Nora, Adri
Program Studi Bioteknologi, FIKES,Universitas Esa Unggul, Jakarta. Jalan Arjuna Utara No.9, Jakarta Barat

Published : 2 Documents
Articles

Found 2 Documents
Search

IDENTIFIKASI DAN ISOLASI HALOALKANA DEHALOGENASE DARI PSEUDOMONAS AERUGINOSA STRAIN LOKAL Nora, Adri; Ratnaningsih, Enny; Natalia, Dessy
Indonesian Journal of Biotechnology and Biodiversity Vol 1, No 1 (2017): Indonesian Journal of Biotechnology and Biodiversity
Publisher : Indonesian Journal of Biotechnology and Biodiversity

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakSenyawa organohalida banyak digunakan dalam industri sebagai pestisida dan aditif untuk bensin. Salah satu senyawa organohalida yang banyak diproduksi adalah 1,2-dikloroetana (DCE). Namun, senyawa organohalida merupakan polutan yang dapat membahayakan lingkungan karena senyawa ini sulit terdegradasi dan bersifat karsinogenik. Beberapa bakteri diketahui mampu mendegradasi DCE seperti bakteri dari genus Pseudomonas, Bradyrizhobium, dan Xantobacter. Bakteri-bakteri tersebut menghasilkan haloalkana dehalogenase yang mampu mengkatalisis pemutusan ikatan antara karbon dengan halogen. Pada DCE katalisis dehalogenase menghasilkan 2-kloroetanol, ion halida, dan  proton. Dalam penelitian ini dilakukan identifikasi dan isolasi haloalkana dehalogeanse dari Pseudomonas aeruginosa strain lokal. Pseudomonas aeruginosa diidentifikasi dengan PCR16S ribosomal DNA menggunakan Unibi (5’-GGT TAC (GC) TTG TTA CGA CTT-3) sebagai primer maju dan BactF-1 (5’-AGA GTT TGA TCA CTG GCT CAG-3’) sebagai primer mundur. Pseudomonas aeruginosa dapat tumbuh dalam medium Luria Bertani dan minimal medium yang mengandung DCE 1─10mM. Haloalkana dehalogenase yang dihasilkan merupakan enzim intrasel dengan aktivitas spesifik 8,809 unit/mg protein (unit = µmol Cl- / menit). Isolasi dan fraksinasi haloalkana dehalogenase menghasilkan aktivitas spesifik menjadi 32,108 unit/mg protein (naik 3,5 kali dibandingkan ekstrak kasarnya). Jika dibandingkan dengan Pseudomonas aeruginosa OK1, Pseudomonas aeruginosa strain lokal ini lebih berpotensi untuk digunakan dalam bioremediasi karena Pseudomonas aeruginosa strain lokal memiliki aktivitas spesifik yang lebih besar dan kemampuan tumbuh yang lebih cepat dibandingkan OK1. Kata Kunci : 1,2-dikloroetana, Pseudomonas aeruginosa, haloalkana dehalogenase
Antioxidant Activity, Antibacterial Activity, Water Content, and Ash Content In Baduy Honey Nora, Adri; Wilapangga, Anjas; Novianti, Titta
Bioscience Vol 2, No 2 (2018): Biology
Publisher : UNIVERSITAS NEGERI PADANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/0201822101249-0-00

Abstract

Indonesia as a tropical country has many different types of honey. Honey was known to have many advantages especially in health promotion as antioxidant and antibacterial. Baduy honey is one of Indonesian forest honey which its nutritional value, antioxidant, and antibacterial activity have not been investigated yet. The purpose of this study to determine antioxidant activity, antibacterial, water content, and also ash content of baduy honey. The research method are DPPH radical scavenging-activity for antioxidant, microplate resazurine assay for antibacterial, qualitative photochemistry analysis, and gravimetric analysis for measuring water and ash content. The result showed that black and yellow baduy honey has water content 18,64% dan 19,32% respectively and ash content 0,32% dan 0,04% respectively. Baduy honey has also containing flavonoid, terpenoid, and alkaloid compounds. Black Baduy honey has higher antioxidant activity than Yellow Baduy honey in which EC 50 values are 1000,79 μg/mL and 1475,28 μg/mL respectively. However, Baduy honey did not show any antibacterial activity againts Escheria coli dan Staphlococcus aureus because of MIC value for both type of honey are tremendously large with 500000 μg/mL.