Articles

Found 3 Documents
Search

MAKANAN DAN KEBIASAAN MAKAN IKAN GEROT Pomadasys kaakan (CUVIER & VALENCIENNES,1830) DI TELUK PABEAN JAWA BARAT

Jurnal Perikanan Universitas Gadjah Mada Vol 20, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Teluk Pabean merupakan daerah estuari yang memiliki potensi sumberdaya perikanan, yang salah satunya adalah ikan gerot. Penelitian dilakukan setiap bulan dari bulan Juni hingga Desember 2016 untuk mengidentifikasi jenis makanan dan menjelaskan kebiasaan makan ikan gerot, Pomadasys kaakan (Cuvier & Valenciennes, 1830) di Teluk Pabean, Jawa Barat. Ikan contoh dikumpulkan dengan jaring insang dan sero.  Analisis makanannya menggunakan metode indeks relatif penting, luas relung makanan, dan tumpang tindih relung makanan. Hasil menunjukkan bahwa ikan ini merupakan ikan karnivora, namun lebih tepatnya krustasivora. Jenis makanannya dapat dibagi menjadi sembilan kelompok, yaitu Acetes sp., Penaeus sp., Portunus sp., Clupeidae, Ambassidae, Sciaenidae, Gobiidae, Sillaginidae, dan organisme tidak teridentifikasi. Makanan utamanya adalah jenis Penaeus sp. sama baik menurut waktu maupun ukuran ikan setiap bulan. Jenis makanan utamanya tidak berubah tetapi proporsinya berubah seiring bertambahnya ukuran panjang. Proporsi makanan utama jenis Penaeus sp. pada ukuran panjang 41-84 mm (96,17), 85-130 mm (95,64), dan 131-175 mm (88,15).Teluk Pabean merupakan daerah estuari yang memiliki potensi sumberdaya perikanan, yang salah satunya adalah ikan gerot. Penelitian dilakukan setiap bulan dari bulan Juni hingga Desember 2016 untuk mengidentifikasi jenis makanan dan menjelaskan kebiasaan makan ikan gerot, Pomadasys kaakan(Cuvier & Valenciennes, 1830) di Teluk Pabean, Jawa Barat. Ikan contoh dikumpulkan dengan jaring insang dan sero.  Analisis makanannya menggunakan metode indeks relatif penting, luas relung makanan, dan tumpang tindih relung makanan.[s1]  Hasil menunjukkan bahwa ikan ini merupakan ikan karnivora, namun lebih tepatnya krustasivora. Jenis makanannya dapat dibagi menjadi sembilan kelompok[s2] [s3] , yaitu Acetes sp., Penaeus sp., Portunus sp., Clupeidae, Ambassidae, Sciaenidae, Gobiidae, Sillaginidae, dan organisme tidak teridentifikasi. Makanan utamanya adalah jenis Penaeus sp. sama baik menurut waktu maupun ukuran ikan setiap bulan[s4] . Jenis makanan utamanya tidak berubah tetapi proporsinya berubah seiring bertambahnya ukuran panjang. Proporsi makanan utama jenis Penaeus sp. pada ukuran panjang 41-84 mm (96,17), 85-130 mm (95,64), dan 131-175 mm (88,15[s5] ). [s1]ubah menjadi kalimat pasif [s2] [s3]jenis? [s4]Maksudnya bagaimana? [s5]Kebiasaan makanannya seperti apa???

Diet composition and niche breadth of mullet Chelon subviridis (Valenciennes, 1836) and Moolgarda engeli (Bleeker, 1858) in Pabean Bay, Indramayu Subdistrict, West Java Province

Jurnal Iktiologi Indonesia Vol 18, No 1 (2018): February 2018
Publisher : Masyarakat Iktiologi Indonesia (MII )

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (358.516 KB)

Abstract

The aims of this research was to identify the diet and composition item as well as niche breadth and niche overlap of mullet in Pabean Bay. Fish sampling was carried out from July to December 2016 using trap nets and gill nets. Data analysis including preponderance index, niche breadth, and niche overlap. Chelon subviridis and Moolgarda engeli are two species of mullet that much found in Pabean Bay. The size of body length C. subviridis observed on ranged of 73,34-185,72 mm with a weight of 8,23-115,50 g and M. engeli ranged of 67,51-160,00 mm with a weight of 6,91-96,70 g. Food menu of mullet consists of three groups, namely perifiton, larvae of marine organism, and detritus. Perifiton from Bacillariophyceae was a main diet, particularly Pleurosigma (35,81) in C. subviridis and Nitzschia (27,89) in M. engeli. Changed in composition of each item of diet occurred on any length size group during the observation. C. subviridis and M. engeli have a wide niche breadth with the value were 5,995 and 5,780. Niche breadth of each length group was different. Information on niche breadth indicated the adaptation of mullet to against the availability of diet in the water. AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis dan komposisi serta luas dan tumpang tindih relung makanan ikan belanak di Teluk Pabean. Pengambilan contoh ikan dilakukan pada Juli hingga Desember 2016 dengan menggu-nakan alat tangkap sero dan jaring insang. Analisis data meliputi indeks bagian terbesar serta luas dan tumpang tindih relung makanan. Dua jenis ikan belanak, Chelon subviridis dan Moolgarda engeli, merupakan spesies yang banyak ditemukan di Teluk Pabean. Ukuran panjang tubuh C. subviridis yang diamati berkisar 73,34-185,72 mm dengan bobot 8,23-115,50 g dan panjang tubuh M. engeli berkisar 67,51-160,00 mm dengan bobot 6,91-96,70 g. Menu ma-kanan ikan belanak terdiri atas tiga kelompok besar, yaitu perifiton, larva organisme, dan detritus. Perifiton dari kelas Bacillariophyceae menjadi kelompok makanan yang banyak dimanfaatkan, khususnya Pleurosigma (35,81) oleh C. subviridis dan Nitzschia (27,89) oleh M. engeli. Perubahan komposisi jenis makanan terjadi pada setiap kelompok ukuran ikan. C. subviridis dan M. engeli memiliki relung makanan yang luas dengan nilai luas relung berturut-turut 5,995 dan 5,780. Luas relung makanan pada setiap kelompok ukuran ikan berbeda. Informasi mengenai luas relung makanan dapat menunjukkan adaptasi ikan belanak terhadap ketersediaan makanan di perairan.

Kelimpahan Fitoplankton dan Perannya Sebagai Sumber Makanan Ikan di Teluk Pabean, Jawa Barat

JURNAL SUMBERDAYA AKUATIK INDOPASIFIK Volume 1, Number 2, November 2017
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Papua

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (390.221 KB)

Abstract

Pabean Bay is an estuary that has the potential of natural resources for fisheries.  One of the organisms that has an important role here is phytoplankton. This study aims to analyze spatially and temporally the composition of phytoplankton abundance as fish food sources in Pabean Bay waters, West Java. Phytoplankton and physics-chemical parameters were taken monthly samples (June 2016-March 2017). Data analysis included the composition and abundance of phytoplankton, one-way variance analysis based on time and zone, the relation of physics-chemical parameters of aquatic to phytoplankton abundance, and phytoplankton used by fish as food. The abundance of phytoplankton differs on a monthly basis, but is not different in each zone. The phytoplankton found in the Pabean Bay is dominated by the Bacillariophyceae class. The dominant type of phytoplankton feeds from some of the captured fishes is Nitzschia and Pleurosigma from the Bacillariophyceae class.