendidikan Terbuka Dan Jarak Jauh Vol 16 No 1 (2015)
Publisher : LPPM Universitas Terbuka

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (335.402 KB)

Abstract

This study aims to generate an effective way of guiding the practice of Professional Capabilities Stabilization (Pemantapan Kemampuan Profesional/PKP) and is used to enhance the ability of S1 PGSD-UT student in the learning improvement. Through lesson study in PKP considered important, because theoretically, provide a way for teachers to improve learning systematically (Podhorsky, C., & Fisher, D., 2007). As the program estuary of S1 PGSD-UT program, this program is the culmination of a course that has been followed earlier by S1 students PGSD. Through PKP, students are expected to have better professional skills in applying the principles of action research (PTK) to find, analyze, and formulate learning problems encountered. The study was conducted with a participatory or emancipatory paradigm approach as set out basic concepts of participatory action reseach (McTaggart, R., 1991, Carr and Kemmis, 1990, Connole, 1993). The study was conducted in 2014 with 34 students S1 PGSD-UT as a sample. The research method using observation, learning journals, interviews, and documentaries. Results showed that the lesson study as a model for professional development of educators through collaborative learning and continuous assessment based on the principles of collegiality and mutual learning to build a learning community. Lesson study selected and implemented the guidance PKP be an effective way to improve the quality of learning and teaching in the classroom. The development of lesson study conducted and based on the "sharing" knowledge based on practice and teacher learning outcomes. Stages lesson study on mentoring PKP include six, namely: (1) forming a group lesson study, (2) determine the focus of the study, (3) plan research lesson, (4) the implementation and observation of learning, (5) to discuss and analyze the results of observation, and (6) of reflection. Guidance PKP with lesson study produced five phases, namely a phase in service training, Generic Classroom Action Research  (CAR practices), studying ICT, report preparation and presentation of reports PKP. Through lesson study under the guidance of PKP increased teacher competence, quality improvement processes and learning outcomes, development of democratic learning paradigm based on constructivism to develop scientific thinking. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan suatu cara yang efektif dalam pembimbingan praktik Pemantapan Kemampuan Profesional (PKP) dan digunakan untuk meningkatkan kemampuan mahasiswa S1 PGSD-UT dalam perbaikan pembelajaran. Melalui lesson study dalam PKP dianggap penting, karena secara teoretis, menyediakan suatu cara bagi guru untuk dapat memperbaiki pembelajaran secara sistematis (Podhorsky, C., & Fisher, D., 2007). Sebagai program muara dari program S1 PGSD-UT, program ini merupakan puncak dari mata kuliah yang telah di ikuti sebelumnya oleh mahasiswa S1 PGSD. Melalui PKP, mahasiswa diharapkan akan memiliki kemampuan profesional yang lebih baik dalam menerapkan prinsip-prinsip Penelitian Tindakan Kelas (PTK) untuk menemukan, menganalisis, dan merumuskan masalah pembelajaran yang dihadapi. Penelitian dilakukan dengan pendekatan paradigma participatory atau emancipatory sebagai konsep dasar yang berangkat dari participatory action reseach (McTaggart, R., 1991, Carr and Kemmis, 1990, Connole, 1993). Penelitian dilakukan pada tahun 2014 dengan 34 mahasiswa S1 PGSD-UT sebagai sampel. Metode penelitian menggunakan teknik observasi, jurnal belajar, wawancara, dan dokumenter. Hasil menunjukkan bahwa lesson study sebagai model pembinaan profesi pendidik melalui pengkajian pembelajaran kolaboratif dan berkelanjutan berlandaskan prinsip-prinsip kolegalitas dan mutual learning untuk membangun komunitas belajar. Lesson study dipilih dan diimplementasikan pada bimbingan PKP menjadi cara efektif untuk meningkatkan kualitas belajar dan mengajar di kelas.  Pengembangan lesson study dilakukan dan didasarkan pada hasil “sharing” pengetahuan yang berlandaskan pada praktek dan hasil pembelajaran guru. Tahapan lesson study pada pembimbingan PKP mencakup enam, yaitu: (1) membentuk group lesson study, (2) menentukan fokus kajian, (3) merencanakan research lesson, (4) pelaksanaan dan observasi pembelajaran, (5) mendiskusikan dan menganalisis hasil observasi, dan (6) refleksi. Bimbingan PKP dengan lesson studydihasilkan 5 fase, yaitu fase in service training, Generik PTK (praktik PKP), belajar ICT, penyusunan laporan PKP dan Presentasi hasil laporan PKP. Melalui lesson study dalam bimbingan PKP terjadi peningkatan kompetensi guru, peningkatan kualitas proses dan hasil pembelajaran, pengembangan pembelajaran yang demokratis berbasis paradigma konstruktivisme untuk membangun pola pikir ilmiah. 

MODAL SOSIAL DAN MODAL MANUSIA PADA PENDIDIKAN JARAK JAUH DI UNIVERSITAS TERBUKA

Jurnal Pendidikan Terbuka Dan Jarak Jauh Vol 11 No 1 (2010)
Publisher : LPPM Universitas Terbuka

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (68.956 KB)

Abstract

This article discusses about distance education in the context of sosiological point of view. The discussion emphasizes on the concepts of social capital and human capital, especially, the role of distance education in contributing social capital and human capital in the society. It is also focuses about the contribution social capital and human capital in the distance education institution in Indonesia, that is the Universitas Terbuka. The discussion shows us that distance education institution has the role in improving the human capital that, then, force in increasing the social capital between the human who are involved in the society social network.