Articles

Found 1 Documents
Search
Journal : Jurnal Aplikasi Statistika

Determinan Perilaku Merokok pada Remaja Sekolah di Indonesia Harsanti, Titik; Wicaksono, Febri
Jurnal Aplikasi Statistika & Komputasi Statistik Vol 9 No 1 (2017): Journal of Statistical Application and Computational Statistics
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Statistika STIS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34123/jurnalasks.v9i1.93

Abstract

Saat ini merokok telah menjadi masalah kesehatan secara global dan menjadi beban ekonomi yang berat. Di Indonesia, tren merokok cenderung semakin meningkat dan kencenderungan ini tidak hanya terjadi pada orang dewasa tetapi juga pada remaja. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku merokok bagi kalangan remaja yang bersekolah di Indonesia dengan menggunakan model logistik multivariat biner. Analisis dilakukan dengan menggunakan 5.986 sampel siswa dari Global Youth Tobacco Survey 2014 (GYTS) 2014. Hasilnya menunjukkan bahwa 25% siswa pernah merokok dan 15% siswa saat ini merokok. Peluang siswa untuk merokok lebih tinggi di kalangan anak laki-laki dibandingkan dengan anak perempuan. Risiko merokok yang lebih tinggi teramati di antara siswa yang memiliki teman dekat yang merokok dibandingkan dengan siswa yang tidak memiliki teman dekat yang merokok. Siswa yang salah satu atau kedua orang tuanya merokok lebih cenderung merokok dibandingkan dengan siswa yang orang tuanya tidak merokok. Siswa yang pernah melihat gurunya merokok atau pernah melihat orang-orang merokok di rumah mereka dan tempat-tempat umum lebih cenderung merokok dibandingkan dengan mereka yang tidak pernah melihat gurunya merokok atau tidak pernah melihat orang merokok di rumah mereka dan tempat umum. Temuan ini menunjukkan bahwa penegakan peraturan untuk mengurangi aksesibilitas rokok diperlukan untuk mengekang penggunaan rokok di kalangan siswa. Selain itu, intervensi dan kampanye pendidikan yang menargetkan siswa sekolah menengah juga diperlukan.