Articles

Found 3 Documents
Search

PENURUNAN LAJU KOROSI LOGAM ALUMINIUM MENGGUNAKAN INHIBITOR ALAMI Sanjaya, Ari Susandy; Mardiah, Mardiah; Novianti, Herlina Lia; Fadilah, Opie Aulia
Jurnal Chemurgy Vol 2, No 1 (2018): Jurnal Chemurgy-Juni 2018
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (546.255 KB)

Abstract

Korosi merupakan penurunan kualitas logam yang dipengaruhi oleh lingkungan. Korosi tidak dapatdihindari namun dapat dihambat dengan cara seperti penambahan zat inhibitor. Dalam penelitian inidilakukan studi laju korosi pada logam aluminium dengan cara menambahkan zat yang berfungsi sebagai inhibitor alami yakni ekstrak daun karamunting (Rhodomyrtus tomentosa) ke dalam media korosif HCl 1 M dengan metode imersi. Studi laju korosi ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh inhibitor yang digunakan untuk mengurangi laju korosi pada aluminium, mengetahui efisiensi inhibisi serta model adsorpsi inhibitor. Berdasarkan hasil analisis dengan metode gravimetri diperoleh bahwa ekstrak daun karamunting memiliki efek inhibisi dengan efisiensi tertinggi sebesar 91,74 % pada waktu 10 menit perendaman dengan konsentrasi inhibitor 200 ppm dan dengan permodelan adsorbsi Langmuirdiperoleh koefisien korelasi sebesar 0,9775.Kata kunci: inhibitor, alumunium, korosi
STUDI LAJU KOROSI LOGAM ALUMINIUM DENGAN PENAMBAHAN INHIBITOR DARI EKSTRAK DAUN KARAMUNTING (RHODOMYRTUS TOMENTOSA) DALAM LARUTAN NaCl Mardiah, Mardiah; Lapua, Ezri Pabumbung; Wahyudiantara, I Putu; Iqbal, Muhammad; Lestari, Indah; Rodiyatunnisa, Rodiyatunnisa; Sakinah, Nurul; Novianti, Herlina Lia; Fadilah, Opie Aulia
Jurnal Chemurgy Vol 1, No 2 (2017): Jurnal Chemurgy-Desember 2017
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (500.915 KB)

Abstract

Kebutuhan akan energi listrik yang terus meningkat tidak sebanding dengan suplay yang ada sehingga diperlukan energi alternatif. Aluminium merupakan salah satu sumber daya mineral hasil pengolahan bauksit, yang ketersediaannya cukup banyak. Sifat aluminium yang dapat di-recycle atau diolah ketika tidak digunakan lagi, menjadi bahan baku yang baik untuk pengembangan baterai logam udara yakni baterai aluminium udara atau Aluminium Air Battery. Reaksi yang terlibat adalah reaksi oksidasi pada anoda dan reduksi oksigen pada katoda, sehingga logam aluminium rentan terhadap korosi. Oleh karena itu, perlu ditambahkan zat inhibitor yang ramah lingkungan seperti ekstrak daun karamunting (Rhodomyrtus tomentosa) untuk menghambat laju korosi aluminium.Kata Kunci : aluminium, laju korosi
STUDI LAJU KOROSI LOGAM ALUMUNIUM DALAM LARUTAN ASAM DENGAN PENAMBAHAN EKSTRAKSI DAUN KARAMUNTING SEBAGAI INHIBITOR Mardiah, Mardiah; Novianti, Herlina Lia; Fadilah, Opie Aulia
Jurnal Teknik Kimia Vol 24, No 4 (2018): Jurnal Teknik Kimia
Publisher : Jurusan Teknik Kimia, Fakultas Teknik, Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Korosi yang biasa disebut sebagai pengkaratan akibat terjadinya penurunan kualiatas mutu logam karena reaksi kimia suatu logam terhadap lingkungan disekitarnya. Banyak cara yang bisa dilakukan untuk memperlambat suatu laju reaksi pada korosi, seperti membuat paduan logam yang berfungsi agar tidak terjadi korosi, melapisi bagian logam agar tahan dari medium korosif, atau dengan cara membuat penambahan suatu zat yang berfungsi sebagai inhibitor penghambat korosi. Dalam penelitian ini dilakukan studi laju korosi dengan cara membuat penambahan zat yang berfungsi sebagai inhibitor dengan metode yang digunakan untuk mempelajari studi laju reaksi korosi adalah metode Gravimetri. Studi laju korosi ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh inhibitor yang digunakan untuk penghambat korosi pada Aluminium. Data yang dihasilkan adalah menghitung massa benda uji sebelum dan setelah perendaman untuk dibandingkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa efisiensi inhibisi menghambat laju reaksi korosi Alumunium dalam larutan HCl berfungsi dengan nilai daya inhibisi 50 ppm inhibitor didapatkan pada waktu 5 menit 80.00%, 10 menit 77.06%, 15 menit 71.03%, 20 menit 62.17%, dan 25 menit 57.53% dengan laju korosi pada waktu 5 menit 0.0004, pada waktu 10 menit 0.0025, pada waktu 15 menit 0.0076, pada waktu 20 menit 0.01415 dan pada waktu 25 menit 0.02988